BAB 17 - Aku Ingin Berhenti

Ida membawakan kabar buruk untuknya, Ayas pulang kampung tanpa sepengetahuan Kama. Tanpa pikir panjang, pria itu memutuskan untuk menyusul Ayas ke kampung halamannya.

Kama sempat marah karena mengira Ayas sengaja kabur. Namun, begitu mendengar alasan sebenarnya, seketika tubuh Kama lemas. Dia yang awalnya marah pada Ayas, mendadak marah pada Ida lantaran membiarkan Ayas pulang sendirian.

Dapat dia bayangkan bagaimana Ayas melewati perjalanan dengan isak tangis lantaran kepergian ibunya. Ida bilang, bus yang ditumpangi ibu Ayas mengalami kecelakaan tunggal dan terperosok ke dalam jurang.

Berita tentang bus tersebut juga sudah memenuhi stasiun televisi. Kecelakaan yang berlangsung diri hari itu merenggut 20 nyawa, dan salah satunya adalah sang ibu yang menjadi korban.

Karena itulah, Kama tidak berpikir dua kali untuk mendatangi Ayas. Tidak peduli sekalipun perjalanan yang dia tempuh itu menyita waktu, tapi Kama sama sekali tidak lelah. Tepat pukul tujuh malam, Kama tiba di sebuah rumah sederhana yang tampak berdesakan.

Dia jelas tidak bisa menemukan Ayas secara langsung, tapi dia sudah pastikan dengan beberapa tamu di luar bahwa memang benar rumah duka tersebut adalah alamat yang Kama tuju.

Sementara rumah duka masih ramai, Kama turut bergabung di jajaran para tamu duduk di luar. Dunia Kama seolah jungkir balik, malam kemarin di club dan malam ini di rumah duka yang membuatnya mendadak ingat kematian.

Bulu kuduk Kama meremang, dia memang agak sedikit penakut dengan hal-hal semacam itu sejak lama, terlebih lagi mengingat setragis apa kecelakaan yang dialami para korban. Hanya satu harapan Kama semua ini, segera selesai dan bertemu Ayas secepatnya.

Cukup lama Kama menunggu, hingga perlahan rumah Ayas terlihat sepi dan satu persatu pelayat meninggalkan tempat itu. Hingga, mata Kama menangkap sosok yang sejak tadi dia cari-cari.

Matanya terlihat memerah, dia kacau dan Kama ingin turut merengkuhnya. Walau sudah bisa dia hampiri, tapi Kama memilih diam di tempat seraya memandangi Ayas yang tampak dikuatkan oleh beberapa orang di sana.

Kama mungkin belum berada di posisi itu, keluarganya masih lengkap begitu sempurna. Namun, melihat hancurnya Ayas dia bisa Kama seolah kembali merasakan kehilangan seseorang di masa lalunya, dan rasanya sakit.

Tanpa terduga, Ayas yang sejak tadi dia tatap kini balik menatapnya. Bukan hanya itu yang membuatnya terkejut, tapi Ayas justru menghambur ke pelukannya tanpa Kama minta. Tanpa bicara, Kama membiarkan Ayas meraung dalam pelukannya.

Tindakan Ayas jelas disaksikan beberapa pasang mata yang berada di sana. Sama sekali dia tidak peduli sekalipun hal ini akan sampai ke telinga calon mertua. Ayas kehilangan dunianya, dan seseorang yang harusnya menguatkan Ayas justru tidak ada.

Sebelum pulang, Ayas sempat menghubungi Marzuki dan pria itu sama sekali tidak berniat mengantarnya pulang. Jangankan mendampingi Ayas, dia bahkan membalas pesan itu dengan sangat lama dan jelas balasannya sekadar formalitas mengucapkan bela sungkawa, pria itu juga mengatakan tidak bisa pulang dengan alasan sibuk dan jadwalnya sangat padat.

Malam ini, tanpa diduga dan tanpa Ayas harapkan kedatangannya, Kama justru berdiri dan memberikan pelukan erat untuknya. Cukup lama Ayas menangis, hingga ketika sedikit lebih tenang barulah dia melepaskan pelukannya.

"Kenapa bisa tahu?"

"Ida yang kasih tahu, kamu sendiri kenapa tidak pamit?"

Ayas masih menyeka air matanya, wajahnya memerah begitu sadar sebasah apa baju Kama akibat ulahnya. Tidak ingin terlalu menjadi pusat perhatian tetangga, Ayas mengajak pria itu untuk masuk.

Sebuah rumah sederhana tanpa fasilitas mewah dan kondisi yang cukup memprihatinkan berhasil membuat hati Kama teriris. Kondisinya bahkan lebih buruk dari foto-foto yang Hani laporkan, jika tahu kondisinya semiris ini, rasanya 2M terlalu kecil sebagai hadiah.

"Yas, bikinin minum."

Ayas mengangguk, wanita cantik yang mengenalkan diri sebagai Dania itu adalah kakaknya, wajah mereka mirip. Dia juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran Kama.

Kesempatan itu Kama gunakan untuk bertanya sedikit tentang keluarga mereka. Menurut penjelasan kakaknya, mereka pisah rumah dan hanya datang sesekali untuk sekadar memastikan keadaan ibunya.

Sementara Ayas tinggal bersama sang ibu, dan rencananya setelah menikah bersama Marzuki, Ayas juga akan ikut suami. Namun, mendengar bagian itu Kama mendadak tidak lagi tertarik, beruntung saja Ayas segera hadir dengan segelas teh hangat dan nasi beserta lauk pauknya untuk Kama.

Kedatangan Ayas membuat Dania berlalu pergi, berlasan anaknya menangis dan Ayas iya-iya saja walau mungkin tujuan kakaknya bukan itu. Wajah lesu Ayas masih terlihat jelas, bahkan untuk mempersilakan Kama makan saja seolah tak kuasa.

"Ehm Ayas maaf, tapi kamu tahu aku tidak terbiasa makan nasi."

"Adanya nasi, di sini tidak ada roti ... jangan manja dulu," ucap Ayas lesu, sungguh dia tidak lagi memiliki daya untuk melayani manjanya Kama malam ini.

Jawabannya sedikit berbeda, dan seperti bukan Ayas yang membuat Kama mengatupkan bibir. "Ah okay ... tidak terbiasa bukan berarti tidak bisa."

Kama tidak berbohong, dia lapar sebenarnya. Bahkan sejak tadi perutnya sudah berontak minta di isi, karena itu sekalipun lidahnya tidak lagi terbiasa mengunyah nasi sejak beberapa tahun terkahir, Kama tetap makan. Di luar dugaan, rasa lapar seolah menepis prinsip hidup sehat dan lainnya, semua yang ada di piring benar-benar habis tak bersisa.

.

.

Walau dalam keadaan berduka, Ayas tetap memperlakukannya dengan sangat baik. Bahkan dia merelakan kamarnya untuk Kama tiduri sementara dirinya justru pindah ke kamar sang ibu. Hanya berjarak dinding yang terbuat dari kayu, Kama sengaja menggambil posisi di dekat tembok dengan harapan Ayas juga berada di sisinya.

"Yas, sudah tidur?"

Kama yakin suaranya bisa terdengar di kamar sebelah. Namun, anehnya Ayas tidak menjawab dan besar kemungkinan dia diabaikan. "Baiklah, selamat mal_ hah?"

"Belum, kamu juga belum 'kan?"

Kama terperanjat kaget kala pintu dibuka dari luar, dia sana juga memperlihatkan Ayas yang tiba-tiba masuk dan duduk di tepian ranjang.

Kedatangan Ayas membuat pria itu beranjak bangkit, dia duduk menarik selimut hingga ke atas lehernya. Jujur saja udara di sini terlalu dingin, bahkan sampai menusuk kulit.

"Ini."

"Apa ini?" Kama mengerutkan dahi begitu Ayas memberikan sebuah buku tabungan berikut atmnya.

"2M yang kemarin aku kembalikan."

Kama menghela napas kasar, dia sedikit tidak suka dengan ucapan Ayas walau tujuan sebenarnya belum jelas. "Apa maksudmu, Laras?"

Sebelum menjawab, dia tampak menarik napas dalam-dalam dan mengembuskannya perlahan. "Setelah kupikir ... aku lebih baik berhenti saja, aku tidak bisa terus-menerus melakukan pekerjaan itu. Selain itu, kamu juga sudah sembuh, 'kan? Biarlah yang kemarin tidak perlu dibayar, anggap saja biayaku menginap di rumahmu."

.

.

- To Be Continued -

Terpopuler

Comments

Halimah

Halimah

itu laper apa doyan kama/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2024-12-19

0

Juan Sastra

Juan Sastra

iyalah sibuk dan sangat padat di atas ranjang

2025-03-02

0

Nendah Wenda

Nendah Wenda

kurang cepat kama bongkar belangnya Juki dan buat ayas jadi istri mu

2024-08-28

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Hari Pertama
2 BAB 02 - Dijual
3 BAB 03 - Obat Yang Sesungguhnya
4 BAB 04 - Pengakuan Terbuka
5 BAB 05 - Jangan Sentuh Milikku
6 BAB 06 - Good Night
7 BAB 07 - 33 Bulan
8 BAB 08 - Calon Istri (Orang)
9 BAB 09 - Calon Suami(Ku)
10 BAB 10 - Kamu Pulang Saja
11 BAB 11 - Taktik Merebut Calon Istri (Orang)
12 BAB 12 - Sleep Call
13 BAB 13 - Anggap Saja Pacar
14 BAB 14 - Salah Posesif
15 BAB 15 - Tidak Bisa Marah
16 BAB 16 - Lepaskan Saja
17 BAB 17 - Aku Ingin Berhenti
18 BAB 18 - Obat Seumur Hidup
19 BAB 19 - Tak Terduga
20 BAB 20 - Kamu Jodohku
21 BAB 21 - Ini Istriku
22 BAB 22 - Mulutmu Bau
23 BAB 23 - Kami
24 BAB 24 - First Kiss
25 BAB 25 - Istrinya Siapa?
26 BAB 26 - Panas
27 BAB 27 - Ngantukmu Pura-Pura
28 BAB 28 - Segitu Dulu
29 BAB 29 - Bete Deh
30 BAB 30 - Nggak Dicicil
31 BAB 31 - Teman Hidup
32 BAB 32 - Ada Obatnya
33 BAB 33 - Bukan Modus Belaka
34 BAB 34 - Berlagak Panik
35 BAB 35 - Maunya Apa?
36 BAB 36 - Akan Akan Menunggu
37 BAB 37 - Jangan Terbalik
38 BAB 38 - Tahan!!
39 BAB 39 - Sedikit
40 BAB 40 - Salah Guru
41 BAB 41 - Introgasi Pihak Berwajib
42 BAB 42 - Santai Saja
43 BAB 43 - Tugasnya Apa?
44 BAB 44 - Laki-Lakinya Gimana?
45 BAB 45 - 18 Detik
46 BAB 46 - Tidak Cemburu
47 BAB 47 - Bertanyalah, Selagi Diizinkan
48 BAB 48 - Berdua Saja
49 BAB 49 - Mau Yang Hangat?
50 BAB 50 - Cabut Ubi?
51 BAB 51 - Dia Hanya Shock
52 BAB 52 - Senjata Makan Tuan
53 BAB 53 - Legit?
54 BAB 54 - Dikeluarkan Dari KK
55 BAB 55 - Salah Minum Obat
56 BAB 56 - Sembuh Total
57 BAB 57 - Gigit Tawon
58 BAB 58 - Banyak Tanya
59 BAB 59 - Esok Atau Lusa
60 BAB 60 - Karmamu Belum Dimulai
61 BAB 61 - BTS
62 BAB 62 - Beda Versi
63 BAB 63 - Dia Yang Bertanggung Jawab
64 BAB 64 - Sudah Ada?
65 BAB 65 - Ada Cinta
66 BAB 66 - Masih Cinta?
67 BAB 67 - Tidak Ingin Diganggu
68 BAB 68 - Tak Terduga
69 BAB 69 - Cashback
70 BAB 70 - Tidak Lucu
71 BAB 71 - Jalan Pintas
72 BAB 72 - Jangan Kebanyakan Bercanda
73 BAB 73 - Bawel
74 BAB 74 - Aku Tidak Bisa Membantumu
75 BAB 75 - Awasi Dia
76 BAB 76 - Takut
77 BAB 77 - Miss You
78 BAB 78 - Janji Kama
79 BAB 79 - Hampir Satu Bulan
80 BAB 80 - Gendutan
81 BAB 81 - Maafkan Aku, Mas
82 BAB 82 - Malam Pertama?
83 BAB 83 - Mau Pulang
84 BAB 84 - Bayi Besar
85 BAB 85 - Masih Sama
86 BAB 86 - Mau Kamu
87 BAB 87 - Harus Bagaimana?
88 BAB 88 - Maafkan Aku
89 BAB 89 - Jangan Tambah Lukanya
90 BAB 90 - Tak Terduga
91 BAB 91 - Bukan Ngidam
92 BAB 92 - Terkuak
93 BAB 93 - Bodoh, Kama.
94 BAB 94 - Menyiksa Diri
95 BAB 95 - Permintaan Terakhir
96 BAB 96 - Iya, Aku Pulang!!
97 BAB 97 - Jangan Sakiti Suamiku!!
98 BAB 98 - Tidak Mau
99 BAB 99 - Tetaplah Bersamaku
100 BAB 100 - Tidak Akan Diam
101 BAB 101 - Apa Pentingnya?
102 BAB 102 - Sang Penggoda
103 BAB 103 - Happy Mensiversary
104 BAB 104 - Dirayakan
105 BAB 105 - Tamat
106 BAB 106 - Sensory Play
107 BAB 107 - Kecil Sekali
108 BAB 108 - Ancaman Kama
109 BAB 109 - Pergilah
110 BAB 110 - Miss Communication
111 BAB 111 - Sampai Kembali Ke Tanah
112 BAB 112 - Minta Apa?
113 BAB 113 - Minta Maaf
114 BAB 114 - Lupakan
115 BAB 115 - She's My Wife
116 BAB 116 - Di Balik Layar
117 Promo Karya Baru - Istri Rahasia Dosen Killer
118 BONUS CHAPTER
119 BONUS CHAPTER II
120 BONUS CHAPTER III
121 BONUS CHAPTER IV
122 BONUS CHAPTER V
123 BONUS CHAPTER VI
124 BONUS CHAPTER VII
125 BONUS CHAPTER VIII
126 VISUAL CAST
127 BONUS CHAPTER IX
128 BONUS CHAPTER X
129 BONUS CHAPTER XI
130 BONUS CHAPTER XII
131 BONUS CHAPTER XIII
132 BONUS CHAPTER XIV
133 THE LAST BONUS CHAPTER - END
134 Promosi Karya Baru - Malam Panjang Bersama Dosenku
135 PROMOSI KARYA BARU - ISTRI PILIHAN MOMMY
Episodes

Updated 135 Episodes

1
BAB 01 - Hari Pertama
2
BAB 02 - Dijual
3
BAB 03 - Obat Yang Sesungguhnya
4
BAB 04 - Pengakuan Terbuka
5
BAB 05 - Jangan Sentuh Milikku
6
BAB 06 - Good Night
7
BAB 07 - 33 Bulan
8
BAB 08 - Calon Istri (Orang)
9
BAB 09 - Calon Suami(Ku)
10
BAB 10 - Kamu Pulang Saja
11
BAB 11 - Taktik Merebut Calon Istri (Orang)
12
BAB 12 - Sleep Call
13
BAB 13 - Anggap Saja Pacar
14
BAB 14 - Salah Posesif
15
BAB 15 - Tidak Bisa Marah
16
BAB 16 - Lepaskan Saja
17
BAB 17 - Aku Ingin Berhenti
18
BAB 18 - Obat Seumur Hidup
19
BAB 19 - Tak Terduga
20
BAB 20 - Kamu Jodohku
21
BAB 21 - Ini Istriku
22
BAB 22 - Mulutmu Bau
23
BAB 23 - Kami
24
BAB 24 - First Kiss
25
BAB 25 - Istrinya Siapa?
26
BAB 26 - Panas
27
BAB 27 - Ngantukmu Pura-Pura
28
BAB 28 - Segitu Dulu
29
BAB 29 - Bete Deh
30
BAB 30 - Nggak Dicicil
31
BAB 31 - Teman Hidup
32
BAB 32 - Ada Obatnya
33
BAB 33 - Bukan Modus Belaka
34
BAB 34 - Berlagak Panik
35
BAB 35 - Maunya Apa?
36
BAB 36 - Akan Akan Menunggu
37
BAB 37 - Jangan Terbalik
38
BAB 38 - Tahan!!
39
BAB 39 - Sedikit
40
BAB 40 - Salah Guru
41
BAB 41 - Introgasi Pihak Berwajib
42
BAB 42 - Santai Saja
43
BAB 43 - Tugasnya Apa?
44
BAB 44 - Laki-Lakinya Gimana?
45
BAB 45 - 18 Detik
46
BAB 46 - Tidak Cemburu
47
BAB 47 - Bertanyalah, Selagi Diizinkan
48
BAB 48 - Berdua Saja
49
BAB 49 - Mau Yang Hangat?
50
BAB 50 - Cabut Ubi?
51
BAB 51 - Dia Hanya Shock
52
BAB 52 - Senjata Makan Tuan
53
BAB 53 - Legit?
54
BAB 54 - Dikeluarkan Dari KK
55
BAB 55 - Salah Minum Obat
56
BAB 56 - Sembuh Total
57
BAB 57 - Gigit Tawon
58
BAB 58 - Banyak Tanya
59
BAB 59 - Esok Atau Lusa
60
BAB 60 - Karmamu Belum Dimulai
61
BAB 61 - BTS
62
BAB 62 - Beda Versi
63
BAB 63 - Dia Yang Bertanggung Jawab
64
BAB 64 - Sudah Ada?
65
BAB 65 - Ada Cinta
66
BAB 66 - Masih Cinta?
67
BAB 67 - Tidak Ingin Diganggu
68
BAB 68 - Tak Terduga
69
BAB 69 - Cashback
70
BAB 70 - Tidak Lucu
71
BAB 71 - Jalan Pintas
72
BAB 72 - Jangan Kebanyakan Bercanda
73
BAB 73 - Bawel
74
BAB 74 - Aku Tidak Bisa Membantumu
75
BAB 75 - Awasi Dia
76
BAB 76 - Takut
77
BAB 77 - Miss You
78
BAB 78 - Janji Kama
79
BAB 79 - Hampir Satu Bulan
80
BAB 80 - Gendutan
81
BAB 81 - Maafkan Aku, Mas
82
BAB 82 - Malam Pertama?
83
BAB 83 - Mau Pulang
84
BAB 84 - Bayi Besar
85
BAB 85 - Masih Sama
86
BAB 86 - Mau Kamu
87
BAB 87 - Harus Bagaimana?
88
BAB 88 - Maafkan Aku
89
BAB 89 - Jangan Tambah Lukanya
90
BAB 90 - Tak Terduga
91
BAB 91 - Bukan Ngidam
92
BAB 92 - Terkuak
93
BAB 93 - Bodoh, Kama.
94
BAB 94 - Menyiksa Diri
95
BAB 95 - Permintaan Terakhir
96
BAB 96 - Iya, Aku Pulang!!
97
BAB 97 - Jangan Sakiti Suamiku!!
98
BAB 98 - Tidak Mau
99
BAB 99 - Tetaplah Bersamaku
100
BAB 100 - Tidak Akan Diam
101
BAB 101 - Apa Pentingnya?
102
BAB 102 - Sang Penggoda
103
BAB 103 - Happy Mensiversary
104
BAB 104 - Dirayakan
105
BAB 105 - Tamat
106
BAB 106 - Sensory Play
107
BAB 107 - Kecil Sekali
108
BAB 108 - Ancaman Kama
109
BAB 109 - Pergilah
110
BAB 110 - Miss Communication
111
BAB 111 - Sampai Kembali Ke Tanah
112
BAB 112 - Minta Apa?
113
BAB 113 - Minta Maaf
114
BAB 114 - Lupakan
115
BAB 115 - She's My Wife
116
BAB 116 - Di Balik Layar
117
Promo Karya Baru - Istri Rahasia Dosen Killer
118
BONUS CHAPTER
119
BONUS CHAPTER II
120
BONUS CHAPTER III
121
BONUS CHAPTER IV
122
BONUS CHAPTER V
123
BONUS CHAPTER VI
124
BONUS CHAPTER VII
125
BONUS CHAPTER VIII
126
VISUAL CAST
127
BONUS CHAPTER IX
128
BONUS CHAPTER X
129
BONUS CHAPTER XI
130
BONUS CHAPTER XII
131
BONUS CHAPTER XIII
132
BONUS CHAPTER XIV
133
THE LAST BONUS CHAPTER - END
134
Promosi Karya Baru - Malam Panjang Bersama Dosenku
135
PROMOSI KARYA BARU - ISTRI PILIHAN MOMMY

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!