BAB 09 - Calon Suami(Ku)

"Bukan begitu juga maksudnya."

Ayas tidak bermaksud seperti itu, dia hanya sedikit terkejut demgan cara Kama memperkenalkannya sebagai calon istri orang. Terdengar lucu saja bagi Ayas, padahal Kama bisa mengatakan asisten atau semacamnya, dan terkesan lebih masuk akal saja.

"Sejak dulu mereka tahu, aku tidak pernah punya asisten perempuan ... kalau sampai jawab begitu, pasti mikirnya lebih aneh lagi." Pandai sekali dia beralasan, padahal memang mulutnya saja yang berucap tanpa pikir panjang.

Jawabannya juga memiliki makna tersirat, dan mungkin tidak akan sampai di otak Ayas. Lagi pula tak ada yang salah dengan kalimat itu, memang betul Ayas istri orang, dan dia juga termasuk orang. Lantas apa yang perlu dipermasalahkan? Pria itu membantin seraya menatap Ayas yang tampak celingukan memerhatikan tempat itu.

Dia berdecak kagum, datang ke tempat semacam ini adalah hal yang tak pernah Ayas duga. Matanya sedikit terhibur, dari kejauhan Ayas menatap wanita cantik yang dia yakini sebagai pemeran utamanya.

Sedikit gambaran tentang kehidupan aktris, mereka terlihat lebih cantik aslinya. Tanpa dia sadari, senyumnya mengembang kala aktris yang dia kagumi sejak lama itu tersenyum ke arahnya. Hampir saja Ayas melambaikan tangan, tapi Kama yang tiba-tiba merangkulnya membuat lamunan Ayas buyar seketika.

"Kamu mau seperti dia?" tanya Kama terus menatap ke depan, pria itu mengangguk pelan seraya mengulas senyumnya.

Sial, ternyata Ayas kepedean, aktris cantik itu bukan tersenyum pada dirinya, melainkan Kama. Beruntung saja tidak sampai melambaikan tangan seperti niatnya, jika tidak sudah pasti malunya luar biasa.

Ayas menunduk, dia tak segera menjawab pertanyaan Kama. Yang dia pikirkan saat ini hanya ingin pergi, mana ada pikiran untuk menjadi aktris atau apapun itu. "Kalau mau, bisa kita bicarakan ... kamu cantik, soal bakat bisa diasah nanti."

"Tidak, aku tidak percaya diri di kamera."

"Woah sayang sekali, tapi apa boleh buat? Mana mungkin aku memaksamu iya, 'kan?"

Percayalah, tawaran itu hanya sekadar basa-basi. Mana mungkin dia akan mengorbitkan Ayas untuk terjun ke dunia entertain. Tidak bisa Kama pungkiri, gadisnya ini memang sangat cantik, dia masih polos dan Kama tidak ingin kerasnya dunia hiburan mengubah hidup Ayas.

Sesuai dengan perjanjian di awal, mereka tidak akan lama karena masih begitu banyak yang harus Kama tangani. Tanpa melepaskan rangkulannya, Kama menuntun Ayas untuk meninggalkan tempat itu.

Sama sekali tidak terlihat jika mereka adalah majikan dan pelayan, melainkan pasangan dengan Kama sebagai pemimpinnya. Jika ditanya risih atau tidak, sebenarnya iya. Hanya saja, untuk menepis tangan Kama, dia khawatir jika pria itu akan tersinggung atau semacamnya.

"Tinggi kamu berapa sih?"

"Entahlah, 160 CM kalau tidak salah." Sekalipun pertanyaan tiba-tiba itu agak sedikit mengejutkan, Ayas tetap menjawabnya secara baik-baik.

Padahal, sudah tentu tujuannya apa. Pria itu tampak menggangguk pelan sebelum kemudian kembali bersuara. "Wajar, berasa rangkul bocah SMP."

Selain harus terbiasa dengan tugasnya yang cukup mengerikan, agaknya Ayas juga harus terbiasa dengan lidahnya yang tajam. Seakan tidak puas menghina miliknya kecil kemarin, kini Kama juga membahas fisiknya dan disamakan dengan bocah SMP.

"Keturunan, ayahku tidak terlalu tinggi apalagi ibu."

"Mungil semua dong ... makanya nikah sama yang tinggi."

Ayas bersedekap dada, agaknya pria ini memang paling pandai dalam meremehkan segalanya. "Mas Juki tinggi kok, kurang lebih segini!!" ucapnya mengira tinggi badan Marzuki yang bahkan sedikit lebih tinggi dibandingkan Kama.

"Berlebihan, mana mungkin ada yang lebih ting_"

Celotehannya terhenti, pria itu terdiam begitu Ayas terpaku dan melepaskan rangkulan Kama tiba-tiba. Senyuman di wajah Ayas kali ini sedikit berbeda, bukan ke arahnya, tapi menatap ke depan dan entah kenapa firasat Kama mendadak buruk saja.

Perlahan, Kama mengikuti arah pandangan Ayas. Benar saja, dunia Kama mendadak gelap dan petir seolah bergemuruh di atas kepalanya. Dia tidak bisa menjamin dugaannya benar, tapi besar kemungkinan pria yang baru datang dari arah berlawanan itu, adalah seseorang yang Ayas maksud sebagai calon suaminya.

"Mas Juki!" seru Ayas tampak terkejut dan menutup mulutnya dengan kedua tepalak tangan. "Ya Tuhan, ketemu juga akhirnya."

Kama mengerutkan dahi, perasaannya semakin tidak enak jujur saja. "Dia orangnya?"

"Iya, itu calon suamiku!!"

Benar, habis sudah dan Kama hanya bisa menghela napas pelan. Hendak bagaimana lagi, hal itu wajar saja terjadi. Seolah tak terima dengan keadaan, fakta bahwa Ayas adalah calon istri orang mendadak membuat kepalanya sakit saja.

Sempat merasa seakan paling tampan, Kama terdiam sesaat kala melihat sosok Marzuki secara langsung. Nyatanya, Ayas tidak sedang menghayal dan ketampanan pria yang menjadi calon suaminya, sial hal itu sedikit menyebalkan bagi Kama.

Terlebih lagi, melihat bagaimana Ayas menghampiri pria lain di hadapannya. Sedikit gengsi untuk mengakui, tapi ini adalah adegan romantis pertama yang berhasil membuat jiwa Kama berhasil terbakar.

Entah harus dengan cara apa Kama mengalihkan perhatian, tapi jurus pura-pura tidak melihat seolah tak berlaku hari ini. "Huft, seharusnya tidak perlu kuajak saja," gumam Kama memijat pangkal hidungnya.

Niat hati membawa Ayas untuk mendekatkan diri, nyatanya justru sakit hati pada hal yang bukan hak Kama sama sekali. Entah apa kesalahannya, hingga dihadirkan mimpi seburuk ini.

.

.

Bagi Kama hal ini memang mimpi buruk, tapi bagi Ayas jelas saja berbeda. Dia berbinar dan menghampiri Marzuki bak anak kecil melihat ayahnya di perantauan. Memang sejak tadi pria itu belum melihatnya, mungkin sibuk lantaran terus fokus pada layar gawainya.

Hingga, setelah mendengar teriakan Ayas, tatapan mereka sempat bertemu beberapa saat. Layaknya pasangan yang sudah lama tidak bertemu, Ayas mencium punggung tangan calon suaminya sebagai bentuk sopan karena memang lebih tua.

"Laras? Ka-kamu ngapain di sini?"

"Aku kerja, Mas," jawab Ayas ragu, khawatir Marzuki justru tidak setuju begitu tahu apa pekerjaannya.

"Kerja?"

Ayas mengangguk, senyumnya masih terus mengembang dan kebahagiaan begitu jelas di wajahnya. Berbulan-bulan tidak bertemu, bahkan menghubungi saja jarang dengan alasan sibuk, Ayas dibuat terpana akan perubahan fisik calon suaminya.

Sejak dulu memang sudah paling tampan di desa, tapi dengan pakaian yang agaknya lebih bermerk itu ketampanannya seolah berkali lipat. "Mas, aku kangen ... ibu nanyain kamu, kok hanphone-nya gak aktif? Kamu sibuk banget ya?"

Ayas bertanya sebegitu lembut dengan tatapan penuh kerinduan. Sayangnya, Marzuki tidak melakukan hal yang sama. Wajahnya tak sebahagia Ayas, dan tampak jelas jika kini gadis itu tengah merasakan rindu sendirian.

"Ah, iya akhir-akhir ini aku memang sangat sibuk. Aku mulai casting, bosen kerja di tempat lama ... oh iya? Kamu bilang kerja, kerja dimana, Sayang?"

.

.

- To Be Continued -

Terpopuler

Comments

Halimah

Halimah

jgn" marzuki punya cewek lg selain ayas

2024-12-18

0

Halimah

Halimah

😂😂😂😂😂😂😂😂😂

2024-12-18

0

Nendah Wenda

Nendah Wenda

apa juki punya wanita lain kasihan juga ayas rindu sendirian semoga ada celah untuk kama bersatu dengan ayas

2024-08-28

2

lihat semua
Episodes
1 BAB 01 - Hari Pertama
2 BAB 02 - Dijual
3 BAB 03 - Obat Yang Sesungguhnya
4 BAB 04 - Pengakuan Terbuka
5 BAB 05 - Jangan Sentuh Milikku
6 BAB 06 - Good Night
7 BAB 07 - 33 Bulan
8 BAB 08 - Calon Istri (Orang)
9 BAB 09 - Calon Suami(Ku)
10 BAB 10 - Kamu Pulang Saja
11 BAB 11 - Taktik Merebut Calon Istri (Orang)
12 BAB 12 - Sleep Call
13 BAB 13 - Anggap Saja Pacar
14 BAB 14 - Salah Posesif
15 BAB 15 - Tidak Bisa Marah
16 BAB 16 - Lepaskan Saja
17 BAB 17 - Aku Ingin Berhenti
18 BAB 18 - Obat Seumur Hidup
19 BAB 19 - Tak Terduga
20 BAB 20 - Kamu Jodohku
21 BAB 21 - Ini Istriku
22 BAB 22 - Mulutmu Bau
23 BAB 23 - Kami
24 BAB 24 - First Kiss
25 BAB 25 - Istrinya Siapa?
26 BAB 26 - Panas
27 BAB 27 - Ngantukmu Pura-Pura
28 BAB 28 - Segitu Dulu
29 BAB 29 - Bete Deh
30 BAB 30 - Nggak Dicicil
31 BAB 31 - Teman Hidup
32 BAB 32 - Ada Obatnya
33 BAB 33 - Bukan Modus Belaka
34 BAB 34 - Berlagak Panik
35 BAB 35 - Maunya Apa?
36 BAB 36 - Akan Akan Menunggu
37 BAB 37 - Jangan Terbalik
38 BAB 38 - Tahan!!
39 BAB 39 - Sedikit
40 BAB 40 - Salah Guru
41 BAB 41 - Introgasi Pihak Berwajib
42 BAB 42 - Santai Saja
43 BAB 43 - Tugasnya Apa?
44 BAB 44 - Laki-Lakinya Gimana?
45 BAB 45 - 18 Detik
46 BAB 46 - Tidak Cemburu
47 BAB 47 - Bertanyalah, Selagi Diizinkan
48 BAB 48 - Berdua Saja
49 BAB 49 - Mau Yang Hangat?
50 BAB 50 - Cabut Ubi?
51 BAB 51 - Dia Hanya Shock
52 BAB 52 - Senjata Makan Tuan
53 BAB 53 - Legit?
54 BAB 54 - Dikeluarkan Dari KK
55 BAB 55 - Salah Minum Obat
56 BAB 56 - Sembuh Total
57 BAB 57 - Gigit Tawon
58 BAB 58 - Banyak Tanya
59 BAB 59 - Esok Atau Lusa
60 BAB 60 - Karmamu Belum Dimulai
61 BAB 61 - BTS
62 BAB 62 - Beda Versi
63 BAB 63 - Dia Yang Bertanggung Jawab
64 BAB 64 - Sudah Ada?
65 BAB 65 - Ada Cinta
66 BAB 66 - Masih Cinta?
67 BAB 67 - Tidak Ingin Diganggu
68 BAB 68 - Tak Terduga
69 BAB 69 - Cashback
70 BAB 70 - Tidak Lucu
71 BAB 71 - Jalan Pintas
72 BAB 72 - Jangan Kebanyakan Bercanda
73 BAB 73 - Bawel
74 BAB 74 - Aku Tidak Bisa Membantumu
75 BAB 75 - Awasi Dia
76 BAB 76 - Takut
77 BAB 77 - Miss You
78 BAB 78 - Janji Kama
79 BAB 79 - Hampir Satu Bulan
80 BAB 80 - Gendutan
81 BAB 81 - Maafkan Aku, Mas
82 BAB 82 - Malam Pertama?
83 BAB 83 - Mau Pulang
84 BAB 84 - Bayi Besar
85 BAB 85 - Masih Sama
86 BAB 86 - Mau Kamu
87 BAB 87 - Harus Bagaimana?
88 BAB 88 - Maafkan Aku
89 BAB 89 - Jangan Tambah Lukanya
90 BAB 90 - Tak Terduga
91 BAB 91 - Bukan Ngidam
92 BAB 92 - Terkuak
93 BAB 93 - Bodoh, Kama.
94 BAB 94 - Menyiksa Diri
95 BAB 95 - Permintaan Terakhir
96 BAB 96 - Iya, Aku Pulang!!
97 BAB 97 - Jangan Sakiti Suamiku!!
98 BAB 98 - Tidak Mau
99 BAB 99 - Tetaplah Bersamaku
100 BAB 100 - Tidak Akan Diam
101 BAB 101 - Apa Pentingnya?
102 BAB 102 - Sang Penggoda
103 BAB 103 - Happy Mensiversary
104 BAB 104 - Dirayakan
105 BAB 105 - Tamat
106 BAB 106 - Sensory Play
107 BAB 107 - Kecil Sekali
108 BAB 108 - Ancaman Kama
109 BAB 109 - Pergilah
110 BAB 110 - Miss Communication
111 BAB 111 - Sampai Kembali Ke Tanah
112 BAB 112 - Minta Apa?
113 BAB 113 - Minta Maaf
114 BAB 114 - Lupakan
115 BAB 115 - She's My Wife
116 BAB 116 - Di Balik Layar
117 Promo Karya Baru - Istri Rahasia Dosen Killer
118 BONUS CHAPTER
119 BONUS CHAPTER II
120 BONUS CHAPTER III
121 BONUS CHAPTER IV
122 BONUS CHAPTER V
123 BONUS CHAPTER VI
124 BONUS CHAPTER VII
125 BONUS CHAPTER VIII
126 VISUAL CAST
127 BONUS CHAPTER IX
128 BONUS CHAPTER X
129 BONUS CHAPTER XI
130 BONUS CHAPTER XII
131 BONUS CHAPTER XIII
132 BONUS CHAPTER XIV
133 THE LAST BONUS CHAPTER - END
134 Promosi Karya Baru - Malam Panjang Bersama Dosenku
135 PROMOSI KARYA BARU - ISTRI PILIHAN MOMMY
Episodes

Updated 135 Episodes

1
BAB 01 - Hari Pertama
2
BAB 02 - Dijual
3
BAB 03 - Obat Yang Sesungguhnya
4
BAB 04 - Pengakuan Terbuka
5
BAB 05 - Jangan Sentuh Milikku
6
BAB 06 - Good Night
7
BAB 07 - 33 Bulan
8
BAB 08 - Calon Istri (Orang)
9
BAB 09 - Calon Suami(Ku)
10
BAB 10 - Kamu Pulang Saja
11
BAB 11 - Taktik Merebut Calon Istri (Orang)
12
BAB 12 - Sleep Call
13
BAB 13 - Anggap Saja Pacar
14
BAB 14 - Salah Posesif
15
BAB 15 - Tidak Bisa Marah
16
BAB 16 - Lepaskan Saja
17
BAB 17 - Aku Ingin Berhenti
18
BAB 18 - Obat Seumur Hidup
19
BAB 19 - Tak Terduga
20
BAB 20 - Kamu Jodohku
21
BAB 21 - Ini Istriku
22
BAB 22 - Mulutmu Bau
23
BAB 23 - Kami
24
BAB 24 - First Kiss
25
BAB 25 - Istrinya Siapa?
26
BAB 26 - Panas
27
BAB 27 - Ngantukmu Pura-Pura
28
BAB 28 - Segitu Dulu
29
BAB 29 - Bete Deh
30
BAB 30 - Nggak Dicicil
31
BAB 31 - Teman Hidup
32
BAB 32 - Ada Obatnya
33
BAB 33 - Bukan Modus Belaka
34
BAB 34 - Berlagak Panik
35
BAB 35 - Maunya Apa?
36
BAB 36 - Akan Akan Menunggu
37
BAB 37 - Jangan Terbalik
38
BAB 38 - Tahan!!
39
BAB 39 - Sedikit
40
BAB 40 - Salah Guru
41
BAB 41 - Introgasi Pihak Berwajib
42
BAB 42 - Santai Saja
43
BAB 43 - Tugasnya Apa?
44
BAB 44 - Laki-Lakinya Gimana?
45
BAB 45 - 18 Detik
46
BAB 46 - Tidak Cemburu
47
BAB 47 - Bertanyalah, Selagi Diizinkan
48
BAB 48 - Berdua Saja
49
BAB 49 - Mau Yang Hangat?
50
BAB 50 - Cabut Ubi?
51
BAB 51 - Dia Hanya Shock
52
BAB 52 - Senjata Makan Tuan
53
BAB 53 - Legit?
54
BAB 54 - Dikeluarkan Dari KK
55
BAB 55 - Salah Minum Obat
56
BAB 56 - Sembuh Total
57
BAB 57 - Gigit Tawon
58
BAB 58 - Banyak Tanya
59
BAB 59 - Esok Atau Lusa
60
BAB 60 - Karmamu Belum Dimulai
61
BAB 61 - BTS
62
BAB 62 - Beda Versi
63
BAB 63 - Dia Yang Bertanggung Jawab
64
BAB 64 - Sudah Ada?
65
BAB 65 - Ada Cinta
66
BAB 66 - Masih Cinta?
67
BAB 67 - Tidak Ingin Diganggu
68
BAB 68 - Tak Terduga
69
BAB 69 - Cashback
70
BAB 70 - Tidak Lucu
71
BAB 71 - Jalan Pintas
72
BAB 72 - Jangan Kebanyakan Bercanda
73
BAB 73 - Bawel
74
BAB 74 - Aku Tidak Bisa Membantumu
75
BAB 75 - Awasi Dia
76
BAB 76 - Takut
77
BAB 77 - Miss You
78
BAB 78 - Janji Kama
79
BAB 79 - Hampir Satu Bulan
80
BAB 80 - Gendutan
81
BAB 81 - Maafkan Aku, Mas
82
BAB 82 - Malam Pertama?
83
BAB 83 - Mau Pulang
84
BAB 84 - Bayi Besar
85
BAB 85 - Masih Sama
86
BAB 86 - Mau Kamu
87
BAB 87 - Harus Bagaimana?
88
BAB 88 - Maafkan Aku
89
BAB 89 - Jangan Tambah Lukanya
90
BAB 90 - Tak Terduga
91
BAB 91 - Bukan Ngidam
92
BAB 92 - Terkuak
93
BAB 93 - Bodoh, Kama.
94
BAB 94 - Menyiksa Diri
95
BAB 95 - Permintaan Terakhir
96
BAB 96 - Iya, Aku Pulang!!
97
BAB 97 - Jangan Sakiti Suamiku!!
98
BAB 98 - Tidak Mau
99
BAB 99 - Tetaplah Bersamaku
100
BAB 100 - Tidak Akan Diam
101
BAB 101 - Apa Pentingnya?
102
BAB 102 - Sang Penggoda
103
BAB 103 - Happy Mensiversary
104
BAB 104 - Dirayakan
105
BAB 105 - Tamat
106
BAB 106 - Sensory Play
107
BAB 107 - Kecil Sekali
108
BAB 108 - Ancaman Kama
109
BAB 109 - Pergilah
110
BAB 110 - Miss Communication
111
BAB 111 - Sampai Kembali Ke Tanah
112
BAB 112 - Minta Apa?
113
BAB 113 - Minta Maaf
114
BAB 114 - Lupakan
115
BAB 115 - She's My Wife
116
BAB 116 - Di Balik Layar
117
Promo Karya Baru - Istri Rahasia Dosen Killer
118
BONUS CHAPTER
119
BONUS CHAPTER II
120
BONUS CHAPTER III
121
BONUS CHAPTER IV
122
BONUS CHAPTER V
123
BONUS CHAPTER VI
124
BONUS CHAPTER VII
125
BONUS CHAPTER VIII
126
VISUAL CAST
127
BONUS CHAPTER IX
128
BONUS CHAPTER X
129
BONUS CHAPTER XI
130
BONUS CHAPTER XII
131
BONUS CHAPTER XIII
132
BONUS CHAPTER XIV
133
THE LAST BONUS CHAPTER - END
134
Promosi Karya Baru - Malam Panjang Bersama Dosenku
135
PROMOSI KARYA BARU - ISTRI PILIHAN MOMMY

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!