Part 5

Malam harinya, Bilqis disidang oleh kedua orang tuanya karena tak langsung menerima lamaran dari Gibran.

"Kamu ini aneh Qis, jodoh seperti apa yang kamu cari? Nak Gibran udah sangat pas buat melengkapi kekurangan kamu, eh, malah digantung sampe dua Minggu. Kalau tiba-tiba dia berubah pikiran karena kelamaan nunggu. Kamu yang nyesel Qis," nasehat Ayah.

"Ih, Ayah. Aku begitu buat nguji dia. Apa iya dia udah tobat dari playboy nya atau belum. Sejujurnya Iqis itu emang suka sama dia dari lama."

Bilqis mengucapkan pengakuannya dengan suara lirih tapi masih bisa terdengar jelas di pendengar Ayah dan Ibu.

"Ya ampun, Qis, Qis. Jangan bikin susah kenapa? Itu udah cinta, tinggal diresmiin aja. Heran Ibu tuh sama kamu," sahut Ibu.

"Kan tetep aja Iqis harus sholat istikharah dulu Yah, Bu. Minta petunjuk apa iya dia jodoh Bilqis apa bukan? Walaupun cinta, Iqis juga nggak mau sakit hati."

"Ya udah deh, terserah kamu aja Qis. Pokoknya sebelum kamu kasih tahu jawabannya ke Nak Gibran. Kasih tahu Ayah dulu. Pokoknya jawabannya harus mau ya. Biar nggak kehilangan rezeki nomplok."

Bilqis manyun karena itu artinya jawabannya emang harus mau.

*

*

Di dalam kamarnya, Bilqis sama sekali tidak bisa tidur. Pikirannya selalu tertuju ke Gibran. Laki-laki itu seolah memenuhi isi kepala. Bilqis memainkan ponselnya dan melihat Maisa dan Uki yang masih online. Rasanya dia ingin sekali berbagi cerita ini dan meminta pendapat dari dua sahabatnya itu. Tapi kalau cerita kira-kira reaksi apa yang mereka perlihatkan? Meski begitu, Bilqis pada akhirnya cerita di grup chat mereka.

Bilqis :

Percaya nggak? Kalau laki-laki paling populer dan ganteng di kampus kita dulu datang ke rumahku untuk melamarku jadi istrinya?

Maisa :

Astaghfirullah Qis, sadar Qis, sadar, setan apa yang merasuki pikiran kamu? Kalau mimpi itu jangan kejauhan kenapa? Mana mungkin si Gibran melamar kamu. Bedanya jauh banget, antara bumi dan langit.

Uki :

Kayanya kamu overdosis obat deh Qis. Halunya tingkat tinggi soalnya. Kalau Bang Ben, tukang sayur itu yang ngelamar kamu, aku baru percaya.

Bilqis :

Kan, kan, kalian aja nggak percaya, aku juga sebenarnya masih nggak percaya. Tapi emang kenyataannya Gibran datang melamarku.

Uki :

Sa, besok panggil Pak Ustadz buat nge-ruqyah si Bilqis. Aku serahkan tugas ini padamu. Kalau nggak mempan, panggil mbah dukun aja biar disembur pake air, supaya sadar dari halunya.

Maisa :

Iya, tenang aja. Kehaluan itu nggak boleh terus berlanjut, takutnya dia gila karena Gibran. Udah Qis, mending tidur aja deh.

Uki :

Eh, jangan disuruh tidur! Nanti malah tambah mimpinya. Kita vc aja.

Baru juga saling terhubung di panggilan video dan mengobrol sebentar. Tiba-tiba Uki mematikan panggilan video itu ketika suaminya masuk ke dalam kamar.

Uki :

Sorry guys, aku mau anu-anu dulu sama Mas suami. Biar kecebongnya jadi lebih cepat. Bye semua.

Maisa, Bilqis :

Ukiiiiiiiiiii!

Uki :

🤣🤣🤣

Bilqis pun menutup pesan grup chatnya dan beralih ke media sosialnya. Dia scroll-scroll postingan yang ada di berandanya dan menemukan postingan terbaru dari Gibran.

Soon, semoga dia diberikan kemudahan untuk menjawab. Nggak sabar nunggu dua minggu lagi.

Postingannya itu disertai dengan foto bayangan Gibran dan entah siapa bayangan satu lagi di sampingnya.

Setelah diamati dan dilihat-lihat dengan seksama, Bilqis baru sadar kalau itu adalah bayangan dirinya. Pipinya langsung memerah lagi.

Meleleh hati adek, Bang!

Bilqis baru pertama kali merasa dirinya diinginkan oleh seseorang. Apalagi seseorang itu adalah yang diinginkannya juga. Tapi, dalam sekejap senyumnya menghilang dan sedih lagi.

"Kalau nyatanya, lamaran kemarin cuma prank doang gimana? Atau jangan-jangan dia disuruh nikah sama keluarganya buat dapat warisan? Atau bisa aja nikah cuma ingin punya anak terus aku diceraikan? Hih! Amit-amit. Kebanyakan nonton sinetron ikan terbang nih."

Tanpa sengaja tangan Bilqis malah menekan tombol like di postingan Gibran. Padahal selama ini, dia selalu jadi stalker diam-diam.

"Astaghfirullah, duh, gimana ini? Gawat kalau ketahuan. Mana disitu jelas banget lagi namaku."

Belum tidur? Ini beneran kamu kan, Qis?

Tiba-tiba Bilqis mendapatkan pesan dari Gibran di media sosialnya. Bilqis langsung gelagapan dan bingung mau balas apa. Apalagi sudah terlanjur dia baca.

"Ya ampun, Qis, Qis. Ceroboh mu emang sudah tingkat tinggi. Ayo cari akal Qis!"

Bilqis menaruh telunjuknya di dahinya sambil berpikir balasan apa yang harus ia berikan.

Alhamdulillah, saya sudah berhasil turun 20 kg. Suplemennya benar-benar membantu nafsu makan jadi berkurang, sama pasangan jadi makin lengket. Apa Anda tertarik untuk beli produk saya?

Bilqis pikir dengan membalas seperti itu, Gibran akan ilfeel dan tak membalas pesannya. Ternyata dia salah, Gibran malah meladeni balasannya.

Kalau ada produk yang bisa buat orang yang saya suka percaya kalau saya benar-benar serius sama dia. Saya mau. Tapi kira-kira ada nggak ya? Kalau obat buat pelangsing mah saya udah langsing soalnya.

Bilqis jadi menggigit jarinya, haruskah dia membalas lagi pesan absurd seperti ini. Tapi jujur aja, dia masih ingin saling berkirim pesan walaupun nggak nyambung begini.

Ada, ada sekali. Tinggal banyakin doa dan usaha. Dijamin ampuh 100 %.

Sudah hampir lima belas menit Bilqis menunggu, tapi belum ada balasan sama sekali. Harusnya kan dia nggak begini.

"Qis, ayok tidur! Bisa kesiangan kalau nunggu balasan terus!"

Bilqis mengingatkan dirinya sendiri. Di saat dia akan menaruh ponselnya di meja. Tiba-tiba sebuah pesan masuk.

Saya baru selesai doa barusan. Semoga dikabulkan sama Allah.

Tak lama dari itu, Gibran malah mengirimkan fotonya yang tersenyum dengan memakai kaos putih seputih kulitnya.

"Astaghfirullah, ini nggak baik buat kesehatan jantung."

Mungkin karena belum ada balasan dari Bilqis, Gibran pun memberikan pesan lagi.

Foto itu adalah usaha saya, buat dia agar terus memikirkan saya. Selamat tidur calon istri.

Bilqis hampir saja melempar ponselnya. Dia benar-benar malu. Harusnya tidak usah dibalas sekalian. Kan sekarang jadinya dia tak bisa tidur karena terus memikirkan Gibran yang sangat tampan. Apalagi foto itu diberikan eksklusif dari Gibran untuknya.

"Ya Allah, kalau begini jadinya, aku benar-benar bisa goyah. Belum juga aku kasih tes buat dia."

Deg! Deg! Deg!

Jantung Bilqis berdebar dengan sangat kencangnya.

"Ini juga si jantung, kenapa nggak bisa diajak kompromi sih?"

Tak hanya itu Bilqis juga menutup matanya, karena tak mau kecanduan terus menatap foto Gibran.

"Arghh! Ayah, Ibu, jadi pengen cepet nikah!"

*

*

TBC

Yuk ah ramaikan komentar nya, hihi.

Terpopuler

Comments

Sani Srimulyani

Sani Srimulyani

ya ampun.....iqis iqis lucu banget sih.....

2023-10-11

2

Mulianti Mulianti

Mulianti Mulianti

ngakak thorrrrrr

2023-10-07

2

Chu Shoyanie

Chu Shoyanie

aku pernah chat an kyk Bilqis gitu...tapi aku mh sm mantan Kepala Sekolahku yg jd pengawas,aku fikir aku chat sm istrinya yg adalah tmn kuliahku,Krn beliau pk nmr tmnku\istrinya itu...maluuuu bgt!🙈

2023-10-05

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!