PART 3

Selamat membaca...

🚬🚬🚬🚬🚬🚬🚬

Back to present day,

“Yang gue pikir dari namanya, gue membayangkan itu cewe imut – imut lucu nan menggemaskan. Eh taunya, seperti ini bentukannya ..”

Ada Andrew yang setengah menggumam sambil melirik malas gadis remaja di seberang duduknya itu. Yang orangnya langsung memandang pada Andrew namun tak membalas ucapan Andrew yang meledeknya itu.

Hanya si gadis menjulurkan lidahnya saja pada Andrew, lalu kembali fokus ke makanan pada mangkok yang ada dihadapannya. Fania namanya.

Yang tetap bersikap masa bodoh, meskipun Andrew meledeknya lagi.

“Dekil! Cewe jadi – jadian –“

Takk!

Sebuah kotak tusuk gigi sampai ke dada Andrew.

Namun bukan Fania pelakunya.

“Sembarangan aja lo ngatain adek gue!”

Namun cowok yang duduk disamping Fania pelakunya.

Dia yang sudah mengklaim dirinya adalah kakak angkat sang Fania, tak terima jika adik angkatnya yang lucu dan menggemaskan baginya itu dikatai dekil oleh Andrew.

Reno.

Menggunakan kotak tusuk gigi yang ia jadikan senjata untuk menimpuk Andrew yang sering seenaknya mulutnya itu jika sudah mengatai gadis tomboi yang Reno sudah anggap sebagai adiknya sendiri.

🚬

Andrew berdecak malas kemudian.

Lalu si cewe berinisial F, Fania -- yang tadi Andrew katai itu, kemudian terdengar suaranya setelah Reno membelanya.

“Tau lo ngatain gue terus! Naksir lo sama gue nanti –“

“Hah! Mimpi!” sambar Andrew. Lo adegan yang sejak dua makhluk yang sedang nampak adu mulut itu bertemu sering terjadi di hadapan Reno, sedang terjadi lagi.

Andrew dan gadis bernama Fania itu kembali adu mulut ga jelas.

“Nanti lo bakal mimpi – mimpiin gue saking kesengsem –“

“Mimpi buruk!”

Dimana adu mulut ga jelas itu, seringnya ditambah dengan kekerasan fisik dari Fania pada Andrew.

Bukan kekerasan fisik yang berarti sih.

Namun cukup bisa membuat Andrew meringis.

Seperti sekarang contohnya. “Aduh sakit Fania!”

Andrew mengaduh karena beberapa kuku dari jari Fania digoreskan ke salah satu lengannya.

Tak seberapa panjang, namun cukup bisa membuat Andrew merasakan perih di salah satu lengannya itu.

“Sukur!”

“Udah dekil, kasar lagi –“

“Bodo!”

🚬

Dan memang dari sejak pertama, gadis bernama Fania itu tidak pernah bersikap ramah pada Andrew.

Begitupula Andrew pada Fania.

Namun begitu, Andrew entah kenapa jadi betah aja gabung sama Reno kalau sedang bersama Fania.

Malah menurut Reno, walau Andrew Reno akui lebih supel dari dirinya dan senang nongkrong—berbeda dengan dirinya yang lebih suka berada di rumah, namun Andrew biasanya masa bodoh dengan orang – orang disekelilingnya.

Tidak mau tahu urusan orang lain, apalagi kalau tidak ada hubungannya dengan diri Andrew. Tapi sejak—katakanlah sering berkumpul dengan Reno yang sedang bersama Fania, Andrew—Reno perhatikan, cukup punya perhatian – perhatian kecil pada Fania.

Walau Andrew tak pernah sekalipun bicara lembut pada Fania.

Seperti sekarang ini contohnya. “Ini lagi nih, makan apaan nih?!” tanya Andrew pada Fania sambil mendelik melihat mangkok di hadapan Fania, yang orangnya langsung menjawab pertanyaan Andrew yang seperti selalunya, bernada ketus pada Fania.

“Emih lah! Siwer mata lo?!” dan Fania pun juga sama, akan menjawab Andrew dengan sama ketusnya. Selalu terlihat masa bodoh dengan apa yang Andrew katakan padanya. Tak pernah bersikap lembut apalagi imut pada Andrew.

Padahal Andrew punya tampang yang sebelas dua belas gantengnya sama Reno. Hanya Andrew terlihat lebih garang dengan proporsi tubuhnya yang lebih agak berotot dari Reno.

Memang Andrew masih SMA, tapi darah blasteran dimana gen ayahnya yang orang bule itu lebih mendominasi, menjadikan tubuh Andrew memang lebih diatas rata-rata cowo diusianya.

Lalu cowo itu rajin olahraga. Bahkan terkesan mencandui olahraga, yang mana membuatnya jadi sering melakukan hal tersebut, hingga tubuh Andrew jadi begitu atletis dengan sedikit otot yang berlebih.

Tidak seatletis Andrew, namun bukan berarti tubuh Reno lembek. Karena Reno juga atletis hitungannya, atas perutnya yang rata namun kencang pada porsinya. Pas dengan tubuhnya yang tinggi, walau tidak setinggi Andrew.

Andrew mah tiang sutet, kalau kata Fania.

🚬

Reno kapten basket di sekolah, yang seperti Andrew—olahraga adalah hobinya selain membaca.

Jadi tubuh Reno ya memang atletis. Layaknya tubuh seorang kapten basket. Tinggi dan tegap tanpa ada timbunan lemak di tubuhnya.

Lalu jika Reno dan Andrew berdiri mengapit Fania yang sama berdiri, pemandangan pun akan terlihat cukup timplang.

Karena tinggi Fania hanyalah sebatas ketiaknya Reno. Makanya Andrew memanggil Fania kurcaci.

Selain sebutan lain yang Andrew sematkan pada Gadis itu karena model rambutnya. “Demi Moore KW.”

🚬

“Ini kalau begini lo bukan makan mie! Tapi makan saus! ..” Andrew meneruskan seruannya pada Fania. “Coba lihat tuh Ren! adik lo tuh pakai saus sampai buat itu mie nya ketutup sama itu saus!”

Reno pun melihat ke arah yang Andrew maksud. “Astaga ..”

Reno langsung berkesah terkejut setelah melihat mangkok berisikan mie yang sedang dilahap Fania itu.

Lalu Reno hendak membuka mulutnya untuk mengingatkan Fania.

“Mau usus buntu lo?! Bla .. bla .. bla ..” namun keburu keduluan Andrew yang merepet kemudian.

Mendelik pada Fania juga selain merepet tajam, namun repetannya itu berisikan nasehat – nasehat untuk kesehatan Fania.

Makanya Reno berpendapat dalam hatinya, kalau Andrew sebenarnya cukup perhatian pada Fania.

Namun ya itu, Andrew tak menyampaikannya dengan baik – baik, melainkan dengan keketusan.

Yang ujungnya akan mendapat sahutan ketus juga dari cewe yang Andrew juluki dengan kurcaci dan Demi Moore KW itu.

🚬

“Bawel lo!” balasan Fania atas repetan Andrew.

Dan selanjutnya seperti biasa yang terjadi.

Dua orang yang benar-benar tak pernah akur bila bertemu itu, akan terlibat adu mulut.

“Hey Demi Moore kei double you ( KW ), gue kasih tahu buat kebaikan dan kesehatan lo ya –“

“Ga peduli!”

Dan seperti biasa, Reno biarkan saja dua makhluk didekatnya itu melakukan kebiasaan mereka tersebut.

“Ini anak kalau dibilangin –“

“Gue bukan anak lo!”

🚬

“Hish!!“ Andrew nampak terlihat gemas sekali sekarang.

Si Fania ini memang keras kepalanya udah akut. Susah dibilangin!

Begitu menurut Andrew.

Jadi Andrew langsung bertindak saja berdasarkan repetannya pada Fania.

Dimana tangan Andrew kemudian dengan cepat menarik mangkok berisikan mi rebus yang sedang Fania nikmati.

“Ih apaan sih?! Balikin ga mi gue?!” dan protes langsung keluar dengan cepat dari mulut cewe berambut bondol itu.

“Ga!”

Andrew pun langsung menyahut dengan ketus.

Dan tangan Andrew sigap menjauhkan mangkok berisikan mi punya Fania yang membuat Andrew dan Reno rasa ngeri melihat tampilannya yang begitu dipenuhi saus sambal.

Fania mencoba mengambil mangkok mie nya kembali.

“Balikin mi gue Donal Bebek Botak!”

“No Way!” Andrew pun bersikukuh untuk tidak membiarkan Fania merebut kembali mangkok berisikan mie rebusnya yang Andrew rampas dan tahan.

🚬

“Donal Bebek Ga Usah Rese!” Fania semakin jengkel. “Gue Laper Ini! –“

“Pesan makanan yang lain!”

Andrew tetap bersikukuh. Sementara Reno geleng – geleng kecil, namun membiarkan saja 2 makhluk itu membuat kegaduhan di depannya. Setelah dirinya sempat membatin geli ketika mendengar cewe yang sudah ia anggap adiknya sendiri itu menyebut Andrew dengan julukan yang cewe bernama Fania itu berikan pada sahabatnya tersebut.

“Ya kelamaan gue nunggu lagi!” Fania berseru lagi pada Andrew yang langsung juga merespons ucapannya itu.

“Pesan yang cepet jadi! Bubur ayam lebih bagus daripada ini mi instan –“

“Gue lebih suka emi daripada bubur ayam,” sambar Fania. “Lagian itu emi udah gue bumbuin juga –“

“Apa dibumbuin?! Bumbunya jelas instan! Dan yang lo masukan ini saos sambal setengah botol! Cari penyakit! –“

“Kak Renoo .. emi guee ..”

Lalu Fania kini beralih ke Reno.

Merengek pada sang kakak angkat yang selalu membelanya dari Andrew.

🚬

“Lo gila ya Ren, kalau ijinin dia makan ini mie?! ..” Andrew langsung beralih ke Reno, setelah Fania nampak merengek pada sahabatnya itu. “Lo ga lihat ini mie nya dia kayak gini bentukannya?! Ini saus yang lo masukkan ke mie lo ini udah jelas dari cabe busuk dan pewarna tekstil yang akan menempel di usus lo!”

Lalu Andrew kembali beralih pada Fania dan merepet lagi. Reno kemudian mengambil sikap. “Little F ..”

Reno berucap kepada Fania, dengan menyebut cewe itu dengan panggilan yang Reno sematkan padanya.

“Si donal bebek botak itu bener. Lo pakai saus sambal sebanyak itu, ditambah sambal cabe pula, perut lo bisa sakit –“

“Gue udah biasa Kak Renoo makan emi begituu .. ga kenapa – napa perut gue,” timpal Fania dengan cepat pada ucapan Reno.

“Ya mungkin perut lo tahan sekarang! tapi lo pikirin efek jangka panjang dari kebiasaan lo yang ga sehat ini! .. mau mati muda lo?! ..”

🚬

Andrew yang mendengar jawaban Fania atas ucapan Reno sebelumnya, jadi kian gemas pada cewe yang Andrew anggap sebagai cewe jadi – jadian itu.

Namun bukan gemas karena si Fania itu memasang tampang imut – imut.

Melainkan rasa kesal yang kini timbul di hati Andrew pada adik angkatnya Reno itu.

🚬

Lalu rasa kesalnya Andrew jadi bertambah. Ketika yang sedang dinasehati oleh Andrew meski cowok itu menunjukkannya lebih kepada ngomelin daripada nasehatin, membalas ucapannya—yang sebenarnya bermaksud baik itu, dengan remeh. “Bodo ah! Lagian kalo mati muda yang mati juga gue?” begitu si Fania membeo.

Kemudian didetik berikutnya Andrew memandang Fania dengan tajam. Tampak tidak senang.

“Nih!”

Selanjutnya mangkok berisikan mie milik Fania yang sebelumnya Andrew tahan, ia dorong dengan sedikit kasar ke arah Fania sambil berseru sangat ketus. Dan gadis itu langsung menjadi sedikit terkejut.

“Makan Tuh Penyakit! Mau Mati Muda Kan Lo?!”

Sambil Andrew bangkit dari duduknya.

“Tengil Banget Lo!” tambah Andrew dengan masih menatap tak senang pada Fania, dengan juga tetap dengan keketusannya yang lebih kepada ekspresi sangat kesal.

Lalu Andrew hengkang begitu saja dari hadapan Reno dan Fania. Gadis itu kini membeku di tempatnya. Sementara Reno menghembuskan sedikit berat nafasnya.

Kemudian Reno melirik pada Fania yang selain membeku, kini nampak tercenung dengan wajah murung sambil memainkan dua jempolnya yang gadis itu tatapi. Membuat Reno jadi merasa iba padanya.

Satu tangan Reno terulur ke atas kepala Fania. Yang Reno goyangkan dengan pelan kepala anak cewek yang sudah Reno anggap macam adik kandungnya sendiri itu.

“Dah ga usah diambil hati itu ucapannya si donald bebek botak .. Yang jelas ini mie lo jangan dimakan lagi ya?” ucap Reno dengan lembut. “Lagian bener yang dibilang itu si botak biar sinis juga. Kalau lo makan dengan saus sambal sebanyak ini yang jelas jorok cara bikinnya, ga bagus buat perut dan usus lo ..”

Fania lalu mengangguk lemah. Reno langsung tersenyum di tempatnya. Membelai sekali lagi kepala sang adik angkat. Sebelum Reno kembali bicara.

“Harusnya juga lo jangan jajan berat. Kan nanti dibikinin sarapan sama bunda?”

“Iya.” Fania menyahut seraya mengangguk.

Dan dua hal itu dilakukan Fania dengan lemah.

Reno tersenyum lagi, sambil membelai lembut kepala Fania.

“Ya udah balik yuk?”

Selanjutnya Reno mengajak Fania beranjak dari tempat mereka.

“Bunda pasti udah nungguin kita?”

“Iya ..”

Sekali lagi Fania menyahut dengan sangat pelan.

Reno langsung merangkul pundak Fania kala keduanya telah berdiri dari duduk mereka.

“Ini mie sama minumannya udah dibayar belum?”

“Udah, Kak –“

“Ya udah kalo gitu. Yuk?” ajak Reno dan Fania mengangguk.

🚬

Sepanjang perjalanan pulang dari—katakanlah taman komplek tempat tinggalnya Andrew dan Reno, Fania terus saja dirangkul oleh sahabatnya Andrew itu.

Reno bisa membaca, kalau Fania mungkin syok dengan sikap Andrew yang memang keluar aura garangnya kalau sedang kesal. Walau garangnya Andrew yang dilihat Fania tadi, bukan suatu kegarangan bagi Reno yang tahu betul bagaimana yang sebenarnya seorang Andrew kalau garangnya lagi kumat.

Tapi Fania belum mengenal Andrew seperti dirinya. Jadi Reno maklum kalau adik angkatnya itu berubah jadi pendiam sekarang.

Reno banyak bicara untuk membesarkan hati Fania sepanjang mereka berjalan ke rumah Reno dari taman.

Namun cewek yang disebut Andrew sebagai cewek jadi-jadian itu hanya menjawab ‘Iya-Iya’ aja. Dengan wajahnya yang masih nampak murung.

Lalu Reno sedikit merutuki Andrew dalam hatinya. Memang sahabat yang sudah macam saudara kandungnya itu adalah orang yang emosian.

Tapi Reno tidak menyalahkan Andrew juga kenapa sikap dan ucapannya sedikit kasar pada Fania yang memang keras kepala, dan ada salahnya juga dalam hal ini.

Hanya saja Reno tidak mau mencetuskan pendapatnya tentang Fania yang dirasa ada salahnya, hingga membuat Andrew kesal dan jadi agak emosi bicara serta bersikap pada Fania sebelum hengkang dari hadapannya dan gadis itu di kantin taman tadi.

Adik angkat kesayangannya sekarang sudah sangat murung mukanya. Jadi Reno tidak tega kalau harus mengatakan kalau Fania juga ada salahnya.

Reno khawatir Fania sudah tersinggung karena Andrew.

‘Nanti kalo gue bilang si Little F emang salah juga ngomong begitu waktu Andrew nasehatin dia, malah makin tersinggung lagi ini anak. Trus nanti malah ga mau main lagi ke sini?’

Reno membatin.

Sambil Reno melirik Fania yang berjalan disampingnya dengan masih ia rangkul pundaknya.

Anak cewek yang tomboi bukan main. Berisik, cuek banget penampilannya. Belum lagi bondol rambutnya dan ga ada jaim-jaimnya.

Namun bisa membuat Reno nyaman berada di dekat gadis itu dari sejak pertemuan keduanya dengan Fania.

Lalu sekarang, Reno sudah sayang padanya.

Dan atas dasar rasa sayangnya Reno pada Fania itu, makanya Reno menjaga betul perasaan Fania.

Walau gadis tomboi itu bukan adik kandungnya.

Tak ada juga ikatan persaudaraan dirinya dan Fania dalam pohon keluarganya Reno.

Tapi Reno sungguh sangat menyayangi Fania dengan mudahnya, meskipun penampilan gadis itu bisa dikatakan urakan untuk ukuran seorang cewek.

Hanya Fania memang polos dan apa adanya.

Lucu.

Bisa bikin dirinya yang kaku bisa tertawa dengan lebar.

Jadi Reno tidak akan membuat sedikitpun celah untuk membuat Fania tersinggung.

Hanya saja sekarang Reno sedang sedikit khawatir.

Andrew sepertinya kesal sekali pada Fania. Dan kalau sahabat rasa saudara kandungnya itu sudah kesal pada seseorang, Andrew akan bersikap sangat antipati pada orang tersebut.

Padahal Reno ingin Andrew dan Fania bisa akrab. ‘Bisa ribet ini urusan. Kalau si Andrew jadi sentimen sama Fania, sementara gue akan rutin ajak Fania nginap di rumah setiap hari sabtu.’

🚬🚬🚬🚬🚬🚬🚬

To be continue .....

Episodes
1 BLURB & PART 1
2 PART 2
3 PART 3
4 PART 4
5 PART 5
6 PART 6
7 PART 7
8 PART 8
9 PART 9
10 PART 10
11 PART 11
12 PART 12
13 PART 13
14 PART 14
15 PART 15
16 PART 16
17 PART 17
18 PART 18
19 PART 19
20 PART 20
21 PART 21
22 PART 22
23 PART 23
24 PART 24
25 PART 25
26 PART 26
27 PART 27
28 PART 28
29 PART 29
30 PART 30
31 PART 31
32 PART 32
33 PART 33
34 PART 34
35 PART 35
36 PART 36
37 PART 37
38 PART 38
39 PART 39
40 PART 40
41 PART 41
42 PART 42
43 PART 43
44 PART 44
45 PART 45
46 PART 46
47 PART 47
48 PART 48
49 PART 49
50 PART 50
51 PART 51
52 PART 52
53 PART 53
54 PART 54
55 PART 55
56 PART 56
57 PART 57
58 PART 58
59 PART 59
60 PART 60
61 PART 61
62 PART 62
63 PART 63
64 PART 64
65 PART 65
66 PART 66
67 PART 67
68 PART 68
69 PART 69
70 PART 70
71 PART 71
72 PART 72
73 PART 73
74 PART 74
75 PART 75
76 PART 76
77 PART 77
78 PART 78
79 PART 79
80 PART 80
81 PART 81
82 PART 82
83 PART 83
84 PART 84
85 PART 85
86 PART 86
87 PART 87
88 PART 88
89 PART 89
90 PART 90
91 PART 91
92 PART 92
93 PART 93
94 PART 94
95 PART 95
96 PART 96
97 PART 97
98 PART 98
99 PART 99
100 PART 100
101 PART 101
102 PART 102
103 PART 103
104 PART 104
105 PART 105
106 PART 106
107 PART 107
108 PART 108
109 PART 109
110 PART 110
111 PART 111
112 PART 112
113 PART 113
114 PART 114
115 PART 115
116 PART 116
117 PART 117
118 PART 118
119 PART 119
120 PART 120
121 PART 121
122 PART 122
123 PART 123
124 PART 124
125 PART 125
126 PART 126
127 PART 127
128 PART 128
129 PART 129
130 PART 130
131 PART 131
132 PART 132
133 PART 133
134 PART 134
135 PART 135
136 PART 136
137 PART 137
138 PART 138
139 PART 139
140 PART 140
141 PART 141
142 PART 142
143 PART 143
144 PART 144
145 PART 145
146 PART 146
147 PART 147
148 PART 148
149 PART 149
150 PART 150
151 PART 151
152 PART 152
153 PART 153
154 PART 154
155 PART 155
156 PART 156
157 PART 157
158 PART 158
159 PART 159
160 PART 160
161 PART 161
162 PART 162
163 PART 163
164 PART 164
165 PART 165
166 PART 166
167 PART 167
168 PART 168
169 PART 169
170 PART 170
171 PART 171
172 PART 172
173 PART 173
174 PART 174
175 PART 175
176 PART 176
177 PART 177
178 PART 178
179 PART 179
180 PART 180
181 PART 181
182 PART 182
183 PART 183
184 PART 184
185 PART 185
186 PART 186
187 PART 187
188 PART 188
189 PART 189
190 PART 190
191 PART 191
192 PART 192
193 PART 193
194 PART 194
195 PART 195
196 PART 196
197 PART 197
198 PART 198
199 PART 199
200 PART 200
201 PART 201
202 PART 202
203 PART 203
204 PART 204
205 PART 205
206 PART 206
207 PART 207
208 PART 208
209 PART 209
210 PART 210
211 PART 211
212 PART 212
213 PART 213
214 PART 214
215 PART 215
216 PART 216
217 PART 217
218 PART 218
219 PART 219
220 PART 220
221 PART 221
222 PART 222
223 PART 223
224 PART 224
225 PART 225
226 PART 226
227 PART 227
228 PART 228
229 PART 229
230 PART 230
231 PART 231
232 PART 232
233 PART 233
234 PART 234
235 PART 235
236 PART 236
237 PART 237
238 PART 238
239 PART 239
240 PART 240
241 PART 241
242 PART 242
243 PART 243
244 PART 244
245 PART 245
246 PART 246
247 PART 247
248 PART 248
249 PART 249
250 PART 250
251 PART 251
252 PART 252
253 PART 253
254 PART 254
255 PART 255
256 PART 256
257 PART 257
Episodes

Updated 257 Episodes

1
BLURB & PART 1
2
PART 2
3
PART 3
4
PART 4
5
PART 5
6
PART 6
7
PART 7
8
PART 8
9
PART 9
10
PART 10
11
PART 11
12
PART 12
13
PART 13
14
PART 14
15
PART 15
16
PART 16
17
PART 17
18
PART 18
19
PART 19
20
PART 20
21
PART 21
22
PART 22
23
PART 23
24
PART 24
25
PART 25
26
PART 26
27
PART 27
28
PART 28
29
PART 29
30
PART 30
31
PART 31
32
PART 32
33
PART 33
34
PART 34
35
PART 35
36
PART 36
37
PART 37
38
PART 38
39
PART 39
40
PART 40
41
PART 41
42
PART 42
43
PART 43
44
PART 44
45
PART 45
46
PART 46
47
PART 47
48
PART 48
49
PART 49
50
PART 50
51
PART 51
52
PART 52
53
PART 53
54
PART 54
55
PART 55
56
PART 56
57
PART 57
58
PART 58
59
PART 59
60
PART 60
61
PART 61
62
PART 62
63
PART 63
64
PART 64
65
PART 65
66
PART 66
67
PART 67
68
PART 68
69
PART 69
70
PART 70
71
PART 71
72
PART 72
73
PART 73
74
PART 74
75
PART 75
76
PART 76
77
PART 77
78
PART 78
79
PART 79
80
PART 80
81
PART 81
82
PART 82
83
PART 83
84
PART 84
85
PART 85
86
PART 86
87
PART 87
88
PART 88
89
PART 89
90
PART 90
91
PART 91
92
PART 92
93
PART 93
94
PART 94
95
PART 95
96
PART 96
97
PART 97
98
PART 98
99
PART 99
100
PART 100
101
PART 101
102
PART 102
103
PART 103
104
PART 104
105
PART 105
106
PART 106
107
PART 107
108
PART 108
109
PART 109
110
PART 110
111
PART 111
112
PART 112
113
PART 113
114
PART 114
115
PART 115
116
PART 116
117
PART 117
118
PART 118
119
PART 119
120
PART 120
121
PART 121
122
PART 122
123
PART 123
124
PART 124
125
PART 125
126
PART 126
127
PART 127
128
PART 128
129
PART 129
130
PART 130
131
PART 131
132
PART 132
133
PART 133
134
PART 134
135
PART 135
136
PART 136
137
PART 137
138
PART 138
139
PART 139
140
PART 140
141
PART 141
142
PART 142
143
PART 143
144
PART 144
145
PART 145
146
PART 146
147
PART 147
148
PART 148
149
PART 149
150
PART 150
151
PART 151
152
PART 152
153
PART 153
154
PART 154
155
PART 155
156
PART 156
157
PART 157
158
PART 158
159
PART 159
160
PART 160
161
PART 161
162
PART 162
163
PART 163
164
PART 164
165
PART 165
166
PART 166
167
PART 167
168
PART 168
169
PART 169
170
PART 170
171
PART 171
172
PART 172
173
PART 173
174
PART 174
175
PART 175
176
PART 176
177
PART 177
178
PART 178
179
PART 179
180
PART 180
181
PART 181
182
PART 182
183
PART 183
184
PART 184
185
PART 185
186
PART 186
187
PART 187
188
PART 188
189
PART 189
190
PART 190
191
PART 191
192
PART 192
193
PART 193
194
PART 194
195
PART 195
196
PART 196
197
PART 197
198
PART 198
199
PART 199
200
PART 200
201
PART 201
202
PART 202
203
PART 203
204
PART 204
205
PART 205
206
PART 206
207
PART 207
208
PART 208
209
PART 209
210
PART 210
211
PART 211
212
PART 212
213
PART 213
214
PART 214
215
PART 215
216
PART 216
217
PART 217
218
PART 218
219
PART 219
220
PART 220
221
PART 221
222
PART 222
223
PART 223
224
PART 224
225
PART 225
226
PART 226
227
PART 227
228
PART 228
229
PART 229
230
PART 230
231
PART 231
232
PART 232
233
PART 233
234
PART 234
235
PART 235
236
PART 236
237
PART 237
238
PART 238
239
PART 239
240
PART 240
241
PART 241
242
PART 242
243
PART 243
244
PART 244
245
PART 245
246
PART 246
247
PART 247
248
PART 248
249
PART 249
250
PART 250
251
PART 251
252
PART 252
253
PART 253
254
PART 254
255
PART 255
256
PART 256
257
PART 257

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!