BAB 10 - Kamu Pulang Saja

"Eum_"

"Jangan bilang kayak Hani?" Belum selesai Ayas bicara, pria itu sudah memotong pembicaraannya.

Gelagat Ayas yang mencurigaakan dan terlihat bingung ketika dia tanya adalah alasan kenapa Marzuki sampai bertanya. Pria itu menatap Ayas penuh tanya, jelas saja Ayas tidak punya jawaban lain selain mengangguk.

Terpaksa dia berbohong, akan lebih baik mengaku sebagai pembantu rumah tangga seperti Hani. Hendak bagaimanapun, pria itu adalah calon suaminya dan Ayas belum siap berkata jujur lantaran takut Marzuki kecewa, bahkan berakhir menggagalkan pernikahannya.

"Astaga, Laras ... kamu ngapain kerja begituan? Kan sudah mas bilang, cukup tunggu di rumah, kenapa sampai nekat merantau segala?"

Niat hati berkata bohong agar Marzuki tidak marah. Nyatanya, pria itu justru lebih marah lagi begitu mendengar jawaban Ayas, dia menghela napas kasar dan melayangkan tatapan tajam ke arah wanita itu.

Dia marah, tidak suka dan terang-terangan memperlihatkan ketidaksukaannya atas keputusan yang Ayas ambil. "Maaf, Mas, tapi aku tidak ingin terlalu memberatkan kamu ... hampir delapan bulan kamu kerja, tapi tidak ada perkembangan dan aku tidak mungkin berpangku tangan."

"Bisakah kamu tidak bersikap seperti ibumu, Laras? Mas juga sedang berusaha, kerja dan nekat melakukan banyak hal juga demi kamu ... sabar sedikit, jangan didesak."

Ayas terdiam, ucapan Marzuki berhasil membuat lidahnya kelu. Tak bisa dia pungkiri, salah-satu yang membuat Marzuki harus merantau ke kota adalah permintaan ibunya yang memang terkesan cukup memberatkan.

"Aku tidak mendesak, cuma mau bantu kamu, itu saja."

"Sudahlah, jauh-jauh ke kota cuma jadi pembantu lebih baik pulang saja ... ini ongkos untuk pulang, cukup 'kan?"

Baru juga bertemu, bertanya kabar saja tidak, tapi Ayas sudah diminta untuk pulang hanya karena pria itu tidak suka dengan pekerjaannya. Walau mungkin niat Marzuki baik, tapi melihat beberapa lembar uang kertas yang hendak dia berikan itu hati Ayas sedikit terluka.

"Aku tidak bisa pulang, Mas, aku sudah tanda tangan surat perjanjian kontrak sama majikanku."

"Apa?"

Jawaban Ayas membuat Marzuki tampak frustrasi, dia memijat pangkal hidungnya seraya menghela napas panjang. "Perjanjian? Apa benar tidak bisa dibatalkan?" tanya Marzuki beruntut, dia mendesak penjelasan dari Laras selengkapnya.

"Tidak, Mas ... ibu sudah menerima 2M dari majikanku sebagai uang muka, dan aku tidak sanggup mengembalikan uang sebanyak itu," jawab Ayas jujur sejujur-jujurnya dan berhasil membuat Marzuki semakin sakit kepala.

Dia terlihat gusar, gelisah dan berpikir keras bagaimana agar Ayas bersedia pulang segera. Hingga, dengan penuh percaya diri dia justru berani bertanya siapa majikan Ayas dan mengatakan akan mencari jalan keluar terbaiknya.

Sialnya, begitu Ayas memperkenalkan pria yang sejak tadi memantaunya dari kejauhan, Marzuki mendadak bungkam. Matanya membulat sempurna begitu tahu jika calon istrinya bekerja pada seseorang yang sejak dulu ingin dia dekati, tapi benar-benar tak tergapai.

"Pak Kama? Kamu kerja sama pak Kama, Sayang?" Jika tadinya dia terlihat frustrasi, begitu tahu siapa majikan Ayas sikapnya mendadak berubah.

Wajah yang tadinya masam dengan senyum kecut itu pudar seketika, tergantikan senyum ramah yang membuat Ayas bingung sebenarnya. "Iya, kenapa, Mas?"

"Kebetulan, boleh dong minta tolong dia ... siapa tahu karirku bisa melejit seperti Cakra, kamu ingat, 'kan?"

Uang yang tadinya hendak dia berikan pada Ayas kini kembali disimpan rapat-rapat. Begitu tahu siapa majikannya, Marzuki seolah memberikan izin pada Ayas tanpa peduli apapun posisi Ayas di sana.

Sayang, terkait permintaan Marzuki, jelas tidak mampu dia turuti. Ayas menggeleng, hendak bagaimanapun jelas saja dia gengsi. Terlebih lagi, sebelum ini Ayas membanggakan Marzuki sebegitu tingginya di hadapan Kama.

"Kenapa begitu, Yas? Bukankah kamu ingin membantuku? Kalau aku jadi aktor, maka kehidupan kita akan lebih baik, Sayang ... coba kamu pikir baik-baik."

Setelah tadi dimita pulang, kini Marzuki melakukan bujuk rayu agar Ayas membantunya. Sedikit banyak, dia mengetahui siapa Kama dan begitu banyak yang mendadak terkenal atas bantuan pria itu.

Begitu lembut Marzuki meminta, tidak lupa dengan kalimat manis dan ribuan janji manis tentang kehidupan mereka setelah menikah nantinya. "Sejak dulu, Mas tidak punya cita-cita untuk hidup di kampung, Ayas ... mas ingin nasib kita berubah, dan ini adalah salah-satu bentuk usahanya."

Ayas menatap pria itu penuh cinta, dia menggantungkan harapan setinggi-tingginya di pundak Marzuki. Karena memang, sejak dua tahun berlalu hanya pria itu yang menjadi sosok pelindung sesungguhnya untuk Ayas.

Mendengar tekad calon suaminya, hati Ayas yang memang naif dan tidak pernah disakiti itu seketika luluh dan berjanji akan membantunya. "Terima kasih ... mas janji akan membahagiakanmu setelah ini, Laras." Kembali Marzuki mengukir janji bersamaan dengan pelukan erat yang dia berikan di akhir pertemuan.

"Pulanglah, nanti malam Mas telepon ya."

.

.

Sekian lama tak bertemu, dan rindunya justru kian menggebu. Padahal, baru juga beberapa saat lalu, tapi ketika di perjalanan Ayas kembali merindukan calon suaminya sembari memandangi cincin pentunangan mereka.

"Ehem, tadi bahas apa?"

Walau tahu mungkin akan sedikit menyakiti, tapi Kama nekat bertanya. Kama memang tidak mendengar sedikit saja apa yang Ayas bahas bersama calon suaminya, tepatnya sengaja menunggu dari jauh demi menjaga agar makanannya tidak keluar.

Terlebih lagi, dia sempat melihat adegan pelukan di akhir, sedikit kesal dan hassrat untuk memukul kepala Marzuki kembali menggelora, sungguh.

"Banyak, dia tanya apa tujuanku ada di sini, kerja apa, sejak kapan begitu-begitu saja."

Kama mencebik, dia mengangguk pelan kemudian membuang muka. Agaknya dia memang setengah hati bertanya dan bukan poin itu yang dia ingin ketahui. "Terus tadi seperti mau dikasih uang terus diambil lagi? Kenapa memangnya?"

Untuk pertanyaan ini Ayas jawab dengan serius dan agak panjang. Dia juga menceritakan bahwa calon suaminya tak suka dengan pekerjaan yang dia geluti hingga memintanya pulang segera.

"Pulang? Terus kamu mau?" tanya Kama mulai tidak biasa, sedikit meninggi dan menyimpan sedikit ketakutan dalam hatinya jika Ayas justru mengiyakan permintaan Marzuki.

"Tidak, aku sudah jelaskan jika tidak bisa pulang."

Seketika Kama menghela napas lega, pria itu mengelus dada sembari mengulas senyum manisnya. "Baguslah, masih ingat konsekuensinya, 'kan?"

Ayas mengangguk, hal itu juga yang membuatnya sampai menolak perintah Marzuki. Jika saja tidak ada ketentuan denda sebesar 2M tersebut, mungkin Ayas berseeia begitu diminta pulang kampung.

"Oh iya, Pak boleh saya tanga sesuatu?" Pertanyaan Ayas hanya membuat Kama berdecak kesal, pertanda jika dia tak suka hingga Ayas kembali mengulang pertanyaannya. "Aku boleh tanya sesuatu?"

"Boleh, tanya apa, Yas?"

Walau jujur sedikit sebal, tapi demi masa depan Marzuki tidak masalah dia mencari muka dan merayu Kama baik-baik. Sesuai dengan perintah Marzuki, Ayas menyampaikan pesannya dan Kama tampak berpikir keras setelag mendengar permintaan Ayas.

"Ehm, bagaimana ya?"

"Boleh ya? Aku yakin mas Juki pasti berpotensi, dia hanya kurang relasi," tambah Ayas kembali memuji pria yang menurut Kama tidak seberapa itu.

Kama menarik sudut bibir usai lama berpikir, pria itu menepikan mobil dan berhenti tepat di sebuah hotel bintang lima yang membuat Ayas kembali was-was. "Boleh, tapi ada syaratnya," ucap Kama dengan tatapan tak terbaca.

"Syarat? Apa syaratnya?"

.

.

- To Be Continued -

Terpopuler

Comments

anita

anita

dasar bang kama..sombongnya bak pria paling laku sdunia bgitu ktmu ayas yg notabene sdh terikat janji sm mas juki tercnta dia jd gregeten.

2024-12-13

0

Dj Anisah

Dj Anisah

ni Marzuki yg ngambil hpnya Ameera bukan SH yg satu desa ma cakra

2024-11-29

0

Nendah Wenda

Nendah Wenda

syaratnya apa ya kira kira

2024-08-28

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Hari Pertama
2 BAB 02 - Dijual
3 BAB 03 - Obat Yang Sesungguhnya
4 BAB 04 - Pengakuan Terbuka
5 BAB 05 - Jangan Sentuh Milikku
6 BAB 06 - Good Night
7 BAB 07 - 33 Bulan
8 BAB 08 - Calon Istri (Orang)
9 BAB 09 - Calon Suami(Ku)
10 BAB 10 - Kamu Pulang Saja
11 BAB 11 - Taktik Merebut Calon Istri (Orang)
12 BAB 12 - Sleep Call
13 BAB 13 - Anggap Saja Pacar
14 BAB 14 - Salah Posesif
15 BAB 15 - Tidak Bisa Marah
16 BAB 16 - Lepaskan Saja
17 BAB 17 - Aku Ingin Berhenti
18 BAB 18 - Obat Seumur Hidup
19 BAB 19 - Tak Terduga
20 BAB 20 - Kamu Jodohku
21 BAB 21 - Ini Istriku
22 BAB 22 - Mulutmu Bau
23 BAB 23 - Kami
24 BAB 24 - First Kiss
25 BAB 25 - Istrinya Siapa?
26 BAB 26 - Panas
27 BAB 27 - Ngantukmu Pura-Pura
28 BAB 28 - Segitu Dulu
29 BAB 29 - Bete Deh
30 BAB 30 - Nggak Dicicil
31 BAB 31 - Teman Hidup
32 BAB 32 - Ada Obatnya
33 BAB 33 - Bukan Modus Belaka
34 BAB 34 - Berlagak Panik
35 BAB 35 - Maunya Apa?
36 BAB 36 - Akan Akan Menunggu
37 BAB 37 - Jangan Terbalik
38 BAB 38 - Tahan!!
39 BAB 39 - Sedikit
40 BAB 40 - Salah Guru
41 BAB 41 - Introgasi Pihak Berwajib
42 BAB 42 - Santai Saja
43 BAB 43 - Tugasnya Apa?
44 BAB 44 - Laki-Lakinya Gimana?
45 BAB 45 - 18 Detik
46 BAB 46 - Tidak Cemburu
47 BAB 47 - Bertanyalah, Selagi Diizinkan
48 BAB 48 - Berdua Saja
49 BAB 49 - Mau Yang Hangat?
50 BAB 50 - Cabut Ubi?
51 BAB 51 - Dia Hanya Shock
52 BAB 52 - Senjata Makan Tuan
53 BAB 53 - Legit?
54 BAB 54 - Dikeluarkan Dari KK
55 BAB 55 - Salah Minum Obat
56 BAB 56 - Sembuh Total
57 BAB 57 - Gigit Tawon
58 BAB 58 - Banyak Tanya
59 BAB 59 - Esok Atau Lusa
60 BAB 60 - Karmamu Belum Dimulai
61 BAB 61 - BTS
62 BAB 62 - Beda Versi
63 BAB 63 - Dia Yang Bertanggung Jawab
64 BAB 64 - Sudah Ada?
65 BAB 65 - Ada Cinta
66 BAB 66 - Masih Cinta?
67 BAB 67 - Tidak Ingin Diganggu
68 BAB 68 - Tak Terduga
69 BAB 69 - Cashback
70 BAB 70 - Tidak Lucu
71 BAB 71 - Jalan Pintas
72 BAB 72 - Jangan Kebanyakan Bercanda
73 BAB 73 - Bawel
74 BAB 74 - Aku Tidak Bisa Membantumu
75 BAB 75 - Awasi Dia
76 BAB 76 - Takut
77 BAB 77 - Miss You
78 BAB 78 - Janji Kama
79 BAB 79 - Hampir Satu Bulan
80 BAB 80 - Gendutan
81 BAB 81 - Maafkan Aku, Mas
82 BAB 82 - Malam Pertama?
83 BAB 83 - Mau Pulang
84 BAB 84 - Bayi Besar
85 BAB 85 - Masih Sama
86 BAB 86 - Mau Kamu
87 BAB 87 - Harus Bagaimana?
88 BAB 88 - Maafkan Aku
89 BAB 89 - Jangan Tambah Lukanya
90 BAB 90 - Tak Terduga
91 BAB 91 - Bukan Ngidam
92 BAB 92 - Terkuak
93 BAB 93 - Bodoh, Kama.
94 BAB 94 - Menyiksa Diri
95 BAB 95 - Permintaan Terakhir
96 BAB 96 - Iya, Aku Pulang!!
97 BAB 97 - Jangan Sakiti Suamiku!!
98 BAB 98 - Tidak Mau
99 BAB 99 - Tetaplah Bersamaku
100 BAB 100 - Tidak Akan Diam
101 BAB 101 - Apa Pentingnya?
102 BAB 102 - Sang Penggoda
103 BAB 103 - Happy Mensiversary
104 BAB 104 - Dirayakan
105 BAB 105 - Tamat
106 BAB 106 - Sensory Play
107 BAB 107 - Kecil Sekali
108 BAB 108 - Ancaman Kama
109 BAB 109 - Pergilah
110 BAB 110 - Miss Communication
111 BAB 111 - Sampai Kembali Ke Tanah
112 BAB 112 - Minta Apa?
113 BAB 113 - Minta Maaf
114 BAB 114 - Lupakan
115 BAB 115 - She's My Wife
116 BAB 116 - Di Balik Layar
117 Promo Karya Baru - Istri Rahasia Dosen Killer
118 BONUS CHAPTER
119 BONUS CHAPTER II
120 BONUS CHAPTER III
121 BONUS CHAPTER IV
122 BONUS CHAPTER V
123 BONUS CHAPTER VI
124 BONUS CHAPTER VII
125 BONUS CHAPTER VIII
126 VISUAL CAST
127 BONUS CHAPTER IX
128 BONUS CHAPTER X
129 BONUS CHAPTER XI
130 BONUS CHAPTER XII
131 BONUS CHAPTER XIII
132 BONUS CHAPTER XIV
133 THE LAST BONUS CHAPTER - END
134 Promosi Karya Baru - Malam Panjang Bersama Dosenku
135 PROMOSI KARYA BARU - ISTRI PILIHAN MOMMY
Episodes

Updated 135 Episodes

1
BAB 01 - Hari Pertama
2
BAB 02 - Dijual
3
BAB 03 - Obat Yang Sesungguhnya
4
BAB 04 - Pengakuan Terbuka
5
BAB 05 - Jangan Sentuh Milikku
6
BAB 06 - Good Night
7
BAB 07 - 33 Bulan
8
BAB 08 - Calon Istri (Orang)
9
BAB 09 - Calon Suami(Ku)
10
BAB 10 - Kamu Pulang Saja
11
BAB 11 - Taktik Merebut Calon Istri (Orang)
12
BAB 12 - Sleep Call
13
BAB 13 - Anggap Saja Pacar
14
BAB 14 - Salah Posesif
15
BAB 15 - Tidak Bisa Marah
16
BAB 16 - Lepaskan Saja
17
BAB 17 - Aku Ingin Berhenti
18
BAB 18 - Obat Seumur Hidup
19
BAB 19 - Tak Terduga
20
BAB 20 - Kamu Jodohku
21
BAB 21 - Ini Istriku
22
BAB 22 - Mulutmu Bau
23
BAB 23 - Kami
24
BAB 24 - First Kiss
25
BAB 25 - Istrinya Siapa?
26
BAB 26 - Panas
27
BAB 27 - Ngantukmu Pura-Pura
28
BAB 28 - Segitu Dulu
29
BAB 29 - Bete Deh
30
BAB 30 - Nggak Dicicil
31
BAB 31 - Teman Hidup
32
BAB 32 - Ada Obatnya
33
BAB 33 - Bukan Modus Belaka
34
BAB 34 - Berlagak Panik
35
BAB 35 - Maunya Apa?
36
BAB 36 - Akan Akan Menunggu
37
BAB 37 - Jangan Terbalik
38
BAB 38 - Tahan!!
39
BAB 39 - Sedikit
40
BAB 40 - Salah Guru
41
BAB 41 - Introgasi Pihak Berwajib
42
BAB 42 - Santai Saja
43
BAB 43 - Tugasnya Apa?
44
BAB 44 - Laki-Lakinya Gimana?
45
BAB 45 - 18 Detik
46
BAB 46 - Tidak Cemburu
47
BAB 47 - Bertanyalah, Selagi Diizinkan
48
BAB 48 - Berdua Saja
49
BAB 49 - Mau Yang Hangat?
50
BAB 50 - Cabut Ubi?
51
BAB 51 - Dia Hanya Shock
52
BAB 52 - Senjata Makan Tuan
53
BAB 53 - Legit?
54
BAB 54 - Dikeluarkan Dari KK
55
BAB 55 - Salah Minum Obat
56
BAB 56 - Sembuh Total
57
BAB 57 - Gigit Tawon
58
BAB 58 - Banyak Tanya
59
BAB 59 - Esok Atau Lusa
60
BAB 60 - Karmamu Belum Dimulai
61
BAB 61 - BTS
62
BAB 62 - Beda Versi
63
BAB 63 - Dia Yang Bertanggung Jawab
64
BAB 64 - Sudah Ada?
65
BAB 65 - Ada Cinta
66
BAB 66 - Masih Cinta?
67
BAB 67 - Tidak Ingin Diganggu
68
BAB 68 - Tak Terduga
69
BAB 69 - Cashback
70
BAB 70 - Tidak Lucu
71
BAB 71 - Jalan Pintas
72
BAB 72 - Jangan Kebanyakan Bercanda
73
BAB 73 - Bawel
74
BAB 74 - Aku Tidak Bisa Membantumu
75
BAB 75 - Awasi Dia
76
BAB 76 - Takut
77
BAB 77 - Miss You
78
BAB 78 - Janji Kama
79
BAB 79 - Hampir Satu Bulan
80
BAB 80 - Gendutan
81
BAB 81 - Maafkan Aku, Mas
82
BAB 82 - Malam Pertama?
83
BAB 83 - Mau Pulang
84
BAB 84 - Bayi Besar
85
BAB 85 - Masih Sama
86
BAB 86 - Mau Kamu
87
BAB 87 - Harus Bagaimana?
88
BAB 88 - Maafkan Aku
89
BAB 89 - Jangan Tambah Lukanya
90
BAB 90 - Tak Terduga
91
BAB 91 - Bukan Ngidam
92
BAB 92 - Terkuak
93
BAB 93 - Bodoh, Kama.
94
BAB 94 - Menyiksa Diri
95
BAB 95 - Permintaan Terakhir
96
BAB 96 - Iya, Aku Pulang!!
97
BAB 97 - Jangan Sakiti Suamiku!!
98
BAB 98 - Tidak Mau
99
BAB 99 - Tetaplah Bersamaku
100
BAB 100 - Tidak Akan Diam
101
BAB 101 - Apa Pentingnya?
102
BAB 102 - Sang Penggoda
103
BAB 103 - Happy Mensiversary
104
BAB 104 - Dirayakan
105
BAB 105 - Tamat
106
BAB 106 - Sensory Play
107
BAB 107 - Kecil Sekali
108
BAB 108 - Ancaman Kama
109
BAB 109 - Pergilah
110
BAB 110 - Miss Communication
111
BAB 111 - Sampai Kembali Ke Tanah
112
BAB 112 - Minta Apa?
113
BAB 113 - Minta Maaf
114
BAB 114 - Lupakan
115
BAB 115 - She's My Wife
116
BAB 116 - Di Balik Layar
117
Promo Karya Baru - Istri Rahasia Dosen Killer
118
BONUS CHAPTER
119
BONUS CHAPTER II
120
BONUS CHAPTER III
121
BONUS CHAPTER IV
122
BONUS CHAPTER V
123
BONUS CHAPTER VI
124
BONUS CHAPTER VII
125
BONUS CHAPTER VIII
126
VISUAL CAST
127
BONUS CHAPTER IX
128
BONUS CHAPTER X
129
BONUS CHAPTER XI
130
BONUS CHAPTER XII
131
BONUS CHAPTER XIII
132
BONUS CHAPTER XIV
133
THE LAST BONUS CHAPTER - END
134
Promosi Karya Baru - Malam Panjang Bersama Dosenku
135
PROMOSI KARYA BARU - ISTRI PILIHAN MOMMY

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!