BAB 19 - Tak Terduga

Ayas ketakutan, dia gemetar kala orang-orang semakin riuh dan melayangkan tuduhan yang tidak-tidak padanya. Dia tahu apa yang tengah terjadi dan kejadian semacam ini bukan hal aneh, kakaknya sudah jadi bukti.

Karena hal itu pula, warga desa semakin menatapnya hina. Sialnya, di tengah kepanikan Ayas, Kama justru melontarkan sebuah ide gila yang membuatnya ingin menangis.

"Jangan gila kamu ... aku tidak mau, kita tidak sedang melakukan kesalahan." Ayas menggeleng pelan, dia tidak mau berakhir sama seperti kakaknya.

Hidup di atas jalan berduri dengan cibiran yang terus menghampiri bahkan hingga anaknya lahir juga tetap dicaci. Sungguh, ditatap hina dan dianggap penuh noda semacam itu Ayas tidak mau, terlebih lagi dianggap menjual kehormatan seperti yang anggapan beberapa orang di sana.

"Kami tidak melakukan apa-apa, kalian semua salah paham ... tolong jangan asal menarik kesimpulan!!" papar Ayas sebelum Kama berbuat macam-macam.

Kama menatap Ayas dan orang-orang di depan sana bergantian. Sebenarnya ini adalah kesempatan, tapi andai dia memanfaatkannya, besar kemungkinan Ayas akan marah, bisa jadi malah membencinya.

"Halah!! Maling mana ada yang mau ngaku!!" Semakin Ayas berusaha membela diri, semakin buruk pula pandangan orang hingga mulai berani maju dan Kama seketika merentangkan tangan demi melindungi Ayas di belakangnya.

"Ck kampungan," umpat Kama mulai kesal, dia menatap tajam wanita yang berani mendekat demi berusaha menyakiti Ayas. "Jangan hakimi dia!!" teriak Kama tanpa peduli walau yang di hadapannya adalah wanita seusia mama dan omanya.

"Kalian dengar sendiri? Selain tidak punya malu, laki-laki ini juga tidak punya etika."

Kama berdecih, persetan dengan etika dan anggapan mereka. Sejak dulu Kama sopan, tapi selalu melihat siapa dulu yang dia hadapi, tepatnya tergantung cara seseorang memperlakukannya. Jika diperlakukan semacam ini, terlebih lagi wanitanya dicaci jelas saja tidak terima.

Kericuhan itu semakin panas saja, dan Ayas yang sudah mencoba membela diri tidak lagi berani berkutik. Hingga pak Kades yang sejak tadi sudah sakit tenggorokan demi meminta pada warga khususnya ibu-ibu untuk tenang, baru berhasil menerobos gerombolan tersebut dan berdiri di depan warganya.

"Tenang dulu ... ada baiknya hal ini diselesaikan secara baik-baik, kalaupun terbukti Laras dan pem_ siapa namamu?" Ucapan serius pria berpeci hitam itu terhenti lantaran tidak tahu siapa nama yang bersangkutan.

"Kama, Pak."

"Hama?"

"Kama, Pak, pakai K."

"Nah, Kama ini memang melanggar norma dan adat yang berlaku di desa kita maka kita lakukan tindakan sesuai dengan aturan yang berlaku, kan begitu? Saya harap kalian tidak main hakim sendiri, apalagi sampai ingin menyerang Laras, mengerti?" lanjut pria itu dengan harapan warganya agak sedikit lebih tenang.

Syukurlah, Kama dapat menghela napas pelan lantaran pak Kades masih bersikap bijaksana. Walau memang cacian dan hinaan itu tetap saja ada, bahkan Kadesnya jadi ikut dicerca lantaran membela sesuatu yang salah.

"Tapi pak, semalam juga sudah cukup jadi bukti jika mereka memang patut dicurigai ... saya melihat sendiri Laras memeluknya di teras, di depan kita umum mereka begitu apalagi jika di belakang!!"

Setelah sebelumnya suasana sudah berhasil tenang, seorang wanita muda yang tampak seumuran Ayas berani bersuara. Jelas hal itu kembali memancing percikan emosi warga desa hingga kericuhan itu kian menjadi.

"Satu lagi, laki-laki ini tidak lapor ke kepala desa dan saya yakin, mereka tidur di kamar yang sama!!"

Siapa sangka, salah-satu teman dekat Ayas yang semalam pulang paling akhir dengan alasan kasihan dengan keadaannya kini justru mendorong Ayas masuk ke dalam jurang. Habislah sudah, Ayas tidak lagi akan membela diri dan pasrah saja.

Pernyataan wanita itu benar-benar berhasil menggiring opini hingga Kama dan Laras tidak lagi mampu membela diri. Tanpa ada yang melindungi, dan Kama masih bersyukur karena pak Kades bisa bersikap bijaksana dan menghalangi mereka yang hendak menghajar Kama lebih dulu sebagai hukuman atas tindakannya.

Setelah dilakukan sebuah musyarawah kecil dan cukup singkat, menikah adalah adalah jalan keluarnya. Sudah tentu mereka tidak membutuhkan persetujuan baik dari Kama maupun Ayas sebagai calon pengantin.

.

.

Malam itu, kediaman Ayas tampak ramai oleh beberapa warga desa yang penasaran akan pernikahannya. Hanya penasaran, bukan setulusnya datang untuk memberikan doa karena memang kejadian tadi pagi cukup menghebokan, bahkan sampai ke desa sebelah.

Kendati demikian, Ayas sedikit lebih beruntung karena diperlakukan lebih manusiawi dan Kama tidak dipukuli, berbeda dengan kakaknya beberapa tahun kemarin.

Selain itu juga, Kama masih diperlakukan cukup baik oleh Pak Kades bahkan pernikahannya masih dibuat layaknya pasangan normal. Tepat pukul tujuh malam, Ayas resmi menjadi istri Kama dan sah menurut Agama.

Sungguh hal tak terduga dan tidak pernah Ayas kira, kemarin dia dikejutkan oleh kepergian ibunya, dan malam ini justru dikejutkan dengan pernikahannya sendiri. Butuh waktu bagi Ayas memahami keadaan itu, dia termenung cukup lama di kamar sementara Kama masih berada di luar entah apa yang dia bicarakan.

Ayas menarik napas dalam-dalam sebelum kemudian mengembuskannya perlahan, dia menatap cincin pertunangan yang terpaksa dia lepas beberapa jam lalu. Sungguh, bukan niatnya mengingkari janji, tapi memang tidak bisa dipungkiri Ayas merasa jika pria itu tidak mencintainya seperti dulu lagi.

"Laras ...."

Deg

Baru mendengar suaranya, tapi jantung Ayas sudah berdegub tak karu-karuan. Dia yang tadi melamun, mendadak terjaga sejaga-jaganya dan meloncat dari atas tempat tidur.

Setelah satu jam meninggalkannya, Kama kembali. Dan untuk menghadapi Kama yang kini tidak lagi berstatus sebagai majikan, jujur saja Ayas tak siap. Dia mengatur napas, menatap penampilan di kaca lemari tua dan baju tidur khas ala pengantin baru yang diberikan kakaknya beberapa saat lalu berhasil membuat Ayas geli melihat dirinya sendiri.

"Yas, kamu tidur?"

"Bentar, Mas."

Hendak berganti, tapi sudah tidak punya waktu dan terpaksa dia menyambut Kama dengan penampilan semacam itu. Jantung Ayas seperti akan lepas dari tempatnya, bahkan untuk membuka pintu kamar tenaganya seakan habis detik itu juga.

"Kenapa dikun_" Mata Kama seketika tak berkedip, ucapannya bahkan terpotong begitu disambut penampilan Ayas yang begitu seksi di hadapannya. "Sial, perasaan kemarin tidak seperti itu bentuknya."

Kama masuk dan segera mengunci pintu hingga Ayas menunduk dan mencoba membungkuk karena memang bra yang diberikan kakaknya membuat Ayas seolah lebih berisi.

"Kamu nunduk begitu makin kelihatan garisnya," celetuk Kama berlalu lebih dulu dan kini menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur.

"Apa tadi dia bilang? Garis?" Ayas membatin dan melihat dadanya, memang salah kenapa mau-mau saja menuruti perintah Dania yang memang sudah berkeluarga.

.

.

- To Be Continued -

Terpopuler

Comments

Juan Sastra

Juan Sastra

kama satu versi sama sean dan azka dapat jodohnya,,namun mending kama deh udah kenal duluan dan udah liat duluan meski belum icip icip..😂😂

2025-03-02

0

Halimah

Halimah

waduhhh pak kades y bolot/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2024-12-19

0

Juan Sastra

Juan Sastra

la kama asistenmu mana , biar kelar deh tu manusia deso,, hadeeeehhh kama kama kenapa ggak bawa

2025-03-02

0

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Hari Pertama
2 BAB 02 - Dijual
3 BAB 03 - Obat Yang Sesungguhnya
4 BAB 04 - Pengakuan Terbuka
5 BAB 05 - Jangan Sentuh Milikku
6 BAB 06 - Good Night
7 BAB 07 - 33 Bulan
8 BAB 08 - Calon Istri (Orang)
9 BAB 09 - Calon Suami(Ku)
10 BAB 10 - Kamu Pulang Saja
11 BAB 11 - Taktik Merebut Calon Istri (Orang)
12 BAB 12 - Sleep Call
13 BAB 13 - Anggap Saja Pacar
14 BAB 14 - Salah Posesif
15 BAB 15 - Tidak Bisa Marah
16 BAB 16 - Lepaskan Saja
17 BAB 17 - Aku Ingin Berhenti
18 BAB 18 - Obat Seumur Hidup
19 BAB 19 - Tak Terduga
20 BAB 20 - Kamu Jodohku
21 BAB 21 - Ini Istriku
22 BAB 22 - Mulutmu Bau
23 BAB 23 - Kami
24 BAB 24 - First Kiss
25 BAB 25 - Istrinya Siapa?
26 BAB 26 - Panas
27 BAB 27 - Ngantukmu Pura-Pura
28 BAB 28 - Segitu Dulu
29 BAB 29 - Bete Deh
30 BAB 30 - Nggak Dicicil
31 BAB 31 - Teman Hidup
32 BAB 32 - Ada Obatnya
33 BAB 33 - Bukan Modus Belaka
34 BAB 34 - Berlagak Panik
35 BAB 35 - Maunya Apa?
36 BAB 36 - Akan Akan Menunggu
37 BAB 37 - Jangan Terbalik
38 BAB 38 - Tahan!!
39 BAB 39 - Sedikit
40 BAB 40 - Salah Guru
41 BAB 41 - Introgasi Pihak Berwajib
42 BAB 42 - Santai Saja
43 BAB 43 - Tugasnya Apa?
44 BAB 44 - Laki-Lakinya Gimana?
45 BAB 45 - 18 Detik
46 BAB 46 - Tidak Cemburu
47 BAB 47 - Bertanyalah, Selagi Diizinkan
48 BAB 48 - Berdua Saja
49 BAB 49 - Mau Yang Hangat?
50 BAB 50 - Cabut Ubi?
51 BAB 51 - Dia Hanya Shock
52 BAB 52 - Senjata Makan Tuan
53 BAB 53 - Legit?
54 BAB 54 - Dikeluarkan Dari KK
55 BAB 55 - Salah Minum Obat
56 BAB 56 - Sembuh Total
57 BAB 57 - Gigit Tawon
58 BAB 58 - Banyak Tanya
59 BAB 59 - Esok Atau Lusa
60 BAB 60 - Karmamu Belum Dimulai
61 BAB 61 - BTS
62 BAB 62 - Beda Versi
63 BAB 63 - Dia Yang Bertanggung Jawab
64 BAB 64 - Sudah Ada?
65 BAB 65 - Ada Cinta
66 BAB 66 - Masih Cinta?
67 BAB 67 - Tidak Ingin Diganggu
68 BAB 68 - Tak Terduga
69 BAB 69 - Cashback
70 BAB 70 - Tidak Lucu
71 BAB 71 - Jalan Pintas
72 BAB 72 - Jangan Kebanyakan Bercanda
73 BAB 73 - Bawel
74 BAB 74 - Aku Tidak Bisa Membantumu
75 BAB 75 - Awasi Dia
76 BAB 76 - Takut
77 BAB 77 - Miss You
78 BAB 78 - Janji Kama
79 BAB 79 - Hampir Satu Bulan
80 BAB 80 - Gendutan
81 BAB 81 - Maafkan Aku, Mas
82 BAB 82 - Malam Pertama?
83 BAB 83 - Mau Pulang
84 BAB 84 - Bayi Besar
85 BAB 85 - Masih Sama
86 BAB 86 - Mau Kamu
87 BAB 87 - Harus Bagaimana?
88 BAB 88 - Maafkan Aku
89 BAB 89 - Jangan Tambah Lukanya
90 BAB 90 - Tak Terduga
91 BAB 91 - Bukan Ngidam
92 BAB 92 - Terkuak
93 BAB 93 - Bodoh, Kama.
94 BAB 94 - Menyiksa Diri
95 BAB 95 - Permintaan Terakhir
96 BAB 96 - Iya, Aku Pulang!!
97 BAB 97 - Jangan Sakiti Suamiku!!
98 BAB 98 - Tidak Mau
99 BAB 99 - Tetaplah Bersamaku
100 BAB 100 - Tidak Akan Diam
101 BAB 101 - Apa Pentingnya?
102 BAB 102 - Sang Penggoda
103 BAB 103 - Happy Mensiversary
104 BAB 104 - Dirayakan
105 BAB 105 - Tamat
106 BAB 106 - Sensory Play
107 BAB 107 - Kecil Sekali
108 BAB 108 - Ancaman Kama
109 BAB 109 - Pergilah
110 BAB 110 - Miss Communication
111 BAB 111 - Sampai Kembali Ke Tanah
112 BAB 112 - Minta Apa?
113 BAB 113 - Minta Maaf
114 BAB 114 - Lupakan
115 BAB 115 - She's My Wife
116 BAB 116 - Di Balik Layar
117 Promo Karya Baru - Istri Rahasia Dosen Killer
118 BONUS CHAPTER
119 BONUS CHAPTER II
120 BONUS CHAPTER III
121 BONUS CHAPTER IV
122 BONUS CHAPTER V
123 BONUS CHAPTER VI
124 BONUS CHAPTER VII
125 BONUS CHAPTER VIII
126 VISUAL CAST
127 BONUS CHAPTER IX
128 BONUS CHAPTER X
129 BONUS CHAPTER XI
130 BONUS CHAPTER XII
131 BONUS CHAPTER XIII
132 BONUS CHAPTER XIV
133 THE LAST BONUS CHAPTER - END
134 Promosi Karya Baru - Malam Panjang Bersama Dosenku
135 PROMOSI KARYA BARU - ISTRI PILIHAN MOMMY
Episodes

Updated 135 Episodes

1
BAB 01 - Hari Pertama
2
BAB 02 - Dijual
3
BAB 03 - Obat Yang Sesungguhnya
4
BAB 04 - Pengakuan Terbuka
5
BAB 05 - Jangan Sentuh Milikku
6
BAB 06 - Good Night
7
BAB 07 - 33 Bulan
8
BAB 08 - Calon Istri (Orang)
9
BAB 09 - Calon Suami(Ku)
10
BAB 10 - Kamu Pulang Saja
11
BAB 11 - Taktik Merebut Calon Istri (Orang)
12
BAB 12 - Sleep Call
13
BAB 13 - Anggap Saja Pacar
14
BAB 14 - Salah Posesif
15
BAB 15 - Tidak Bisa Marah
16
BAB 16 - Lepaskan Saja
17
BAB 17 - Aku Ingin Berhenti
18
BAB 18 - Obat Seumur Hidup
19
BAB 19 - Tak Terduga
20
BAB 20 - Kamu Jodohku
21
BAB 21 - Ini Istriku
22
BAB 22 - Mulutmu Bau
23
BAB 23 - Kami
24
BAB 24 - First Kiss
25
BAB 25 - Istrinya Siapa?
26
BAB 26 - Panas
27
BAB 27 - Ngantukmu Pura-Pura
28
BAB 28 - Segitu Dulu
29
BAB 29 - Bete Deh
30
BAB 30 - Nggak Dicicil
31
BAB 31 - Teman Hidup
32
BAB 32 - Ada Obatnya
33
BAB 33 - Bukan Modus Belaka
34
BAB 34 - Berlagak Panik
35
BAB 35 - Maunya Apa?
36
BAB 36 - Akan Akan Menunggu
37
BAB 37 - Jangan Terbalik
38
BAB 38 - Tahan!!
39
BAB 39 - Sedikit
40
BAB 40 - Salah Guru
41
BAB 41 - Introgasi Pihak Berwajib
42
BAB 42 - Santai Saja
43
BAB 43 - Tugasnya Apa?
44
BAB 44 - Laki-Lakinya Gimana?
45
BAB 45 - 18 Detik
46
BAB 46 - Tidak Cemburu
47
BAB 47 - Bertanyalah, Selagi Diizinkan
48
BAB 48 - Berdua Saja
49
BAB 49 - Mau Yang Hangat?
50
BAB 50 - Cabut Ubi?
51
BAB 51 - Dia Hanya Shock
52
BAB 52 - Senjata Makan Tuan
53
BAB 53 - Legit?
54
BAB 54 - Dikeluarkan Dari KK
55
BAB 55 - Salah Minum Obat
56
BAB 56 - Sembuh Total
57
BAB 57 - Gigit Tawon
58
BAB 58 - Banyak Tanya
59
BAB 59 - Esok Atau Lusa
60
BAB 60 - Karmamu Belum Dimulai
61
BAB 61 - BTS
62
BAB 62 - Beda Versi
63
BAB 63 - Dia Yang Bertanggung Jawab
64
BAB 64 - Sudah Ada?
65
BAB 65 - Ada Cinta
66
BAB 66 - Masih Cinta?
67
BAB 67 - Tidak Ingin Diganggu
68
BAB 68 - Tak Terduga
69
BAB 69 - Cashback
70
BAB 70 - Tidak Lucu
71
BAB 71 - Jalan Pintas
72
BAB 72 - Jangan Kebanyakan Bercanda
73
BAB 73 - Bawel
74
BAB 74 - Aku Tidak Bisa Membantumu
75
BAB 75 - Awasi Dia
76
BAB 76 - Takut
77
BAB 77 - Miss You
78
BAB 78 - Janji Kama
79
BAB 79 - Hampir Satu Bulan
80
BAB 80 - Gendutan
81
BAB 81 - Maafkan Aku, Mas
82
BAB 82 - Malam Pertama?
83
BAB 83 - Mau Pulang
84
BAB 84 - Bayi Besar
85
BAB 85 - Masih Sama
86
BAB 86 - Mau Kamu
87
BAB 87 - Harus Bagaimana?
88
BAB 88 - Maafkan Aku
89
BAB 89 - Jangan Tambah Lukanya
90
BAB 90 - Tak Terduga
91
BAB 91 - Bukan Ngidam
92
BAB 92 - Terkuak
93
BAB 93 - Bodoh, Kama.
94
BAB 94 - Menyiksa Diri
95
BAB 95 - Permintaan Terakhir
96
BAB 96 - Iya, Aku Pulang!!
97
BAB 97 - Jangan Sakiti Suamiku!!
98
BAB 98 - Tidak Mau
99
BAB 99 - Tetaplah Bersamaku
100
BAB 100 - Tidak Akan Diam
101
BAB 101 - Apa Pentingnya?
102
BAB 102 - Sang Penggoda
103
BAB 103 - Happy Mensiversary
104
BAB 104 - Dirayakan
105
BAB 105 - Tamat
106
BAB 106 - Sensory Play
107
BAB 107 - Kecil Sekali
108
BAB 108 - Ancaman Kama
109
BAB 109 - Pergilah
110
BAB 110 - Miss Communication
111
BAB 111 - Sampai Kembali Ke Tanah
112
BAB 112 - Minta Apa?
113
BAB 113 - Minta Maaf
114
BAB 114 - Lupakan
115
BAB 115 - She's My Wife
116
BAB 116 - Di Balik Layar
117
Promo Karya Baru - Istri Rahasia Dosen Killer
118
BONUS CHAPTER
119
BONUS CHAPTER II
120
BONUS CHAPTER III
121
BONUS CHAPTER IV
122
BONUS CHAPTER V
123
BONUS CHAPTER VI
124
BONUS CHAPTER VII
125
BONUS CHAPTER VIII
126
VISUAL CAST
127
BONUS CHAPTER IX
128
BONUS CHAPTER X
129
BONUS CHAPTER XI
130
BONUS CHAPTER XII
131
BONUS CHAPTER XIII
132
BONUS CHAPTER XIV
133
THE LAST BONUS CHAPTER - END
134
Promosi Karya Baru - Malam Panjang Bersama Dosenku
135
PROMOSI KARYA BARU - ISTRI PILIHAN MOMMY

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!