BAB 12 - Sleep Call

Ancaman Kama sukses membuat Ayas ciut, gadis itu berlalu pergi ke kamarnya. Dalam keadaan jantung yang berdegub tak karu-karuan, Ayas segera masuk selimut setelah sempat membuat Ida berteriak lantaran terkejut mendengar pintu yang tak sengaja dibanting sebegitu kuatnya.

"Kamu dengar aku tidak? Apa aku harus turun untuk menjemputmu, Laras?"

Suara itu masih saja terngiang-ngiang, omelan Ida tak lagi Ayas hiraukan. Dia hanya tengah berusaha mengatur napas, khawatir tiba-tiba pingsan atau justru kejang setelah ini.

"Ya, Tuhan ... memalukan sekali."

Bukan main gugupnya Ayas, baru saja hendak tenang, jantung gadis itu kembali dibuat seakan berhenti berdetak begitu mendengar gelak tawa Kama di ponselnya. Entah apa yang harus Ayas lakukan saat ini, tapi sudah pasti Kama mendengar semua yang dia lakukan sejak tadi.

"Aku tidak mengejarmu, Ayas, kenapa harus lari hm?"

Ayas menggigit bibir, ternyata sebelumnya dia tidak salah dengar, tapi memang Kama belum memutuskan sambungan teleponnya. Pria itu tertawa kecil, mungkin derab langkah Ayas yang ketakutan persis sedang dikejar macan itu terdengar jelas di telinga Kama.

"Ida sudah tidur?"

Entahlah, Ayas tidak tahu juga sebenarnya. Tanpa diperintah, Ayas membuka selimut demi memastikan Ida di sampingnya. Jujur saja Ayas was-was, andai saja Ida tahu apa yang dia lakukan besar kemungkinan akan menjadi topik pembicaraan nantinya.

Layaknya seorang gadis yang tengah dihubungi kekasihnya malam hari, Ayas memastikan Ida secara perlahan lantaran takut ketahuan. Lucunya, gadis itu menjawab pertanyaan Kama dengan begitu polosnya. "Sudah, Mba Ida tidur."

"Aku vc boleh ya?"

Mendengar pertanyaan Kama, telapak tangan Ayas mendadak dingin seketika. Gadis itu menggigit bibir dan bingung hendak menjawab apa. Sama sekali tidak dia duga jika Kama justru mengajaknya melakukan panggilan video.

"Buat apa?" tanya Ayas tak segera menuruti kemauan sang majikan, jujur saja hal semacam ini agak aneh baginya.

Kama menghela napas panjang di sana, dia tidak menggerutu dan tidak pula membuat Ayas merasa terancam saat itu. "Tidak apa, hanya ingin saja."

Ayas pikir, setelah tiba ke kamar pria itu akan memintanya untuk tidur. Namun, pada faktanya justru berbeda. "Yas? Boleh tidak?"

"I-iya boleh."

Detik itu Ayas berkata boleh, detik itu pula panggilannya beralih dan Ayas mendadak salah tingkah. Mendengar suaranya saja Ayas sudah porak poranda, kini Kama tiba-tiba mengajak bicara dengan memperlihatkan wajahnya.

Sudah pasti Ayas panas dingin, bahkan untuk balik menatap pria itu Ayas tak kuasa dan dia memang segugup itu jujur saja. Berjam-jam dia menunggu Marzuki, tapi yang justru memperlakukan bak pasangan malam ini adalah majikannya sendiri.

Entah atas dasar apa Kama menghubungi, tapi sejauh ini pria itu tidak banyak bicara. Dia hanya mengatakan minta ditemani karena masih belum mengantuk. Tatapan mata Kama juga tidak melulu tertuju padanya, dan dari suara yang terdengar agaknya pria itu tengah bermain games di gawainya.

Sudah sedewasa itu, tapi dunianya sungguh sulit Ayas tebak. Cukup lama Ayas menemaninya, dan Kama mengatakan panggilan itu tidak boleh diakhiri sampai besok pagi. "Kalau ngantuk tidur ... tapi posisi hp-nya jangan diubah."

Kalau ditanya sudah mengantuk atau belum, jelas saja sudah, bahkan sangat mengantuk sebenarnya. Hanya saja, Ayas berusaha menahan dan tetap membuka matanya yang tinggal beberapa watt itu.

Dia pernah melakukan hal semacam ini, tepatnya awal-awal jadian bersama Marzuki. Kegiatannya kurang lebih sama, dan biasanya kerap dilakukan oleh sepasang kekasih. Mimpi apa Ayas justru melakukan sleep call bersama majikannya, seketika Ayas merasa bak wanita penggoda yang tengah berusaha mendekati uang Kama, sungguh.

Semakin lama, rasa kantuk itu kian tak tertahankan dan Ayas tak lagi mendengar apapun. Celotehan dan umpatan Kama yang tadi sempat membuatnya terkejut sudah berganti dengan kesunyian, Ayas tenggelam dalam tidurnya dan mulai menyelami lautan mimpi.

Mimpi yang sangat indah untuk dia rasakan hingga Ayas tak ingin terjaga lagi. Sial, bahkan dalam mimpi yang dia temui tetap Kama dan hal itu sedikit menyebalkan sebenarnya. Semakin dia dekati, Kama semakin besar hingga berakhir membuat Ayas berteriak sejadi-jadinya kala pria itu justru menyemburkan air dari mulutnya.

"Ngaco!! Mimpi apa sih, Yas? Aku pikir kamu dicekek jin tahu?"

"Mbak Ida?"

Ayas masih bingung, dia berusaha menyimpulkan apa yang terjadi saat ini. Setelah beberapa waktu berusaha mengenali ruangan itu, barulah Ayas sadar jika dua baru saja bermimpi.

Hal pertama yang Ayas cari setelah terjaga adalah ponselnya. Entah berapa jam waktu yang dihabiskan bersama Kama, tapi kini ponselnya terasa panas dan mati lantaran kehabisan daya.

"Jam berapa, Mbak?" Walau jelas Ida yang menyiramnya lantaran kesulitan bernapas beberapa saat lalu, Ayas sama sekali tidak marah.

Memang sejak dulu Ayas kerap mimpi buruk dan ketika terbangun begitu mengkhawatirkan, karena itu dia memaklumi tindakan Ida dalam membangunkannya. "Jam empat," jawab Ida kemudian berlalu ke kamar mandi.

.

.

Setelah tadi malam mereka menghabiskan waktu layaknya pasangan kekasih, pagi harinya Ayas terlihat biasa saja. Kembali melakukan rutinitas dan menyiapkan perlengkapan Kama pergi kerja.

Tidak ada drama ataupun permintaan aneh seperti pagi sebelumnya, Ayas bisa sedikit menghela napas lega pagi ini. Tak hanya itu, Kama juga tidak mengajaknya pergi kerja.

"Ehm, kalau begitu aku boleh keluar hari ini?" Mendengar Kama tidak mengajaknya pergi, Ayas mulai berpikir untuk memanfaatkan waktu demi menemui Marzuki.

Dia hanya ingin menjelaskan sesuatu, pria itu ternyata menghubungi Ayas lewat pesan singkat. Namun, ajakan untuk kencan itu masuk ketika Ayas sedang melakukan video call hingga tanpa tidak terbaca dan Marzuki mengira Ayas sengaja mengabaikannya.

"Keluar? Ada urusan apa, Yas?"

Ayas sedikit ragu dan malu untuk mengakui, tapi di hadapan Kama dia merasa seperti tidak akan mampu untuk berbohong sedikit saja. "Mas Juki ngajak aku kencan hari ini."

Kama yang mendengar ucapan Ayas seketika menghela napas kasar. Sengaja dia tidak mengajak Ayas kerja agar keduanya tak bertemu. Sialnya, pasangan itu justru membuat janji menyebalkan yang membuat rongga dada Kama terasa sempit seketika.

"Boleh, 'kan?" Tidak segera mendapat jawaban dari Kama, Ayas bertanya sekali lagi dan pria itu terlihat malas untuk menjawabnya. "Hm."

"Hm? Hm apa?"

"Terserah kalian saja," jawabnya singkat dan mengakhiri sarapan yang baru saja dimulai itu, bahkan rotinya baru segigit, sungguh reaksi yang sama sekali tidak Ayas duga.

"Dia kenapa marah?"

"Biasa, majikan kita sepertinya SMOS dari lama," sahut Ida yang baru datang dan merangkul pundak Ayas.

"SMOS apaan?"

"Susah melihat orang senang, dan senang melihat orang susah ... begitulah kira-kira," ucap Ida kembali tergelak, seakan lupa jika telinga majikannya dapat menangkap tangisan semut sekalipun.

"Minimal kalau mau menggunjing itu di luar Ida ... kebiasaan!! Besok-besok kujahit bibirmu." Hanya suaranya saja yang terdengar samar, orangnya entah berada dimana.

"Tuh dengar sendir_"

"Tutup mulutmu, Inayya Maulida!!

.

.

- To Be Continued -

Terpopuler

Comments

anita

anita

bner ya anggapan ayas sak majikane sak pembantune skalian satpam jg aneh smua

2024-12-13

0

Halimah

Halimah

/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2024-12-19

0

Nendah Wenda

Nendah Wenda

haduh Ida ketahuan orang nya

2024-08-28

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Hari Pertama
2 BAB 02 - Dijual
3 BAB 03 - Obat Yang Sesungguhnya
4 BAB 04 - Pengakuan Terbuka
5 BAB 05 - Jangan Sentuh Milikku
6 BAB 06 - Good Night
7 BAB 07 - 33 Bulan
8 BAB 08 - Calon Istri (Orang)
9 BAB 09 - Calon Suami(Ku)
10 BAB 10 - Kamu Pulang Saja
11 BAB 11 - Taktik Merebut Calon Istri (Orang)
12 BAB 12 - Sleep Call
13 BAB 13 - Anggap Saja Pacar
14 BAB 14 - Salah Posesif
15 BAB 15 - Tidak Bisa Marah
16 BAB 16 - Lepaskan Saja
17 BAB 17 - Aku Ingin Berhenti
18 BAB 18 - Obat Seumur Hidup
19 BAB 19 - Tak Terduga
20 BAB 20 - Kamu Jodohku
21 BAB 21 - Ini Istriku
22 BAB 22 - Mulutmu Bau
23 BAB 23 - Kami
24 BAB 24 - First Kiss
25 BAB 25 - Istrinya Siapa?
26 BAB 26 - Panas
27 BAB 27 - Ngantukmu Pura-Pura
28 BAB 28 - Segitu Dulu
29 BAB 29 - Bete Deh
30 BAB 30 - Nggak Dicicil
31 BAB 31 - Teman Hidup
32 BAB 32 - Ada Obatnya
33 BAB 33 - Bukan Modus Belaka
34 BAB 34 - Berlagak Panik
35 BAB 35 - Maunya Apa?
36 BAB 36 - Akan Akan Menunggu
37 BAB 37 - Jangan Terbalik
38 BAB 38 - Tahan!!
39 BAB 39 - Sedikit
40 BAB 40 - Salah Guru
41 BAB 41 - Introgasi Pihak Berwajib
42 BAB 42 - Santai Saja
43 BAB 43 - Tugasnya Apa?
44 BAB 44 - Laki-Lakinya Gimana?
45 BAB 45 - 18 Detik
46 BAB 46 - Tidak Cemburu
47 BAB 47 - Bertanyalah, Selagi Diizinkan
48 BAB 48 - Berdua Saja
49 BAB 49 - Mau Yang Hangat?
50 BAB 50 - Cabut Ubi?
51 BAB 51 - Dia Hanya Shock
52 BAB 52 - Senjata Makan Tuan
53 BAB 53 - Legit?
54 BAB 54 - Dikeluarkan Dari KK
55 BAB 55 - Salah Minum Obat
56 BAB 56 - Sembuh Total
57 BAB 57 - Gigit Tawon
58 BAB 58 - Banyak Tanya
59 BAB 59 - Esok Atau Lusa
60 BAB 60 - Karmamu Belum Dimulai
61 BAB 61 - BTS
62 BAB 62 - Beda Versi
63 BAB 63 - Dia Yang Bertanggung Jawab
64 BAB 64 - Sudah Ada?
65 BAB 65 - Ada Cinta
66 BAB 66 - Masih Cinta?
67 BAB 67 - Tidak Ingin Diganggu
68 BAB 68 - Tak Terduga
69 BAB 69 - Cashback
70 BAB 70 - Tidak Lucu
71 BAB 71 - Jalan Pintas
72 BAB 72 - Jangan Kebanyakan Bercanda
73 BAB 73 - Bawel
74 BAB 74 - Aku Tidak Bisa Membantumu
75 BAB 75 - Awasi Dia
76 BAB 76 - Takut
77 BAB 77 - Miss You
78 BAB 78 - Janji Kama
79 BAB 79 - Hampir Satu Bulan
80 BAB 80 - Gendutan
81 BAB 81 - Maafkan Aku, Mas
82 BAB 82 - Malam Pertama?
83 BAB 83 - Mau Pulang
84 BAB 84 - Bayi Besar
85 BAB 85 - Masih Sama
86 BAB 86 - Mau Kamu
87 BAB 87 - Harus Bagaimana?
88 BAB 88 - Maafkan Aku
89 BAB 89 - Jangan Tambah Lukanya
90 BAB 90 - Tak Terduga
91 BAB 91 - Bukan Ngidam
92 BAB 92 - Terkuak
93 BAB 93 - Bodoh, Kama.
94 BAB 94 - Menyiksa Diri
95 BAB 95 - Permintaan Terakhir
96 BAB 96 - Iya, Aku Pulang!!
97 BAB 97 - Jangan Sakiti Suamiku!!
98 BAB 98 - Tidak Mau
99 BAB 99 - Tetaplah Bersamaku
100 BAB 100 - Tidak Akan Diam
101 BAB 101 - Apa Pentingnya?
102 BAB 102 - Sang Penggoda
103 BAB 103 - Happy Mensiversary
104 BAB 104 - Dirayakan
105 BAB 105 - Tamat
106 BAB 106 - Sensory Play
107 BAB 107 - Kecil Sekali
108 BAB 108 - Ancaman Kama
109 BAB 109 - Pergilah
110 BAB 110 - Miss Communication
111 BAB 111 - Sampai Kembali Ke Tanah
112 BAB 112 - Minta Apa?
113 BAB 113 - Minta Maaf
114 BAB 114 - Lupakan
115 BAB 115 - She's My Wife
116 BAB 116 - Di Balik Layar
117 Promo Karya Baru - Istri Rahasia Dosen Killer
118 BONUS CHAPTER
119 BONUS CHAPTER II
120 BONUS CHAPTER III
121 BONUS CHAPTER IV
122 BONUS CHAPTER V
123 BONUS CHAPTER VI
124 BONUS CHAPTER VII
125 BONUS CHAPTER VIII
126 VISUAL CAST
127 BONUS CHAPTER IX
128 BONUS CHAPTER X
129 BONUS CHAPTER XI
130 BONUS CHAPTER XII
131 BONUS CHAPTER XIII
132 BONUS CHAPTER XIV
133 THE LAST BONUS CHAPTER - END
134 Promosi Karya Baru - Malam Panjang Bersama Dosenku
135 PROMOSI KARYA BARU - ISTRI PILIHAN MOMMY
Episodes

Updated 135 Episodes

1
BAB 01 - Hari Pertama
2
BAB 02 - Dijual
3
BAB 03 - Obat Yang Sesungguhnya
4
BAB 04 - Pengakuan Terbuka
5
BAB 05 - Jangan Sentuh Milikku
6
BAB 06 - Good Night
7
BAB 07 - 33 Bulan
8
BAB 08 - Calon Istri (Orang)
9
BAB 09 - Calon Suami(Ku)
10
BAB 10 - Kamu Pulang Saja
11
BAB 11 - Taktik Merebut Calon Istri (Orang)
12
BAB 12 - Sleep Call
13
BAB 13 - Anggap Saja Pacar
14
BAB 14 - Salah Posesif
15
BAB 15 - Tidak Bisa Marah
16
BAB 16 - Lepaskan Saja
17
BAB 17 - Aku Ingin Berhenti
18
BAB 18 - Obat Seumur Hidup
19
BAB 19 - Tak Terduga
20
BAB 20 - Kamu Jodohku
21
BAB 21 - Ini Istriku
22
BAB 22 - Mulutmu Bau
23
BAB 23 - Kami
24
BAB 24 - First Kiss
25
BAB 25 - Istrinya Siapa?
26
BAB 26 - Panas
27
BAB 27 - Ngantukmu Pura-Pura
28
BAB 28 - Segitu Dulu
29
BAB 29 - Bete Deh
30
BAB 30 - Nggak Dicicil
31
BAB 31 - Teman Hidup
32
BAB 32 - Ada Obatnya
33
BAB 33 - Bukan Modus Belaka
34
BAB 34 - Berlagak Panik
35
BAB 35 - Maunya Apa?
36
BAB 36 - Akan Akan Menunggu
37
BAB 37 - Jangan Terbalik
38
BAB 38 - Tahan!!
39
BAB 39 - Sedikit
40
BAB 40 - Salah Guru
41
BAB 41 - Introgasi Pihak Berwajib
42
BAB 42 - Santai Saja
43
BAB 43 - Tugasnya Apa?
44
BAB 44 - Laki-Lakinya Gimana?
45
BAB 45 - 18 Detik
46
BAB 46 - Tidak Cemburu
47
BAB 47 - Bertanyalah, Selagi Diizinkan
48
BAB 48 - Berdua Saja
49
BAB 49 - Mau Yang Hangat?
50
BAB 50 - Cabut Ubi?
51
BAB 51 - Dia Hanya Shock
52
BAB 52 - Senjata Makan Tuan
53
BAB 53 - Legit?
54
BAB 54 - Dikeluarkan Dari KK
55
BAB 55 - Salah Minum Obat
56
BAB 56 - Sembuh Total
57
BAB 57 - Gigit Tawon
58
BAB 58 - Banyak Tanya
59
BAB 59 - Esok Atau Lusa
60
BAB 60 - Karmamu Belum Dimulai
61
BAB 61 - BTS
62
BAB 62 - Beda Versi
63
BAB 63 - Dia Yang Bertanggung Jawab
64
BAB 64 - Sudah Ada?
65
BAB 65 - Ada Cinta
66
BAB 66 - Masih Cinta?
67
BAB 67 - Tidak Ingin Diganggu
68
BAB 68 - Tak Terduga
69
BAB 69 - Cashback
70
BAB 70 - Tidak Lucu
71
BAB 71 - Jalan Pintas
72
BAB 72 - Jangan Kebanyakan Bercanda
73
BAB 73 - Bawel
74
BAB 74 - Aku Tidak Bisa Membantumu
75
BAB 75 - Awasi Dia
76
BAB 76 - Takut
77
BAB 77 - Miss You
78
BAB 78 - Janji Kama
79
BAB 79 - Hampir Satu Bulan
80
BAB 80 - Gendutan
81
BAB 81 - Maafkan Aku, Mas
82
BAB 82 - Malam Pertama?
83
BAB 83 - Mau Pulang
84
BAB 84 - Bayi Besar
85
BAB 85 - Masih Sama
86
BAB 86 - Mau Kamu
87
BAB 87 - Harus Bagaimana?
88
BAB 88 - Maafkan Aku
89
BAB 89 - Jangan Tambah Lukanya
90
BAB 90 - Tak Terduga
91
BAB 91 - Bukan Ngidam
92
BAB 92 - Terkuak
93
BAB 93 - Bodoh, Kama.
94
BAB 94 - Menyiksa Diri
95
BAB 95 - Permintaan Terakhir
96
BAB 96 - Iya, Aku Pulang!!
97
BAB 97 - Jangan Sakiti Suamiku!!
98
BAB 98 - Tidak Mau
99
BAB 99 - Tetaplah Bersamaku
100
BAB 100 - Tidak Akan Diam
101
BAB 101 - Apa Pentingnya?
102
BAB 102 - Sang Penggoda
103
BAB 103 - Happy Mensiversary
104
BAB 104 - Dirayakan
105
BAB 105 - Tamat
106
BAB 106 - Sensory Play
107
BAB 107 - Kecil Sekali
108
BAB 108 - Ancaman Kama
109
BAB 109 - Pergilah
110
BAB 110 - Miss Communication
111
BAB 111 - Sampai Kembali Ke Tanah
112
BAB 112 - Minta Apa?
113
BAB 113 - Minta Maaf
114
BAB 114 - Lupakan
115
BAB 115 - She's My Wife
116
BAB 116 - Di Balik Layar
117
Promo Karya Baru - Istri Rahasia Dosen Killer
118
BONUS CHAPTER
119
BONUS CHAPTER II
120
BONUS CHAPTER III
121
BONUS CHAPTER IV
122
BONUS CHAPTER V
123
BONUS CHAPTER VI
124
BONUS CHAPTER VII
125
BONUS CHAPTER VIII
126
VISUAL CAST
127
BONUS CHAPTER IX
128
BONUS CHAPTER X
129
BONUS CHAPTER XI
130
BONUS CHAPTER XII
131
BONUS CHAPTER XIII
132
BONUS CHAPTER XIV
133
THE LAST BONUS CHAPTER - END
134
Promosi Karya Baru - Malam Panjang Bersama Dosenku
135
PROMOSI KARYA BARU - ISTRI PILIHAN MOMMY

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!