BAB 04 - Pengakuan Terbuka

"Lama banget, kamu ngapain?"

"Nyonya mana?"

Ayas gelagapan, dia merapikan rambut yang sedikit berantakan dan juga pakaian yang baru sempat dia pakai secara kilat barusan. Benar-benar tak terduga dan hal ini bisa dianggap gila, sungguh.

Dalam keadaan jantung Ayas sudah segugup itu, Ida justru terlihat santai dan tertawa pelan yang membuat Ayas menghela napas panjang. "Bercyandaa ... bercyandaaaah," ucap Ida dengan sengaja melenggak-lenggok dengan gaya khasnya.

"Ih Mbak Ida!! Bikin kaget," gerutu Ayas kemudian menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidur.

Entah kenapa orang-orang di rumah ini aneh semua. Baik pembatu maupun majikannya sama, bahkan security di depan juga tidak jauh berbeda. Agaknya, hidup Ayas terlalu kaku hingga sedikit terkejut begitu masuk ke lingkungan hidup semacam ini.

"Hahah gitu aja kaget, kamu si lama banget ... aku sakit perut, mau setoran dulu ya."

Ayas diam saja awalnya dan membiarkan Ida yang kini bersenandung menuju kamar mandi. Namun, begitu ingat akan suatu hal Ayas sontak berlari dan menghalangi Ida dengan segala cara.

"Ih apaan sih? Udah diujung, Yas!!"

"Ja-jangan di sini!! Di belakang kan ada, kamar mandi yang ini kotor, Mbak." Ayas menoleh, sedikit memastikan dan memang benar masih belum bersih dengan sempurna karena posisinya ada di sudut kamar mandi.

Ida yang melihat gelagat mencurigakan Ayas jelas saja bingung, dia sempat mencoba mendorong Ayas dan sukses membuatnya memekik seolah tengah menyembunyikan aib. "Mbak-mbak!! Sumpah, jangan di sini!!"

"Ayas, kenapa memangnya? Aku sekalian mau ambil pembalut, di kamar man_"

"Aku saja!! Mbak tunggu sini." Begitu sigap Ayas bergerak, dia berlari masuk dan mengambilkan pembalut yang Ida maksud.

Dapat dikatakan saat ini dia juga tengah melindungi Kama, pria yang mungkin sedang sesak dalam lemari. Usai memberikan pembalut, ternyata masih ada yang Ida butuhkan. Sudah pasti kali ini Ayas lebih panik lagi. "Aduh kalau underwear aku malu, Yas, biar Mbak yang ambil sendiri."

"Ih aku aja, kalau datang bulan pasti sakit banget, 'kan? Ya-yang mana, 'Mbak?"

Dalam posisi ini Ayas benar-benar terjepit. Dia membuka lemari yang disitu ada Kama yang sama paniknya, pria itu sengaja masuk ke dalam daster Ida yang digantung rapih di sana. Susah payah Ayas menahan tawa, sebisa mungkin dia mengabaikan penampakan itu walau jujur perutnya mulai sakit menahan tawa.

"Yang mana saja, Yas, ungu boleh, pink boleh," jawab Ida yang kemudian menjadi bekal Ayas memutuskan segala sesuatu.

Tidak ingin terlalu lama, Ayas mengambil asal underwear Ida dan menutup kembali lemari itu rapat-rapat. Demi Tuhan dia tidak pernah segugup ini, rasanya lebih menegangkan dibandingkan ketahuan diapeli tepat dini hari.

Hanya karena mencari benda itu, Ayas sampai keringat dingin dan jantungnya berdegup tak karu-karuan. Beruntung saja, Ida yang memang tampak sudah menahan sejak tadi bergegas pergi begitu selesai dengan keperluannya.

"Huft hampir saja."

Ayas menghela napas lega seraya mengelus dada. Wanita itu kembali menatap lemari pakaian lantaran terpikir akan Kama yang masih berada di sana. Dengan tenaga yang hampir habis, Ayas membuka lemari dan mempersilakan Kama untuk menampakkan diri.

"Keluarlah, Mbak Ida sudah pergi."

"Kamu yakin?" tanya Kama menyingkap daster yang sejak tadi menjadi tempatnya bersembunyi.

Tidak sepenuhnya dia lepas, melainkan masih menutupi kepalanya hingga senyuman Ayas tak kuasa dia tahan. Sialnya, hal tersebut tertangkap oleh mata Kama dan pria itu justru menyimpulkan hal berbeda.

"Kamu mikir apa? Senyam-senyum ... bersihkan otakmu," pungkasnya kemudian berlalu keluar dari lemari tersebut.

Ayas yang mendengar ucapannya sontak mendelik tajam dan tanpa sengaja mendaratkan telapak tangan tepat di pundak Kama. Sungguh, bukan kemauannya, tapi memang sejak dahulu jika kesal begitulah cara Ayas melampiaskannya.

"Woah mancing-mancing ... aku kalau balas bukan pundak loh, mau?" Pertanyaannya memang terdengar biasa, seolah ancaman akan ditampar lebih sadis saja. Namun, yang dia tatap sangatlah tidak biasa hingga gadis itu spontan menyilangkan tangan di bagian dadanya.

"Dasar cabbul," geram Ayas tak lagi dia tutup-tutupi.

Bukannya marah dicap cabbul oleh pembantu barunya, Kama justru tertawa kecil lantaran merasa hal ini terlalu lucu saja. Dia menatap Ayas semakin was-was, sementara Kama kian gemas. "Kecil, paling juga segenggam pakai ditutup segala," celetuk Kama santai hingga semu kemerahan terlihat jelas di wajah Ayas.

Selama bertahun-tahun dia hidup, baru kali ini dia bertemu dengan seseorang yang melontarkan ucapan semacam itu padanya. Entah menghina atau apa, tapi Ayas tetap saja kesal dibuatnya. "Biar saja kecil, penting asli dan berfungsi dengan baik!!"

Tidak hanya sopan, gadis ini juga pemberani dan Kama tidak pernah menemukan seseorang wanita berani menantangnya seperti ini. Padahal, dari gelagatnya saja sudah jelas Ayas takut, tapi sebisa mungkin dia terlihat biasa saja.

"Fungsi dengan baik? Coba kuli_"

"Saya teriakin cabbul nih, Om bisa masuk penjara loh!!" Lagi-lagi, karena gugup dia sampai salah sebut karena biasanya yang tingkah tengil seperti ini adalah tabiat om-om kurang belaian, tapi berdompet tebal.

Bukannya menjauh, Kama justru semakin tertantang hingga sengaja mendekati Ayas. Seolah kacang lupa kulit, usai Ayas selamatkan dari Ida dia justru kembali berulah hingga siang itu Kama berakhir mendapat pukulan pertama tepat di keningnya.

.

.

"Sekali lagi kamu macam-macem!! Aku sebarin aib kamu itu ke media sosial."

Ancaman Ayas usai meninju keningnya masih terus Kama ingat. Kejadian siang tadi benar-benar tak mampu Kama lupakan. Bahkan ketika dia berada di club malam, otaknya hanya tertuju pada Ayas. Gadis sembilan belas tahun yang seolah datang dengan membawa kabar gembira untuknya.

Seketika, perubahan Kama membuat teman-temannya merasa aneh. Tak sedikit dari mereka yang bingung sejak kapan Kama galau, padahal biasanya wanita yang dibuat bak hilang arah karena dia.

"Pak Produser kenapa? Bayangin project baru?" tanya salah seorang temannya di sana, dan pertanyaan itu hanya Kama jawab dengan gelengan kepala.

"Terus mikirin apa?"

Kama tak lagi menjawab, dia hanya memejamkan mata seraya mengulas senyum yang menandakan dia tengah bahagia malam ini. Melihat Kama yang tampak merahasiakan perasaannya, mereka memilih diam saja.

Hingga, perhatian mereka tiba-tiba beralih kala Samuel, playboy kelas kakap yang kerap menjalin hubungan dengan para aktris ibu kota tersebut membawakan kabar menarik untuk mereka.

"Serius, Bro!! Ni cewek seger banget gila!! Belahannya nggak diumbar-umbar, tapi seksinya menembus mata batin gue!!" seru Samuel yang sama sekali tidak menarik perhatian Kama.

Namun, hal itu seketika berubah kala Samuel memperlihatkan foto yang dia ambil secara sembunyi-sembunyi beberapa saat lalu. Walau di bawah gemerlap lampu yang tak terlalu bersinar, Kama masih bisa mengenalinya dan rahang pria itu mengeras seketika.

"Dia dimana?"

"Eh buset!! Tumben nyariin, normal jug_"

"Bilang aja dimana, Samuel!! Gue tonjok lo mau?" desak Kama yang membuat kedua temannya senang dan bingung dalam waktu bersamaan. "Sabar, Pak, kenapa sih? Adek lo atau ...."

"Jodoh gue!!"

.

.

- To Be Continued -

Terpopuler

Comments

Halimah

Halimah

ehhh ngaku"😂😂😂😂😂

2024-12-17

0

Halimah

Halimah

/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2024-12-17

0

Nendah Wenda

Nendah Wenda

makin Deket nih kama tar jatuh cinta

2024-08-28

1

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Hari Pertama
2 BAB 02 - Dijual
3 BAB 03 - Obat Yang Sesungguhnya
4 BAB 04 - Pengakuan Terbuka
5 BAB 05 - Jangan Sentuh Milikku
6 BAB 06 - Good Night
7 BAB 07 - 33 Bulan
8 BAB 08 - Calon Istri (Orang)
9 BAB 09 - Calon Suami(Ku)
10 BAB 10 - Kamu Pulang Saja
11 BAB 11 - Taktik Merebut Calon Istri (Orang)
12 BAB 12 - Sleep Call
13 BAB 13 - Anggap Saja Pacar
14 BAB 14 - Salah Posesif
15 BAB 15 - Tidak Bisa Marah
16 BAB 16 - Lepaskan Saja
17 BAB 17 - Aku Ingin Berhenti
18 BAB 18 - Obat Seumur Hidup
19 BAB 19 - Tak Terduga
20 BAB 20 - Kamu Jodohku
21 BAB 21 - Ini Istriku
22 BAB 22 - Mulutmu Bau
23 BAB 23 - Kami
24 BAB 24 - First Kiss
25 BAB 25 - Istrinya Siapa?
26 BAB 26 - Panas
27 BAB 27 - Ngantukmu Pura-Pura
28 BAB 28 - Segitu Dulu
29 BAB 29 - Bete Deh
30 BAB 30 - Nggak Dicicil
31 BAB 31 - Teman Hidup
32 BAB 32 - Ada Obatnya
33 BAB 33 - Bukan Modus Belaka
34 BAB 34 - Berlagak Panik
35 BAB 35 - Maunya Apa?
36 BAB 36 - Akan Akan Menunggu
37 BAB 37 - Jangan Terbalik
38 BAB 38 - Tahan!!
39 BAB 39 - Sedikit
40 BAB 40 - Salah Guru
41 BAB 41 - Introgasi Pihak Berwajib
42 BAB 42 - Santai Saja
43 BAB 43 - Tugasnya Apa?
44 BAB 44 - Laki-Lakinya Gimana?
45 BAB 45 - 18 Detik
46 BAB 46 - Tidak Cemburu
47 BAB 47 - Bertanyalah, Selagi Diizinkan
48 BAB 48 - Berdua Saja
49 BAB 49 - Mau Yang Hangat?
50 BAB 50 - Cabut Ubi?
51 BAB 51 - Dia Hanya Shock
52 BAB 52 - Senjata Makan Tuan
53 BAB 53 - Legit?
54 BAB 54 - Dikeluarkan Dari KK
55 BAB 55 - Salah Minum Obat
56 BAB 56 - Sembuh Total
57 BAB 57 - Gigit Tawon
58 BAB 58 - Banyak Tanya
59 BAB 59 - Esok Atau Lusa
60 BAB 60 - Karmamu Belum Dimulai
61 BAB 61 - BTS
62 BAB 62 - Beda Versi
63 BAB 63 - Dia Yang Bertanggung Jawab
64 BAB 64 - Sudah Ada?
65 BAB 65 - Ada Cinta
66 BAB 66 - Masih Cinta?
67 BAB 67 - Tidak Ingin Diganggu
68 BAB 68 - Tak Terduga
69 BAB 69 - Cashback
70 BAB 70 - Tidak Lucu
71 BAB 71 - Jalan Pintas
72 BAB 72 - Jangan Kebanyakan Bercanda
73 BAB 73 - Bawel
74 BAB 74 - Aku Tidak Bisa Membantumu
75 BAB 75 - Awasi Dia
76 BAB 76 - Takut
77 BAB 77 - Miss You
78 BAB 78 - Janji Kama
79 BAB 79 - Hampir Satu Bulan
80 BAB 80 - Gendutan
81 BAB 81 - Maafkan Aku, Mas
82 BAB 82 - Malam Pertama?
83 BAB 83 - Mau Pulang
84 BAB 84 - Bayi Besar
85 BAB 85 - Masih Sama
86 BAB 86 - Mau Kamu
87 BAB 87 - Harus Bagaimana?
88 BAB 88 - Maafkan Aku
89 BAB 89 - Jangan Tambah Lukanya
90 BAB 90 - Tak Terduga
91 BAB 91 - Bukan Ngidam
92 BAB 92 - Terkuak
93 BAB 93 - Bodoh, Kama.
94 BAB 94 - Menyiksa Diri
95 BAB 95 - Permintaan Terakhir
96 BAB 96 - Iya, Aku Pulang!!
97 BAB 97 - Jangan Sakiti Suamiku!!
98 BAB 98 - Tidak Mau
99 BAB 99 - Tetaplah Bersamaku
100 BAB 100 - Tidak Akan Diam
101 BAB 101 - Apa Pentingnya?
102 BAB 102 - Sang Penggoda
103 BAB 103 - Happy Mensiversary
104 BAB 104 - Dirayakan
105 BAB 105 - Tamat
106 BAB 106 - Sensory Play
107 BAB 107 - Kecil Sekali
108 BAB 108 - Ancaman Kama
109 BAB 109 - Pergilah
110 BAB 110 - Miss Communication
111 BAB 111 - Sampai Kembali Ke Tanah
112 BAB 112 - Minta Apa?
113 BAB 113 - Minta Maaf
114 BAB 114 - Lupakan
115 BAB 115 - She's My Wife
116 BAB 116 - Di Balik Layar
117 Promo Karya Baru - Istri Rahasia Dosen Killer
118 BONUS CHAPTER
119 BONUS CHAPTER II
120 BONUS CHAPTER III
121 BONUS CHAPTER IV
122 BONUS CHAPTER V
123 BONUS CHAPTER VI
124 BONUS CHAPTER VII
125 BONUS CHAPTER VIII
126 VISUAL CAST
127 BONUS CHAPTER IX
128 BONUS CHAPTER X
129 BONUS CHAPTER XI
130 BONUS CHAPTER XII
131 BONUS CHAPTER XIII
132 BONUS CHAPTER XIV
133 THE LAST BONUS CHAPTER - END
134 Promosi Karya Baru - Malam Panjang Bersama Dosenku
135 PROMOSI KARYA BARU - ISTRI PILIHAN MOMMY
Episodes

Updated 135 Episodes

1
BAB 01 - Hari Pertama
2
BAB 02 - Dijual
3
BAB 03 - Obat Yang Sesungguhnya
4
BAB 04 - Pengakuan Terbuka
5
BAB 05 - Jangan Sentuh Milikku
6
BAB 06 - Good Night
7
BAB 07 - 33 Bulan
8
BAB 08 - Calon Istri (Orang)
9
BAB 09 - Calon Suami(Ku)
10
BAB 10 - Kamu Pulang Saja
11
BAB 11 - Taktik Merebut Calon Istri (Orang)
12
BAB 12 - Sleep Call
13
BAB 13 - Anggap Saja Pacar
14
BAB 14 - Salah Posesif
15
BAB 15 - Tidak Bisa Marah
16
BAB 16 - Lepaskan Saja
17
BAB 17 - Aku Ingin Berhenti
18
BAB 18 - Obat Seumur Hidup
19
BAB 19 - Tak Terduga
20
BAB 20 - Kamu Jodohku
21
BAB 21 - Ini Istriku
22
BAB 22 - Mulutmu Bau
23
BAB 23 - Kami
24
BAB 24 - First Kiss
25
BAB 25 - Istrinya Siapa?
26
BAB 26 - Panas
27
BAB 27 - Ngantukmu Pura-Pura
28
BAB 28 - Segitu Dulu
29
BAB 29 - Bete Deh
30
BAB 30 - Nggak Dicicil
31
BAB 31 - Teman Hidup
32
BAB 32 - Ada Obatnya
33
BAB 33 - Bukan Modus Belaka
34
BAB 34 - Berlagak Panik
35
BAB 35 - Maunya Apa?
36
BAB 36 - Akan Akan Menunggu
37
BAB 37 - Jangan Terbalik
38
BAB 38 - Tahan!!
39
BAB 39 - Sedikit
40
BAB 40 - Salah Guru
41
BAB 41 - Introgasi Pihak Berwajib
42
BAB 42 - Santai Saja
43
BAB 43 - Tugasnya Apa?
44
BAB 44 - Laki-Lakinya Gimana?
45
BAB 45 - 18 Detik
46
BAB 46 - Tidak Cemburu
47
BAB 47 - Bertanyalah, Selagi Diizinkan
48
BAB 48 - Berdua Saja
49
BAB 49 - Mau Yang Hangat?
50
BAB 50 - Cabut Ubi?
51
BAB 51 - Dia Hanya Shock
52
BAB 52 - Senjata Makan Tuan
53
BAB 53 - Legit?
54
BAB 54 - Dikeluarkan Dari KK
55
BAB 55 - Salah Minum Obat
56
BAB 56 - Sembuh Total
57
BAB 57 - Gigit Tawon
58
BAB 58 - Banyak Tanya
59
BAB 59 - Esok Atau Lusa
60
BAB 60 - Karmamu Belum Dimulai
61
BAB 61 - BTS
62
BAB 62 - Beda Versi
63
BAB 63 - Dia Yang Bertanggung Jawab
64
BAB 64 - Sudah Ada?
65
BAB 65 - Ada Cinta
66
BAB 66 - Masih Cinta?
67
BAB 67 - Tidak Ingin Diganggu
68
BAB 68 - Tak Terduga
69
BAB 69 - Cashback
70
BAB 70 - Tidak Lucu
71
BAB 71 - Jalan Pintas
72
BAB 72 - Jangan Kebanyakan Bercanda
73
BAB 73 - Bawel
74
BAB 74 - Aku Tidak Bisa Membantumu
75
BAB 75 - Awasi Dia
76
BAB 76 - Takut
77
BAB 77 - Miss You
78
BAB 78 - Janji Kama
79
BAB 79 - Hampir Satu Bulan
80
BAB 80 - Gendutan
81
BAB 81 - Maafkan Aku, Mas
82
BAB 82 - Malam Pertama?
83
BAB 83 - Mau Pulang
84
BAB 84 - Bayi Besar
85
BAB 85 - Masih Sama
86
BAB 86 - Mau Kamu
87
BAB 87 - Harus Bagaimana?
88
BAB 88 - Maafkan Aku
89
BAB 89 - Jangan Tambah Lukanya
90
BAB 90 - Tak Terduga
91
BAB 91 - Bukan Ngidam
92
BAB 92 - Terkuak
93
BAB 93 - Bodoh, Kama.
94
BAB 94 - Menyiksa Diri
95
BAB 95 - Permintaan Terakhir
96
BAB 96 - Iya, Aku Pulang!!
97
BAB 97 - Jangan Sakiti Suamiku!!
98
BAB 98 - Tidak Mau
99
BAB 99 - Tetaplah Bersamaku
100
BAB 100 - Tidak Akan Diam
101
BAB 101 - Apa Pentingnya?
102
BAB 102 - Sang Penggoda
103
BAB 103 - Happy Mensiversary
104
BAB 104 - Dirayakan
105
BAB 105 - Tamat
106
BAB 106 - Sensory Play
107
BAB 107 - Kecil Sekali
108
BAB 108 - Ancaman Kama
109
BAB 109 - Pergilah
110
BAB 110 - Miss Communication
111
BAB 111 - Sampai Kembali Ke Tanah
112
BAB 112 - Minta Apa?
113
BAB 113 - Minta Maaf
114
BAB 114 - Lupakan
115
BAB 115 - She's My Wife
116
BAB 116 - Di Balik Layar
117
Promo Karya Baru - Istri Rahasia Dosen Killer
118
BONUS CHAPTER
119
BONUS CHAPTER II
120
BONUS CHAPTER III
121
BONUS CHAPTER IV
122
BONUS CHAPTER V
123
BONUS CHAPTER VI
124
BONUS CHAPTER VII
125
BONUS CHAPTER VIII
126
VISUAL CAST
127
BONUS CHAPTER IX
128
BONUS CHAPTER X
129
BONUS CHAPTER XI
130
BONUS CHAPTER XII
131
BONUS CHAPTER XIII
132
BONUS CHAPTER XIV
133
THE LAST BONUS CHAPTER - END
134
Promosi Karya Baru - Malam Panjang Bersama Dosenku
135
PROMOSI KARYA BARU - ISTRI PILIHAN MOMMY

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!