BAB 02 - Dijual

"Ap-apa? Bisa diulangi?"

Agaknya telinga Ayas tidak normal siang ini, padahal sebelum datang dia sudah mempersiapkan diri bahkan corat-coret di kertas kosong andai nanti diwawancara secara langsung. Nyatanya, hal semacam itu tidak berguna karena pada faktanya dia yang justru butuh penjelasan tentang pekerjaan yang akan dia geluti selama waktu yang tidak dia ketahui kapan berakhirnya.

"Aku yakin kamu belum tuli, jadi aku rasa tidak perlu diulangi."

Sama sekali tidak berniat memberikan penjelasan lebih lanjut, Kama meminta kembali surat perjanjian konyol tersebut. Ayas yang masih butuh penjelasan jelas saja perlahan mundur dan menolak permintaan Kama mentah-mentah. "Anda sedang berusaha melecehkan saya?"

Ayas memang masih muda, tapi bukan berarti dia sepolos itu dan tidak paham apa yang tengah Kama bicarakan. Sedikit banyak dia mengerti, berita kriminal dan dan banyaknya pengalaman tak mengenakan teman-temannya yang juga terjebak dunia malam atau semacamnya sudah cukup untuk menjadi kacamata Ayas.

Juga, dia sama sekali tidak pernah melakukan hal semacam itu. Sekalipun sudah memiliki calon suami, tapi Marzuki sama sekali tidak pernah mengajaknya macam-macam walau mereka sudah berpacaran sejak dua tahun lalu.

Kini, begitu dihadapkan dengan Kama yang begitu misterius dan tak terbaca, jelas saja Ayas takut. Terlebih lagi, cara pria itu memandangnya, bukan hanya di mata, tapi seolah setiap inci tubuhnya menjadi sasaran Kama. "Melecehkan?"

Setelah membuat Ayas ketar-ketir, dengan santainya Kama bicara disertai seringai tipis, licik sekali. Ayas yang punya pendirian dan merasa tugasnya terlalu sulit diterima akal masih berusaha melindungi dirinya. "Anda jangan macam-macam ... Om Saya polisi tahu?"

Kama menunduk dan tersenyum tipis begitu Ayas berani menunjuk wajahnya. Dia tahu gadis di depannya ketakutan, bahkan kakinya terlihat bergetar, tapi tidak bisa dipungkiri gadis ini terlalu menggemaskan di mata Kama.

"Fine, jika memang tidak mau," ucap Kama yang seketika membuat Ayas menghela napas lega.

Dia memejamkan mata, dan mengusap dada berkali-kali. "Tapi, kembalikan 2M yang sudah kuberikan pada ibumu detik ini juga," tambah Kama lagi, sontak mata Ayas membulat sempurna dan jantungnya seolah berhenti berdetak.

"Du-dua M?"

Sejenak Ayas butuh waktu untuk berpikir, dia bingung, takut sekaligus panik bercampur jadi satu. Dia yakin telinganya sama sekali tidak salah dengar, pria yang berdiri di depannya telah memberikan uang dengan nilai fantastis pada ibunya.

Seketika, Ayas merasa dirinya tengah dijual tanpa sepengetahuannya. Ayas memandangi tandatangan di surat perjanjian, jantungnya seolah remuk dan merasa tidak punya harga diri hingga kekecewaan pada sang ibu membuat Ayas nekat merobek surat perjanjian itu di hadapan Kama.

Dia tidak mau, dia tidak ingin dan sama sekali dia tidak tahu tentang ini. Sedikit pun tidak dia duga, jika ibunya akan tega melakukan hal semacam ini hanya demi uang. Isak tangis tak bisa dia sembunyikan kali ini, jika faktanya sudah seperti itu sama halnya dengan dia dijual pada seorang pria mengharapkan sesuatu darinya.

"Robek saja, itu hanya salinan ... yang asli aku simpan."

Ayas yang tadi sudah menangis, semakin frustrasi mendengar ucapan Kama hingga dia duduk dan memeluk lututnya. Di posisi ini dia tidak bisa lagi memilih, melainkan harus mau hingga kepalanya terasa begitu sakit.

Dia merobek surat perjanjian itu bukan karena mampu membayar 2M yang telah Kama keluarkan, tapi bentuk kekesalannya pada sang ibu. Cukup lama Kama biarkan, sejak tadi dia hanya memandangi gadis belia yang tak berdaya dan tengah dalam kebingungan hendak berbuat apa.

Tak hanya sampai di sana, tampaknya Ayas mencoba menghubungi seseorang beberapa kali dan berakhir dengan decakan kesal, mungkin karena kecewa tidak mendapat jawaban.

Melihat hal itu seharusnya Kama kasihan, tapi anehnya justru dia suka. Perlahan, Kama turut berlutut demi berusaha melihat wajahnya. Bisa dipastikan akan sangat merah dan air mata mungkin bercucuran di wajahnya. "Sanggup?"

Suasana hati Ayas sedang kacau-kacaunya, dan Kama masih saja bertanya kesanggupan untuk membayar 2M yang dimaksud. Sudah jelas dia takkan sanggup, melihatnya saja tidak pernah dan Ayas dengan polosnya mendongak menatap Kama.

"Kalau dicicil boleh tidak?" tanyanya pelan, entah dari mana keberaniannya sampai nekad menantang Kama.

Kama yang baru pertama kali dihadapkan dengan hal semacam ini jelas saja tak kuasa menahan diri. Susah payah dia manahan senyumnya demi memperlihatkan jika dia serius tentang 2M yang dimaksud, Kama melontarkan jawaban yang membuat harapan Ayas kian pupus.

"Coba katakan? Berapa lama? Setahun? Sepuluh tahun? Atau seumur hidup?"

Pertanyaan Kama seolah menyadarkan Ayas jika dia memang tidak akan mampu mencari gantinya. Tak lagi ingin coba-coba, Ayas tertunduk begitu dalam dan Kama memintanya untuk berdiri.

"Ja-jangan sekarang ... aku tidak tahu caranya!!" pekik Ayas memalingkan muka dan berpikir jika Kama akan melakukan sesuatu dalam waktu dekat.

Jelas saja paniknya Ayas membuat Kama tergelak, pria itu terkekeh dan menggeleng pelan dan hal yang tadinya tak terpikirkan mendadak muncul begitu saja. "Santai, kamu bisa cari tahu dulu di berbagai sumber dulu."

"Kenapa saya yang cari tahu? Bukankah seharusnya Anda?"

Kama tersenyum kecut, sedikit miris mendengarnya. "Jika aku tahu caranya, aku tidak akan meminta bantuanmu," ucapnya seraya menepuk pundak Ayas, menatap lekat wajah polos wanita yang dia yakini sangat suci sebagaimana permintaan Mbah Joko.

.

.

Usai berbicara empat mata bersama majikan yang ternyata akan dia asuh itu, Ayas berdiam diri di tepi kolam seraya menatap bayangannya. Satu jam dia habiskan hanya untuk berpikir, apa alasan ibunya sampai bertindak sejauh ini.

Mirisnya, begitu Ayas hubungi nomor ponsel ibu dan kakaknya tidak aktif lagi, apalagi nomor Hani, wanita yang menawarkan pekerjaan itu padanya. Terpaksa, Ayas tak punya pilihan dan menetap di sini sementara dia bisa benar-benar pergi.

Ditengah lamunan panjangnya, Ayas dibuat terkejut setengah mati kala tubuhnya seolah melayang dan ketika membuka mata tubuhnya sudah berada di dalam kolam. Ayas sempat berteriak kencang dan semakin dibuat terkejut begitu sadar jika dirinya berada dalam gendongan Kama, majikannya.

"Kenapa? Kaget?" tanya Kama santai seraya mengulas senyum tipis tanpa melepaskan tangan di pinggang Ayas.

Ayas sedikit berontak dan meminta Kama untuk melepaskannya. Sesuai permintaan Kama benar-benar melepaskannya hingga Ayas yang pada dasarnya tidak bisa berenang dan kakinya tidak mampu mencapai dasar kolam tenggelam.

Beruntung saja Kama bergerak cepat dan kembali mendudukannya ke pinggir kolam. Ayas terbatuk, dan Kama yang tidak tahu jika tindakannya akan membahayakan berkali-kali minta maaf seraya memijat tengkuk lehernya.

"Sorry, kupikir bisa berenang."

Untuk yang kali ini, Ayas marah dan menepis tangan Kama. Dia menatap tajam pria itu seketika, tapi di luar dugaan Ayas justru menangkap sesuatu yang tak biasa ketika Kama berdiri.

"Tu-tunggu, katanya impoten, tapi kok?" tanya Ayas terang-terangan seraya menunjuk sesuatu yang tampak menyembul dari balik celana majikannya.

.

.

- To Be Continued -

Hai, buat yang masih punya vote ... votenya boleh dilempar ke Kama - Ayas ya, thingkyu.

Terpopuler

Comments

hanie tsamara

hanie tsamara

🤣🤣🤣🤣

kocakk..kocakk..
ayas bingung..katany impoten..kpna bs berdiri🤣🙊🙊

2025-01-23

0

Halimah

Halimah

mbah joko siapa ini😂😂😂😂😂

2024-12-16

0

Tiffany_Afnan

Tiffany_Afnan

Lah kamu pawangnya yaass.. punya khodam mak erot mungkin. 🤣🤣🤣🤭

2024-11-27

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Hari Pertama
2 BAB 02 - Dijual
3 BAB 03 - Obat Yang Sesungguhnya
4 BAB 04 - Pengakuan Terbuka
5 BAB 05 - Jangan Sentuh Milikku
6 BAB 06 - Good Night
7 BAB 07 - 33 Bulan
8 BAB 08 - Calon Istri (Orang)
9 BAB 09 - Calon Suami(Ku)
10 BAB 10 - Kamu Pulang Saja
11 BAB 11 - Taktik Merebut Calon Istri (Orang)
12 BAB 12 - Sleep Call
13 BAB 13 - Anggap Saja Pacar
14 BAB 14 - Salah Posesif
15 BAB 15 - Tidak Bisa Marah
16 BAB 16 - Lepaskan Saja
17 BAB 17 - Aku Ingin Berhenti
18 BAB 18 - Obat Seumur Hidup
19 BAB 19 - Tak Terduga
20 BAB 20 - Kamu Jodohku
21 BAB 21 - Ini Istriku
22 BAB 22 - Mulutmu Bau
23 BAB 23 - Kami
24 BAB 24 - First Kiss
25 BAB 25 - Istrinya Siapa?
26 BAB 26 - Panas
27 BAB 27 - Ngantukmu Pura-Pura
28 BAB 28 - Segitu Dulu
29 BAB 29 - Bete Deh
30 BAB 30 - Nggak Dicicil
31 BAB 31 - Teman Hidup
32 BAB 32 - Ada Obatnya
33 BAB 33 - Bukan Modus Belaka
34 BAB 34 - Berlagak Panik
35 BAB 35 - Maunya Apa?
36 BAB 36 - Akan Akan Menunggu
37 BAB 37 - Jangan Terbalik
38 BAB 38 - Tahan!!
39 BAB 39 - Sedikit
40 BAB 40 - Salah Guru
41 BAB 41 - Introgasi Pihak Berwajib
42 BAB 42 - Santai Saja
43 BAB 43 - Tugasnya Apa?
44 BAB 44 - Laki-Lakinya Gimana?
45 BAB 45 - 18 Detik
46 BAB 46 - Tidak Cemburu
47 BAB 47 - Bertanyalah, Selagi Diizinkan
48 BAB 48 - Berdua Saja
49 BAB 49 - Mau Yang Hangat?
50 BAB 50 - Cabut Ubi?
51 BAB 51 - Dia Hanya Shock
52 BAB 52 - Senjata Makan Tuan
53 BAB 53 - Legit?
54 BAB 54 - Dikeluarkan Dari KK
55 BAB 55 - Salah Minum Obat
56 BAB 56 - Sembuh Total
57 BAB 57 - Gigit Tawon
58 BAB 58 - Banyak Tanya
59 BAB 59 - Esok Atau Lusa
60 BAB 60 - Karmamu Belum Dimulai
61 BAB 61 - BTS
62 BAB 62 - Beda Versi
63 BAB 63 - Dia Yang Bertanggung Jawab
64 BAB 64 - Sudah Ada?
65 BAB 65 - Ada Cinta
66 BAB 66 - Masih Cinta?
67 BAB 67 - Tidak Ingin Diganggu
68 BAB 68 - Tak Terduga
69 BAB 69 - Cashback
70 BAB 70 - Tidak Lucu
71 BAB 71 - Jalan Pintas
72 BAB 72 - Jangan Kebanyakan Bercanda
73 BAB 73 - Bawel
74 BAB 74 - Aku Tidak Bisa Membantumu
75 BAB 75 - Awasi Dia
76 BAB 76 - Takut
77 BAB 77 - Miss You
78 BAB 78 - Janji Kama
79 BAB 79 - Hampir Satu Bulan
80 BAB 80 - Gendutan
81 BAB 81 - Maafkan Aku, Mas
82 BAB 82 - Malam Pertama?
83 BAB 83 - Mau Pulang
84 BAB 84 - Bayi Besar
85 BAB 85 - Masih Sama
86 BAB 86 - Mau Kamu
87 BAB 87 - Harus Bagaimana?
88 BAB 88 - Maafkan Aku
89 BAB 89 - Jangan Tambah Lukanya
90 BAB 90 - Tak Terduga
91 BAB 91 - Bukan Ngidam
92 BAB 92 - Terkuak
93 BAB 93 - Bodoh, Kama.
94 BAB 94 - Menyiksa Diri
95 BAB 95 - Permintaan Terakhir
96 BAB 96 - Iya, Aku Pulang!!
97 BAB 97 - Jangan Sakiti Suamiku!!
98 BAB 98 - Tidak Mau
99 BAB 99 - Tetaplah Bersamaku
100 BAB 100 - Tidak Akan Diam
101 BAB 101 - Apa Pentingnya?
102 BAB 102 - Sang Penggoda
103 BAB 103 - Happy Mensiversary
104 BAB 104 - Dirayakan
105 BAB 105 - Tamat
106 BAB 106 - Sensory Play
107 BAB 107 - Kecil Sekali
108 BAB 108 - Ancaman Kama
109 BAB 109 - Pergilah
110 BAB 110 - Miss Communication
111 BAB 111 - Sampai Kembali Ke Tanah
112 BAB 112 - Minta Apa?
113 BAB 113 - Minta Maaf
114 BAB 114 - Lupakan
115 BAB 115 - She's My Wife
116 BAB 116 - Di Balik Layar
117 Promo Karya Baru - Istri Rahasia Dosen Killer
118 BONUS CHAPTER
119 BONUS CHAPTER II
120 BONUS CHAPTER III
121 BONUS CHAPTER IV
122 BONUS CHAPTER V
123 BONUS CHAPTER VI
124 BONUS CHAPTER VII
125 BONUS CHAPTER VIII
126 VISUAL CAST
127 BONUS CHAPTER IX
128 BONUS CHAPTER X
129 BONUS CHAPTER XI
130 BONUS CHAPTER XII
131 BONUS CHAPTER XIII
132 BONUS CHAPTER XIV
133 THE LAST BONUS CHAPTER - END
134 Promosi Karya Baru - Malam Panjang Bersama Dosenku
135 PROMOSI KARYA BARU - ISTRI PILIHAN MOMMY
Episodes

Updated 135 Episodes

1
BAB 01 - Hari Pertama
2
BAB 02 - Dijual
3
BAB 03 - Obat Yang Sesungguhnya
4
BAB 04 - Pengakuan Terbuka
5
BAB 05 - Jangan Sentuh Milikku
6
BAB 06 - Good Night
7
BAB 07 - 33 Bulan
8
BAB 08 - Calon Istri (Orang)
9
BAB 09 - Calon Suami(Ku)
10
BAB 10 - Kamu Pulang Saja
11
BAB 11 - Taktik Merebut Calon Istri (Orang)
12
BAB 12 - Sleep Call
13
BAB 13 - Anggap Saja Pacar
14
BAB 14 - Salah Posesif
15
BAB 15 - Tidak Bisa Marah
16
BAB 16 - Lepaskan Saja
17
BAB 17 - Aku Ingin Berhenti
18
BAB 18 - Obat Seumur Hidup
19
BAB 19 - Tak Terduga
20
BAB 20 - Kamu Jodohku
21
BAB 21 - Ini Istriku
22
BAB 22 - Mulutmu Bau
23
BAB 23 - Kami
24
BAB 24 - First Kiss
25
BAB 25 - Istrinya Siapa?
26
BAB 26 - Panas
27
BAB 27 - Ngantukmu Pura-Pura
28
BAB 28 - Segitu Dulu
29
BAB 29 - Bete Deh
30
BAB 30 - Nggak Dicicil
31
BAB 31 - Teman Hidup
32
BAB 32 - Ada Obatnya
33
BAB 33 - Bukan Modus Belaka
34
BAB 34 - Berlagak Panik
35
BAB 35 - Maunya Apa?
36
BAB 36 - Akan Akan Menunggu
37
BAB 37 - Jangan Terbalik
38
BAB 38 - Tahan!!
39
BAB 39 - Sedikit
40
BAB 40 - Salah Guru
41
BAB 41 - Introgasi Pihak Berwajib
42
BAB 42 - Santai Saja
43
BAB 43 - Tugasnya Apa?
44
BAB 44 - Laki-Lakinya Gimana?
45
BAB 45 - 18 Detik
46
BAB 46 - Tidak Cemburu
47
BAB 47 - Bertanyalah, Selagi Diizinkan
48
BAB 48 - Berdua Saja
49
BAB 49 - Mau Yang Hangat?
50
BAB 50 - Cabut Ubi?
51
BAB 51 - Dia Hanya Shock
52
BAB 52 - Senjata Makan Tuan
53
BAB 53 - Legit?
54
BAB 54 - Dikeluarkan Dari KK
55
BAB 55 - Salah Minum Obat
56
BAB 56 - Sembuh Total
57
BAB 57 - Gigit Tawon
58
BAB 58 - Banyak Tanya
59
BAB 59 - Esok Atau Lusa
60
BAB 60 - Karmamu Belum Dimulai
61
BAB 61 - BTS
62
BAB 62 - Beda Versi
63
BAB 63 - Dia Yang Bertanggung Jawab
64
BAB 64 - Sudah Ada?
65
BAB 65 - Ada Cinta
66
BAB 66 - Masih Cinta?
67
BAB 67 - Tidak Ingin Diganggu
68
BAB 68 - Tak Terduga
69
BAB 69 - Cashback
70
BAB 70 - Tidak Lucu
71
BAB 71 - Jalan Pintas
72
BAB 72 - Jangan Kebanyakan Bercanda
73
BAB 73 - Bawel
74
BAB 74 - Aku Tidak Bisa Membantumu
75
BAB 75 - Awasi Dia
76
BAB 76 - Takut
77
BAB 77 - Miss You
78
BAB 78 - Janji Kama
79
BAB 79 - Hampir Satu Bulan
80
BAB 80 - Gendutan
81
BAB 81 - Maafkan Aku, Mas
82
BAB 82 - Malam Pertama?
83
BAB 83 - Mau Pulang
84
BAB 84 - Bayi Besar
85
BAB 85 - Masih Sama
86
BAB 86 - Mau Kamu
87
BAB 87 - Harus Bagaimana?
88
BAB 88 - Maafkan Aku
89
BAB 89 - Jangan Tambah Lukanya
90
BAB 90 - Tak Terduga
91
BAB 91 - Bukan Ngidam
92
BAB 92 - Terkuak
93
BAB 93 - Bodoh, Kama.
94
BAB 94 - Menyiksa Diri
95
BAB 95 - Permintaan Terakhir
96
BAB 96 - Iya, Aku Pulang!!
97
BAB 97 - Jangan Sakiti Suamiku!!
98
BAB 98 - Tidak Mau
99
BAB 99 - Tetaplah Bersamaku
100
BAB 100 - Tidak Akan Diam
101
BAB 101 - Apa Pentingnya?
102
BAB 102 - Sang Penggoda
103
BAB 103 - Happy Mensiversary
104
BAB 104 - Dirayakan
105
BAB 105 - Tamat
106
BAB 106 - Sensory Play
107
BAB 107 - Kecil Sekali
108
BAB 108 - Ancaman Kama
109
BAB 109 - Pergilah
110
BAB 110 - Miss Communication
111
BAB 111 - Sampai Kembali Ke Tanah
112
BAB 112 - Minta Apa?
113
BAB 113 - Minta Maaf
114
BAB 114 - Lupakan
115
BAB 115 - She's My Wife
116
BAB 116 - Di Balik Layar
117
Promo Karya Baru - Istri Rahasia Dosen Killer
118
BONUS CHAPTER
119
BONUS CHAPTER II
120
BONUS CHAPTER III
121
BONUS CHAPTER IV
122
BONUS CHAPTER V
123
BONUS CHAPTER VI
124
BONUS CHAPTER VII
125
BONUS CHAPTER VIII
126
VISUAL CAST
127
BONUS CHAPTER IX
128
BONUS CHAPTER X
129
BONUS CHAPTER XI
130
BONUS CHAPTER XII
131
BONUS CHAPTER XIII
132
BONUS CHAPTER XIV
133
THE LAST BONUS CHAPTER - END
134
Promosi Karya Baru - Malam Panjang Bersama Dosenku
135
PROMOSI KARYA BARU - ISTRI PILIHAN MOMMY

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!