BAB 05 - Jangan Sentuh Milikku

Mimpi buruk bagi Kama, harta berharganya berani keluar dari persembunyian dan sialnya sampai berani menginjakkan kaki di tempat hiburan. Tidak butuh lima menit dari Samuel memberikan kabar, dia sudah menemukan keberadaan gadis itu.

Ya, bukan salah lihat ataupun hanya sekadar mirip, tapi yang di depannya benar-benar Ayas dan hal itu juga diyakinkan dengan keberadaan Ida yang mulai menikmati alunan musik di sana. Walau Ayas hanya diam saja dan memantau Ida, dada Kama panas membara.

Terlebih lagi, kala dia menyadari seseorang yang merupakan jajaran old money tiba-tiba mendekati Ayas, wanita yang dia yakini sebagai jodohnya itu. Tak peduli sekalipun akan menuai keributan, Kama mendekat dan sengaja menarik punggung pria yang hendak mencuri kesempatan untuk mencium wajah Ayas.

"Kama? Hai ... kenapa? Apa ada masalah?"

"Jangan sentuh milikku, kau cari yang lain saja, Gery," tegas Kama menatap tajam pria yang juga merupakan kenalannya.

Sama-sama tertarik pada kecantikan Ayas, jelas saja pria itu tidak akan mengalah begitu saja hanya karena gertakan Kama. "Aku tidak suka kekerasan, katakan saja dengan scandal mana karirmu mau kuhancurkan," ancam Kama sekali lagi yang membuat pendirian Gery goyah.

Tak ingin karirnya berakhir hanya karena wanita, Gery berlalu pergi dan meninggalkan Ayas yang terjebak dalam keadaan tangan yang semakin dingin. Tatapan tajam Kama yang tadinya tertuju pada Gery, kini tertuju pada Ayas hingga wanita itu ciut seketika.

Belum juga Kama bertanya, tapi Ayas sudah menyiapkan berbagai jenis alasan kenapa dia bisa berada di sini. Sudah pasti karena ajakan Ida, sama sekali tidak dia kira jika senang-senang malam minggu yang Ida maksud bukan di pasar malam, melainkan bar.

Jika dia tahu akan dibawa ke tempat semacam ini, Ayas juga takkan berani, sungguh. Dia masih menunduk seraya meremmas jemarinya, Ida juga belum segera menghampiri dan justru menikmati dunianya sendiri.

"Maaf ak_"

"Pulang, aku tidak mengizinkanmu pergi ke tempat semacam ini, Ayas."

Ayas baru saja hendak meminta maaf, tapi di luar dugaan Kama justru memotong pembicaraannya dan mengajak wanita itu untuk pulang segera. Tak lupa Kama melepas jaket dan memakaikannya pada Ayas sebelum kemudian merangkul gadis itu untuk pergi.

"Bro, temennya gimana? Bawa sekalian lah!!" teriak Samuel dari belakang hingga Ayas mengerti bahwa pria yang seolah sengaja mengalihkan perhatian Ida adalah teman dekat Kama sendiri.

Tanpa pikir panjang, dan tanpa keraguan Kama berucap dengan begitu santai dan tenang. "Buat lo aja, jangan diapa-apain tapi, si Ida ada lakinya!!"

"Suee lo!!"

Kama terkekeh dan terus menuntun Ayas untuk meninggalkan tempat itu. Sungguh tidak habis pikir, kenapa bisa Ayas sampai berani masuk. Beruntung saja dia sadar, andai yang melihat hanya Samuel saja, bisa gila Kama karena jodohnya digarap teman sendiri.

Selama di samping Kama dan pria itu belum bicara, Ayas juga masih diam saja. Rok mini yang Ida pinjamkan sukses membuatnya malu malam ini, bahkan sudah dimobil Ayas masih terus menunduk dan menarik ujung roknya berharap bisa sedikit lebih panjang.

"Lain kali jangan pakai apa-apa, bughil sekalian," sindir Kama tak diduga-duga, Ayas mengangkat wajahnya dan benar Kama masih terus menatap tajam ke arahnya.

Jujur saja Ayas takut, bukan takut dinodai, tapi takut kali ini seperti takut dimarahi karena berani bertindak di luar batas. Persis seperti rasa takut Ayas ketika tidak sengaja pulang malam pasca kerja kelompok oleh mendiang ayahnya dahulu, kira-kira begitu.

"A-aku tidak tahu kalau mbak Ida ngajak kesini."

"Apapun alasannya, kamu pakai begituan sudah salah!! Masih bocah juga, kalau kamu dibungkus gimana?" gertak Kama seketika membuat Ayas bergetar, tapi walau sudah setakut itu dia masih berani dengan polosnya bertanya lantaran tidak mengerti maksud Kama. "Dibungkus pakai apa?"

Kama memejamkan mata, agaknya gadis di hadapannya ini tidak mengerti dengan istilah yang dia maksudkan. "Bungkus selimut!! Paham?"

Ingin Kama menjawab dibungkus daun pisang, hanya saja nanti pembicaraan mereka semakin panjang dan Ayas juga tetap tidak akan mengerti. Mungkin untuk gadis yang memang belum tercemar seperti Ayas, menegaskan bahwa dia akan dibawa dan dinikmati pria di sana tidak bisa secara gamblang.

"Oh, diajak tidur begitu?"

"Hm, kira-kira begitu," jawab Kama menghela napas lega lantaran gadis itu tidak terlalu bodoh juga.

Ayas hanya mengangguk pelan seraya menunggu keputusan kapan Kama akan jalan. Jujur saja kehadiran Kama yang tiba-tiba mengajaknya keluar adalah suatu hal yang patut dia ucapkan terima kasih.

Bibir Ayas sudah sebisa mungkin untuk bungkam dan tidak bicara. Namun, perutnya yang justru angkat bicara hingga Kama menoleh dan menatap perut dan wajah Ayas secara bergantian. "Kamu belum makan?" tanya Kama mengerjap pelan.

"Sud_" Belum selesai Ayas bicara perutnya kembali berontak seolah sengaja cari perhatian dan menegaskan jika dia lapar.

Sungguh memalukan, Ayas seketika ingin menggali kuburannya sendiri. Sudah tidak mampu lagi menjawab apa-apa, Kama juga sudah menarik kesimpulan bahwa dirinya memang belum makan.

.

.

Benar saja, setelah berselang cukup lama Kama berhenti di sebuah restaurant yang paling terdekat lantaran khawatir Ayas mati lemas nanti di rumah. Masih tampak malu-malu, Ayas tak pernah berpikir jika keluar malam pertama kali di Jakarta akan berakhir makan di satu meja bersama pria setampan Kama.

Makan sendiri jatuhnya, karena Kama hanya menikmati ice cream seraya menontonnya makan. Sejenak Ayas menutup mata akan rasa malu yang mencekamnya, pura-pura buta dan menganggap Kama sebagai gapura kecamatan adalah hal yang paling baik.

Tidak dibuat-buat, Ayas makan seperti biasa dan masih berusaha mempertahankan kesopanan karena bagaimanapun pria di hadapannya ini adalah seorang majikan. Hingga selesai makan, dia tidak lupa mengucapkan terima kasih layaknya anak jalanan yang diajak makan om-om baik hati.

"Kenyang? Yakin mau pulang?" Kama akan memesan lagi andai Ayas mengatakan belum kenyang atau belum ingin pulang.

Namun, sebagai manusia yang amat tahu diri Ayas menolak dan Kama jelas iya-iya saja. Malam ini dia lewatkan begitu saja, janji bersenang-senang karena kedatangan DJ internasional itu gagal sudah.

Namun, bagi Kama sama sekali tidak masalah dan hal itu tidak membuatnya merasa rugi. Justru baik, karena Ayas ada dalam genggamannya, sesuai permintaan Ayas dia hanya ingin pulang dengan alasan mengantuk, ya Kama bisa menangkapnya tanpa Ayas bicara.

Cukup lama perjalanan yang mereka tempuh, karena memang jaraknya jauh. Begitu tiba, Kama sudah disambut pak Somad yang sempat hormat seolah menyambut pimpinan negara. Hingga mobil terhenti, Kama baru menyadari jika penumpang di sebelahnya tidak lagi bersuara dan sudah pasrah dengan mata yang tertutup sempurna.

"Ayas? Hm dia tidur?" Kama menghela napas panjang, dalam keadaan dia berusaha menjaga diri saja Kama sudah berdesir, dan kini dia tampak pasrah dan kaki yang tadi Ayas tutup rapat-rapat kini sedikit terbuka hingga Kama merasakan sesuatu persis tadi siang dalam dirinya. "Kebetulan cuma berdua, cobain dikit tidak masalah, 'kan ya?"

.

.

- To Be Continued -

Terpopuler

Comments

Halimah

Halimah

itu pembantu keren jg maen y

2024-12-17

0

hanie tsamara

hanie tsamara

ada yaa..
pembantu main di bar🤣🙊🙊

2025-01-23

0

Halimah

Halimah

kama sableng/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2024-12-17

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Hari Pertama
2 BAB 02 - Dijual
3 BAB 03 - Obat Yang Sesungguhnya
4 BAB 04 - Pengakuan Terbuka
5 BAB 05 - Jangan Sentuh Milikku
6 BAB 06 - Good Night
7 BAB 07 - 33 Bulan
8 BAB 08 - Calon Istri (Orang)
9 BAB 09 - Calon Suami(Ku)
10 BAB 10 - Kamu Pulang Saja
11 BAB 11 - Taktik Merebut Calon Istri (Orang)
12 BAB 12 - Sleep Call
13 BAB 13 - Anggap Saja Pacar
14 BAB 14 - Salah Posesif
15 BAB 15 - Tidak Bisa Marah
16 BAB 16 - Lepaskan Saja
17 BAB 17 - Aku Ingin Berhenti
18 BAB 18 - Obat Seumur Hidup
19 BAB 19 - Tak Terduga
20 BAB 20 - Kamu Jodohku
21 BAB 21 - Ini Istriku
22 BAB 22 - Mulutmu Bau
23 BAB 23 - Kami
24 BAB 24 - First Kiss
25 BAB 25 - Istrinya Siapa?
26 BAB 26 - Panas
27 BAB 27 - Ngantukmu Pura-Pura
28 BAB 28 - Segitu Dulu
29 BAB 29 - Bete Deh
30 BAB 30 - Nggak Dicicil
31 BAB 31 - Teman Hidup
32 BAB 32 - Ada Obatnya
33 BAB 33 - Bukan Modus Belaka
34 BAB 34 - Berlagak Panik
35 BAB 35 - Maunya Apa?
36 BAB 36 - Akan Akan Menunggu
37 BAB 37 - Jangan Terbalik
38 BAB 38 - Tahan!!
39 BAB 39 - Sedikit
40 BAB 40 - Salah Guru
41 BAB 41 - Introgasi Pihak Berwajib
42 BAB 42 - Santai Saja
43 BAB 43 - Tugasnya Apa?
44 BAB 44 - Laki-Lakinya Gimana?
45 BAB 45 - 18 Detik
46 BAB 46 - Tidak Cemburu
47 BAB 47 - Bertanyalah, Selagi Diizinkan
48 BAB 48 - Berdua Saja
49 BAB 49 - Mau Yang Hangat?
50 BAB 50 - Cabut Ubi?
51 BAB 51 - Dia Hanya Shock
52 BAB 52 - Senjata Makan Tuan
53 BAB 53 - Legit?
54 BAB 54 - Dikeluarkan Dari KK
55 BAB 55 - Salah Minum Obat
56 BAB 56 - Sembuh Total
57 BAB 57 - Gigit Tawon
58 BAB 58 - Banyak Tanya
59 BAB 59 - Esok Atau Lusa
60 BAB 60 - Karmamu Belum Dimulai
61 BAB 61 - BTS
62 BAB 62 - Beda Versi
63 BAB 63 - Dia Yang Bertanggung Jawab
64 BAB 64 - Sudah Ada?
65 BAB 65 - Ada Cinta
66 BAB 66 - Masih Cinta?
67 BAB 67 - Tidak Ingin Diganggu
68 BAB 68 - Tak Terduga
69 BAB 69 - Cashback
70 BAB 70 - Tidak Lucu
71 BAB 71 - Jalan Pintas
72 BAB 72 - Jangan Kebanyakan Bercanda
73 BAB 73 - Bawel
74 BAB 74 - Aku Tidak Bisa Membantumu
75 BAB 75 - Awasi Dia
76 BAB 76 - Takut
77 BAB 77 - Miss You
78 BAB 78 - Janji Kama
79 BAB 79 - Hampir Satu Bulan
80 BAB 80 - Gendutan
81 BAB 81 - Maafkan Aku, Mas
82 BAB 82 - Malam Pertama?
83 BAB 83 - Mau Pulang
84 BAB 84 - Bayi Besar
85 BAB 85 - Masih Sama
86 BAB 86 - Mau Kamu
87 BAB 87 - Harus Bagaimana?
88 BAB 88 - Maafkan Aku
89 BAB 89 - Jangan Tambah Lukanya
90 BAB 90 - Tak Terduga
91 BAB 91 - Bukan Ngidam
92 BAB 92 - Terkuak
93 BAB 93 - Bodoh, Kama.
94 BAB 94 - Menyiksa Diri
95 BAB 95 - Permintaan Terakhir
96 BAB 96 - Iya, Aku Pulang!!
97 BAB 97 - Jangan Sakiti Suamiku!!
98 BAB 98 - Tidak Mau
99 BAB 99 - Tetaplah Bersamaku
100 BAB 100 - Tidak Akan Diam
101 BAB 101 - Apa Pentingnya?
102 BAB 102 - Sang Penggoda
103 BAB 103 - Happy Mensiversary
104 BAB 104 - Dirayakan
105 BAB 105 - Tamat
106 BAB 106 - Sensory Play
107 BAB 107 - Kecil Sekali
108 BAB 108 - Ancaman Kama
109 BAB 109 - Pergilah
110 BAB 110 - Miss Communication
111 BAB 111 - Sampai Kembali Ke Tanah
112 BAB 112 - Minta Apa?
113 BAB 113 - Minta Maaf
114 BAB 114 - Lupakan
115 BAB 115 - She's My Wife
116 BAB 116 - Di Balik Layar
117 Promo Karya Baru - Istri Rahasia Dosen Killer
118 BONUS CHAPTER
119 BONUS CHAPTER II
120 BONUS CHAPTER III
121 BONUS CHAPTER IV
122 BONUS CHAPTER V
123 BONUS CHAPTER VI
124 BONUS CHAPTER VII
125 BONUS CHAPTER VIII
126 VISUAL CAST
127 BONUS CHAPTER IX
128 BONUS CHAPTER X
129 BONUS CHAPTER XI
130 BONUS CHAPTER XII
131 BONUS CHAPTER XIII
132 BONUS CHAPTER XIV
133 THE LAST BONUS CHAPTER - END
134 Promosi Karya Baru - Malam Panjang Bersama Dosenku
135 PROMOSI KARYA BARU - ISTRI PILIHAN MOMMY
Episodes

Updated 135 Episodes

1
BAB 01 - Hari Pertama
2
BAB 02 - Dijual
3
BAB 03 - Obat Yang Sesungguhnya
4
BAB 04 - Pengakuan Terbuka
5
BAB 05 - Jangan Sentuh Milikku
6
BAB 06 - Good Night
7
BAB 07 - 33 Bulan
8
BAB 08 - Calon Istri (Orang)
9
BAB 09 - Calon Suami(Ku)
10
BAB 10 - Kamu Pulang Saja
11
BAB 11 - Taktik Merebut Calon Istri (Orang)
12
BAB 12 - Sleep Call
13
BAB 13 - Anggap Saja Pacar
14
BAB 14 - Salah Posesif
15
BAB 15 - Tidak Bisa Marah
16
BAB 16 - Lepaskan Saja
17
BAB 17 - Aku Ingin Berhenti
18
BAB 18 - Obat Seumur Hidup
19
BAB 19 - Tak Terduga
20
BAB 20 - Kamu Jodohku
21
BAB 21 - Ini Istriku
22
BAB 22 - Mulutmu Bau
23
BAB 23 - Kami
24
BAB 24 - First Kiss
25
BAB 25 - Istrinya Siapa?
26
BAB 26 - Panas
27
BAB 27 - Ngantukmu Pura-Pura
28
BAB 28 - Segitu Dulu
29
BAB 29 - Bete Deh
30
BAB 30 - Nggak Dicicil
31
BAB 31 - Teman Hidup
32
BAB 32 - Ada Obatnya
33
BAB 33 - Bukan Modus Belaka
34
BAB 34 - Berlagak Panik
35
BAB 35 - Maunya Apa?
36
BAB 36 - Akan Akan Menunggu
37
BAB 37 - Jangan Terbalik
38
BAB 38 - Tahan!!
39
BAB 39 - Sedikit
40
BAB 40 - Salah Guru
41
BAB 41 - Introgasi Pihak Berwajib
42
BAB 42 - Santai Saja
43
BAB 43 - Tugasnya Apa?
44
BAB 44 - Laki-Lakinya Gimana?
45
BAB 45 - 18 Detik
46
BAB 46 - Tidak Cemburu
47
BAB 47 - Bertanyalah, Selagi Diizinkan
48
BAB 48 - Berdua Saja
49
BAB 49 - Mau Yang Hangat?
50
BAB 50 - Cabut Ubi?
51
BAB 51 - Dia Hanya Shock
52
BAB 52 - Senjata Makan Tuan
53
BAB 53 - Legit?
54
BAB 54 - Dikeluarkan Dari KK
55
BAB 55 - Salah Minum Obat
56
BAB 56 - Sembuh Total
57
BAB 57 - Gigit Tawon
58
BAB 58 - Banyak Tanya
59
BAB 59 - Esok Atau Lusa
60
BAB 60 - Karmamu Belum Dimulai
61
BAB 61 - BTS
62
BAB 62 - Beda Versi
63
BAB 63 - Dia Yang Bertanggung Jawab
64
BAB 64 - Sudah Ada?
65
BAB 65 - Ada Cinta
66
BAB 66 - Masih Cinta?
67
BAB 67 - Tidak Ingin Diganggu
68
BAB 68 - Tak Terduga
69
BAB 69 - Cashback
70
BAB 70 - Tidak Lucu
71
BAB 71 - Jalan Pintas
72
BAB 72 - Jangan Kebanyakan Bercanda
73
BAB 73 - Bawel
74
BAB 74 - Aku Tidak Bisa Membantumu
75
BAB 75 - Awasi Dia
76
BAB 76 - Takut
77
BAB 77 - Miss You
78
BAB 78 - Janji Kama
79
BAB 79 - Hampir Satu Bulan
80
BAB 80 - Gendutan
81
BAB 81 - Maafkan Aku, Mas
82
BAB 82 - Malam Pertama?
83
BAB 83 - Mau Pulang
84
BAB 84 - Bayi Besar
85
BAB 85 - Masih Sama
86
BAB 86 - Mau Kamu
87
BAB 87 - Harus Bagaimana?
88
BAB 88 - Maafkan Aku
89
BAB 89 - Jangan Tambah Lukanya
90
BAB 90 - Tak Terduga
91
BAB 91 - Bukan Ngidam
92
BAB 92 - Terkuak
93
BAB 93 - Bodoh, Kama.
94
BAB 94 - Menyiksa Diri
95
BAB 95 - Permintaan Terakhir
96
BAB 96 - Iya, Aku Pulang!!
97
BAB 97 - Jangan Sakiti Suamiku!!
98
BAB 98 - Tidak Mau
99
BAB 99 - Tetaplah Bersamaku
100
BAB 100 - Tidak Akan Diam
101
BAB 101 - Apa Pentingnya?
102
BAB 102 - Sang Penggoda
103
BAB 103 - Happy Mensiversary
104
BAB 104 - Dirayakan
105
BAB 105 - Tamat
106
BAB 106 - Sensory Play
107
BAB 107 - Kecil Sekali
108
BAB 108 - Ancaman Kama
109
BAB 109 - Pergilah
110
BAB 110 - Miss Communication
111
BAB 111 - Sampai Kembali Ke Tanah
112
BAB 112 - Minta Apa?
113
BAB 113 - Minta Maaf
114
BAB 114 - Lupakan
115
BAB 115 - She's My Wife
116
BAB 116 - Di Balik Layar
117
Promo Karya Baru - Istri Rahasia Dosen Killer
118
BONUS CHAPTER
119
BONUS CHAPTER II
120
BONUS CHAPTER III
121
BONUS CHAPTER IV
122
BONUS CHAPTER V
123
BONUS CHAPTER VI
124
BONUS CHAPTER VII
125
BONUS CHAPTER VIII
126
VISUAL CAST
127
BONUS CHAPTER IX
128
BONUS CHAPTER X
129
BONUS CHAPTER XI
130
BONUS CHAPTER XII
131
BONUS CHAPTER XIII
132
BONUS CHAPTER XIV
133
THE LAST BONUS CHAPTER - END
134
Promosi Karya Baru - Malam Panjang Bersama Dosenku
135
PROMOSI KARYA BARU - ISTRI PILIHAN MOMMY

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!