BAB 13 - Anggap Saja Pacar

Salah-satu hal yang tidak baik dilakukan di dunia ini adalah melakukan segala sesuatu dengan setengah-setengah. Ya, termasuklah niat di dalamnya. Hari ini, pikiran Kama sudah dikacaukan lebih dulu lantaran Ayas kencan bersama tunangannya.

Raga dimana pikiran dimana, Kama sama sekali tidak fokus dalam rapat bersama para pejabat tinggi perusahaan pagi ini. Tak jarang asistennya menyadarkan Kama, tapi semakin lama di ruangan linglungnya semakin kentara hingga rapat berakhir Kama menuai kecaman tak baik dari beberapa orang di sana.

"Apa yang Anda pikirkan, Pak? Bisa diceritakan? Siapa tahu saya bisa cari jalan keluarnya."

"Entahlah, sejak tadi pagi ulu hatiku agak sakit ... sesak, sepertinya aku kurang sehat, Zidan."

Beralaskan sakit, padahal selama ini dia sehat-sehat saja dan sejak dahulu tidak ada riwayat sakit magh. Kama memijat pangkal hidung kemudian memejamkan mata, bagaimana Ayas yang menghampiri pria itu masih terus terbayang di otak Kama.

Dia kesal, sakit hati dan begitu muak membayangkannya. Hingga, hal itu berhasil menjadi alasan Kama untuk meninggalkan pekerjaan. "Baiklah, istirahat saja jika begitu, Pak."

"Kau benar, aku pasti kurang istirahat," ucap Kama membenarkan dan mulai bersiap untuk segera angkat kaki dari rumahnya.

Padahal, tadi malam tidurnya sangat nyenyak, dapat dikatakan pertama kalinya Kama kembali mendapatkan tidur yang berkualitas selama beberapa tahun terakhir. Walau, ketika terbangun panggilan video itu telah berakhir, tapi ditemani Ayas hingga dia menutup mata adalah pengalaman yang tidak dapat Kama utarakan dengan kata-kata.

Zidan sempat menawarkan untuk mengantar Kama ke rumah sakit dulu sebelum pulang ke rumah. Namun, dengan tegas pria itu mengatakan jika dia masih mampu dan tidak perlu dikhawatirkan.

"Mari kita lihat, kemana dia pergi."

Di hadapan asistennya dia mengaku bak tengah sakit, tapi begitu tiba di mobil Kama terlihat sehat-sehat saja. Pria itu merogoh ponsel dan mencari titik keberadaan Ayas. Ya, mungkin Ayas tidak tahu akan hal itu, tapi Kama sudah sesigap itu mengikatnya hingga takkan mungkin bisa lari dari jangkauan Kama.

Begitu tahu titik lokasi jodohnya itu, tanpa pikir panjang Kama mendatangi tempat tersebut. Kama tersenyum tipis, pria itu menggeleng pelan seraya menduga kecan seperti apa yang mereka lewati di tempat itu.

Tidak berselang lama, Kama sudah berada di salah satu pusat perbelanjaan terbesar di ibu kota. Ya, wajar saja pria membawa pasangannya ke tempat semacam ini, mungkin dalam rangka ingin memberikan hadiah atau semacamnya.

Terlebih lagi, menurut pengakuan Ayas mereka sudah lama tidak bertemu, maka dari itu wajar saja jika Marzuki mengajak Ayas berbelanja. Persetan dengan akan hal itu, yang jelas Kama ingin tahu dimana Ayas berada saat ini.

Berkat bakat Kama yang sigap sejak lama, tidak sampai sepuluh menit, dia sudah menemukan keberadaan pasangan itu. Dari kejauhan Kama memantau Ayas seolah tengah memantau adiknya. Tidak ingin ketahuan, pria itu sampai mengendap-ngendap layaknya seorang pencuri di sana.

Mimpi apa seorang Kama sampai membuntuti orang pacaran. Sakit di ulu hati yang tadi sempat dia keluhkan kembali Kama rasakan, terlebih lagi ketika melihat dua insan itu memakai kacamata dengan model sama di depan cermin.

"Alay, jauh-jauh kemari cuma beli kacamata," cibir Kama sekaligus menganggap Marzuki sebagai pria tak modal.

Bagaimana tidak? Kama yakin mereka sudah cukup lama berada di sana, tapi di tangan Ayas tidak ada satu pun paper bag yang menandakan jika dia diberi hadiah. Yang ada justru terbalik, dengan jelas Kama sempat mengikuti mereka ke toko sepatu, dan dia yakin betul Ayas membayar sepatu pria itu.

Kemanapun Ayas pergi, selalu Kama ikuti. Bahkan, apapun yang sempat Ayas coba juga turut dia coba, entah apa gunanya. Begitu juga kala mereka berlalu, Kama juga turut meninggalkan store tersebut.

Sialnya, kecerobohan Kama justru membuat pria itu mendadak menjadi incaran satpam kala alarm store tersebut berbunyi ketika dia hendak melewati pintu keluar.

Tidak hanya kehilangan Ayas, tapi Kama juga jadi pusat perhatian hingga dia gelagapan dibuatnya. "Saya salah apa? Benda sialan ini kenapa tak bisa diam?!" maki Kama tetap tidak terima kesalahan walau bando kelinci itu jelas-jelas ada di kepalanya.

"Silahkan melakukan pembayaran di kasir terlebih dahulu, Pak."

"Hah? Bayar ap_ ash memalukan, kenapa juga benda ini ada di kepalaku?" Kama mengatur napasnya, hancur sudah harga dirinya siang ini oleh bando sialan itu.

Sama sekali dia tidak sadar jika benda itu masih ada di kepalanya. Panik lantaran Ayas hendak berlalu pergi membuat Kama lupa diri. Terpaksa, walau dia hendak mencari keberadaan Ayas Segera, benda itu harus tetap dibayar.

.

.

"Huft, apa yang kau lakukan sebenarnya, Kama?" Kama bermonolog kala sadar jika dirinya agak sedikit kurang waras.

Sama sekali dia tak habis pikir, entah sejak kapan menjadi peduli urusan orang lain sebegitunya. Di tengah kebingungannya, seseorang yang kini berdiri di depan Kama sukses membuatnya terperanjat kaget.

"Kamu ngapain? Ngikutin aku ya?"

"Cih, menurutmu apa mungkin orang sesibuk aku punya waktu mengikutimu pacaran? Tidak bukan?"

Mana mau Kama mengaku, walau mungkin saja Ayas sadar jika dia ikuti sejak tadi, tapi hingga akhir Kama takkan mengatakan yang sejujurnya. Pria itu berusaha untuk bersikap santai, dia juga tampak mencari keberadaan seseorang yang telah menghilang dari pandangannya.

"Pacarmu mana?"

"Pulang, katanya Sutradara yang kemarin telepon ... jadi ya pulang," jawab Ayas tampak lesu, terlihat jelas jika gadis itu tengah kecewa.

Sudah tentu hal itu menjadi kabar baik bagi Kama. "Oh begitu, setelah ini kamu mau kemana?"

"Tidak ada, aku sudah selesai."

Kebetulan sedang berada di tempat ini, Kama segera menarik pergelangan tangan Ayas. Bagaikan langit dan bumi, Ayas merasakan perbedaan yang luar biasa antara Kama dan calon suaminya.

Tanpa terduga dan sama sekali tidak diminta, Kama mengajak Ayas ke store ponsel demi mengganti ponsel Ayas yang memang sudah lama. Tidak rusak sebenarnya, hanya saja memang sudah tidak layak saja di mata Kama.

Tidak hanya berhenti di sana, Kama juga membawanya ke store yang menjual tas dan pakaian dengan brand ternama yang harganya benar-benar membuat Ayas menganga. Dia sempat punya, tapi versi kw-nya dalam bentuk handuk dan jelas tidak semahal yang Kama berikan untuknya kali ini.

"Ini kebanyakan, Kama, kenapa jadi kam_"

"Hadiah, anggap saja dari pacar kamu," pungkas Kama kemudian membukakan pintu dan mempersilahkan Ayas untuk masuk ke mobilnya.

"Pacar?"

Kama mengulas senyum tipis, wajah bingung Ayas begitu jelas dan sorot mata sendunya semakin membuat Kama ingin menafkahi wanita ini, sungguh. "Jangan kebalik, Yas. Membelikan hadiah adalah tugas laki-laki, bukan perempuan," sindir Kama tepat sasaran dan berhasil membuat Ayas seketika terdiam.

.

.

- To Be Continued -

Terpopuler

Comments

Halimah

Halimah

itu gejala penyakit bucin Pak/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2024-12-19

0

Halimah

Halimah

bilang aja lo iri😛😛😛😛😛😛

2024-12-19

0

Halimah

Halimah

/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2024-12-19

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Hari Pertama
2 BAB 02 - Dijual
3 BAB 03 - Obat Yang Sesungguhnya
4 BAB 04 - Pengakuan Terbuka
5 BAB 05 - Jangan Sentuh Milikku
6 BAB 06 - Good Night
7 BAB 07 - 33 Bulan
8 BAB 08 - Calon Istri (Orang)
9 BAB 09 - Calon Suami(Ku)
10 BAB 10 - Kamu Pulang Saja
11 BAB 11 - Taktik Merebut Calon Istri (Orang)
12 BAB 12 - Sleep Call
13 BAB 13 - Anggap Saja Pacar
14 BAB 14 - Salah Posesif
15 BAB 15 - Tidak Bisa Marah
16 BAB 16 - Lepaskan Saja
17 BAB 17 - Aku Ingin Berhenti
18 BAB 18 - Obat Seumur Hidup
19 BAB 19 - Tak Terduga
20 BAB 20 - Kamu Jodohku
21 BAB 21 - Ini Istriku
22 BAB 22 - Mulutmu Bau
23 BAB 23 - Kami
24 BAB 24 - First Kiss
25 BAB 25 - Istrinya Siapa?
26 BAB 26 - Panas
27 BAB 27 - Ngantukmu Pura-Pura
28 BAB 28 - Segitu Dulu
29 BAB 29 - Bete Deh
30 BAB 30 - Nggak Dicicil
31 BAB 31 - Teman Hidup
32 BAB 32 - Ada Obatnya
33 BAB 33 - Bukan Modus Belaka
34 BAB 34 - Berlagak Panik
35 BAB 35 - Maunya Apa?
36 BAB 36 - Akan Akan Menunggu
37 BAB 37 - Jangan Terbalik
38 BAB 38 - Tahan!!
39 BAB 39 - Sedikit
40 BAB 40 - Salah Guru
41 BAB 41 - Introgasi Pihak Berwajib
42 BAB 42 - Santai Saja
43 BAB 43 - Tugasnya Apa?
44 BAB 44 - Laki-Lakinya Gimana?
45 BAB 45 - 18 Detik
46 BAB 46 - Tidak Cemburu
47 BAB 47 - Bertanyalah, Selagi Diizinkan
48 BAB 48 - Berdua Saja
49 BAB 49 - Mau Yang Hangat?
50 BAB 50 - Cabut Ubi?
51 BAB 51 - Dia Hanya Shock
52 BAB 52 - Senjata Makan Tuan
53 BAB 53 - Legit?
54 BAB 54 - Dikeluarkan Dari KK
55 BAB 55 - Salah Minum Obat
56 BAB 56 - Sembuh Total
57 BAB 57 - Gigit Tawon
58 BAB 58 - Banyak Tanya
59 BAB 59 - Esok Atau Lusa
60 BAB 60 - Karmamu Belum Dimulai
61 BAB 61 - BTS
62 BAB 62 - Beda Versi
63 BAB 63 - Dia Yang Bertanggung Jawab
64 BAB 64 - Sudah Ada?
65 BAB 65 - Ada Cinta
66 BAB 66 - Masih Cinta?
67 BAB 67 - Tidak Ingin Diganggu
68 BAB 68 - Tak Terduga
69 BAB 69 - Cashback
70 BAB 70 - Tidak Lucu
71 BAB 71 - Jalan Pintas
72 BAB 72 - Jangan Kebanyakan Bercanda
73 BAB 73 - Bawel
74 BAB 74 - Aku Tidak Bisa Membantumu
75 BAB 75 - Awasi Dia
76 BAB 76 - Takut
77 BAB 77 - Miss You
78 BAB 78 - Janji Kama
79 BAB 79 - Hampir Satu Bulan
80 BAB 80 - Gendutan
81 BAB 81 - Maafkan Aku, Mas
82 BAB 82 - Malam Pertama?
83 BAB 83 - Mau Pulang
84 BAB 84 - Bayi Besar
85 BAB 85 - Masih Sama
86 BAB 86 - Mau Kamu
87 BAB 87 - Harus Bagaimana?
88 BAB 88 - Maafkan Aku
89 BAB 89 - Jangan Tambah Lukanya
90 BAB 90 - Tak Terduga
91 BAB 91 - Bukan Ngidam
92 BAB 92 - Terkuak
93 BAB 93 - Bodoh, Kama.
94 BAB 94 - Menyiksa Diri
95 BAB 95 - Permintaan Terakhir
96 BAB 96 - Iya, Aku Pulang!!
97 BAB 97 - Jangan Sakiti Suamiku!!
98 BAB 98 - Tidak Mau
99 BAB 99 - Tetaplah Bersamaku
100 BAB 100 - Tidak Akan Diam
101 BAB 101 - Apa Pentingnya?
102 BAB 102 - Sang Penggoda
103 BAB 103 - Happy Mensiversary
104 BAB 104 - Dirayakan
105 BAB 105 - Tamat
106 BAB 106 - Sensory Play
107 BAB 107 - Kecil Sekali
108 BAB 108 - Ancaman Kama
109 BAB 109 - Pergilah
110 BAB 110 - Miss Communication
111 BAB 111 - Sampai Kembali Ke Tanah
112 BAB 112 - Minta Apa?
113 BAB 113 - Minta Maaf
114 BAB 114 - Lupakan
115 BAB 115 - She's My Wife
116 BAB 116 - Di Balik Layar
117 Promo Karya Baru - Istri Rahasia Dosen Killer
118 BONUS CHAPTER
119 BONUS CHAPTER II
120 BONUS CHAPTER III
121 BONUS CHAPTER IV
122 BONUS CHAPTER V
123 BONUS CHAPTER VI
124 BONUS CHAPTER VII
125 BONUS CHAPTER VIII
126 VISUAL CAST
127 BONUS CHAPTER IX
128 BONUS CHAPTER X
129 BONUS CHAPTER XI
130 BONUS CHAPTER XII
131 BONUS CHAPTER XIII
132 BONUS CHAPTER XIV
133 THE LAST BONUS CHAPTER - END
134 Promosi Karya Baru - Malam Panjang Bersama Dosenku
135 PROMOSI KARYA BARU - ISTRI PILIHAN MOMMY
Episodes

Updated 135 Episodes

1
BAB 01 - Hari Pertama
2
BAB 02 - Dijual
3
BAB 03 - Obat Yang Sesungguhnya
4
BAB 04 - Pengakuan Terbuka
5
BAB 05 - Jangan Sentuh Milikku
6
BAB 06 - Good Night
7
BAB 07 - 33 Bulan
8
BAB 08 - Calon Istri (Orang)
9
BAB 09 - Calon Suami(Ku)
10
BAB 10 - Kamu Pulang Saja
11
BAB 11 - Taktik Merebut Calon Istri (Orang)
12
BAB 12 - Sleep Call
13
BAB 13 - Anggap Saja Pacar
14
BAB 14 - Salah Posesif
15
BAB 15 - Tidak Bisa Marah
16
BAB 16 - Lepaskan Saja
17
BAB 17 - Aku Ingin Berhenti
18
BAB 18 - Obat Seumur Hidup
19
BAB 19 - Tak Terduga
20
BAB 20 - Kamu Jodohku
21
BAB 21 - Ini Istriku
22
BAB 22 - Mulutmu Bau
23
BAB 23 - Kami
24
BAB 24 - First Kiss
25
BAB 25 - Istrinya Siapa?
26
BAB 26 - Panas
27
BAB 27 - Ngantukmu Pura-Pura
28
BAB 28 - Segitu Dulu
29
BAB 29 - Bete Deh
30
BAB 30 - Nggak Dicicil
31
BAB 31 - Teman Hidup
32
BAB 32 - Ada Obatnya
33
BAB 33 - Bukan Modus Belaka
34
BAB 34 - Berlagak Panik
35
BAB 35 - Maunya Apa?
36
BAB 36 - Akan Akan Menunggu
37
BAB 37 - Jangan Terbalik
38
BAB 38 - Tahan!!
39
BAB 39 - Sedikit
40
BAB 40 - Salah Guru
41
BAB 41 - Introgasi Pihak Berwajib
42
BAB 42 - Santai Saja
43
BAB 43 - Tugasnya Apa?
44
BAB 44 - Laki-Lakinya Gimana?
45
BAB 45 - 18 Detik
46
BAB 46 - Tidak Cemburu
47
BAB 47 - Bertanyalah, Selagi Diizinkan
48
BAB 48 - Berdua Saja
49
BAB 49 - Mau Yang Hangat?
50
BAB 50 - Cabut Ubi?
51
BAB 51 - Dia Hanya Shock
52
BAB 52 - Senjata Makan Tuan
53
BAB 53 - Legit?
54
BAB 54 - Dikeluarkan Dari KK
55
BAB 55 - Salah Minum Obat
56
BAB 56 - Sembuh Total
57
BAB 57 - Gigit Tawon
58
BAB 58 - Banyak Tanya
59
BAB 59 - Esok Atau Lusa
60
BAB 60 - Karmamu Belum Dimulai
61
BAB 61 - BTS
62
BAB 62 - Beda Versi
63
BAB 63 - Dia Yang Bertanggung Jawab
64
BAB 64 - Sudah Ada?
65
BAB 65 - Ada Cinta
66
BAB 66 - Masih Cinta?
67
BAB 67 - Tidak Ingin Diganggu
68
BAB 68 - Tak Terduga
69
BAB 69 - Cashback
70
BAB 70 - Tidak Lucu
71
BAB 71 - Jalan Pintas
72
BAB 72 - Jangan Kebanyakan Bercanda
73
BAB 73 - Bawel
74
BAB 74 - Aku Tidak Bisa Membantumu
75
BAB 75 - Awasi Dia
76
BAB 76 - Takut
77
BAB 77 - Miss You
78
BAB 78 - Janji Kama
79
BAB 79 - Hampir Satu Bulan
80
BAB 80 - Gendutan
81
BAB 81 - Maafkan Aku, Mas
82
BAB 82 - Malam Pertama?
83
BAB 83 - Mau Pulang
84
BAB 84 - Bayi Besar
85
BAB 85 - Masih Sama
86
BAB 86 - Mau Kamu
87
BAB 87 - Harus Bagaimana?
88
BAB 88 - Maafkan Aku
89
BAB 89 - Jangan Tambah Lukanya
90
BAB 90 - Tak Terduga
91
BAB 91 - Bukan Ngidam
92
BAB 92 - Terkuak
93
BAB 93 - Bodoh, Kama.
94
BAB 94 - Menyiksa Diri
95
BAB 95 - Permintaan Terakhir
96
BAB 96 - Iya, Aku Pulang!!
97
BAB 97 - Jangan Sakiti Suamiku!!
98
BAB 98 - Tidak Mau
99
BAB 99 - Tetaplah Bersamaku
100
BAB 100 - Tidak Akan Diam
101
BAB 101 - Apa Pentingnya?
102
BAB 102 - Sang Penggoda
103
BAB 103 - Happy Mensiversary
104
BAB 104 - Dirayakan
105
BAB 105 - Tamat
106
BAB 106 - Sensory Play
107
BAB 107 - Kecil Sekali
108
BAB 108 - Ancaman Kama
109
BAB 109 - Pergilah
110
BAB 110 - Miss Communication
111
BAB 111 - Sampai Kembali Ke Tanah
112
BAB 112 - Minta Apa?
113
BAB 113 - Minta Maaf
114
BAB 114 - Lupakan
115
BAB 115 - She's My Wife
116
BAB 116 - Di Balik Layar
117
Promo Karya Baru - Istri Rahasia Dosen Killer
118
BONUS CHAPTER
119
BONUS CHAPTER II
120
BONUS CHAPTER III
121
BONUS CHAPTER IV
122
BONUS CHAPTER V
123
BONUS CHAPTER VI
124
BONUS CHAPTER VII
125
BONUS CHAPTER VIII
126
VISUAL CAST
127
BONUS CHAPTER IX
128
BONUS CHAPTER X
129
BONUS CHAPTER XI
130
BONUS CHAPTER XII
131
BONUS CHAPTER XIII
132
BONUS CHAPTER XIV
133
THE LAST BONUS CHAPTER - END
134
Promosi Karya Baru - Malam Panjang Bersama Dosenku
135
PROMOSI KARYA BARU - ISTRI PILIHAN MOMMY

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!