BAB 15 - Tidak Bisa Marah

Pertama kali dalam hidup, Givendra Kama Wijaya melampiaskan kekecewaan dengan minuman keras hingga persis manusia hilang arah. Samuel yang mengira Kama datang untuk bersenang-senang sedikit menyesal telah menjemputnya.

Kama terlihat menyedihkan, dia tidak pernah sampai semabuk ini. Seolah tengah berusaha keras melupakan masalahnya, Kama sampai minum begitu banyak hingga kedua temannya sampai bingung hendak berbuat apa.

"Gue kurang apa sih? Lo berdua coba lihat gue baik-baik ... cuma cewek sakit yang nggak terpikat sama gue!!"

Samuel hanya menepuk pundaknya berkali-kali. Tidak pernah patah hati, sekalinya patah seperti akan gila. Kama yang mereka kira tidak mampu jatuh cinta, nyatanya dibuat jatuh sejatuh-jatuhnya pada pesona calon istri orang, sungguh menyedihkan.

Samuel tidak dapat menyalahkan Kama, wajar saja jika dia patah hati mengingat secantik apa Larasati, gadis polos yang sempat membuatnya terpesona pada pandang pertama beberapa waktu lalu. Hanya saja, sama sekali mereka tidak mengira jika gadis itu sudah ada yang punya.

Melihat kesedihan Kama, pria itu berinisiatif mencarikannya seorang wanita yang bisa menghibur hati Kama. Kama tidak menolak pada awalnya, dia diam saja wanita cantik itu berusaha merayunya.

Bahkan, ketika tangan nakal wanita itu berusaha menelusup ke dalam celananya, Kama juga pasrah saja. Hingga, Kama tersenyum tipis dan mendorong wanita itu sebegitu kasarnya.

"Ini punya Laras, jangan dipegang!"

Samuel dan Rizal yang berada tak jauh darinya jelas saja terkejut. Kama meracau dan terus membandingkan wanita itu dengan Laras. Berkali-kali dia sebutkan, hingga Samuel merasa tidak ada lagi yang bisa menyelamatkan pria itu selain Laras.

"Ayasku mana? Dia ada di sini, 'kan?"

Kegilaan Kama tak berhenti di sana, dalam keadaan ritsleting terbuka dan kemeja yang juga sudah terbuka dia berjalan tanpa arah dan menerobos siapapun yang ada di hadapannya.

"Dia nanya kurangnya apa, yang jelas kurang waras ... woey, settan celana lo nggak usah dibuka!!"

Seketika suasana club malam berubah dan Kama yang menjadi biangnya. Tidak ingin pria itu semakin menggila, tepat dini hari Samuel menyerah dan memilih mengantarkan Kama menuju kediaman utamanya.

Sepanjang perjalanan dia terus saja meracau, tidak ada nama lain yang terlontar dari bibirnya selain Ayas. Permintaan maaf, penyesalan, kekesalan dan menuntut keadilan juga terdengar hingga Samuel menambah kecepatan lantaran khawatir Kama kembali menggila di mobilnya.

Begitu tiba, Kama tak lagi mampu berjalan karena memang sudah mabuk berat. Tubuhnya yang tinggi terpaksa digotong berdua dan tetap terasa berat tentu saja.

Kebetulan, yang kali ini membuka pintu adalah Ayas sendiri hingga mereka tidak perlu berdiri terlalu lama du depan pintu. Mungkin dia memang tidak tidur, karena sebelum Samuel mengetuk pintunya, Ayas sudah lebih dulu bertindak.

Wanita itu tampak khawatir, dia mengekor begitu Samuel dan Rizal membantu Kama ke kamarnya. Sama sekali tidak Ayas duga jika pertikaian kecil beberapa saat lalu membuat Kama melakukan hal semacam ini. Padahal, tidak ada ucapan Ayas dan ditujukan untuk menyakiti Kama.

Melihat keadaannya yang begitu memprihatinkan Ayas tidak mungkin tinggal diam. Perlahan dia mendekat, noda merah di pakaiannya cukup membuat Ayas terkejut. Ditambah lagi, kancing kemeja Kama yang terbuka begitu juga dengan ritsletingnya membuat Ayas berpikir macam-macam.

Apa yang Kama lakukan? Bersama siapa dan sejauh apa? Pertanyaan semacam itu memenuhi pikiran Ayas. Padahal, posisinya saat ini bukan siapa-siapa, tapi entah kenapa dia sakit melihat keadaan Kama yang bisa dipastikan telah dijamah wanita lain.

Ayas berulang kali mengatur napas, berusaha menyadarkan diri dan menegaskan jika sakit hati bukanlah haknya. Sejenak, dia mencoba mengabaikan hal itu dan bermaksud untuk mengganti pakaian Kama.

Namun, baru saja hendak melepas kemejanya, suara parau Kama memecah keheningan dan hingga Ayas mengerjap pelan. Pria itu tidak sepenuhnya mabuk, dia masih sadar apa yang terjadi dan yang tengah dia hadapi.

"Keluarlah, biarkan aku sendiri."

Berbeda dari biasanya, malam ini Kama justru memintanya keluar sekalipun butuh bantuan. Matanya masih terpejam, tapi tangannya menahan jemari Ayas hingga wanita itu terpaksa mengurungkan niatnya.

Agaknya Kama benar-benar marah, dan Ayas tidak bisa melakukan apa-apa kecuali apa yang dia minta. Malam ini untuk meninggalkannya seolah terasa begitu berat, Ayas butuh beberapa waktu sebelum berlalu dari kamar Kama.

.

.

Hingga hari berganti, Ayas masih terus memikirkan Kama. Semalam dia menolak dibantu, dan pagi ini Ayas sedikit gugup begitu hendak mengetuk pintu kamarnya. Setakut itu Ayas jika Kama justru bersikap lebih dingin pagi ini padanya, hingga dia kembali memantapkan hati untuk mengetuk pintu kamar Kama.

Belum sempat terjadi, pintu itu sudah terbuka dan Ayas dikejutkan dengan penampilan Kama yang sudah tampak rapi di hadapannya. Padahal, selama ini Kama seolah tidak bisa berganti pakaian jika belum disiapkan.

"Oh sudah bangun ... kamu baik-baik saja?"

Seakan sengaja memperlihatkan jika dia marah, Kama melewati Ayas begitu saja hingga wanita itu mengerutkan dahi seketika. Bagaimana tidak? Yang seharusnya marah adalah dia, lantas kenapa justru berbalik.

Tidak hanya Ayas yang menjadi sasaran, tapi Ida juga turut kena getahnya. Diamnya Kama ternyata lebih menyeramkan. Jangankan bisa bercanda, bernapas saja harus dikira-kira lantaran khawatir penguasa kerajaan itu marah dan melempar gelas tepat di wajah mereka.

Usai sarapan, Ayas nekat menghalangi Kama karena dia merasa tak tenang jika pria itu masih terus mendiamkannya. Tidak peduli sekalipun dianggap tak sopan, tapi selagi ada kesempatan Ayas menghalau kepergian Kama tepat di pintu utama.

"Minggir," usir Kama baik-naik bahasa yang juga sewajarnya untuk seorang Kama.

Ayas menggeleng, dari caranya menjawab semakin yakin jika Kama memang marah besar akibat ulahnya. "Kita perlu bicara," sergah Ayas berusaha sebisa mungkin menghalangi majikannya untuk pergi.

"Nanti saja, aku sibuk hari in_"

"Soal tadi malam, seharusnya aku memang tidak pergi ... maaf."

Secara tiba-tiba, dengan begitu berani Ayas memotong pembicaraannya dan meminta maaf tentang semalam. Apa yang terjadi? Kama sedikit penasaran, tapi sejak tadi malam dia sudah bertekad untuk menjaga sikap di hadapan Ayas hingga dia tidak akan banyak tanya walau ingin tahu sejelas-jelasnya.

Beruntungnya, tanpa diminta, Ayas bercerita dengan sendirinya. Walau tahu Kama mungkin menertawakannya, tapi fakta bahwa Marzuki tidak memenuhi janjinya cukup membuat Ayas muak sebenarnya.

"Berapa jam nunggunya?"

Sialnya, walau sudah bertekad bersikap dingin dan membatasi diri, tetap saja Kama tidak kuasa menahan diri untuk peduli. Mendengar bahwa Marzuki membuat jodohnya ini menunggu sendirian dan ternyata tidak datang, Kama benar-benar marah.

"Du-dua jam."

Kama menghela napas panjang, walau mungkin posesifnya semalam membuat Ayas risih, tapi sungguh ada alasan kenapa dia sampai tidak rela Ayas pergi semalam. "Sampai sini masih berani membantah ucapan suami?"

.

.

- To Be Continued -

Terpopuler

Comments

Juan Sastra

Juan Sastra

lah kapan ijabnya kama,,sadar woyy

2025-03-02

0

Halimah

Halimah

heeeh maen ngaku" aja....ijabsah dl kamaaa😂😂😂😂

2024-12-19

0

Halimah

Halimah

bengekkkk/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2024-12-19

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Hari Pertama
2 BAB 02 - Dijual
3 BAB 03 - Obat Yang Sesungguhnya
4 BAB 04 - Pengakuan Terbuka
5 BAB 05 - Jangan Sentuh Milikku
6 BAB 06 - Good Night
7 BAB 07 - 33 Bulan
8 BAB 08 - Calon Istri (Orang)
9 BAB 09 - Calon Suami(Ku)
10 BAB 10 - Kamu Pulang Saja
11 BAB 11 - Taktik Merebut Calon Istri (Orang)
12 BAB 12 - Sleep Call
13 BAB 13 - Anggap Saja Pacar
14 BAB 14 - Salah Posesif
15 BAB 15 - Tidak Bisa Marah
16 BAB 16 - Lepaskan Saja
17 BAB 17 - Aku Ingin Berhenti
18 BAB 18 - Obat Seumur Hidup
19 BAB 19 - Tak Terduga
20 BAB 20 - Kamu Jodohku
21 BAB 21 - Ini Istriku
22 BAB 22 - Mulutmu Bau
23 BAB 23 - Kami
24 BAB 24 - First Kiss
25 BAB 25 - Istrinya Siapa?
26 BAB 26 - Panas
27 BAB 27 - Ngantukmu Pura-Pura
28 BAB 28 - Segitu Dulu
29 BAB 29 - Bete Deh
30 BAB 30 - Nggak Dicicil
31 BAB 31 - Teman Hidup
32 BAB 32 - Ada Obatnya
33 BAB 33 - Bukan Modus Belaka
34 BAB 34 - Berlagak Panik
35 BAB 35 - Maunya Apa?
36 BAB 36 - Akan Akan Menunggu
37 BAB 37 - Jangan Terbalik
38 BAB 38 - Tahan!!
39 BAB 39 - Sedikit
40 BAB 40 - Salah Guru
41 BAB 41 - Introgasi Pihak Berwajib
42 BAB 42 - Santai Saja
43 BAB 43 - Tugasnya Apa?
44 BAB 44 - Laki-Lakinya Gimana?
45 BAB 45 - 18 Detik
46 BAB 46 - Tidak Cemburu
47 BAB 47 - Bertanyalah, Selagi Diizinkan
48 BAB 48 - Berdua Saja
49 BAB 49 - Mau Yang Hangat?
50 BAB 50 - Cabut Ubi?
51 BAB 51 - Dia Hanya Shock
52 BAB 52 - Senjata Makan Tuan
53 BAB 53 - Legit?
54 BAB 54 - Dikeluarkan Dari KK
55 BAB 55 - Salah Minum Obat
56 BAB 56 - Sembuh Total
57 BAB 57 - Gigit Tawon
58 BAB 58 - Banyak Tanya
59 BAB 59 - Esok Atau Lusa
60 BAB 60 - Karmamu Belum Dimulai
61 BAB 61 - BTS
62 BAB 62 - Beda Versi
63 BAB 63 - Dia Yang Bertanggung Jawab
64 BAB 64 - Sudah Ada?
65 BAB 65 - Ada Cinta
66 BAB 66 - Masih Cinta?
67 BAB 67 - Tidak Ingin Diganggu
68 BAB 68 - Tak Terduga
69 BAB 69 - Cashback
70 BAB 70 - Tidak Lucu
71 BAB 71 - Jalan Pintas
72 BAB 72 - Jangan Kebanyakan Bercanda
73 BAB 73 - Bawel
74 BAB 74 - Aku Tidak Bisa Membantumu
75 BAB 75 - Awasi Dia
76 BAB 76 - Takut
77 BAB 77 - Miss You
78 BAB 78 - Janji Kama
79 BAB 79 - Hampir Satu Bulan
80 BAB 80 - Gendutan
81 BAB 81 - Maafkan Aku, Mas
82 BAB 82 - Malam Pertama?
83 BAB 83 - Mau Pulang
84 BAB 84 - Bayi Besar
85 BAB 85 - Masih Sama
86 BAB 86 - Mau Kamu
87 BAB 87 - Harus Bagaimana?
88 BAB 88 - Maafkan Aku
89 BAB 89 - Jangan Tambah Lukanya
90 BAB 90 - Tak Terduga
91 BAB 91 - Bukan Ngidam
92 BAB 92 - Terkuak
93 BAB 93 - Bodoh, Kama.
94 BAB 94 - Menyiksa Diri
95 BAB 95 - Permintaan Terakhir
96 BAB 96 - Iya, Aku Pulang!!
97 BAB 97 - Jangan Sakiti Suamiku!!
98 BAB 98 - Tidak Mau
99 BAB 99 - Tetaplah Bersamaku
100 BAB 100 - Tidak Akan Diam
101 BAB 101 - Apa Pentingnya?
102 BAB 102 - Sang Penggoda
103 BAB 103 - Happy Mensiversary
104 BAB 104 - Dirayakan
105 BAB 105 - Tamat
106 BAB 106 - Sensory Play
107 BAB 107 - Kecil Sekali
108 BAB 108 - Ancaman Kama
109 BAB 109 - Pergilah
110 BAB 110 - Miss Communication
111 BAB 111 - Sampai Kembali Ke Tanah
112 BAB 112 - Minta Apa?
113 BAB 113 - Minta Maaf
114 BAB 114 - Lupakan
115 BAB 115 - She's My Wife
116 BAB 116 - Di Balik Layar
117 Promo Karya Baru - Istri Rahasia Dosen Killer
118 BONUS CHAPTER
119 BONUS CHAPTER II
120 BONUS CHAPTER III
121 BONUS CHAPTER IV
122 BONUS CHAPTER V
123 BONUS CHAPTER VI
124 BONUS CHAPTER VII
125 BONUS CHAPTER VIII
126 VISUAL CAST
127 BONUS CHAPTER IX
128 BONUS CHAPTER X
129 BONUS CHAPTER XI
130 BONUS CHAPTER XII
131 BONUS CHAPTER XIII
132 BONUS CHAPTER XIV
133 THE LAST BONUS CHAPTER - END
134 Promosi Karya Baru - Malam Panjang Bersama Dosenku
135 PROMOSI KARYA BARU - ISTRI PILIHAN MOMMY
Episodes

Updated 135 Episodes

1
BAB 01 - Hari Pertama
2
BAB 02 - Dijual
3
BAB 03 - Obat Yang Sesungguhnya
4
BAB 04 - Pengakuan Terbuka
5
BAB 05 - Jangan Sentuh Milikku
6
BAB 06 - Good Night
7
BAB 07 - 33 Bulan
8
BAB 08 - Calon Istri (Orang)
9
BAB 09 - Calon Suami(Ku)
10
BAB 10 - Kamu Pulang Saja
11
BAB 11 - Taktik Merebut Calon Istri (Orang)
12
BAB 12 - Sleep Call
13
BAB 13 - Anggap Saja Pacar
14
BAB 14 - Salah Posesif
15
BAB 15 - Tidak Bisa Marah
16
BAB 16 - Lepaskan Saja
17
BAB 17 - Aku Ingin Berhenti
18
BAB 18 - Obat Seumur Hidup
19
BAB 19 - Tak Terduga
20
BAB 20 - Kamu Jodohku
21
BAB 21 - Ini Istriku
22
BAB 22 - Mulutmu Bau
23
BAB 23 - Kami
24
BAB 24 - First Kiss
25
BAB 25 - Istrinya Siapa?
26
BAB 26 - Panas
27
BAB 27 - Ngantukmu Pura-Pura
28
BAB 28 - Segitu Dulu
29
BAB 29 - Bete Deh
30
BAB 30 - Nggak Dicicil
31
BAB 31 - Teman Hidup
32
BAB 32 - Ada Obatnya
33
BAB 33 - Bukan Modus Belaka
34
BAB 34 - Berlagak Panik
35
BAB 35 - Maunya Apa?
36
BAB 36 - Akan Akan Menunggu
37
BAB 37 - Jangan Terbalik
38
BAB 38 - Tahan!!
39
BAB 39 - Sedikit
40
BAB 40 - Salah Guru
41
BAB 41 - Introgasi Pihak Berwajib
42
BAB 42 - Santai Saja
43
BAB 43 - Tugasnya Apa?
44
BAB 44 - Laki-Lakinya Gimana?
45
BAB 45 - 18 Detik
46
BAB 46 - Tidak Cemburu
47
BAB 47 - Bertanyalah, Selagi Diizinkan
48
BAB 48 - Berdua Saja
49
BAB 49 - Mau Yang Hangat?
50
BAB 50 - Cabut Ubi?
51
BAB 51 - Dia Hanya Shock
52
BAB 52 - Senjata Makan Tuan
53
BAB 53 - Legit?
54
BAB 54 - Dikeluarkan Dari KK
55
BAB 55 - Salah Minum Obat
56
BAB 56 - Sembuh Total
57
BAB 57 - Gigit Tawon
58
BAB 58 - Banyak Tanya
59
BAB 59 - Esok Atau Lusa
60
BAB 60 - Karmamu Belum Dimulai
61
BAB 61 - BTS
62
BAB 62 - Beda Versi
63
BAB 63 - Dia Yang Bertanggung Jawab
64
BAB 64 - Sudah Ada?
65
BAB 65 - Ada Cinta
66
BAB 66 - Masih Cinta?
67
BAB 67 - Tidak Ingin Diganggu
68
BAB 68 - Tak Terduga
69
BAB 69 - Cashback
70
BAB 70 - Tidak Lucu
71
BAB 71 - Jalan Pintas
72
BAB 72 - Jangan Kebanyakan Bercanda
73
BAB 73 - Bawel
74
BAB 74 - Aku Tidak Bisa Membantumu
75
BAB 75 - Awasi Dia
76
BAB 76 - Takut
77
BAB 77 - Miss You
78
BAB 78 - Janji Kama
79
BAB 79 - Hampir Satu Bulan
80
BAB 80 - Gendutan
81
BAB 81 - Maafkan Aku, Mas
82
BAB 82 - Malam Pertama?
83
BAB 83 - Mau Pulang
84
BAB 84 - Bayi Besar
85
BAB 85 - Masih Sama
86
BAB 86 - Mau Kamu
87
BAB 87 - Harus Bagaimana?
88
BAB 88 - Maafkan Aku
89
BAB 89 - Jangan Tambah Lukanya
90
BAB 90 - Tak Terduga
91
BAB 91 - Bukan Ngidam
92
BAB 92 - Terkuak
93
BAB 93 - Bodoh, Kama.
94
BAB 94 - Menyiksa Diri
95
BAB 95 - Permintaan Terakhir
96
BAB 96 - Iya, Aku Pulang!!
97
BAB 97 - Jangan Sakiti Suamiku!!
98
BAB 98 - Tidak Mau
99
BAB 99 - Tetaplah Bersamaku
100
BAB 100 - Tidak Akan Diam
101
BAB 101 - Apa Pentingnya?
102
BAB 102 - Sang Penggoda
103
BAB 103 - Happy Mensiversary
104
BAB 104 - Dirayakan
105
BAB 105 - Tamat
106
BAB 106 - Sensory Play
107
BAB 107 - Kecil Sekali
108
BAB 108 - Ancaman Kama
109
BAB 109 - Pergilah
110
BAB 110 - Miss Communication
111
BAB 111 - Sampai Kembali Ke Tanah
112
BAB 112 - Minta Apa?
113
BAB 113 - Minta Maaf
114
BAB 114 - Lupakan
115
BAB 115 - She's My Wife
116
BAB 116 - Di Balik Layar
117
Promo Karya Baru - Istri Rahasia Dosen Killer
118
BONUS CHAPTER
119
BONUS CHAPTER II
120
BONUS CHAPTER III
121
BONUS CHAPTER IV
122
BONUS CHAPTER V
123
BONUS CHAPTER VI
124
BONUS CHAPTER VII
125
BONUS CHAPTER VIII
126
VISUAL CAST
127
BONUS CHAPTER IX
128
BONUS CHAPTER X
129
BONUS CHAPTER XI
130
BONUS CHAPTER XII
131
BONUS CHAPTER XIII
132
BONUS CHAPTER XIV
133
THE LAST BONUS CHAPTER - END
134
Promosi Karya Baru - Malam Panjang Bersama Dosenku
135
PROMOSI KARYA BARU - ISTRI PILIHAN MOMMY

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!