BAB 03 - Obat Yang Sesungguhnya

"Tu-tunggu, katanya impoten, tapi kok?"

Pertanyaan Ayas tak mampu Kama jawab, pria itu mengatupkan bibir dan melirik ke bagian yang Ayas tunjuk. Jujur saja malu, bahkan dia sampai berlari meninggalkan Ayas tanpa kata. Dalam keadaan basah kuyup melewati Ida yang baru saja mengepel ruang makan akibat kopi Kama yang tumpah beberapa saat lalu.

Beruntung saja statusnya anak majikan, jika bukan sudah pasti pengepel itu mendarat tepat di kepala Kama. Tujuan utamanya begitu masuk kamar ialah ponsel, dengan tangan gemetar dan gelagapan Kama mencari nomor seseorang di sana.

"Berdiri, Mbah!! Dan saya sudah pastikan sendiri ... dia bereaksi, padahal belum diapa-apakan."

Kama hampir tak percaya, dia berdebar dan deru napasnya sampai tak beraturan. Tubuhnya yang masih basah kuyup seakan tidak dia pedulikan, pria itu santai saja duduk di tepian tempat tidur sembari menjelaskan apa yang terjadi pada Mbah Joko, seorang supranatural yang sempat dia datangi dua bulan lalu.

Lelah melakukan segala cara, bahkan pengobatan terakhir sampai di Tokyo dan tidak berhasil juga, Kama pada akhirnya melakukan hal yang paling mustahil dan tidak dia percayai. Ya, mendatangi dukun di sebuah desa terpencil atas saran adik iparnya, Yudha.

Tanpa terduga, tenyata dibalik Kama yang terlihat sempurna dia memiliki cacat yang mungkin bisa dibilang aib bagi kaum pria. Sejak remaja sebenarnya, Kama tidak seperti teman-temannya dan hal itu semakin parah ketika dewasa.

Sedikit memalukan, tapi memang dia adalah seseorang yang mengalami disfungsi ereksi, impoten. Kama tak mengerti apa penyebabnya, dia juga baru mengakui hal itu satu tahun lalu di depan papanya.

Selama bertahun-tahun, dia menyimpan rahasia itu rapat-rapat dan mecoba berusaha sendiri karena ketidaksempurnaan itu cukup menyiksa dirinya sendiri. Kama merasa hidupnya tak adil, tapi demi menutupi itu semua dia bersikap arogan hingga siapapun tidak dapat menampik pesonanya.

Tidak hanya itu, Kama juga sama sekali tidak pernah menerima seorang wanita dalam hidupnya. Bukan tidak laku, tapi yang menawarkan diri terlebih ketika dia dewasa itu banyak sekali. Tapi apa hendak dikata, Kama tidak tertarik dan miliknya sama sekali tidak bereaksi tak peduli bagaimanapun cara wanita itu menggodanya.

Hingga, tepat dua bulan lalu di titik putus asanya, Kama meminta pendapat pada adik ipar yang sejak dahulu kerap dia juluki banci dan kemayu itu. Jika ditanya malu atau tidak, jelas saja malu bahkan rasanya Kama tak lagi punya muka.

Namun, hal itu tidak sia-sia dan pengakuannya pada Yudha ternyata membuahkan hasil yang luar biasa. Lihat, hari ini dan detik ini, Kama menuai hasil dari sekian banyak perjuangan yang di coba.

Sesuai penjelasan Mbah Joko, penyakit Kama sudah terlalu lama dan tidak bisa disembuhkan secara medis, oleh karena itu yang bisa menyembuhkannya hanyalah jodoh Kama sendiri. Dan, Ayas satu-satunya wanita yang berhasil membuat miliknya bereaksi tanpa perlu dielus atau digigit seperti kata adik iparnya.

"Jadi dia jodoh saya, Mbah?" tanya Kama kini beralih ke balkon kamar.

Dari tempat itu dia dapat memandang Ayas yang masih berdiri di pinggir kolam. Sepertinya ada sesuatu yang berusaha dia ambil di dasar kolam dan dibantu Ida di sana.

"Bisa jadi, buktinya berdiri 'kan?"

"Iya sih, tapi saya yang susah ini nidurinnya gimana, Mbah?" Setelah bahagia bisa berdiri, kini Kama justru bingung sendiri bagaimana cara menidurkannya.

Dia mungkin pernah coba-coba melakukan tindakan seperti pria lain di luar sana, tapi untuk benar-benar sampai keluar agaknya belum sama sekali. Dan, itu dari Mbah Joko semakin membuat Kama bingung, mana mungkin dia berani jika harus kembali pada Ayas lagi.

"Mbah? Masa harus begitu?"

"Bukankah dia tahu tujuanmu membawanya ke rumah untuk apa? Jika begitu saja kau malu bagaimana hendak melanjutkan pengobatannya?"

Benar juga, Kama meneguk salivanya pahit sebelum kemudian mengakhiri panggilannya bersama Mbah Joko. Tanpa pikir panjang, pria itu turun dan kembali mencari keberadaan Ayas, masih dengan penampilannya dengan pakaian lembab itu.

Sial, ketika tiba di bawah Ayas sedang di dalam kamar hingga Kama harus menunggu beberapa waktu di luar. Semakin lama dia tunggu, ternyata kesabaran Kama tidak seluas itu hingga dia mengetuk pintu kamar Ayas beberapa kali.

"Yas, buka ... kita perlu bicara," ucapnya baik-baik, padahal sudah jelas bukan untuk bicara biasa.

Ayas tidak segera keluar, mungkin memang ganti baju hingga dia yang tidak kuasa untuk sedikit lebih sabar, mendorong pintu kamar Ayas hingga gadis itu memekik ketakutan.

Bak ditimpa durian runtuh, mata Kama dibuat membola kala melihat penampilan Ayas yang baru mengenakan underwear saja. Hampir polos, dan teriakan Ayas tak mengurungkan niatnya dan kini justru mengunci pintu kamar itu.

"Ma-mau ngapain? Katanya disuruh belajar dulu, aku belum belaj_"

"Tidak perlu belajar, kamu cukup diam saja," ucap Kama yang kemudian menarik tangan Ayas menuju kamar mandi.

Tak pernah dia melakukan hal segila ini, terlebih lagi bersama pembantu di rumahnya. Kama sengaja meghidupkan shower demi menyamarkan suaranya, sementara Ayas yang berdiri dengan posisi terkunci di sudut kamar mandi hanya diam saja lantaran tak kuasa berbuat apa-apa.

"Sini tanganmu," titah Kama menuntun tangan Ayas untuk mengalung di lehernya, senyuman tipis itu tetap menakutkan walau sebenarnya sangat manis.

"Tatap mataku, dan jangan berteriak selama aku belum selesai ... aku tidak akan menyakitimu, Ayas paham?" Bak bicara pada keponakannya, begitu lembut suara Kama hingga Ayas mengangguk pelan.

.

.

Ayas tak pernah berada di posisi ini, jika ditanya bagaimana perasaaannya jelas saja takut. Seiring dengan napas Kama yang menggebu, disertai dengan lenguhan berat itu jujur Ayas merinding.

Namun, sesuai perintah dia hanya boleh diam dan membalas tatapan sendu Kama yang sama sekali tidak bisa dia jelaskan dengan kata. Cukup lama Kama melakukannya, hingga cairan kental yang tak pernah dia lihat sebelum ini berhasil berceceran di atas lantai.

Kama yang berbuat, tapi Ayas yang ikut lelah hingga ketika pria itu menyembunyikan wajah di ceruk lehernya, Ayas semakin lemas rasanya. Ayas bingung hendak bagaimana, apa harus dipeluk atau diam saja hingga wanita itu memilih mengalihkan tangannya.

"Thanks."

Lamunan Ayas buyar kala Kama mengulas senyum dan menepuk pundaknya. Pria itu berlalu lebih dulu dari kamar mandi dan bermaksud pergi dari sana. Namun, baru saja hendak keluar teriakan Ida dari luar mulai terdengar hingga Kama panik sendiri.

"Laras!! Bukain dong."

"Shiitt!! Mana muat aku di jendela itu."

Merasa tidak punya jalan lain, dia kembali masuk ke kamar mandi hingga tak sengaja menabrak Ayas. "Kenapa masih di sini?"

"Anu ... itu!! Mbak Ida ngetuk pintu!! Mati, aku harus bagaimana?"

Jika Kama saja panik lantas bagaimana dengan Ayas? Sama saja, dia juga panik hingga keduanya sudah persis pasangan kumpul kebo yang berusaha melindungi pasangannya. "Ja-jangan dikunci, aku takut gelap!!" tolak Kama kala Ayas hendak mengunci lemari tempatnya bersembunyi.

"Ck, nanti ketahuan sana masuk!!" desak Ayas sampai mendorong wajah Kama lantaran khawatir sampai ketahuan Ida di hari pertamanya. "Kasar juga dia."

"Ayas!! Buruan buka, Nyonya mau ketemu sama kamu!!"

"What? Ma-mama? Mama pulang?"

.

.

- To Be Continued -

Terpopuler

Comments

Rahmi Miraie

Rahmi Miraie

oalah sarannya yudha...pinter"masa percaya sama dukun siih😀

2023-10-02

45

Halimah

Halimah

yudha emang sengklek/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2024-12-17

0

hanie tsamara

hanie tsamara

🤣🤣🤣🤣

kocaakkk..
kenapa gk nikah aja sihh..
jd kan halal😂🙊

2025-01-23

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Hari Pertama
2 BAB 02 - Dijual
3 BAB 03 - Obat Yang Sesungguhnya
4 BAB 04 - Pengakuan Terbuka
5 BAB 05 - Jangan Sentuh Milikku
6 BAB 06 - Good Night
7 BAB 07 - 33 Bulan
8 BAB 08 - Calon Istri (Orang)
9 BAB 09 - Calon Suami(Ku)
10 BAB 10 - Kamu Pulang Saja
11 BAB 11 - Taktik Merebut Calon Istri (Orang)
12 BAB 12 - Sleep Call
13 BAB 13 - Anggap Saja Pacar
14 BAB 14 - Salah Posesif
15 BAB 15 - Tidak Bisa Marah
16 BAB 16 - Lepaskan Saja
17 BAB 17 - Aku Ingin Berhenti
18 BAB 18 - Obat Seumur Hidup
19 BAB 19 - Tak Terduga
20 BAB 20 - Kamu Jodohku
21 BAB 21 - Ini Istriku
22 BAB 22 - Mulutmu Bau
23 BAB 23 - Kami
24 BAB 24 - First Kiss
25 BAB 25 - Istrinya Siapa?
26 BAB 26 - Panas
27 BAB 27 - Ngantukmu Pura-Pura
28 BAB 28 - Segitu Dulu
29 BAB 29 - Bete Deh
30 BAB 30 - Nggak Dicicil
31 BAB 31 - Teman Hidup
32 BAB 32 - Ada Obatnya
33 BAB 33 - Bukan Modus Belaka
34 BAB 34 - Berlagak Panik
35 BAB 35 - Maunya Apa?
36 BAB 36 - Akan Akan Menunggu
37 BAB 37 - Jangan Terbalik
38 BAB 38 - Tahan!!
39 BAB 39 - Sedikit
40 BAB 40 - Salah Guru
41 BAB 41 - Introgasi Pihak Berwajib
42 BAB 42 - Santai Saja
43 BAB 43 - Tugasnya Apa?
44 BAB 44 - Laki-Lakinya Gimana?
45 BAB 45 - 18 Detik
46 BAB 46 - Tidak Cemburu
47 BAB 47 - Bertanyalah, Selagi Diizinkan
48 BAB 48 - Berdua Saja
49 BAB 49 - Mau Yang Hangat?
50 BAB 50 - Cabut Ubi?
51 BAB 51 - Dia Hanya Shock
52 BAB 52 - Senjata Makan Tuan
53 BAB 53 - Legit?
54 BAB 54 - Dikeluarkan Dari KK
55 BAB 55 - Salah Minum Obat
56 BAB 56 - Sembuh Total
57 BAB 57 - Gigit Tawon
58 BAB 58 - Banyak Tanya
59 BAB 59 - Esok Atau Lusa
60 BAB 60 - Karmamu Belum Dimulai
61 BAB 61 - BTS
62 BAB 62 - Beda Versi
63 BAB 63 - Dia Yang Bertanggung Jawab
64 BAB 64 - Sudah Ada?
65 BAB 65 - Ada Cinta
66 BAB 66 - Masih Cinta?
67 BAB 67 - Tidak Ingin Diganggu
68 BAB 68 - Tak Terduga
69 BAB 69 - Cashback
70 BAB 70 - Tidak Lucu
71 BAB 71 - Jalan Pintas
72 BAB 72 - Jangan Kebanyakan Bercanda
73 BAB 73 - Bawel
74 BAB 74 - Aku Tidak Bisa Membantumu
75 BAB 75 - Awasi Dia
76 BAB 76 - Takut
77 BAB 77 - Miss You
78 BAB 78 - Janji Kama
79 BAB 79 - Hampir Satu Bulan
80 BAB 80 - Gendutan
81 BAB 81 - Maafkan Aku, Mas
82 BAB 82 - Malam Pertama?
83 BAB 83 - Mau Pulang
84 BAB 84 - Bayi Besar
85 BAB 85 - Masih Sama
86 BAB 86 - Mau Kamu
87 BAB 87 - Harus Bagaimana?
88 BAB 88 - Maafkan Aku
89 BAB 89 - Jangan Tambah Lukanya
90 BAB 90 - Tak Terduga
91 BAB 91 - Bukan Ngidam
92 BAB 92 - Terkuak
93 BAB 93 - Bodoh, Kama.
94 BAB 94 - Menyiksa Diri
95 BAB 95 - Permintaan Terakhir
96 BAB 96 - Iya, Aku Pulang!!
97 BAB 97 - Jangan Sakiti Suamiku!!
98 BAB 98 - Tidak Mau
99 BAB 99 - Tetaplah Bersamaku
100 BAB 100 - Tidak Akan Diam
101 BAB 101 - Apa Pentingnya?
102 BAB 102 - Sang Penggoda
103 BAB 103 - Happy Mensiversary
104 BAB 104 - Dirayakan
105 BAB 105 - Tamat
106 BAB 106 - Sensory Play
107 BAB 107 - Kecil Sekali
108 BAB 108 - Ancaman Kama
109 BAB 109 - Pergilah
110 BAB 110 - Miss Communication
111 BAB 111 - Sampai Kembali Ke Tanah
112 BAB 112 - Minta Apa?
113 BAB 113 - Minta Maaf
114 BAB 114 - Lupakan
115 BAB 115 - She's My Wife
116 BAB 116 - Di Balik Layar
117 Promo Karya Baru - Istri Rahasia Dosen Killer
118 BONUS CHAPTER
119 BONUS CHAPTER II
120 BONUS CHAPTER III
121 BONUS CHAPTER IV
122 BONUS CHAPTER V
123 BONUS CHAPTER VI
124 BONUS CHAPTER VII
125 BONUS CHAPTER VIII
126 VISUAL CAST
127 BONUS CHAPTER IX
128 BONUS CHAPTER X
129 BONUS CHAPTER XI
130 BONUS CHAPTER XII
131 BONUS CHAPTER XIII
132 BONUS CHAPTER XIV
133 THE LAST BONUS CHAPTER - END
134 Promosi Karya Baru - Malam Panjang Bersama Dosenku
135 PROMOSI KARYA BARU - ISTRI PILIHAN MOMMY
Episodes

Updated 135 Episodes

1
BAB 01 - Hari Pertama
2
BAB 02 - Dijual
3
BAB 03 - Obat Yang Sesungguhnya
4
BAB 04 - Pengakuan Terbuka
5
BAB 05 - Jangan Sentuh Milikku
6
BAB 06 - Good Night
7
BAB 07 - 33 Bulan
8
BAB 08 - Calon Istri (Orang)
9
BAB 09 - Calon Suami(Ku)
10
BAB 10 - Kamu Pulang Saja
11
BAB 11 - Taktik Merebut Calon Istri (Orang)
12
BAB 12 - Sleep Call
13
BAB 13 - Anggap Saja Pacar
14
BAB 14 - Salah Posesif
15
BAB 15 - Tidak Bisa Marah
16
BAB 16 - Lepaskan Saja
17
BAB 17 - Aku Ingin Berhenti
18
BAB 18 - Obat Seumur Hidup
19
BAB 19 - Tak Terduga
20
BAB 20 - Kamu Jodohku
21
BAB 21 - Ini Istriku
22
BAB 22 - Mulutmu Bau
23
BAB 23 - Kami
24
BAB 24 - First Kiss
25
BAB 25 - Istrinya Siapa?
26
BAB 26 - Panas
27
BAB 27 - Ngantukmu Pura-Pura
28
BAB 28 - Segitu Dulu
29
BAB 29 - Bete Deh
30
BAB 30 - Nggak Dicicil
31
BAB 31 - Teman Hidup
32
BAB 32 - Ada Obatnya
33
BAB 33 - Bukan Modus Belaka
34
BAB 34 - Berlagak Panik
35
BAB 35 - Maunya Apa?
36
BAB 36 - Akan Akan Menunggu
37
BAB 37 - Jangan Terbalik
38
BAB 38 - Tahan!!
39
BAB 39 - Sedikit
40
BAB 40 - Salah Guru
41
BAB 41 - Introgasi Pihak Berwajib
42
BAB 42 - Santai Saja
43
BAB 43 - Tugasnya Apa?
44
BAB 44 - Laki-Lakinya Gimana?
45
BAB 45 - 18 Detik
46
BAB 46 - Tidak Cemburu
47
BAB 47 - Bertanyalah, Selagi Diizinkan
48
BAB 48 - Berdua Saja
49
BAB 49 - Mau Yang Hangat?
50
BAB 50 - Cabut Ubi?
51
BAB 51 - Dia Hanya Shock
52
BAB 52 - Senjata Makan Tuan
53
BAB 53 - Legit?
54
BAB 54 - Dikeluarkan Dari KK
55
BAB 55 - Salah Minum Obat
56
BAB 56 - Sembuh Total
57
BAB 57 - Gigit Tawon
58
BAB 58 - Banyak Tanya
59
BAB 59 - Esok Atau Lusa
60
BAB 60 - Karmamu Belum Dimulai
61
BAB 61 - BTS
62
BAB 62 - Beda Versi
63
BAB 63 - Dia Yang Bertanggung Jawab
64
BAB 64 - Sudah Ada?
65
BAB 65 - Ada Cinta
66
BAB 66 - Masih Cinta?
67
BAB 67 - Tidak Ingin Diganggu
68
BAB 68 - Tak Terduga
69
BAB 69 - Cashback
70
BAB 70 - Tidak Lucu
71
BAB 71 - Jalan Pintas
72
BAB 72 - Jangan Kebanyakan Bercanda
73
BAB 73 - Bawel
74
BAB 74 - Aku Tidak Bisa Membantumu
75
BAB 75 - Awasi Dia
76
BAB 76 - Takut
77
BAB 77 - Miss You
78
BAB 78 - Janji Kama
79
BAB 79 - Hampir Satu Bulan
80
BAB 80 - Gendutan
81
BAB 81 - Maafkan Aku, Mas
82
BAB 82 - Malam Pertama?
83
BAB 83 - Mau Pulang
84
BAB 84 - Bayi Besar
85
BAB 85 - Masih Sama
86
BAB 86 - Mau Kamu
87
BAB 87 - Harus Bagaimana?
88
BAB 88 - Maafkan Aku
89
BAB 89 - Jangan Tambah Lukanya
90
BAB 90 - Tak Terduga
91
BAB 91 - Bukan Ngidam
92
BAB 92 - Terkuak
93
BAB 93 - Bodoh, Kama.
94
BAB 94 - Menyiksa Diri
95
BAB 95 - Permintaan Terakhir
96
BAB 96 - Iya, Aku Pulang!!
97
BAB 97 - Jangan Sakiti Suamiku!!
98
BAB 98 - Tidak Mau
99
BAB 99 - Tetaplah Bersamaku
100
BAB 100 - Tidak Akan Diam
101
BAB 101 - Apa Pentingnya?
102
BAB 102 - Sang Penggoda
103
BAB 103 - Happy Mensiversary
104
BAB 104 - Dirayakan
105
BAB 105 - Tamat
106
BAB 106 - Sensory Play
107
BAB 107 - Kecil Sekali
108
BAB 108 - Ancaman Kama
109
BAB 109 - Pergilah
110
BAB 110 - Miss Communication
111
BAB 111 - Sampai Kembali Ke Tanah
112
BAB 112 - Minta Apa?
113
BAB 113 - Minta Maaf
114
BAB 114 - Lupakan
115
BAB 115 - She's My Wife
116
BAB 116 - Di Balik Layar
117
Promo Karya Baru - Istri Rahasia Dosen Killer
118
BONUS CHAPTER
119
BONUS CHAPTER II
120
BONUS CHAPTER III
121
BONUS CHAPTER IV
122
BONUS CHAPTER V
123
BONUS CHAPTER VI
124
BONUS CHAPTER VII
125
BONUS CHAPTER VIII
126
VISUAL CAST
127
BONUS CHAPTER IX
128
BONUS CHAPTER X
129
BONUS CHAPTER XI
130
BONUS CHAPTER XII
131
BONUS CHAPTER XIII
132
BONUS CHAPTER XIV
133
THE LAST BONUS CHAPTER - END
134
Promosi Karya Baru - Malam Panjang Bersama Dosenku
135
PROMOSI KARYA BARU - ISTRI PILIHAN MOMMY

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!