BAB 16 - Lepaskan Saja

Salah-satu hal yang paling sulit di dunia ini adalah menasihati orang yang sedang jatuh cinta, apalagi kalau sudah telanjur cinta. Ya, begitulah yang saat ini Kama rasakan begitu menasihati Ayas.

Dia tahu memang tipe-tipe wanita setia dan terlalu bodoh dalam mencintai hingga mengabaikan logika itu ada. Tidak perlu jauh-jauh, saudara kandungnya adalah bukti nyata bagaimana seorang wanita dibodohkan oleh cinta sebelum menikah bersama Yudha.

Kama memijat pangkal hidungnya, entah harus bagaimana agar mata Ayas terbuka. Padahal, dari sikapnya saja sudah sangat menyebalkan, dan dalam hubungan mereka berdua, justru Kama yang tidak sabar ingin segera menghancurkannya.

"Kau mabuk lagi, Kama?"

Suara itu membuat lamunan Kama buyar, dia memperbaiki posisi duduknya dan berusaha untuk memperlihatkan jika dia baik-baik saja. "Tidak, Om."

Tidak biasanya Haidar sampai sengaja masuk ke ruangannya. Firasat Kama mulai tidak baik, terlebih lagi tatapan mata dan pertanyaannya cukup membuat jantung Kama berdegub tak karu-karuan.

"Yakin tidak?"

Jika pertanyaannya sudah begitu, maka kemungkinan besar ada sesuatu yang Haidar ketahui hingga membuat Kama mengaku tanpa perlu dipaksa lebih dulu.

"I-iya, aku minum, tapi sedikit, Om, tidak sampai mabuk."

Sedikit katanya, dan Haidar menyerahkan ponselnya pada Kama. Sebuah video yang memperlihatkan bagaimana dia menggila tadi malam berhasil membuat Kama bungkam. Sial, ada seseorang yang mengabadikan momen memalukan itu, dan Kama bahkan terus menganga hingga Haidar merebut kembali ponselnya.

"Kalau begini disebut sadar, lalu bagaimana bentuk mabukmu?" Haidar menghela napas panjang.

Kama mengatupkan bibir, dia mengusap kasar wajahnya dan bingung hendak menjawab apa. Habislah sudah, jika sampai video itu dilihat papanya, besar kemungkinan Kama dicoret dari kartu keluarga.

"Siapa yang membuatmu begini?"

"Papa sudah lihat ya, Om?"

Ditanya balik nanya, dan hal itu berhasil membuat Haidar mengelus dada. "Menurutmu? Andai papamu tahu apa mungkin diam saja? Tidak, 'kan?"

"Ah syukurlah."

Bukannya panik, dia justru bersyukur begitu mendengar ucapan omnya. Bagi Kama, selagi papanya tidak tahu maka bukan masalah besar. Tanpa banyak bicara, Kama segera memberantas sumber videonya, begitu juga dengan yang tersebar demi menjaga nama baiknya.

"Terima kasih informasinya, Om ... untung belum terlambat."

Terlalu memikirkan Ayas, dia sampai lupa jika sendirinya hampir saja terperosok dalam jurang. "Jawab dulu pertanyaanku, siapa yang membuatmu sampai begini?"

Sejak tadi sudah Kama hindari, tapi ternyata pria itu kembali bertanya untuk kedua kalinya. "Laras."

"Laras? Laras siapa? Namanya asing sekali?"

"Jodohku."

"Jodoh? Kenapa bisa seyakin itu dia jodohmu?"

"Ah sudahlah, otak om tidak akan sampai ke sana ... aku pergi dulu!!"

Baru juga hendak dinasihati, Haidar sudah menyiapkan catatan sejak tadi pagi dan ketika hendak dieksekusi, Kama pergi begitu saja. Kendati demikian, Haidar menangkap pertanda baik karena untuk pertama kali setelah berkepala tiga Kama menunjukkan jika dia normal dan menyukai lawan jenis.

Kama melangkah cepat meninggalkan kantornya. Kembali pada tujuan awal, dia akan memantau anak barunya hari ini. Berbagai cara Kama lakukan demi membuat nama Marzuki dikenal banyak orang, tak tanggung-tanggung di drama pertamanya, Marzuki ditunjuk sebagai pemeran utama.

Akting kaku dan hanya modal tampang membuat banyak orang kecewa, termasuk penulis dan sutradara yang turut andil dalam project tersebut. Namun, begitu Kama mengubah peran protagonis pria sebagai pria bisu, keputusan itu akhirnya diterima dengan baik oleh mereka.

"Cut!! Bagus Juki!! Air matamu nyata sekali!!"

Kama menggigit bibir bawahnya menyaksikan proses syuting Marzuki. Tidak sedikit yang paham jika Kama tengah mengerjainya, tapi bagi Marzuki hal itu adalah pencapaian tertinggi dan sudah patut dia banggakan.

Bahkan, sebuah peran yang sama sekali tidak membutuhkan dialod itu berhasil membuatnya bak orang paling sibuk hingga mengabari Ayas saja tidak sempat. Layaknya kacang lupa kulit, setelah berhasil masuk dunia entertain lewat Kama, dia mulai bertingkah.

Bahkan, foto Ayas yang sempat dia unggah di akun sosial medianya segera diarsipkan dengan alasan demi karir. Perlakuan spesial Kama membuat Marzuki semakin besar kepala, sama sekali tidak dia sadari jika dia tengah dikendalikan Kama.

.

.

"Sayang jangan di sini."

"Aku kangen banget, Rin, nggak kuat."

Entah kurang baik apalagi Kama, di project pertamanya Marzuki justru dipasangkan bersama Rindy, kekasihnya. Enam bulan menjalin hubungan, membuat rasa untuk Ayas tak lagi ada.

Tujuannya merantau sudah berbeda, dia terpesona dan jatuh cinta pada Rindy, wanita yang lebih seksi dan begitu mengerti apa yang diinginkan laki-laki.

"Sebentar, kamu belum putusin cewek kampung itu?" Rindy menahan dada Juki yang hendak menghimpit tubuhnya.

Decakan kesal terdengar dari mulut Rindy kala pria itu menggeleng pelan. "Aku rasa belum bisa ... saat ini aku baru merintis karirku, dan hanya dia yang bisa membantuku lewat pak Kama.

Rindy mencebik, sejujurnya dia penasaran dengan sosok Larasati yang sampai berhasil membuat Kama turun tangan untuk membantu Marzuki. Padahal, dia yang sejak dulu mencoba sama sekali tidak berhasil walau hanya sekadar figuran semata.

"Ck, apapun itu kita bersen_"

Pelukan keduanya terlepas begitu sadar seseorang tiba-tiba masuk. Keduanya gelagapan, terlebih lagi begitu tahu siapa pria itu.

"Hati-hati, karir kalian masih dititi ... jangan sampai rusak hanya karena scandal murahan."

Tanpa membentak, bicaranya terdengar halus sekali. Namun, tetap saja auranya berhasil menembus jantung hingga lidah Rindy saja terasa beku seketika. "I-iya, Pak, kami hanya bercanda."

"Bercanda? Masuk akal bercandanya di toilet pria?" tanya Kama seraya melayangkan tatapan tajam ke arah keduanya. Belum juga pasti berhasil, tapi tingkah mereka sudah luar biasa hingga Kama muak dibuatnya.

Sebenarnya andai mereka terlibat scandal atau apapun itu sama sekali tidak masalah. Hanya saja, saat ini mereka masih termasuk tanggung jawab Kama dan pria itu tidak ingin dia turut sakit kepala.

Baik Marzuki maupun Rindy kini memilih bungkam, tertangkap basah oleh seseorang yang menggenggam masa depan mereka bukanlah hal sepele. Kama mendekat, hingga Marzuki yang berada tepat di depan matanya kini terdiam membisu.

"Dan kau, jika memang tidak lagi menginginkannya lepaskan saja ... Laras berhak mendapatkan pria yang lebih pantas untuk menjadi suaminya." Kama menekan setiap kalimat hingga pria itu dibuat tak berkutik.

Tanpa menunggu jawaban, Kama berlalu begitu saja dengan beban yang seolah gugur dari pundaknya. Sejak awal dia ingin mengatakan hal tersebut, dan baru kali ada kesempatan.

Kama melangkah panjang dan bermaksud untuk kembali ka kantor. Namun, Ida yang tiba-tiba menelpon membuat langkah Kama berhenti seketika. "Pulang kampung? Kenapa kau biarkan dia pulang sendirian, Ida?!"

.

.

- To Be Continued -

Terpopuler

Comments

anita

anita

oalah le..le ..cah ndeso...blum2 wes bsar kpla

2024-12-13

0

Halimah

Halimah

lama gitu loooooh🤣🤣🤣🤣🤣🤣

2024-12-19

0

Nendah Wenda

Nendah Wenda

kenapa ayas pulang kampung

2024-08-28

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Hari Pertama
2 BAB 02 - Dijual
3 BAB 03 - Obat Yang Sesungguhnya
4 BAB 04 - Pengakuan Terbuka
5 BAB 05 - Jangan Sentuh Milikku
6 BAB 06 - Good Night
7 BAB 07 - 33 Bulan
8 BAB 08 - Calon Istri (Orang)
9 BAB 09 - Calon Suami(Ku)
10 BAB 10 - Kamu Pulang Saja
11 BAB 11 - Taktik Merebut Calon Istri (Orang)
12 BAB 12 - Sleep Call
13 BAB 13 - Anggap Saja Pacar
14 BAB 14 - Salah Posesif
15 BAB 15 - Tidak Bisa Marah
16 BAB 16 - Lepaskan Saja
17 BAB 17 - Aku Ingin Berhenti
18 BAB 18 - Obat Seumur Hidup
19 BAB 19 - Tak Terduga
20 BAB 20 - Kamu Jodohku
21 BAB 21 - Ini Istriku
22 BAB 22 - Mulutmu Bau
23 BAB 23 - Kami
24 BAB 24 - First Kiss
25 BAB 25 - Istrinya Siapa?
26 BAB 26 - Panas
27 BAB 27 - Ngantukmu Pura-Pura
28 BAB 28 - Segitu Dulu
29 BAB 29 - Bete Deh
30 BAB 30 - Nggak Dicicil
31 BAB 31 - Teman Hidup
32 BAB 32 - Ada Obatnya
33 BAB 33 - Bukan Modus Belaka
34 BAB 34 - Berlagak Panik
35 BAB 35 - Maunya Apa?
36 BAB 36 - Akan Akan Menunggu
37 BAB 37 - Jangan Terbalik
38 BAB 38 - Tahan!!
39 BAB 39 - Sedikit
40 BAB 40 - Salah Guru
41 BAB 41 - Introgasi Pihak Berwajib
42 BAB 42 - Santai Saja
43 BAB 43 - Tugasnya Apa?
44 BAB 44 - Laki-Lakinya Gimana?
45 BAB 45 - 18 Detik
46 BAB 46 - Tidak Cemburu
47 BAB 47 - Bertanyalah, Selagi Diizinkan
48 BAB 48 - Berdua Saja
49 BAB 49 - Mau Yang Hangat?
50 BAB 50 - Cabut Ubi?
51 BAB 51 - Dia Hanya Shock
52 BAB 52 - Senjata Makan Tuan
53 BAB 53 - Legit?
54 BAB 54 - Dikeluarkan Dari KK
55 BAB 55 - Salah Minum Obat
56 BAB 56 - Sembuh Total
57 BAB 57 - Gigit Tawon
58 BAB 58 - Banyak Tanya
59 BAB 59 - Esok Atau Lusa
60 BAB 60 - Karmamu Belum Dimulai
61 BAB 61 - BTS
62 BAB 62 - Beda Versi
63 BAB 63 - Dia Yang Bertanggung Jawab
64 BAB 64 - Sudah Ada?
65 BAB 65 - Ada Cinta
66 BAB 66 - Masih Cinta?
67 BAB 67 - Tidak Ingin Diganggu
68 BAB 68 - Tak Terduga
69 BAB 69 - Cashback
70 BAB 70 - Tidak Lucu
71 BAB 71 - Jalan Pintas
72 BAB 72 - Jangan Kebanyakan Bercanda
73 BAB 73 - Bawel
74 BAB 74 - Aku Tidak Bisa Membantumu
75 BAB 75 - Awasi Dia
76 BAB 76 - Takut
77 BAB 77 - Miss You
78 BAB 78 - Janji Kama
79 BAB 79 - Hampir Satu Bulan
80 BAB 80 - Gendutan
81 BAB 81 - Maafkan Aku, Mas
82 BAB 82 - Malam Pertama?
83 BAB 83 - Mau Pulang
84 BAB 84 - Bayi Besar
85 BAB 85 - Masih Sama
86 BAB 86 - Mau Kamu
87 BAB 87 - Harus Bagaimana?
88 BAB 88 - Maafkan Aku
89 BAB 89 - Jangan Tambah Lukanya
90 BAB 90 - Tak Terduga
91 BAB 91 - Bukan Ngidam
92 BAB 92 - Terkuak
93 BAB 93 - Bodoh, Kama.
94 BAB 94 - Menyiksa Diri
95 BAB 95 - Permintaan Terakhir
96 BAB 96 - Iya, Aku Pulang!!
97 BAB 97 - Jangan Sakiti Suamiku!!
98 BAB 98 - Tidak Mau
99 BAB 99 - Tetaplah Bersamaku
100 BAB 100 - Tidak Akan Diam
101 BAB 101 - Apa Pentingnya?
102 BAB 102 - Sang Penggoda
103 BAB 103 - Happy Mensiversary
104 BAB 104 - Dirayakan
105 BAB 105 - Tamat
106 BAB 106 - Sensory Play
107 BAB 107 - Kecil Sekali
108 BAB 108 - Ancaman Kama
109 BAB 109 - Pergilah
110 BAB 110 - Miss Communication
111 BAB 111 - Sampai Kembali Ke Tanah
112 BAB 112 - Minta Apa?
113 BAB 113 - Minta Maaf
114 BAB 114 - Lupakan
115 BAB 115 - She's My Wife
116 BAB 116 - Di Balik Layar
117 Promo Karya Baru - Istri Rahasia Dosen Killer
118 BONUS CHAPTER
119 BONUS CHAPTER II
120 BONUS CHAPTER III
121 BONUS CHAPTER IV
122 BONUS CHAPTER V
123 BONUS CHAPTER VI
124 BONUS CHAPTER VII
125 BONUS CHAPTER VIII
126 VISUAL CAST
127 BONUS CHAPTER IX
128 BONUS CHAPTER X
129 BONUS CHAPTER XI
130 BONUS CHAPTER XII
131 BONUS CHAPTER XIII
132 BONUS CHAPTER XIV
133 THE LAST BONUS CHAPTER - END
134 Promosi Karya Baru - Malam Panjang Bersama Dosenku
135 PROMOSI KARYA BARU - ISTRI PILIHAN MOMMY
Episodes

Updated 135 Episodes

1
BAB 01 - Hari Pertama
2
BAB 02 - Dijual
3
BAB 03 - Obat Yang Sesungguhnya
4
BAB 04 - Pengakuan Terbuka
5
BAB 05 - Jangan Sentuh Milikku
6
BAB 06 - Good Night
7
BAB 07 - 33 Bulan
8
BAB 08 - Calon Istri (Orang)
9
BAB 09 - Calon Suami(Ku)
10
BAB 10 - Kamu Pulang Saja
11
BAB 11 - Taktik Merebut Calon Istri (Orang)
12
BAB 12 - Sleep Call
13
BAB 13 - Anggap Saja Pacar
14
BAB 14 - Salah Posesif
15
BAB 15 - Tidak Bisa Marah
16
BAB 16 - Lepaskan Saja
17
BAB 17 - Aku Ingin Berhenti
18
BAB 18 - Obat Seumur Hidup
19
BAB 19 - Tak Terduga
20
BAB 20 - Kamu Jodohku
21
BAB 21 - Ini Istriku
22
BAB 22 - Mulutmu Bau
23
BAB 23 - Kami
24
BAB 24 - First Kiss
25
BAB 25 - Istrinya Siapa?
26
BAB 26 - Panas
27
BAB 27 - Ngantukmu Pura-Pura
28
BAB 28 - Segitu Dulu
29
BAB 29 - Bete Deh
30
BAB 30 - Nggak Dicicil
31
BAB 31 - Teman Hidup
32
BAB 32 - Ada Obatnya
33
BAB 33 - Bukan Modus Belaka
34
BAB 34 - Berlagak Panik
35
BAB 35 - Maunya Apa?
36
BAB 36 - Akan Akan Menunggu
37
BAB 37 - Jangan Terbalik
38
BAB 38 - Tahan!!
39
BAB 39 - Sedikit
40
BAB 40 - Salah Guru
41
BAB 41 - Introgasi Pihak Berwajib
42
BAB 42 - Santai Saja
43
BAB 43 - Tugasnya Apa?
44
BAB 44 - Laki-Lakinya Gimana?
45
BAB 45 - 18 Detik
46
BAB 46 - Tidak Cemburu
47
BAB 47 - Bertanyalah, Selagi Diizinkan
48
BAB 48 - Berdua Saja
49
BAB 49 - Mau Yang Hangat?
50
BAB 50 - Cabut Ubi?
51
BAB 51 - Dia Hanya Shock
52
BAB 52 - Senjata Makan Tuan
53
BAB 53 - Legit?
54
BAB 54 - Dikeluarkan Dari KK
55
BAB 55 - Salah Minum Obat
56
BAB 56 - Sembuh Total
57
BAB 57 - Gigit Tawon
58
BAB 58 - Banyak Tanya
59
BAB 59 - Esok Atau Lusa
60
BAB 60 - Karmamu Belum Dimulai
61
BAB 61 - BTS
62
BAB 62 - Beda Versi
63
BAB 63 - Dia Yang Bertanggung Jawab
64
BAB 64 - Sudah Ada?
65
BAB 65 - Ada Cinta
66
BAB 66 - Masih Cinta?
67
BAB 67 - Tidak Ingin Diganggu
68
BAB 68 - Tak Terduga
69
BAB 69 - Cashback
70
BAB 70 - Tidak Lucu
71
BAB 71 - Jalan Pintas
72
BAB 72 - Jangan Kebanyakan Bercanda
73
BAB 73 - Bawel
74
BAB 74 - Aku Tidak Bisa Membantumu
75
BAB 75 - Awasi Dia
76
BAB 76 - Takut
77
BAB 77 - Miss You
78
BAB 78 - Janji Kama
79
BAB 79 - Hampir Satu Bulan
80
BAB 80 - Gendutan
81
BAB 81 - Maafkan Aku, Mas
82
BAB 82 - Malam Pertama?
83
BAB 83 - Mau Pulang
84
BAB 84 - Bayi Besar
85
BAB 85 - Masih Sama
86
BAB 86 - Mau Kamu
87
BAB 87 - Harus Bagaimana?
88
BAB 88 - Maafkan Aku
89
BAB 89 - Jangan Tambah Lukanya
90
BAB 90 - Tak Terduga
91
BAB 91 - Bukan Ngidam
92
BAB 92 - Terkuak
93
BAB 93 - Bodoh, Kama.
94
BAB 94 - Menyiksa Diri
95
BAB 95 - Permintaan Terakhir
96
BAB 96 - Iya, Aku Pulang!!
97
BAB 97 - Jangan Sakiti Suamiku!!
98
BAB 98 - Tidak Mau
99
BAB 99 - Tetaplah Bersamaku
100
BAB 100 - Tidak Akan Diam
101
BAB 101 - Apa Pentingnya?
102
BAB 102 - Sang Penggoda
103
BAB 103 - Happy Mensiversary
104
BAB 104 - Dirayakan
105
BAB 105 - Tamat
106
BAB 106 - Sensory Play
107
BAB 107 - Kecil Sekali
108
BAB 108 - Ancaman Kama
109
BAB 109 - Pergilah
110
BAB 110 - Miss Communication
111
BAB 111 - Sampai Kembali Ke Tanah
112
BAB 112 - Minta Apa?
113
BAB 113 - Minta Maaf
114
BAB 114 - Lupakan
115
BAB 115 - She's My Wife
116
BAB 116 - Di Balik Layar
117
Promo Karya Baru - Istri Rahasia Dosen Killer
118
BONUS CHAPTER
119
BONUS CHAPTER II
120
BONUS CHAPTER III
121
BONUS CHAPTER IV
122
BONUS CHAPTER V
123
BONUS CHAPTER VI
124
BONUS CHAPTER VII
125
BONUS CHAPTER VIII
126
VISUAL CAST
127
BONUS CHAPTER IX
128
BONUS CHAPTER X
129
BONUS CHAPTER XI
130
BONUS CHAPTER XII
131
BONUS CHAPTER XIII
132
BONUS CHAPTER XIV
133
THE LAST BONUS CHAPTER - END
134
Promosi Karya Baru - Malam Panjang Bersama Dosenku
135
PROMOSI KARYA BARU - ISTRI PILIHAN MOMMY

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!