PART 7

Selamat membaca...

🚬🚬🚬🚬🚬🚬🚬

Hanya sebentar saja Andrew berada di kantor sekolah yang selama satu tahun ke depan akan akrab dalam kesehariaannya.

Andrew menuruti apa kata Reno untuk melapor ke bagian kesiswaan, bahwa dirinya yang per hari ini tercatat di SMA yang sama dengan Reno itu telah tiba untuk memastikan bahwa dirinya benar akan sekolah di sana.

Yang menurut Andrew hanya membuat kakinya pegal saja. Padahal saat di kantor sekolah tersebut Andrew di suruh duduk. Bahkan duduk di sofa nyaman ruangan kepsek layaknya seorang tamu penting buat sekolah saja.

Tapi yah memang seperti itu kiranya arti seorang Andrew Eager Adjieran Smith bagi sang kepsek SMA tempat Reno menimba ilmu di Sekolah Menengah Atas, karena kata Pak Kepsek, beliau kenal baik dengan ayahnya Andrew yang sebelumnya titip-titip padanya tentang Reno yang sudah ayah kandungnya Andrew anggap sebagai anaknya sendiri.

Andrew penting baginya, karena anak dari seseorang yang cukup berjasa untuknya hingga sang Kepsek bisa berada dalam posisinya sekarang, selain punya kehidupan yang cukup sejahtera dengan keluarganya. Dan karena hal itu, Andrew bahkan diperlakukan dengan cukup hati-hati oleh sang Kepsek.

🚬🚬

Andrew tidak ingin berlama-lama berada di ruangan Kepsek walaupun ruangan itu cukup nyaman. Jadi Andrew hanya duduk sebentar saja di ruangan pribadinya Pak Kepsek sambil sedikit basa-basi pada yang punya ruangan yang kemudian memperkenalkannya dengan para guru pengajar yang hampir kesemuanya sudah datang ke sekolah.

Lalu Andrew permisi dari hadapan sang Kepsek dan para guru tersebut, yang diantaranya ada wali kelasnya Andrew yang masuk di kelasnya Reno----seperti keinginan Andrew yang ia cetuskan kala ia bilang pada ayahnya kalau Andrew ingin pindah sekolah ke Kota J.

Andrew juga menyampaikan rencananya pada Reno tentunya, kalau Andrew ingin menghabiskan tahun terakhirnya sebagai anak SMA di sekolah tempat Reno menimba ilmu saat ini----termasuk sekalian berada di kelas yang sama dengan sahabat sejak kecilnya itu.

Reno pun iya-iyakan saja rencana Andrew itu, di larang juga percuma----karena si Andrew itu kalau sudah punya mau, ya maunya.

Dan akan Reno iyakan, selama itu tidak mengganggunya.

🚬🚬

Dia ingin berkeliling sekolah dulu sebelum nanti waktunya upacara.

Tentu, sambil dia berniat untuk hunting cewek-cewek yang menjadi siswi di SMA tempat dia akan menghabiskan tahun terakhirnya sebagai seorang pelajar sebelum mencapai bangku kuliah.

Mau tahu para cewek populer di sana, sambil nanti Andrew seleksi kira-kira siswi populer mana yang bisa jadi pacar pertamanya di sekolah tersebut.  Dan sudah ada beberapa cewe yang kini sudah memperhatikan sosok Andrew yang sedang berjalan di lorong sekolah.

Namun tidak ada satupun yang Andrew tegur----baik yang cantik, apalagi yang mukanya biasa aja.

Karena seplayboy-playboynya dia, tetap Andrew pentingkan pencitraan kalau di depan orang lain yang tidak dekat dengannya.

Apalagi di depan cewek-cewek yang sudah Andrew baca kalau mereka menaruh minat padanya, ataupun pada cewek yang dinilai Andrew memenuhi kriterianya.

Tetap, Andrew akan bersikap jual mahal.

Tapi selalu, cewek yang Andrew incar, akan dalam genggamannya tanpa Andrew nembak duluan.

Salah satu poin lebihnya seorang Andrew Eager Adjieran Smith,  yang kalau serapah----cewek manapun yang ia mau, ga mungkin ga bisa dia dapat.

Walaupun satu poin lebih yang itu, kiranya ga penting amat buat dibangga-banggain.

🚬🚬

“Not bad ( Lumayan )...”

Andrew yang sedang mengayunkan kaki jangkungnya di sebuah lorong sekolah dari arah kantor sekolah tersebut, menggumam setelah matanya menyisir beberapa bagian sekolah dari tempatnya berada, memberi penilaiannya untuk sekolah barunya itu.

Brukk!

Lalu saat Andrew tengah melihat-lihat sekolah barunya itu, lengannya tertabrak cukup keras dari belakangnya.

“Woy! Buta Mata Lo?!” sebuah seruan terdengar cukup nyolot, namun bukan dari mulut Andrew----melainkan dari orang yang menabraknya.

Yang merupakan salah seorang siswa di SMA yang kini jadi sekolah tempat Andrew menimba ilmu di tahun terakhirnya sebelum mencapai bangku kuliah.

Andrew menaikkan satu alisnya pada siswa tersebut yang memandanginya dengan tatapan tak suka dan menantang, “Excuse me? lo yang nabrak gue kenapa jadi lo yang nyolot?”

Andrew lalu langsung membalas ucapan siswa yang menabraknya itu, yang kemudian langsung melotot pada Andrew----namun kemudian dia menelisik diri Andrew dengan matanya. “Lu anak baru?“ siswa yang menabrak Andrew itu, lalu mencetuskan pertanyaan padanya.

🚬🚬

“B*ngsat. WOY!”

Sebuah seruan emosi terdengar lagi, setelah satu kata umpatan sebelumnya.

Dari siswa yang sama----yang tadi terlihat geram pada Andrew, padahal dia yang salah.

“Wah anak baru cari gara-gara dia, Fer!”

Seruan terdengar lagi dari satu siswa lain yang memang bersama dengan siswa yang menabrak Andrew tadi.

Dimana satu siswa yang dipanggil dengan sebutan ‘Fer’ oleh temannya itu, memang nampak kian geram karena saat dia bertanya perihal status Andrew yang si siswa tersebut asing wajahnya----Andrew malah ngeloyor dari hadapannya begitu saja dengan santai.

“Minta dihajar emang," gumam si siswa dengan panggilan 'Fer' itu sambil menggeram tertahan.

“Yoi!....” teman yang memprovokasi siswa yang menabrak Andrew itu menimpali ucapan geram sang teman sambil menatap emosi ke arah Andrew yang mengabaikannya itu.

“WOY ANAK BARU!....”

Si ‘Fer’ itu lalu teriak sambil menggegapkan langkahnya untuk menghampiri Andrew.

Andrew tetap masa bodoh saja.

“Emang b*ngsat nih orang....” Fer menggumam geram kemudian.

Pasalnya, sudahlah Andrew benar-benar tak sedikit pun menoleh kala ia berteriak pada sosok siswa baru itu----ditambah Andrew seolah mengejeknya dengan memasukkan satu telunjuk ke telinga, membuat gestur sedang mengorek isi telinga setelah Fer berteriak.

Dan semua yang sedang berlangsung itu----akibat teriakan si Fer, membuat para siswa dan siswi yang mendengarnya jadi memusatkan perhatian pada Fer dan temannya yang nampak sedang menghampiri dengan tergesa satu siswa di depan mereka, yang langkahnya begitu lebar----namun cara berjalannya terlihat santai.

“BER----“

“Apaan lo pagi-pagi udah berisik?!” tepat saat si Fer itu sudah berada di belakang Andrew dalam jarak yang dekat dan hendak meraih satu pundak Andrew dengan tangannya, Reno tahu-tahu muncul di arah depan Andrew.

“Ga usah ikut campur lu!”

Si Fer langsung membalas ucapan Reno.

“Lo lupa jabatan gue di sekolah ini?! Kalo ada bau-bau biang kerok sekolah mau bikin masalah, gue perlu ikut campur!” Reno juga dengan cepat menimpali ucapan si Fer yang ketus dan sinis padanya.

“Cih!”

Fer pun langsung berdecih.

“Ada juga orang kampungan di sekolah fave begini?”

Disaat yang sama, celetukan keluar dari mulut Andrew sambil ia tersenyum remeh. Dan cowok kini telah berhenti berjalan, lalu baru menoleh ke arah si Fer dan temannya.

“B*ngsat diem lu!”

Merasa kalau Andrew tengah meremehkan dan juga mengatainya, Si Fer itu langsung menunjuk dan berkata geram pada Andrew yang malah cengegesan.

“Lo yang diem!”

Dan Reno yang membalas ucapan si Fer.

“Lepas dari posisi gue di sini, urusan dia jadi urusan gue!”

Reno berseru lagi, dengan dirinya yang kini berkacak pinggang menghadap pada si Fer dan temannya.

“Oh kenalan lo dia?----“

“Ga ada urusan hubungan gue dan dia sama lo!” timpal Reno dengan cepat dan ketus.

🚬🚬

Tak seberapa lama, area di sekeliling Andrew dan Reno bersama dua orang siswa yang tadinya hendak mengajak ribut Andrew----mulai ramai. Terlebih, saat beberapa temannya Fer yang lain kemudian menghampiri teman mereka itu, yang nampak sedang adu mulut dengan Reno.

Namun tak hanya gerombolan si Fer yang lalu lebih mendekat ke area 4 orang yang sedang nampak adu argumen itu. Beberapa siswa dari yang menjadi kubu Reno pun mulai berdatangan.

“Weh! Andrew Mamen! Ternyata elo anak barunya?!”

Dimana salah satu siswa yang berada di kubu Reno itu mengenali Andrew.

Satu siswa yang mengenali Andrew dan dikenali juga oleh Andrew karena pernah nongkrong bersama, kemudian melingkarkan lengannya sok akrab ke bahu Andrew yang membalas sapaannya dengan hanya menggerakkan dagunya saja, namun sedikit menampilkan senyumnya.

Pun Andrew membiarkan satu teman Reno itu bersikap sok akrab padanya, karena memang sudah cukup kenal juga----tak hanya dengan satu siswa itu, namun dengan beberapa teman sekolah Reno yang lain----yang sudah berdatangan dan berdiri mengambil posisi di sisi kiri dan kanan tempat Reno dan Andrew berdiri.

Mereka juga kenal dengan Andrew, dan sempat menyapa singkat Andrew sebelum berdiri menghadap si Fer dan kawanannya. Lalu celetukan remeh keluar dari mulut si Fer. “Weh anak mama pada ngumpul....” cibirnya sambil terkekeh remeh, lalu diikuti oleh teman-temannya. Namun kekehan mereka tak bertahan lama, karena cibiran kemudian datang juga dari seorang teman Reno.

“Ini anak mama pada pernah bikin lo sama jongos-jongos lo itu bonyok kalo lo lupa?.... jagoan??....” lalu mengucapkan penekanan di akhir kalimatnya, dimana satu kata itu bukanlah bentuk sebuah pujian----lalu kekehan yang kini terdengar dari kubu Reno, “Tapi kok jagoan gampang bonyok?----“

“Diem lu!----“

“Coba bikin gue diem?”

“Bubar!”

Reno tiba-tiba berseru karena bel sekolah terdengar, saat si Fer menyergah geram pada satu temannya yang ditimpali juga oleh gerombolan dari siswa yang Reno sebut sebagai biang kerok sekolah itu.

Lalu dengkusan terdengar dari Fer dan kawan-kawannya, dimana mereka hendak membubarkan diri kemudian----namun sebelumnya dia menelisik lagi Andrew yang memasang tampang masa bodoh dan balik menatapnya dengan remeh.

“Gue colok tuh mata!”

Satu celetukan terdengar lagi dari kubu Reno yang memperhatikan gerak-geriknya si Fer yang sedang menelisik Andrew.

“Kita ingetin sama lo dan lo kasih tau jongos-jongos lo itu.... ni orang, sodaranya Reno.... nyenggol dia, urusannya ga cuma sama Reno, tapi sama kita orang juga.”

Lalu ujaran yang terdengar sebagai sebuah peringatan untuk si Fer dan gerombolannya, keluar dari mulut siswa yang masih merangkul Andrew sok akrab itu. Dimana Fer langsung mendengkus sinis setelahnya.

“Oh, jadi dia sodara ketua lo pada?.... pantes sama belagunya!----“

“Belagu tapi ganteng sah-sah aja, Nyet!” satu teman Reno menimpali dengan cepat cibiran si Fer itu. “Pinter banget pula! Ga kayak lo! Yang masuk ini sekolah juga gue yakin malsuin nilai plus sogokan!----“

“Jangan sembarangan lo!----“

“Ga ada gue sembarangan! Kalo gue niat bisa gue bongkar fakta tentang nilai-nilai lo sampe bisa masuk sini selain karena nama bapak lo!”

Satu teman Reno yang mencibir Fer langsung lagi menjawab sergahan cowok itu padanya.

“Lupa bokap gue siapa? Cari fakta tentang lo cuma segede upil gampangnya.”

Satu teman Reno yang sedang adu argumen dengan si Fer itu langsung lagi berkata.

Dan si Fer pun diam, karena memang satu teman Reno itu punya ayah yang kerjanya mencari fakta tentang para kriminal untuk menyeret mereka ke dalam jeruji besi.

Kalau sudah satu teman Reno yang ayahnya bekerja dalam satu bidang itu berkata begitu, tak ada yang bisa Fer lalukan selain hengkang saja dari tempatnya sekarang. Kemudian langsung berjalan menerobos Reno dan teman-temannya dengan wajah yang kesal.

“Tambeng!” seru satu teman Reno lainnya yang melihat si Fer itu sengaja menyenggolkan bahunya ke bahu Reno dengan keras, sementara Reno sendiri diam saja----malas lebih jauh menanggapi biang kerok sekolah yang hobinya cari gara-gara dengan siswa lain dan sok jagoan pula.

“Dah lo semua ke lapangan.”

Reno lalu angkat suara dan memberikan perintah pada teman-temannya itu.

“Termasuk lo Andrew Smith!”

Juga pada Andrew.

🚬🚬

Dari sejak kejadian itu, si Fer alias Ferdi tak nampak lagi dekat-dekat dengan Andrew yang kini memang selalu gabung dengan Reno dan teman-teman Reno yang biasa berkumpul dengannya saat istirahat, dimana sebagian adalah teman sekelas Reno dan Andrew juga----dan sebagian lagi anggota tim basket unggulan sekolah.

Pun Andrew lebih masa bodoh lagi pada si Ferdi dan gerombolannya yang tampang mereka nampak begajulan di mata Andrew, belum lagi memang sok jagoan sekali Andrew perhatikan----rasanya Andrew gemas ingin memberikan salam lewat tampolan ke muka itu anak yang sok jagoan, kalau kelakuan si Ferdi dan teman-temannya sedang banyak lagak pada siswa yang takut pada mereka.

Hanya saja, Andrew sudah diperingatkan oleh Reno soal si Ferdi. “Ga usah lo tanggepin itu orang dan gerombolannya. Ga guna! Buang waktu! Termasuk ga usah masuk campur urusan dia.”

“Hem.” Yang Andrew tanggapi begitu saja peringatan Reno itu, yang mana memang Andrew juga ogah ngurusin urusan orang lain----yang penting itu orang jangan coba cari perkara dengannya saja.

Karena kalau sampai itu terjadi, Andrew tak bisa menahan diri----karena dia tidak bisa sedikit saja disulut emosinya, apalagi kalau ada yang coba ‘main fisik’ dengan menyerangnya lebih dulu. Sungguh kesabaran Andrew hanya setipis tisu yang dibelah dua.

Lalu bagaimana jika kesabaran seorang Andrew Eager Adjieran Smith sedang dicoba lewat emosinya?....

🚬🚬

Namanya orang tak suka, pasti ada saja alasan yang dijadikan argumen untuk cari gara-gara.

Terlebih, umumnya anak SMA yang berjiwa muda sedang dalam gejolak mereka sendiri dalam pertemanan serta urusan cinta-cintaan dengan dia yang jadi incaran buat dijadiin pacar.

🚬🚬

Terhitung baru 3 hari Andrew jadi murid baru di SMA tempat Reno bersekolah.

Tapi dalam masa 3 hari itu, Andrew sudah menunjukkan eksistensinya sebagai seorang cowok idaman buat para siswi yang merasa Andrew adalah tipe mereka.

Dan sudahlah banyak dari siswi itu yang terang-terangan sedang mendekatinya, yang Andrew terima-terima saja----selama mereka cantik dalam pandangan Andrew.

Yang satu dari para siswi yang sedang mendekati Andrew itu, ternyata adalah incaran si Ferdi----namun cinta si biang kerok pada siswi tersebut bertepuk sebelah tangan karena yang bersangkutan tidak minat sekali pada Ferdi.

“Gue kasih tau sama lo ya? Gue ga peduli lo sodaranya Reno dan gengnya itu para anak mama. Lo udah cari gara-gara sama gue dari awal lo masuk sini tapi lo gue lepasin karena kebetulan gue lagi bae!....”

Atas hal itu Ferdi pernah menghampiri Andrew di satu ketika, saat Andrew sedang sendirian pergi ke kamar mandi sekolah----memberikan Andrew peringatan sekaligus ancaman.

“Tapi sekarang gue ga akan diem kalo si Wulan lo deketin! Dia milik gue! ngerti lo?!.... Kalo gue liat lo deketin dia lagi, abis lo!”

Yang ditanggapi Andrew dengan masa bodoh tanpa dia merespons ucapannya Ferdi, yang kala itu langsung Andrew tinggal begitu saja.

🚬🚬

Andrew benci diancam.

Makanya kemudian dia sengaja menyulut emosi si Ferdi melalui siswi yang bernama Wulan.

Tadinya si Wulan itu yang gencar mendekati Andrew, dan kini Andrew intens menanggapinya karena memang Andrew sengaja, karena si Ferdi sok-sok-an mengancamnya.

Lagian, si Wulan itu lumayan juga orangnya.

Cantik, putih, semampai, dan panjang rambutnya.

Beda jauh dengan yang namanya Fania, adik angkatnya Reno itu.

Cantik?....

Tau deh.

Kata Bunda Rina cantik itu relatif.

Putih?....

Si Fania itu sering main di lapangan waktu cuaca lagi terik kayaknya.

Hitam banget sih engga....

Tapi untuk ukuran cewek kriteria Andrew, dari warna kulit Fania aja, itu cewek ga masuk kriterianya.

Semampai?....

Iya, ‘Semeter Ga Sampai’

Walaupun itu kiasan.

Yang namanya Wulan juga ga tinggi-tinggi amat.

Tapi Fania lebih pendek darinya.

Jauh dari kata semampai, karena bagi Andrew cewek tengil itu kurcaci.

Belum lagi lurus aja bodinya itu si Fania macam papan triplek.

Terakhir, yang benar-benar membuat seorang Fania amat sangat bukan tipenya Andrew.

Itu cewek rambutnya pendek banget!

Kalo pas dibelai pas mau bilang ‘Sayang’, hanya akan berhenti di ‘Sa’ aja.

Ga nyampe itu kata sayang selesai diucapkan kalau Andrew punya cewek yang rambutnya macam si tengil Fania.

Dah mana tuh cewek SMP ga ada lembut-lembutnya, songong pula pada dirinya yang cukup jauh usia di atas cewek yang Reno anggap sebagai adiknya itu.

Ngeselin!

Kalau kata Andrew tentang si tomboy adik angkatnya Reno itu.

‘Engga banget gue punya cewe macam itu si Demi Moore KW!’

Andrew berseru dalam hatinya.

‘Eh tunggu!’

Hati Andrew berseru lagi.

‘Kenapa gue jadi mikirin itu si tengil?!----‘

🚬🚬🚬🚬

Bersambung......

Terpopuler

Comments

Nunung Nurul hikmah

Nunung Nurul hikmah

kenapa gk bikin cerita yg lain lg mak biar gk monoton trs peminat nya jd banyak lg...maaf cuma kasih saran aj🙏

2023-10-06

0

lihat semua
Episodes
1 BLURB & PART 1
2 PART 2
3 PART 3
4 PART 4
5 PART 5
6 PART 6
7 PART 7
8 PART 8
9 PART 9
10 PART 10
11 PART 11
12 PART 12
13 PART 13
14 PART 14
15 PART 15
16 PART 16
17 PART 17
18 PART 18
19 PART 19
20 PART 20
21 PART 21
22 PART 22
23 PART 23
24 PART 24
25 PART 25
26 PART 26
27 PART 27
28 PART 28
29 PART 29
30 PART 30
31 PART 31
32 PART 32
33 PART 33
34 PART 34
35 PART 35
36 PART 36
37 PART 37
38 PART 38
39 PART 39
40 PART 40
41 PART 41
42 PART 42
43 PART 43
44 PART 44
45 PART 45
46 PART 46
47 PART 47
48 PART 48
49 PART 49
50 PART 50
51 PART 51
52 PART 52
53 PART 53
54 PART 54
55 PART 55
56 PART 56
57 PART 57
58 PART 58
59 PART 59
60 PART 60
61 PART 61
62 PART 62
63 PART 63
64 PART 64
65 PART 65
66 PART 66
67 PART 67
68 PART 68
69 PART 69
70 PART 70
71 PART 71
72 PART 72
73 PART 73
74 PART 74
75 PART 75
76 PART 76
77 PART 77
78 PART 78
79 PART 79
80 PART 80
81 PART 81
82 PART 82
83 PART 83
84 PART 84
85 PART 85
86 PART 86
87 PART 87
88 PART 88
89 PART 89
90 PART 90
91 PART 91
92 PART 92
93 PART 93
94 PART 94
95 PART 95
96 PART 96
97 PART 97
98 PART 98
99 PART 99
100 PART 100
101 PART 101
102 PART 102
103 PART 103
104 PART 104
105 PART 105
106 PART 106
107 PART 107
108 PART 108
109 PART 109
110 PART 110
111 PART 111
112 PART 112
113 PART 113
114 PART 114
115 PART 115
116 PART 116
117 PART 117
118 PART 118
119 PART 119
120 PART 120
121 PART 121
122 PART 122
123 PART 123
124 PART 124
125 PART 125
126 PART 126
127 PART 127
128 PART 128
129 PART 129
130 PART 130
131 PART 131
132 PART 132
133 PART 133
134 PART 134
135 PART 135
136 PART 136
137 PART 137
138 PART 138
139 PART 139
140 PART 140
141 PART 141
142 PART 142
143 PART 143
144 PART 144
145 PART 145
146 PART 146
147 PART 147
148 PART 148
149 PART 149
150 PART 150
151 PART 151
152 PART 152
153 PART 153
154 PART 154
155 PART 155
156 PART 156
157 PART 157
158 PART 158
159 PART 159
160 PART 160
161 PART 161
162 PART 162
163 PART 163
164 PART 164
165 PART 165
166 PART 166
167 PART 167
168 PART 168
169 PART 169
170 PART 170
171 PART 171
172 PART 172
173 PART 173
174 PART 174
175 PART 175
176 PART 176
177 PART 177
178 PART 178
179 PART 179
180 PART 180
181 PART 181
182 PART 182
183 PART 183
184 PART 184
185 PART 185
186 PART 186
187 PART 187
188 PART 188
189 PART 189
190 PART 190
191 PART 191
192 PART 192
193 PART 193
194 PART 194
195 PART 195
196 PART 196
197 PART 197
198 PART 198
199 PART 199
200 PART 200
201 PART 201
202 PART 202
203 PART 203
204 PART 204
205 PART 205
206 PART 206
207 PART 207
208 PART 208
209 PART 209
210 PART 210
211 PART 211
212 PART 212
213 PART 213
214 PART 214
215 PART 215
216 PART 216
217 PART 217
218 PART 218
219 PART 219
220 PART 220
221 PART 221
222 PART 222
223 PART 223
224 PART 224
225 PART 225
226 PART 226
227 PART 227
228 PART 228
229 PART 229
230 PART 230
231 PART 231
232 PART 232
233 PART 233
234 PART 234
235 PART 235
236 PART 236
237 PART 237
238 PART 238
239 PART 239
240 PART 240
241 PART 241
242 PART 242
243 PART 243
244 PART 244
245 PART 245
246 PART 246
247 PART 247
248 PART 248
249 PART 249
250 PART 250
251 PART 251
252 PART 252
253 PART 253
254 PART 254
255 PART 255
256 PART 256
257 PART 257
Episodes

Updated 257 Episodes

1
BLURB & PART 1
2
PART 2
3
PART 3
4
PART 4
5
PART 5
6
PART 6
7
PART 7
8
PART 8
9
PART 9
10
PART 10
11
PART 11
12
PART 12
13
PART 13
14
PART 14
15
PART 15
16
PART 16
17
PART 17
18
PART 18
19
PART 19
20
PART 20
21
PART 21
22
PART 22
23
PART 23
24
PART 24
25
PART 25
26
PART 26
27
PART 27
28
PART 28
29
PART 29
30
PART 30
31
PART 31
32
PART 32
33
PART 33
34
PART 34
35
PART 35
36
PART 36
37
PART 37
38
PART 38
39
PART 39
40
PART 40
41
PART 41
42
PART 42
43
PART 43
44
PART 44
45
PART 45
46
PART 46
47
PART 47
48
PART 48
49
PART 49
50
PART 50
51
PART 51
52
PART 52
53
PART 53
54
PART 54
55
PART 55
56
PART 56
57
PART 57
58
PART 58
59
PART 59
60
PART 60
61
PART 61
62
PART 62
63
PART 63
64
PART 64
65
PART 65
66
PART 66
67
PART 67
68
PART 68
69
PART 69
70
PART 70
71
PART 71
72
PART 72
73
PART 73
74
PART 74
75
PART 75
76
PART 76
77
PART 77
78
PART 78
79
PART 79
80
PART 80
81
PART 81
82
PART 82
83
PART 83
84
PART 84
85
PART 85
86
PART 86
87
PART 87
88
PART 88
89
PART 89
90
PART 90
91
PART 91
92
PART 92
93
PART 93
94
PART 94
95
PART 95
96
PART 96
97
PART 97
98
PART 98
99
PART 99
100
PART 100
101
PART 101
102
PART 102
103
PART 103
104
PART 104
105
PART 105
106
PART 106
107
PART 107
108
PART 108
109
PART 109
110
PART 110
111
PART 111
112
PART 112
113
PART 113
114
PART 114
115
PART 115
116
PART 116
117
PART 117
118
PART 118
119
PART 119
120
PART 120
121
PART 121
122
PART 122
123
PART 123
124
PART 124
125
PART 125
126
PART 126
127
PART 127
128
PART 128
129
PART 129
130
PART 130
131
PART 131
132
PART 132
133
PART 133
134
PART 134
135
PART 135
136
PART 136
137
PART 137
138
PART 138
139
PART 139
140
PART 140
141
PART 141
142
PART 142
143
PART 143
144
PART 144
145
PART 145
146
PART 146
147
PART 147
148
PART 148
149
PART 149
150
PART 150
151
PART 151
152
PART 152
153
PART 153
154
PART 154
155
PART 155
156
PART 156
157
PART 157
158
PART 158
159
PART 159
160
PART 160
161
PART 161
162
PART 162
163
PART 163
164
PART 164
165
PART 165
166
PART 166
167
PART 167
168
PART 168
169
PART 169
170
PART 170
171
PART 171
172
PART 172
173
PART 173
174
PART 174
175
PART 175
176
PART 176
177
PART 177
178
PART 178
179
PART 179
180
PART 180
181
PART 181
182
PART 182
183
PART 183
184
PART 184
185
PART 185
186
PART 186
187
PART 187
188
PART 188
189
PART 189
190
PART 190
191
PART 191
192
PART 192
193
PART 193
194
PART 194
195
PART 195
196
PART 196
197
PART 197
198
PART 198
199
PART 199
200
PART 200
201
PART 201
202
PART 202
203
PART 203
204
PART 204
205
PART 205
206
PART 206
207
PART 207
208
PART 208
209
PART 209
210
PART 210
211
PART 211
212
PART 212
213
PART 213
214
PART 214
215
PART 215
216
PART 216
217
PART 217
218
PART 218
219
PART 219
220
PART 220
221
PART 221
222
PART 222
223
PART 223
224
PART 224
225
PART 225
226
PART 226
227
PART 227
228
PART 228
229
PART 229
230
PART 230
231
PART 231
232
PART 232
233
PART 233
234
PART 234
235
PART 235
236
PART 236
237
PART 237
238
PART 238
239
PART 239
240
PART 240
241
PART 241
242
PART 242
243
PART 243
244
PART 244
245
PART 245
246
PART 246
247
PART 247
248
PART 248
249
PART 249
250
PART 250
251
PART 251
252
PART 252
253
PART 253
254
PART 254
255
PART 255
256
PART 256
257
PART 257

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!