BAB 08 - Calon Istri (Orang)

Dalam melakukan segala sesuatu, Ayas tidak pernah bercanda. Tentang pekerjaan yang sedikit tak masuk akal itu perlahan Ayas terima dengan lapang dada. Terpaksa, hendak bagaimana lagi? Semua sudah telanjur, dan Kama juga membayar mahal dirinya di awal.

Kembali ke tujuan awal, niatnya bekerja ialah untuk meringankan beban Marzuki. Maklum saja, pria yang kala itu meminangnya masih perlu modal untuk menikahi Ayas. Bukan hanya pesta pernikahan, tapi kehidupan mereka setelah menikah juga perlu uang tentu saja.

Dia tidak ingin hanya berpangku tangan, terlebih lagi selama di kampung dia terus menjadi bahan gunjingan lantaran tak kunjung mendapat pekerjaan. Ya, menjadi pengasuh atau apalah itu agaknya bukan hal sulit, terlebih lagi jika diperlakukan tidak seperti babu semacam ini, melainkan partner.

"Ah jadwalku padat sekali rupanya, apa tidak bisa dikurangi, Zidan? Huft kepalaku sampai pecah memikirkannya."

Kening Kama tampak berkerut kala membaca jadwal dari tablet yang diberikan asistennya. Belum apa-apa dia sudah terlihat lelah, dan Ayas dapat menangkap hal itu dengan jelas. "Tidak bisa, Pak, itu saja sudah yang paling minimal ... janji temu dengan beberapa penulis sudah saya cancel sesuai pesan Anda, jadi_"

"Ya Tuhan, ini sebabnya aku benci hari senin," gerutu Kama mengembuskan napas kasar.

Padahal sebenarnya sejak lima tahun terakhir Kama sudah sama sibuknya. Dia memang diberikan kepercayaan sebagai CEO perusahaan multinasional milik keluarganya sejak lama. Selain itu, dia juga memiliki bakat dan hobi sejak kecil membuatnya nekat merangkap sebagai produser yang membuatnya lebih dikenal di berbagai kalangan akhir-akhir ini.

Selain karena project yang Kama luncurkan selalu sukses, ketampanannya juga menjadi salah-satu alasan dibalik kesuksesan pria itu. Kendati demikian, keseriusannya dalam bekerja tidak dapat dipandang sebelah mata.

Bukan hanya bermodalkan kekayaan orang tua, tapi memang sosok Kama begitu disegani para karyawan dan Ayas dapat melihat sisi lain dari Kama jika sedang serius. Hampir jam sepuluh, dan selama tiga jam berlalu yang Kama fokuskan hanya pekerjaan.

Sementara Ayas yang dia minta untuk mendampingi hanya duduk manis di sofa sembari menunggu perintah Kama, apapun itu. Sekaligus dia melihat bagaimana orang-orang sibuk bekerja, interaksi mereka tampak menyenangkan bagi Ayas.

"Oh iya, syuting Beranak Dalam Sangkar bagaimana? Aman?"

"Aman setahu saya ... kenapa, Pak?"

Kama tampak berpikir, dia ingin keluar dan menghirup udara segar. Sejak tadi hanya di dalam ruangan dan pandangannya mulai berkunang-kunang. Tidak ingin terlalu tersiksa dan khawatir mati berdiri, Kama memutuskan untuk beranjak pergi.

"Pak-pak sebentar!! Terus rapat sama pak Baskoro bagaimana?"

"Om Haidar ada, wakilkan saja ... katakan aku sibuk."

Sebagai bawahan, tidak ada kata lain selain iya. Tidak hanya Zidan saja, tapi Ayas juga harus patuh pada perintah Kama. Jika dia ingin A, maka harus A, begitu seterusnya.

.

.

Bagi Ayas hal semacam ini bukan derita, jujur dia bahagia-bahagia saja diajak keliling seperti ini. Layaknya gadis kampung yang keluar rumah saja hampir tidak pernah, begitu di ajak menelusuri ibu kota ada kesenangan tersendiri yang tak dapat Ayas ungkapkan dengan kata-kata.

Sama seperti pagi tadi, selama di perjalanan Ayas hanya diam saja. Sesekali menjawab pertanyaan Kama, entah basa-basi atau memang penasaran, tapi yang jelas pria itu seolah ingin tahu sekali urusan hidupnya.

"Kenapa tidak kejar beasiswa saja? Usiamu masih sangat muda, pernikahan tidak seindah yang kamu bayangkan, Yas," ungkap Kama mulai terdengar serius.

Menanggapi pertanyaan Kama, gadis itu tidak segera bereaksi. Dia tampak berpikir dan memilih kalimat yang pas untuk menjawab pertanyaan Kama. "Jika hanya soal usia, aku sudah dan mas Juki sudah sepakat menikah tahun depan ... kami tidak ingin menunda terlalu lama, bukankah lebih cepat lebih baik?"

Sial, wajah Kama seketika berubah begitu mendengar nama calon suami Ayas. Kenapa juga jawabannya harus itu, pikir Kama mendadak menyesal bertanya, "Tidak juga, menikah itu di saat yang tepat, bukan cepat ... hidup bukan perlombaan, lagian buat apa cepat-cepat kalau nanti berakhir di pengadilan," celetuknya pedas seolah memiliki dendam kesumat pada lawan bicaranya.

"Ya jangan sampai, doakan saja yang baik-baik ... dari pada pacaran terus hayo? Lebih baik nikah, 'kan?"

Kama tertawa sumbang, pembelaan Ayas justru menciptakan celah untuk kembali menyerangnya. "Iya sih, memang sudah pacaran berapa lama?"

"Dua tahun," jawab Ayas jujur, di luar dugaan jawabannya berhasil membuat Kama terbahak, setengah menghina tepatnya.

"Serius dua tahun?"

Ayas mulai sebal, dia berdecak kesal seraya melayangkan tatapan tajam ke arah Kama. "Iya, serius, kenapa ketawa?"

"Lama banget, kalau bayi udah bisa lari umur segitu."

Ayas sejak tadi sadar jika sedang dihina sebenarnya. Sejak tadi dia masih sopan, tapi setelah mendengar sindiran tajam Kama mendadak dia naik darah. "Situ ngatain saya memang punya pacar?" Ayas balik bertanya hingga Kama mengatupkan bibir segera.

Dia berdehem, memperbaiki posisi duduk dan segera memasang jurus pura-pura tuli seraya terus fokus mengemudi. Pertanyaan Ayas berhasil menyerang ulu hatinya, sesak dan dia butuh pasokan udara yang banyak detik ini juga.

.

.

Lain di privat, lain di publik. Ya, begitulah kira-kira kalimat yang bisa mendefinisikan Kama. Ketika bersama Ayas, pria itu lebih banyak bicara bahkan termasuk hal yang tak penting.

Namun, ketika di luar dia terlihat seperti orang yang berbeda. Seperti ini contohnya, begitu tiba di lokasi dan disambut sangat baik, Kama bersikap begitu elegan hingga Ayas berpikir dia akan ikut casting atau semacamnya.

Tidak hanya irit bicara, dia juga irit senyum. Jangankan terbahak seperti tadi, tapi candaan sang sutradara yang sudah teramat lucu bagi Ayas ternyata tidak berhasil membuatnya tersenyum sedikit saja.

"Ngomong-ngomong siapa si mungil ini, Pak? Calon bintang baru atau_"

"Oh ini? Calon istri," jawab Kama cepat, sontak mata Ayas membulat sempurna. "Orang," lanjut Kama lagi yang kini disahuti gelak tawa oleh beberapa orang di sana.

Seketika suasana menjadi begitu hangat, barulah detik ini Ayas kembali melihat senyumnya, itu pun sangatlah tipis. Ayas menunduk, dia mencoba mengalihkan perhatian dan menutup telinga agar candaan konyol mereka tidak masuk ke dalam hatinya.

Entah apa alasan Kama bercanda semacam itu, tapi yang jelas hati Ayas sempat berdegub tak karu-karuan walau sesaat. "Kenapa bilangnya gitu?" Setelah keadaan sedikit lebih tenang dan Kama mengajaknya menjauh, barulah Ayas memberanikan diri untuk bertanya.

"Kenapa? Salah?"

"Ya tidak, tapi kan bisa jawabnya jangan calon istri orang seperti tadi."

Kama menghentikan langkah, kembali menatap lekat Ayas dengan mata teduh disertai senyuman tipisnya. "Terus jawab apa? Calon istriku begitu? Hm?"

.

.

- To Be Continued -

Terpopuler

Comments

Halimah

Halimah

nah loooooo lgsg kicep/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2024-12-18

0

Halimah

Halimah

Ehemmm dasar modus

2024-12-18

0

Halimah

Halimah

/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2024-12-18

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Hari Pertama
2 BAB 02 - Dijual
3 BAB 03 - Obat Yang Sesungguhnya
4 BAB 04 - Pengakuan Terbuka
5 BAB 05 - Jangan Sentuh Milikku
6 BAB 06 - Good Night
7 BAB 07 - 33 Bulan
8 BAB 08 - Calon Istri (Orang)
9 BAB 09 - Calon Suami(Ku)
10 BAB 10 - Kamu Pulang Saja
11 BAB 11 - Taktik Merebut Calon Istri (Orang)
12 BAB 12 - Sleep Call
13 BAB 13 - Anggap Saja Pacar
14 BAB 14 - Salah Posesif
15 BAB 15 - Tidak Bisa Marah
16 BAB 16 - Lepaskan Saja
17 BAB 17 - Aku Ingin Berhenti
18 BAB 18 - Obat Seumur Hidup
19 BAB 19 - Tak Terduga
20 BAB 20 - Kamu Jodohku
21 BAB 21 - Ini Istriku
22 BAB 22 - Mulutmu Bau
23 BAB 23 - Kami
24 BAB 24 - First Kiss
25 BAB 25 - Istrinya Siapa?
26 BAB 26 - Panas
27 BAB 27 - Ngantukmu Pura-Pura
28 BAB 28 - Segitu Dulu
29 BAB 29 - Bete Deh
30 BAB 30 - Nggak Dicicil
31 BAB 31 - Teman Hidup
32 BAB 32 - Ada Obatnya
33 BAB 33 - Bukan Modus Belaka
34 BAB 34 - Berlagak Panik
35 BAB 35 - Maunya Apa?
36 BAB 36 - Akan Akan Menunggu
37 BAB 37 - Jangan Terbalik
38 BAB 38 - Tahan!!
39 BAB 39 - Sedikit
40 BAB 40 - Salah Guru
41 BAB 41 - Introgasi Pihak Berwajib
42 BAB 42 - Santai Saja
43 BAB 43 - Tugasnya Apa?
44 BAB 44 - Laki-Lakinya Gimana?
45 BAB 45 - 18 Detik
46 BAB 46 - Tidak Cemburu
47 BAB 47 - Bertanyalah, Selagi Diizinkan
48 BAB 48 - Berdua Saja
49 BAB 49 - Mau Yang Hangat?
50 BAB 50 - Cabut Ubi?
51 BAB 51 - Dia Hanya Shock
52 BAB 52 - Senjata Makan Tuan
53 BAB 53 - Legit?
54 BAB 54 - Dikeluarkan Dari KK
55 BAB 55 - Salah Minum Obat
56 BAB 56 - Sembuh Total
57 BAB 57 - Gigit Tawon
58 BAB 58 - Banyak Tanya
59 BAB 59 - Esok Atau Lusa
60 BAB 60 - Karmamu Belum Dimulai
61 BAB 61 - BTS
62 BAB 62 - Beda Versi
63 BAB 63 - Dia Yang Bertanggung Jawab
64 BAB 64 - Sudah Ada?
65 BAB 65 - Ada Cinta
66 BAB 66 - Masih Cinta?
67 BAB 67 - Tidak Ingin Diganggu
68 BAB 68 - Tak Terduga
69 BAB 69 - Cashback
70 BAB 70 - Tidak Lucu
71 BAB 71 - Jalan Pintas
72 BAB 72 - Jangan Kebanyakan Bercanda
73 BAB 73 - Bawel
74 BAB 74 - Aku Tidak Bisa Membantumu
75 BAB 75 - Awasi Dia
76 BAB 76 - Takut
77 BAB 77 - Miss You
78 BAB 78 - Janji Kama
79 BAB 79 - Hampir Satu Bulan
80 BAB 80 - Gendutan
81 BAB 81 - Maafkan Aku, Mas
82 BAB 82 - Malam Pertama?
83 BAB 83 - Mau Pulang
84 BAB 84 - Bayi Besar
85 BAB 85 - Masih Sama
86 BAB 86 - Mau Kamu
87 BAB 87 - Harus Bagaimana?
88 BAB 88 - Maafkan Aku
89 BAB 89 - Jangan Tambah Lukanya
90 BAB 90 - Tak Terduga
91 BAB 91 - Bukan Ngidam
92 BAB 92 - Terkuak
93 BAB 93 - Bodoh, Kama.
94 BAB 94 - Menyiksa Diri
95 BAB 95 - Permintaan Terakhir
96 BAB 96 - Iya, Aku Pulang!!
97 BAB 97 - Jangan Sakiti Suamiku!!
98 BAB 98 - Tidak Mau
99 BAB 99 - Tetaplah Bersamaku
100 BAB 100 - Tidak Akan Diam
101 BAB 101 - Apa Pentingnya?
102 BAB 102 - Sang Penggoda
103 BAB 103 - Happy Mensiversary
104 BAB 104 - Dirayakan
105 BAB 105 - Tamat
106 BAB 106 - Sensory Play
107 BAB 107 - Kecil Sekali
108 BAB 108 - Ancaman Kama
109 BAB 109 - Pergilah
110 BAB 110 - Miss Communication
111 BAB 111 - Sampai Kembali Ke Tanah
112 BAB 112 - Minta Apa?
113 BAB 113 - Minta Maaf
114 BAB 114 - Lupakan
115 BAB 115 - She's My Wife
116 BAB 116 - Di Balik Layar
117 Promo Karya Baru - Istri Rahasia Dosen Killer
118 BONUS CHAPTER
119 BONUS CHAPTER II
120 BONUS CHAPTER III
121 BONUS CHAPTER IV
122 BONUS CHAPTER V
123 BONUS CHAPTER VI
124 BONUS CHAPTER VII
125 BONUS CHAPTER VIII
126 VISUAL CAST
127 BONUS CHAPTER IX
128 BONUS CHAPTER X
129 BONUS CHAPTER XI
130 BONUS CHAPTER XII
131 BONUS CHAPTER XIII
132 BONUS CHAPTER XIV
133 THE LAST BONUS CHAPTER - END
134 Promosi Karya Baru - Malam Panjang Bersama Dosenku
135 PROMOSI KARYA BARU - ISTRI PILIHAN MOMMY
Episodes

Updated 135 Episodes

1
BAB 01 - Hari Pertama
2
BAB 02 - Dijual
3
BAB 03 - Obat Yang Sesungguhnya
4
BAB 04 - Pengakuan Terbuka
5
BAB 05 - Jangan Sentuh Milikku
6
BAB 06 - Good Night
7
BAB 07 - 33 Bulan
8
BAB 08 - Calon Istri (Orang)
9
BAB 09 - Calon Suami(Ku)
10
BAB 10 - Kamu Pulang Saja
11
BAB 11 - Taktik Merebut Calon Istri (Orang)
12
BAB 12 - Sleep Call
13
BAB 13 - Anggap Saja Pacar
14
BAB 14 - Salah Posesif
15
BAB 15 - Tidak Bisa Marah
16
BAB 16 - Lepaskan Saja
17
BAB 17 - Aku Ingin Berhenti
18
BAB 18 - Obat Seumur Hidup
19
BAB 19 - Tak Terduga
20
BAB 20 - Kamu Jodohku
21
BAB 21 - Ini Istriku
22
BAB 22 - Mulutmu Bau
23
BAB 23 - Kami
24
BAB 24 - First Kiss
25
BAB 25 - Istrinya Siapa?
26
BAB 26 - Panas
27
BAB 27 - Ngantukmu Pura-Pura
28
BAB 28 - Segitu Dulu
29
BAB 29 - Bete Deh
30
BAB 30 - Nggak Dicicil
31
BAB 31 - Teman Hidup
32
BAB 32 - Ada Obatnya
33
BAB 33 - Bukan Modus Belaka
34
BAB 34 - Berlagak Panik
35
BAB 35 - Maunya Apa?
36
BAB 36 - Akan Akan Menunggu
37
BAB 37 - Jangan Terbalik
38
BAB 38 - Tahan!!
39
BAB 39 - Sedikit
40
BAB 40 - Salah Guru
41
BAB 41 - Introgasi Pihak Berwajib
42
BAB 42 - Santai Saja
43
BAB 43 - Tugasnya Apa?
44
BAB 44 - Laki-Lakinya Gimana?
45
BAB 45 - 18 Detik
46
BAB 46 - Tidak Cemburu
47
BAB 47 - Bertanyalah, Selagi Diizinkan
48
BAB 48 - Berdua Saja
49
BAB 49 - Mau Yang Hangat?
50
BAB 50 - Cabut Ubi?
51
BAB 51 - Dia Hanya Shock
52
BAB 52 - Senjata Makan Tuan
53
BAB 53 - Legit?
54
BAB 54 - Dikeluarkan Dari KK
55
BAB 55 - Salah Minum Obat
56
BAB 56 - Sembuh Total
57
BAB 57 - Gigit Tawon
58
BAB 58 - Banyak Tanya
59
BAB 59 - Esok Atau Lusa
60
BAB 60 - Karmamu Belum Dimulai
61
BAB 61 - BTS
62
BAB 62 - Beda Versi
63
BAB 63 - Dia Yang Bertanggung Jawab
64
BAB 64 - Sudah Ada?
65
BAB 65 - Ada Cinta
66
BAB 66 - Masih Cinta?
67
BAB 67 - Tidak Ingin Diganggu
68
BAB 68 - Tak Terduga
69
BAB 69 - Cashback
70
BAB 70 - Tidak Lucu
71
BAB 71 - Jalan Pintas
72
BAB 72 - Jangan Kebanyakan Bercanda
73
BAB 73 - Bawel
74
BAB 74 - Aku Tidak Bisa Membantumu
75
BAB 75 - Awasi Dia
76
BAB 76 - Takut
77
BAB 77 - Miss You
78
BAB 78 - Janji Kama
79
BAB 79 - Hampir Satu Bulan
80
BAB 80 - Gendutan
81
BAB 81 - Maafkan Aku, Mas
82
BAB 82 - Malam Pertama?
83
BAB 83 - Mau Pulang
84
BAB 84 - Bayi Besar
85
BAB 85 - Masih Sama
86
BAB 86 - Mau Kamu
87
BAB 87 - Harus Bagaimana?
88
BAB 88 - Maafkan Aku
89
BAB 89 - Jangan Tambah Lukanya
90
BAB 90 - Tak Terduga
91
BAB 91 - Bukan Ngidam
92
BAB 92 - Terkuak
93
BAB 93 - Bodoh, Kama.
94
BAB 94 - Menyiksa Diri
95
BAB 95 - Permintaan Terakhir
96
BAB 96 - Iya, Aku Pulang!!
97
BAB 97 - Jangan Sakiti Suamiku!!
98
BAB 98 - Tidak Mau
99
BAB 99 - Tetaplah Bersamaku
100
BAB 100 - Tidak Akan Diam
101
BAB 101 - Apa Pentingnya?
102
BAB 102 - Sang Penggoda
103
BAB 103 - Happy Mensiversary
104
BAB 104 - Dirayakan
105
BAB 105 - Tamat
106
BAB 106 - Sensory Play
107
BAB 107 - Kecil Sekali
108
BAB 108 - Ancaman Kama
109
BAB 109 - Pergilah
110
BAB 110 - Miss Communication
111
BAB 111 - Sampai Kembali Ke Tanah
112
BAB 112 - Minta Apa?
113
BAB 113 - Minta Maaf
114
BAB 114 - Lupakan
115
BAB 115 - She's My Wife
116
BAB 116 - Di Balik Layar
117
Promo Karya Baru - Istri Rahasia Dosen Killer
118
BONUS CHAPTER
119
BONUS CHAPTER II
120
BONUS CHAPTER III
121
BONUS CHAPTER IV
122
BONUS CHAPTER V
123
BONUS CHAPTER VI
124
BONUS CHAPTER VII
125
BONUS CHAPTER VIII
126
VISUAL CAST
127
BONUS CHAPTER IX
128
BONUS CHAPTER X
129
BONUS CHAPTER XI
130
BONUS CHAPTER XII
131
BONUS CHAPTER XIII
132
BONUS CHAPTER XIV
133
THE LAST BONUS CHAPTER - END
134
Promosi Karya Baru - Malam Panjang Bersama Dosenku
135
PROMOSI KARYA BARU - ISTRI PILIHAN MOMMY

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!