Selamat membaca...
🚬🚬🚬🚬🚬🚬🚬
Back to present day,
“Yang gue pikir dari namanya, gue membayangkan itu cewe imut – imut lucu nan menggemaskan. Eh taunya, seperti ini bentukannya ..”
Ada Andrew yang setengah menggumam sambil melirik malas gadis remaja di seberang duduknya itu. Yang orangnya langsung memandang pada Andrew namun tak membalas ucapan Andrew yang meledeknya itu.
Hanya si gadis menjulurkan lidahnya saja pada Andrew, lalu kembali fokus ke makanan pada mangkok yang ada dihadapannya. Fania namanya.
Yang tetap bersikap masa bodoh, meskipun Andrew meledeknya lagi.
“Dekil! Cewe jadi – jadian –“
Takk!
Sebuah kotak tusuk gigi sampai ke dada Andrew.
Namun bukan Fania pelakunya.
“Sembarangan aja lo ngatain adek gue!”
Namun cowok yang duduk disamping Fania pelakunya.
Dia yang sudah mengklaim dirinya adalah kakak angkat sang Fania, tak terima jika adik angkatnya yang lucu dan menggemaskan baginya itu dikatai dekil oleh Andrew.
Reno.
Menggunakan kotak tusuk gigi yang ia jadikan senjata untuk menimpuk Andrew yang sering seenaknya mulutnya itu jika sudah mengatai gadis tomboi yang Reno sudah anggap sebagai adiknya sendiri.
🚬
Andrew berdecak malas kemudian.
Lalu si cewe berinisial F, Fania -- yang tadi Andrew katai itu, kemudian terdengar suaranya setelah Reno membelanya.
“Tau lo ngatain gue terus! Naksir lo sama gue nanti –“
“Hah! Mimpi!” sambar Andrew. Lo adegan yang sejak dua makhluk yang sedang nampak adu mulut itu bertemu sering terjadi di hadapan Reno, sedang terjadi lagi.
Andrew dan gadis bernama Fania itu kembali adu mulut ga jelas.
“Nanti lo bakal mimpi – mimpiin gue saking kesengsem –“
“Mimpi buruk!”
Dimana adu mulut ga jelas itu, seringnya ditambah dengan kekerasan fisik dari Fania pada Andrew.
Bukan kekerasan fisik yang berarti sih.
Namun cukup bisa membuat Andrew meringis.
Seperti sekarang contohnya. “Aduh sakit Fania!”
Andrew mengaduh karena beberapa kuku dari jari Fania digoreskan ke salah satu lengannya.
Tak seberapa panjang, namun cukup bisa membuat Andrew merasakan perih di salah satu lengannya itu.
“Sukur!”
“Udah dekil, kasar lagi –“
“Bodo!”
🚬
Dan memang dari sejak pertama, gadis bernama Fania itu tidak pernah bersikap ramah pada Andrew.
Begitupula Andrew pada Fania.
Namun begitu, Andrew entah kenapa jadi betah aja gabung sama Reno kalau sedang bersama Fania.
Malah menurut Reno, walau Andrew Reno akui lebih supel dari dirinya dan senang nongkrong—berbeda dengan dirinya yang lebih suka berada di rumah, namun Andrew biasanya masa bodoh dengan orang – orang disekelilingnya.
Tidak mau tahu urusan orang lain, apalagi kalau tidak ada hubungannya dengan diri Andrew. Tapi sejak—katakanlah sering berkumpul dengan Reno yang sedang bersama Fania, Andrew—Reno perhatikan, cukup punya perhatian – perhatian kecil pada Fania.
Walau Andrew tak pernah sekalipun bicara lembut pada Fania.
Seperti sekarang ini contohnya. “Ini lagi nih, makan apaan nih?!” tanya Andrew pada Fania sambil mendelik melihat mangkok di hadapan Fania, yang orangnya langsung menjawab pertanyaan Andrew yang seperti selalunya, bernada ketus pada Fania.
“Emih lah! Siwer mata lo?!” dan Fania pun juga sama, akan menjawab Andrew dengan sama ketusnya. Selalu terlihat masa bodoh dengan apa yang Andrew katakan padanya. Tak pernah bersikap lembut apalagi imut pada Andrew.
Padahal Andrew punya tampang yang sebelas dua belas gantengnya sama Reno. Hanya Andrew terlihat lebih garang dengan proporsi tubuhnya yang lebih agak berotot dari Reno.
Memang Andrew masih SMA, tapi darah blasteran dimana gen ayahnya yang orang bule itu lebih mendominasi, menjadikan tubuh Andrew memang lebih diatas rata-rata cowo diusianya.
Lalu cowo itu rajin olahraga. Bahkan terkesan mencandui olahraga, yang mana membuatnya jadi sering melakukan hal tersebut, hingga tubuh Andrew jadi begitu atletis dengan sedikit otot yang berlebih.
Tidak seatletis Andrew, namun bukan berarti tubuh Reno lembek. Karena Reno juga atletis hitungannya, atas perutnya yang rata namun kencang pada porsinya. Pas dengan tubuhnya yang tinggi, walau tidak setinggi Andrew.
Andrew mah tiang sutet, kalau kata Fania.
🚬
Reno kapten basket di sekolah, yang seperti Andrew—olahraga adalah hobinya selain membaca.
Jadi tubuh Reno ya memang atletis. Layaknya tubuh seorang kapten basket. Tinggi dan tegap tanpa ada timbunan lemak di tubuhnya.
Lalu jika Reno dan Andrew berdiri mengapit Fania yang sama berdiri, pemandangan pun akan terlihat cukup timplang.
Karena tinggi Fania hanyalah sebatas ketiaknya Reno. Makanya Andrew memanggil Fania kurcaci.
Selain sebutan lain yang Andrew sematkan pada Gadis itu karena model rambutnya. “Demi Moore KW.”
🚬
“Ini kalau begini lo bukan makan mie! Tapi makan saus! ..” Andrew meneruskan seruannya pada Fania. “Coba lihat tuh Ren! adik lo tuh pakai saus sampai buat itu mie nya ketutup sama itu saus!”
Reno pun melihat ke arah yang Andrew maksud. “Astaga ..”
Reno langsung berkesah terkejut setelah melihat mangkok berisikan mie yang sedang dilahap Fania itu.
Lalu Reno hendak membuka mulutnya untuk mengingatkan Fania.
“Mau usus buntu lo?! Bla .. bla .. bla ..” namun keburu keduluan Andrew yang merepet kemudian.
Mendelik pada Fania juga selain merepet tajam, namun repetannya itu berisikan nasehat – nasehat untuk kesehatan Fania.
Makanya Reno berpendapat dalam hatinya, kalau Andrew sebenarnya cukup perhatian pada Fania.
Namun ya itu, Andrew tak menyampaikannya dengan baik – baik, melainkan dengan keketusan.
Yang ujungnya akan mendapat sahutan ketus juga dari cewe yang Andrew juluki dengan kurcaci dan Demi Moore KW itu.
🚬
“Bawel lo!” balasan Fania atas repetan Andrew.
Dan selanjutnya seperti biasa yang terjadi.
Dua orang yang benar-benar tak pernah akur bila bertemu itu, akan terlibat adu mulut.
“Hey Demi Moore kei double you ( KW ), gue kasih tahu buat kebaikan dan kesehatan lo ya –“
“Ga peduli!”
Dan seperti biasa, Reno biarkan saja dua makhluk didekatnya itu melakukan kebiasaan mereka tersebut.
“Ini anak kalau dibilangin –“
“Gue bukan anak lo!”
🚬
“Hish!!“ Andrew nampak terlihat gemas sekali sekarang.
Si Fania ini memang keras kepalanya udah akut. Susah dibilangin!
Begitu menurut Andrew.
Jadi Andrew langsung bertindak saja berdasarkan repetannya pada Fania.
Dimana tangan Andrew kemudian dengan cepat menarik mangkok berisikan mi rebus yang sedang Fania nikmati.
“Ih apaan sih?! Balikin ga mi gue?!” dan protes langsung keluar dengan cepat dari mulut cewe berambut bondol itu.
“Ga!”
Andrew pun langsung menyahut dengan ketus.
Dan tangan Andrew sigap menjauhkan mangkok berisikan mi punya Fania yang membuat Andrew dan Reno rasa ngeri melihat tampilannya yang begitu dipenuhi saus sambal.
Fania mencoba mengambil mangkok mie nya kembali.
“Balikin mi gue Donal Bebek Botak!”
“No Way!” Andrew pun bersikukuh untuk tidak membiarkan Fania merebut kembali mangkok berisikan mie rebusnya yang Andrew rampas dan tahan.
🚬
“Donal Bebek Ga Usah Rese!” Fania semakin jengkel. “Gue Laper Ini! –“
“Pesan makanan yang lain!”
Andrew tetap bersikukuh. Sementara Reno geleng – geleng kecil, namun membiarkan saja 2 makhluk itu membuat kegaduhan di depannya. Setelah dirinya sempat membatin geli ketika mendengar cewe yang sudah ia anggap adiknya sendiri itu menyebut Andrew dengan julukan yang cewe bernama Fania itu berikan pada sahabatnya tersebut.
“Ya kelamaan gue nunggu lagi!” Fania berseru lagi pada Andrew yang langsung juga merespons ucapannya itu.
“Pesan yang cepet jadi! Bubur ayam lebih bagus daripada ini mi instan –“
“Gue lebih suka emi daripada bubur ayam,” sambar Fania. “Lagian itu emi udah gue bumbuin juga –“
“Apa dibumbuin?! Bumbunya jelas instan! Dan yang lo masukan ini saos sambal setengah botol! Cari penyakit! –“
“Kak Renoo .. emi guee ..”
Lalu Fania kini beralih ke Reno.
Merengek pada sang kakak angkat yang selalu membelanya dari Andrew.
🚬
“Lo gila ya Ren, kalau ijinin dia makan ini mie?! ..” Andrew langsung beralih ke Reno, setelah Fania nampak merengek pada sahabatnya itu. “Lo ga lihat ini mie nya dia kayak gini bentukannya?! Ini saus yang lo masukkan ke mie lo ini udah jelas dari cabe busuk dan pewarna tekstil yang akan menempel di usus lo!”
Lalu Andrew kembali beralih pada Fania dan merepet lagi. Reno kemudian mengambil sikap. “Little F ..”
Reno berucap kepada Fania, dengan menyebut cewe itu dengan panggilan yang Reno sematkan padanya.
“Si donal bebek botak itu bener. Lo pakai saus sambal sebanyak itu, ditambah sambal cabe pula, perut lo bisa sakit –“
“Gue udah biasa Kak Renoo makan emi begituu .. ga kenapa – napa perut gue,” timpal Fania dengan cepat pada ucapan Reno.
“Ya mungkin perut lo tahan sekarang! tapi lo pikirin efek jangka panjang dari kebiasaan lo yang ga sehat ini! .. mau mati muda lo?! ..”
🚬
Andrew yang mendengar jawaban Fania atas ucapan Reno sebelumnya, jadi kian gemas pada cewe yang Andrew anggap sebagai cewe jadi – jadian itu.
Namun bukan gemas karena si Fania itu memasang tampang imut – imut.
Melainkan rasa kesal yang kini timbul di hati Andrew pada adik angkatnya Reno itu.
🚬
Lalu rasa kesalnya Andrew jadi bertambah. Ketika yang sedang dinasehati oleh Andrew meski cowok itu menunjukkannya lebih kepada ngomelin daripada nasehatin, membalas ucapannya—yang sebenarnya bermaksud baik itu, dengan remeh. “Bodo ah! Lagian kalo mati muda yang mati juga gue?” begitu si Fania membeo.
Kemudian didetik berikutnya Andrew memandang Fania dengan tajam. Tampak tidak senang.
“Nih!”
Selanjutnya mangkok berisikan mie milik Fania yang sebelumnya Andrew tahan, ia dorong dengan sedikit kasar ke arah Fania sambil berseru sangat ketus. Dan gadis itu langsung menjadi sedikit terkejut.
“Makan Tuh Penyakit! Mau Mati Muda Kan Lo?!”
Sambil Andrew bangkit dari duduknya.
“Tengil Banget Lo!” tambah Andrew dengan masih menatap tak senang pada Fania, dengan juga tetap dengan keketusannya yang lebih kepada ekspresi sangat kesal.
Lalu Andrew hengkang begitu saja dari hadapan Reno dan Fania. Gadis itu kini membeku di tempatnya. Sementara Reno menghembuskan sedikit berat nafasnya.
Kemudian Reno melirik pada Fania yang selain membeku, kini nampak tercenung dengan wajah murung sambil memainkan dua jempolnya yang gadis itu tatapi. Membuat Reno jadi merasa iba padanya.
Satu tangan Reno terulur ke atas kepala Fania. Yang Reno goyangkan dengan pelan kepala anak cewek yang sudah Reno anggap macam adik kandungnya sendiri itu.
“Dah ga usah diambil hati itu ucapannya si donald bebek botak .. Yang jelas ini mie lo jangan dimakan lagi ya?” ucap Reno dengan lembut. “Lagian bener yang dibilang itu si botak biar sinis juga. Kalau lo makan dengan saus sambal sebanyak ini yang jelas jorok cara bikinnya, ga bagus buat perut dan usus lo ..”
Fania lalu mengangguk lemah. Reno langsung tersenyum di tempatnya. Membelai sekali lagi kepala sang adik angkat. Sebelum Reno kembali bicara.
“Harusnya juga lo jangan jajan berat. Kan nanti dibikinin sarapan sama bunda?”
“Iya.” Fania menyahut seraya mengangguk.
Dan dua hal itu dilakukan Fania dengan lemah.
Reno tersenyum lagi, sambil membelai lembut kepala Fania.
“Ya udah balik yuk?”
Selanjutnya Reno mengajak Fania beranjak dari tempat mereka.
“Bunda pasti udah nungguin kita?”
“Iya ..”
Sekali lagi Fania menyahut dengan sangat pelan.
Reno langsung merangkul pundak Fania kala keduanya telah berdiri dari duduk mereka.
“Ini mie sama minumannya udah dibayar belum?”
“Udah, Kak –“
“Ya udah kalo gitu. Yuk?” ajak Reno dan Fania mengangguk.
🚬
Sepanjang perjalanan pulang dari—katakanlah taman komplek tempat tinggalnya Andrew dan Reno, Fania terus saja dirangkul oleh sahabatnya Andrew itu.
Reno bisa membaca, kalau Fania mungkin syok dengan sikap Andrew yang memang keluar aura garangnya kalau sedang kesal. Walau garangnya Andrew yang dilihat Fania tadi, bukan suatu kegarangan bagi Reno yang tahu betul bagaimana yang sebenarnya seorang Andrew kalau garangnya lagi kumat.
Tapi Fania belum mengenal Andrew seperti dirinya. Jadi Reno maklum kalau adik angkatnya itu berubah jadi pendiam sekarang.
Reno banyak bicara untuk membesarkan hati Fania sepanjang mereka berjalan ke rumah Reno dari taman.
Namun cewek yang disebut Andrew sebagai cewek jadi-jadian itu hanya menjawab ‘Iya-Iya’ aja. Dengan wajahnya yang masih nampak murung.
Lalu Reno sedikit merutuki Andrew dalam hatinya. Memang sahabat yang sudah macam saudara kandungnya itu adalah orang yang emosian.
Tapi Reno tidak menyalahkan Andrew juga kenapa sikap dan ucapannya sedikit kasar pada Fania yang memang keras kepala, dan ada salahnya juga dalam hal ini.
Hanya saja Reno tidak mau mencetuskan pendapatnya tentang Fania yang dirasa ada salahnya, hingga membuat Andrew kesal dan jadi agak emosi bicara serta bersikap pada Fania sebelum hengkang dari hadapannya dan gadis itu di kantin taman tadi.
Adik angkat kesayangannya sekarang sudah sangat murung mukanya. Jadi Reno tidak tega kalau harus mengatakan kalau Fania juga ada salahnya.
Reno khawatir Fania sudah tersinggung karena Andrew.
‘Nanti kalo gue bilang si Little F emang salah juga ngomong begitu waktu Andrew nasehatin dia, malah makin tersinggung lagi ini anak. Trus nanti malah ga mau main lagi ke sini?’
Reno membatin.
Sambil Reno melirik Fania yang berjalan disampingnya dengan masih ia rangkul pundaknya.
Anak cewek yang tomboi bukan main. Berisik, cuek banget penampilannya. Belum lagi bondol rambutnya dan ga ada jaim-jaimnya.
Namun bisa membuat Reno nyaman berada di dekat gadis itu dari sejak pertemuan keduanya dengan Fania.
Lalu sekarang, Reno sudah sayang padanya.
Dan atas dasar rasa sayangnya Reno pada Fania itu, makanya Reno menjaga betul perasaan Fania.
Walau gadis tomboi itu bukan adik kandungnya.
Tak ada juga ikatan persaudaraan dirinya dan Fania dalam pohon keluarganya Reno.
Tapi Reno sungguh sangat menyayangi Fania dengan mudahnya, meskipun penampilan gadis itu bisa dikatakan urakan untuk ukuran seorang cewek.
Hanya Fania memang polos dan apa adanya.
Lucu.
Bisa bikin dirinya yang kaku bisa tertawa dengan lebar.
Jadi Reno tidak akan membuat sedikitpun celah untuk membuat Fania tersinggung.
Hanya saja sekarang Reno sedang sedikit khawatir.
Andrew sepertinya kesal sekali pada Fania. Dan kalau sahabat rasa saudara kandungnya itu sudah kesal pada seseorang, Andrew akan bersikap sangat antipati pada orang tersebut.
Padahal Reno ingin Andrew dan Fania bisa akrab. ‘Bisa ribet ini urusan. Kalau si Andrew jadi sentimen sama Fania, sementara gue akan rutin ajak Fania nginap di rumah setiap hari sabtu.’
🚬🚬🚬🚬🚬🚬🚬
To be continue .....
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 257 Episodes
Comments