PART 2

Selamat membaca...

🚬🚬🚬🚬🚬🚬🚬

Pada suatu hari,

“Halo, Bun.” Seorang cowok kepalanya tak berambut mencetuskan sapaan dari mulutnya pada seorang wanita yang merupakan ibu dari Moreno Alexander. Alias Reno.

Dia Andrew Eager Adjieran Smith.

Alias Andrew.

Cowok yang sudah mengenal seorang Moreno Alexander sedari kecil, hingga pada akhirnya dekat dan katakanlah jika kedua cowok itu kemudian bersahabat.

Bahkan sejak remaja belia, sudah jadi macam saudara kandung karena Andrew dan Reno memang begitu dekat seiring mereka kenal satu sama lain dan karena memang intens juga bertemu atas pertemanan orang tua keduanya.

Ibu Andrew dan Reno bersahabat, karena sudah memang kenal lama atas ayah Andrew yang menjalin kerjasama dengan perusahaan milik keluarga Reno yang dipegang kakeknya saat beliau masih hidup.

Lalu saling mengenalkan keluarga masing-masing, hingga keakraban macam keluarga dalam satu silsilah terjalin antara keluarga Andrew dan Reno---dimulai dari para orang tua keduanya. Merambat pada Andrew dan Reno yang menjadi dekat macam saudara kandung itu kemudian.

Hingga keduanya pun saling menganggap orang tua masing-masing layaknya orang tua sendiri, meski Andrew hanya begitu dekat pada ibunya Reno saja. Kalau dengan ayah Reno, Andrew biasa saja. Tapi kalau dengan ibu kandung Reno, Andrew cukup dekat. Bahkan tak segan untuk bermanja padanya.

“Eh, Andrew? Kapan datang, Nak? .. Reno ga bilang kamu mau dateng ke Jakarta hari ini?” seorang wanita yang kiranya seusia ibunya Andrew, yang merupakan ibunya Reno---menyahut dan menyambut kedatangan Andrew dengan sedikit keterkejutan. Andrew yang datang ke rumah Reno itu langsung menjawab pertanyaan ibundanya Reno tersebut.

“Memang ga ada rencana, Bun....“ jawab Andrew sambil ia mendekati ibunda Reno yang biasa ia panggil dengan sebutan ‘Bunda’ itu, sama sebagaimana Reno memanggil ibu kandungnya tersebut.

Ibunda Reno yang sedang nampak sibuk menyiapkan makanan yang beliau atur dengan begitu apik di meja makan dalam rumahnya itu, kemudian menjeda kegiatannya dan berjalan mendekati Andrew yang sedang mendekatinya.

“Michelle ga ikut?” tanya ibundanya Reno. Bunda Rina---sebut saja begitu---yang bertanya seraya tersenyum pada Andrew yang kemudian sedikit merentangkan tangannya, lalu menyapa Bunda Rina dengan pelukan.

Andrew pun langsung menjawab pertanyaaan Bunda Rina tersebut. “Nope....“ kata Andrew sambil mengurai pelukannya pada Bunda Rina, serta sempat juga mengecup pipi kanan dan kiri wanita yang memiliki aura kelembutan begitu nyata itu.

🚬🚬

Andrew lalu mendudukkan dirinya di salah satu kursi meja makan dalam rumah keluarga Reno, dimana dimejanya---telah tertata beberapa jenis makanan dengan nampak apik. “Mau langsung makan sekarang, Drew?” tanya Bunda Rina pada sahabat karib anaknya yang sudah juga ia anggap anak sendiri itu, karena sudah mengenal Andrew dari sejak sahabat putranya tersebut masih balita.

Andrew menggeleng setelah mendengar tawaran dari Bunda Rina. “Nanti saja bareng Reno, Bun.... dia di kamar?....” Lalu Andrew menjawab Bunda Rina dengan juga mencetuskan pertanyaan.

Bunda Rina menggeleng, sambil ia menjawab.

“Engga, Reno lagi ngajak Fania beli sesuatu di pujasera komplek....“

Dan Andrew langsung mengernyit kecil di tempatnya, “Fania? ..” cetus Andrew bertanya – tanya, sambil ia memandang kepada Bunda Rina.

Bunda Rina mengangguk kecil, lalu sudah hendak menjawab pertanyaan Andrew yang ia lihat sedang nampak heran itu.

“T –“

“Pacarnya Reno?” namun keburu didahului Andrew yang bertanya lagi.

“Bukan.”

Bunda Rina segera menjawab Andrew.

“Sepupu?”

Andrew bertanya lagi.

“Eh, tapi Reno hanya memiliki tiga sepupu dari pihak keluarga Uncle Pete yang mana tidak ada yang akrab dengan anak Bunda yang terlalu dingin pada siapapun itu, dan itupun laki – laki semua, kan?”

Namun Andrew malah langsung menjawab pertanyaannya sendiri.

Bunda Rina mengangguk sambil ia tersenyum geli mendengar cerocosan Andrew tersebut.

“Lalu siapa Fania? cewek kan itu kalau dengar dari namanya? –“

“Iya lah cewek! Namanya aja Fania. udah jelas kedengeran manis gitu namanya?”

“Manis juga orangnya? –“

“Semanis gula....”

🚬🚬

Andrew langsung tersenyum lebar setelah mendengar ucapan Bunda Rina atas pertanyaan isengnya, dan ia pun langsung berkomentar.

“Kalau Bunda sudah bilang seperti itu, maknanya gadis itu benar-benar manis. Ah aku jadi penasaran –“

“Penasaran boleh, tapi coba dijadiin pacar ga boleh –“

“Kenapa begitu? Bunda tadi bilang dia bukan pacarnya Reno? Jadi sah – sah aja dong kalau aku mau mendekati itu cewek yang namanya Fania? –“

“Mau coba dekati dia sebagai teman boleh, lebih dari itu, No.”

“Why?....”

Andrew menunggu penjelasan.

“Pertama, Moreno udah menyayangi Fania layaknya adik kandung.”

Bunda Rina pun mulai memberikan Andrew penjelasan.

"Kapan kenalannya Reno sama itu cewek? tau - tau udah sayang - sayang aja? -"

"Ya kamu kan dari sejak Reno kenal sama Fania, baru ini ke Jakarta lagi, kan?"

"Iya sibuk sama gebetan baru -"

Bunda Rina geleng-geleng kecil saja mendengar ucapan Andrew barusan.

"Terus sekarang ke sini, pasti udah bosen sama gebetannya? -"

"Betul sekali!"

Sekali lagi Bunda Rina geleng-geleng kecil.

"Ya udah terusin soal si.... siapa itu tadi cewe yang katanya udah disayang sama Reno?"

"Fania."

"Iya itu."

“Ya pokoknya kamu ga boleh coba-coba godain Fania. Ga cuma Reno, tapi Bunda juga udah menyayanginya. Jadi tidak akan Bunda biarkan Fania dideketin terus dimainin sama playboy macam Andrew Adjieran Smith ini, biar dia kaya dan ganteng juga.”

Andrew langsung terkekeh kecil mendengar ucapan Bunda Rina barusan. Dan wanita yang berwajah teduh serta bersuara lembut itu tersenyum geli.

“Lalu alasan yang kedua? –“

“Fania masih kelas dua SMP.”

“Hah?!”

🚬🚬

“Kok Reno bisa temenan sama anak kecil?” tanya Andrew setelah ia sempat tercengang. Dirinya tak habis pikir.

“Ga sengaja –“

“Ga sengaja gimana sampai Reno bisa berteman sama anak kelas dua SMP? Cewe lagi? –“

“Waktu Reno lagi ke PIM, Fania muncul lalu langsung tanya sama Reno soal tempat naik angkutan umum....”

“Dia pindahan dari luar kota?”

Bunda Rina menggeleng menjawab pertanyaan Andrew tersebut.

“Fania asli sini, tapi baru itu katanya dia main jauh karena diajak sama temen-temennya.”

“Heemm.”

“Terus karena Reno liat Fania kebingungan, jadi Reno menawarkan Fania untuk diantar sama dia, sama Pak Yanto juga.”

🚬🚬

“Kan kamu tau, biarpun anak Bunda dingin begitu, tapi dia punya rasa ga tega sama orang lain cukup besar? –“

“Tapi seengga teganya Reno, dia kan super cuek sama yang namanya cewe? Jadi tumben sekarang dia bisa ga tega sama itu cewe bernama Fania?”

“Yah mungkin karena Reno lihat kalo Fania itu kira-kira seusia Michelle?”

“Lalu Reno sekarang bisa jadi akrab terus sayang segala sama dia?”

“Mereka ketemu lagi di toko buku setelah beberapa hari dari Reno anter Fania pulang waktu itu –“

“Terus? Habis ketemu lagi bisa langsung akrab begitu? Biarpun anak Bunda itu ketua OSIS, tapi dia kan cueknya bukan main? Apalagi sama cewe? Anak SMP pula!”

Andrew bercerocos.

“Aneh kan? –“

“Sangat....” tukas Andrew.

Bunda Rina lalu langsung tersenyum.

“Karena Fania unik –“

“Unik? –“

“Hmm –“

“Uniknya?”

Andrew penasaran.

“Nanti kamu lihat sendiri.”

Bunda Rina menjawab yang makin menambah rasa penasaran Andrew. “Unik karena terlalu cantik?”.

“Cantik itu relatif, dan kadang membosankan untuk dipandang. Yang manis yang ga ngebosenin. Dan Fania sangat manis –“

🚬🚬

Andrew tersenyum geli kemudian setelah mendengar Bunda Rina yang memuji seorang gadis yang tidak Andrew kenal.

“Aku jadi makin penasaran karena Bunda memuji si Fania itu sampai begitu....” ucap Andrew kemudian, dan Bunda Rina pun terkekeh kecil---lalu sejenak tidak ada pembicaraan diantara Bunda Rina dan Andrew, karena ibundanya Reno itu melangkahkan kakinya ke dapur---lalu Andrew meraih apel yang ada di atas sebuah wadah saji untuk buah dihadapannya, kemudian menggigit apel tersebut---sambil menunggu Bunda Rina kembali ke dekatnya.

“Kamu mau dibuatkan minum apa, Drew?....”

Lalu tak lama selang Andrew sedang menikmati apel yang ia ambil dari wadahnya, Bunda Rina telah kembali mengajaknya bicara, seraya bertanya.

“Anything asal dingin, Bun....” jawab Andrew.

Bunda Rina pun mengiyakan, lalu bicara pada salah seorang artnya untuk menyajikan minuman kepada Andrew.

“Kenapa sih kamu kalau ke sini ga pernah ajak Michelle?” tanya Bunda Rina pada Andrew lagi selepas ia bicara dengan salah seorang artnya.

“Malas jadi baby sitter ..” jawab Andrew santai. Dan Bunda Rina langsung geleng – geleng kecil saja setelah mendengar jawaban Andrew.

“Kamu nih. Orang adik kamu sendiri. Ya wajar lah kamu jagain dia,” ucap Bunda Rina kemudian.

“Repot, Bun –“

“Repot gimana sih?”

“Ya repot kalau aku ajak Michelle ke sini jika dad dan mom tidak ada di Jakarta. Karena Michelle akan selalu minta ikut kemana aku pergi.”

“Ya kenapa memang? ..”

“Ya repot dong Bun. Masa iya aku bawa si Michelle saat aku mau pergi dengan cewe?”

Andrew dengan sifatnya yang santai itu, menjawab dengan sikap tersebut pada Bunda Rina yang sudah memahami sifat Andrew tersebut.

“Kamu nih. Cewe aja terus.”

Dan Bunda Rina juga bukan tipikal orang tua yang kaku.

Selain beliau sudah cukup maklum dengan sikap Andrew, seperti dia memaklumi sifat anak kandungnya sendiri.

“Salahkan cewe – cewe itu yang suka flirting dengan aku.”

Andrew kemudian berucap setelah ia tersenyum geli mendengar ucapan Bunda Rina yang sudah Andrew anggap macam ibu kandungnya sendiri itu.

Bahkan Andrew betah berlama – lama dengan Bunda Rina, karena wanita itu begitu lembut, dengan tutur kata yang halus berikut suaranya yang selembut beledu.

Sungguh jauh berbeda dengan ibu kandung Andrew yang walaupun penuh perhatian dan kasih sayang padanya -- namun suaranya – apalagi kalau sudah merepet, kuping Andrew akan jadi pengang dalam sekejap.

Namun begitu, tetap Andrew sangat menyayangi ibu kandungnya tersebut.

“Dan Kalau yang flirting dengan aku itu cewe cantik, ya aku sambat daripada mubazir.”

Andrew lalu menambahkan ucapannya, sambil ia mengerling pada Bunda Rina yang langsung terkekeh kecil.

“Makanan kali mubazir,” celetuk Bunda Rina kemudian.

Andrew pun tersenyum geli sekali lagi, lalu manggut – manggut kecil---saat Bunda Rina kemudian menasehatinya.

“Tapi inget, pacarannya jangan kebablasan .. kamu masih sekolah. Selain, ingatlah selalu untuk menghargai yang namanya perempuan. Karena sebaiknya laki – laki, adalah yang bisa menjaga kehormatan perempuan.”

“Iya, Bun. Aku akan selalu mengingatnya,” jawab Andrew. “Aku juga punya adik perempuan kan? Yang tidak aku akan biarkan ada laki – laki yang berani mempermainkan, apalagi memanfaatkannya. Dan untuk itu aku harus memulainya dari diriku sendiri, bukan begitu Bunda Rina yang lembut? Yang jauh berbeda sekali dengan Mom Erna yang suaranya nyaring itu ..”

Andrew lalu geleng –geleng.

“Haish ..”

Berkesah kemudian.

“Seingatku aku tidak pernah melihat mom bicara selembut Bunda?” tambah Andrew dengan wajah yang dibuat memelas. “Aku rasa mom mengkonsumsi burung beo tanpa kita ketahui ..”

Bunda Rina jadi langsung terkekeh geli.

‘Kalau Erna aja Andrew keluhkan nyaring suaranya, bagaimana nanti bila Andrew bertemu Fania lalu mendengar suaranya? ..’

Bunda Rina membatin kemudian, sambil mengulum senyum gelinya. Lalu ia langsung kembali lagi bertanya pada Andrew yang langsung menjawab pertanyaannya.

“Eh iya Andrew, ini kan hari minggu. Kalau kamu ke sini hari ini, besok kamu sekolah gimana? ..”

“Aku mau pindah sekolah ke sini, Bun.”

“Oh, ya?”

“Iya.” Andrew dengan cepat menimpali ucapan Bunda Rina yang sedikit terkejut itu.

“Kenapa? Bukannya cewe – cewe Bandung cantik – cantik? ..”

“Di sini juga banyak cewe cantik.”

“Ya terus kenapa kamu pindah? .. Kasihan dong Michelle jadi sendirian di Bandung? eh ada Jeff di sana ya? ..”

Andrew lalu mengangguk kecil sebelum ia menjawab ucapan Bunda Rina barusan.

“Michelle akan pindah ke London, Bun. Dan aku sudah bosan di Bandung.Michelle memang sudah merengek ingin tinggal di London sejak lama. Tapi dad belum lama baru mengiyakan. Entah apa alasannya meninggalkanku dan Michelle sedari kecil di Bandung saat mereka dad dan mom memutuskan untuk tinggal di London."

"Anthony pasti punya alasan kuat untuk itu. Mungkin masih repot dengan bisnis dan Erna juga mengelola Yayasan milik keluarga dad kamu kan, dan Yayasan itu sudah jadi tanggung jawab Erna sepenuhnya. Belum lagi kalau dad kamu sedang ada perjalanan bisnis, Erna pasti ikut kan? --"

"Iya sih --"

"Jadi mungkin karena di Bandung waktu itu masih ada Opa Putra dan keluarga kalian yang lain, Anthony lebih tenang meninggalkan kamu dan Michelle di sana daripada harus membawa kalian ke London lalu benar-benar diasuh sama baby sitter --"

"Ya mungkin Bunda benar."

"Toh kamu dan Michelle selain sering diajak ke London saat liburan, juga sering dikunjungi oleh Anthony dan Erna. Dan mereka juga tidak pernah singgah sebentar untuk menyediakan waktu buat kalian. Bahkan Reno, Jeff dan John sebelum dia memilih buat sekolah di Amrik aja kebagian perhatiannya Anthony dan Erna."

Andrew lalu manggut-manggut.

"Jeff kemungkinan juga akan move ke London.”

“Nah lalu kenapa kamu memilih Jakarta untuk pindah sekolah? Kenapa ga ke London juga? ..”

“Nanti Bunda ga ada yang jaga? Uncle Pete kan sama sibuknya macam dad ..”

Andrew menyahut, sambil ia merebahkan kepalanya dengan manja di salah satu pundak Bunda Rina.

“Reno juga udah cukup buat jaga Bunda –“

“Iya sih, percaya,”

Andrew menimpali balasan Bunda Rina atas ucapannya soal menjaga ibu kandung Reno, dengan makna candaan itu.

“Tapi berhubung aku dan Reno adalah soulmate, jadi aku rasa aku harus selalu berada di dekatnya. Selain aku ingin memastikan agar dia tetap berada di jalan yang lurus sebagai laki – laki normal, karena aku tidak pernah melihatnya tertarik pada cewe sedikit pun.”

Bunda Rina jadi terkekeh lagi setelah mendengar ucapan Andrew barusan itu.

“Insya Allah anak Bunda normal .. Lagian Reno ga playboy macam kamu –“

🚬🚬

Andrew terkekeh mendengar ledekan dari Bunda Rina itu, “No, Bun. Aku bukan playboy. I’m a badboy. Badboy yang mudah menaklukkan cewe,” balas Andrew kemudian pada ibu kandungnya Reno tersebut.

“Dasar. Nanti suatu hari, kamu yang akan ditaklukkan oleh seorang cewe yang membuat dunia kamu jungkir balik ..”

Andrew tergelak, lalu berkata setelahnya, selepas Bunda Rina memperingatkannya---yang Andrew tanggapi dengan remeh.

“Haha .. Itu tidak akan mungkin, Bun.”

“Tidak akan ada dalam kamus hidupku, bila aku akan takluk pada seorang cewe –“

“Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, jika Yang Maha Kuasa sudah berkehendak.”

“Iya, iya ..”

Andrew menyahut. Memilih mengalah saja pada Bunda Rina yang kemudian langsung tersenyum mendengar sahutan Andrew tersebut.

“Tapi tetap aku tidak akan pernah takluk pada seorang cewe.”

Andrew menambahkan ucapannya, dan Bunda Rina tersenyum lagi – lalu mengusap kepala Andrew dengan sayang.

“By the way, Reno udah dari tadi perginya dengan si Fania itu atau belum lama?”

“Sebentar lagi juga balik, cuma beli coklat sama es krim aja. Katanya Reno janji mau belikan buat Fania, tapi dia lupa ..”

“Katanya bukan pacar? Tapi kedengarannya Reno perhatian banget sama itu cewe? Mungkin Reno naksir kali sama itu si Fania? kan ga sedikit anak SMP yang perawakannya macam anak SMA?”

Andrew mencetuskan dugaannya.

‘Dan itu membuat gue semakin penasaran sama cewe yang namanya Fania itu ..’

Lalu Andrew membatin setelahnya.

“Bagi Reno, Fania udah dianggap adik kandungnya sendiri seperti Michelle –“

“Tapi Reno ga seperhatian dia pada si Fania itu ke Michelle, kalau aku tangkap gambarannya dari perkataan Bunda –“

“Ya itu kan Michelle juga sama tertutupnya macam Reno .. dan Fania saangat berbeda dengan Michelle –“

“That’s why aku sangat – sangat penasaran dengan si Fania itu, yang bisa buat Reno yang dingin macam kulkas, jadi begitu perhatian pada seorang cewe.”

“ASALAMUALAIKOM! ..”

Lalu sepersekian detik setelah Andrew berkata pada Bunda Rina, suara amat sangat nyaring terdengar dari arah pintu depan rumah Reno.

“Astaga!”

Teramat sangat nyaring, sampai Andrew terperanjat lumayan kaget di tempatnya.

Lalu didetik berikutnya, Andrew yang sudah berdiri dari duduknya itu, memperhatikan dengan seksama sosok yang datang bersama Reno, lalu menghambur dengan ceria kepada Bunda Rina.

“Dia?? Yang namanya Fania?? ..” tanya Andrew sambil menunjuk makhluk yang sudah berdiri di samping Bunda Rina dengan menyilangkan tangannya ke satu lengan sang Bunda yang langsung mengangguk mengiyakan tebakan Andrew.

Andrew mengernyit kemudian.

‘Cewe?? ..’

Lalu membatin dengan matanya yang tak putus memperhatikan makhluk yang kalau dari namanya iya nama cewe, tapi tampilannya ga ada keliatan ada cewe – cewenya.

Rambutnya super pendek, lalu kaos yang dipakai jelas bukan kaos cewe. Belum lagi celana jeans gombrong dan sepatu kets. “Yakin dia cewe nih???? ..” celetuk Andrew meragukan gender makhluk asing didepannya itu.

Dimana yang bersangkutan langsung melepaskan kaitan tangannya dari lengan Bunda Rina dan langsung berkacak pinggang sambil mendelik dan berkata ketus pada Andrew, “Maksud Lo Apa Ngomong Begitu?!”

“Ga Ada Maksud Apa-Apa!”Andrew pun langsung menjawab tak kalah ketus. “Wajar dong gue tanya lo cewe Apa cowo karena Penampilan lo begini?? Karena seumur hidup, baru ini gue liat cewe yang tampilannya macam lo ini ..“ tambahnya.

Dan yang sedang berhadapan dengan Andrew pun kembali berucap dengan ketus, membalas ejekan Andrew padanya.

“Lo Aja Yang Udik! Ga Pernah Liat Cewe Keren! –“

“Heu?!” Andrew langsung melongo.

Sementara Bunda Rina dan Reno terkekeh tanpa suara di tempat mereka.

“Seenaknya Ngatain Guee?! Lo Tuh Yang Ga Usah Sok Ganteng! Pala Lo Aja Kayak Bohlam! –“

‘What the ..’

Andrew melongo lagi dan langsung membatin tak percaya kalau sosok yang ia ragukan gendernya itu bahkan berani sekali mengatainya.

‘Gue rasa mata Bunda bermasalah waktu bilang ini anak manis ..’ batin Andrew lagi. ‘Dari sisi manapun, ini anak ga ada manis – manisnya. Dan suaranya ya ampuun!!! Suara mom aja udah bisa bikin sakit telinga. Tapi si Fania ini lebih parah!‘

Dan sementara Andrew melongo sambil membatin, Bunda Rina dan Reno langsung tergelak setelah Andrew mendapat ledekan tajam dari makhluk yang sedang berkacak pinggang dengan berekspresi judes pada Andrew itu, dimana yang bersangkutan mengeluarkan kalimat yang membuat geli perut Reno dan Bunda Rina.

🚬🚬🚬🚬🚬🚬🚬

Nikmatin aja dulu.

Terpopuler

Comments

Avri Yani

Avri Yani

tekuk lutut di hadapan kajolita 😝

2023-10-21

1

lihat semua
Episodes
1 BLURB & PART 1
2 PART 2
3 PART 3
4 PART 4
5 PART 5
6 PART 6
7 PART 7
8 PART 8
9 PART 9
10 PART 10
11 PART 11
12 PART 12
13 PART 13
14 PART 14
15 PART 15
16 PART 16
17 PART 17
18 PART 18
19 PART 19
20 PART 20
21 PART 21
22 PART 22
23 PART 23
24 PART 24
25 PART 25
26 PART 26
27 PART 27
28 PART 28
29 PART 29
30 PART 30
31 PART 31
32 PART 32
33 PART 33
34 PART 34
35 PART 35
36 PART 36
37 PART 37
38 PART 38
39 PART 39
40 PART 40
41 PART 41
42 PART 42
43 PART 43
44 PART 44
45 PART 45
46 PART 46
47 PART 47
48 PART 48
49 PART 49
50 PART 50
51 PART 51
52 PART 52
53 PART 53
54 PART 54
55 PART 55
56 PART 56
57 PART 57
58 PART 58
59 PART 59
60 PART 60
61 PART 61
62 PART 62
63 PART 63
64 PART 64
65 PART 65
66 PART 66
67 PART 67
68 PART 68
69 PART 69
70 PART 70
71 PART 71
72 PART 72
73 PART 73
74 PART 74
75 PART 75
76 PART 76
77 PART 77
78 PART 78
79 PART 79
80 PART 80
81 PART 81
82 PART 82
83 PART 83
84 PART 84
85 PART 85
86 PART 86
87 PART 87
88 PART 88
89 PART 89
90 PART 90
91 PART 91
92 PART 92
93 PART 93
94 PART 94
95 PART 95
96 PART 96
97 PART 97
98 PART 98
99 PART 99
100 PART 100
101 PART 101
102 PART 102
103 PART 103
104 PART 104
105 PART 105
106 PART 106
107 PART 107
108 PART 108
109 PART 109
110 PART 110
111 PART 111
112 PART 112
113 PART 113
114 PART 114
115 PART 115
116 PART 116
117 PART 117
118 PART 118
119 PART 119
120 PART 120
121 PART 121
122 PART 122
123 PART 123
124 PART 124
125 PART 125
126 PART 126
127 PART 127
128 PART 128
129 PART 129
130 PART 130
131 PART 131
132 PART 132
133 PART 133
134 PART 134
135 PART 135
136 PART 136
137 PART 137
138 PART 138
139 PART 139
140 PART 140
141 PART 141
142 PART 142
143 PART 143
144 PART 144
145 PART 145
146 PART 146
147 PART 147
148 PART 148
149 PART 149
150 PART 150
151 PART 151
152 PART 152
153 PART 153
154 PART 154
155 PART 155
156 PART 156
157 PART 157
158 PART 158
159 PART 159
160 PART 160
161 PART 161
162 PART 162
163 PART 163
164 PART 164
165 PART 165
166 PART 166
167 PART 167
168 PART 168
169 PART 169
170 PART 170
171 PART 171
172 PART 172
173 PART 173
174 PART 174
175 PART 175
176 PART 176
177 PART 177
178 PART 178
179 PART 179
180 PART 180
181 PART 181
182 PART 182
183 PART 183
184 PART 184
185 PART 185
186 PART 186
187 PART 187
188 PART 188
189 PART 189
190 PART 190
191 PART 191
192 PART 192
193 PART 193
194 PART 194
195 PART 195
196 PART 196
197 PART 197
198 PART 198
199 PART 199
200 PART 200
201 PART 201
202 PART 202
203 PART 203
204 PART 204
205 PART 205
206 PART 206
207 PART 207
208 PART 208
209 PART 209
210 PART 210
211 PART 211
212 PART 212
213 PART 213
214 PART 214
215 PART 215
216 PART 216
217 PART 217
218 PART 218
219 PART 219
220 PART 220
221 PART 221
222 PART 222
223 PART 223
224 PART 224
225 PART 225
226 PART 226
227 PART 227
228 PART 228
229 PART 229
230 PART 230
231 PART 231
232 PART 232
233 PART 233
234 PART 234
235 PART 235
236 PART 236
237 PART 237
238 PART 238
239 PART 239
240 PART 240
241 PART 241
242 PART 242
243 PART 243
244 PART 244
245 PART 245
246 PART 246
247 PART 247
248 PART 248
249 PART 249
250 PART 250
251 PART 251
252 PART 252
253 PART 253
254 PART 254
255 PART 255
256 PART 256
257 PART 257
Episodes

Updated 257 Episodes

1
BLURB & PART 1
2
PART 2
3
PART 3
4
PART 4
5
PART 5
6
PART 6
7
PART 7
8
PART 8
9
PART 9
10
PART 10
11
PART 11
12
PART 12
13
PART 13
14
PART 14
15
PART 15
16
PART 16
17
PART 17
18
PART 18
19
PART 19
20
PART 20
21
PART 21
22
PART 22
23
PART 23
24
PART 24
25
PART 25
26
PART 26
27
PART 27
28
PART 28
29
PART 29
30
PART 30
31
PART 31
32
PART 32
33
PART 33
34
PART 34
35
PART 35
36
PART 36
37
PART 37
38
PART 38
39
PART 39
40
PART 40
41
PART 41
42
PART 42
43
PART 43
44
PART 44
45
PART 45
46
PART 46
47
PART 47
48
PART 48
49
PART 49
50
PART 50
51
PART 51
52
PART 52
53
PART 53
54
PART 54
55
PART 55
56
PART 56
57
PART 57
58
PART 58
59
PART 59
60
PART 60
61
PART 61
62
PART 62
63
PART 63
64
PART 64
65
PART 65
66
PART 66
67
PART 67
68
PART 68
69
PART 69
70
PART 70
71
PART 71
72
PART 72
73
PART 73
74
PART 74
75
PART 75
76
PART 76
77
PART 77
78
PART 78
79
PART 79
80
PART 80
81
PART 81
82
PART 82
83
PART 83
84
PART 84
85
PART 85
86
PART 86
87
PART 87
88
PART 88
89
PART 89
90
PART 90
91
PART 91
92
PART 92
93
PART 93
94
PART 94
95
PART 95
96
PART 96
97
PART 97
98
PART 98
99
PART 99
100
PART 100
101
PART 101
102
PART 102
103
PART 103
104
PART 104
105
PART 105
106
PART 106
107
PART 107
108
PART 108
109
PART 109
110
PART 110
111
PART 111
112
PART 112
113
PART 113
114
PART 114
115
PART 115
116
PART 116
117
PART 117
118
PART 118
119
PART 119
120
PART 120
121
PART 121
122
PART 122
123
PART 123
124
PART 124
125
PART 125
126
PART 126
127
PART 127
128
PART 128
129
PART 129
130
PART 130
131
PART 131
132
PART 132
133
PART 133
134
PART 134
135
PART 135
136
PART 136
137
PART 137
138
PART 138
139
PART 139
140
PART 140
141
PART 141
142
PART 142
143
PART 143
144
PART 144
145
PART 145
146
PART 146
147
PART 147
148
PART 148
149
PART 149
150
PART 150
151
PART 151
152
PART 152
153
PART 153
154
PART 154
155
PART 155
156
PART 156
157
PART 157
158
PART 158
159
PART 159
160
PART 160
161
PART 161
162
PART 162
163
PART 163
164
PART 164
165
PART 165
166
PART 166
167
PART 167
168
PART 168
169
PART 169
170
PART 170
171
PART 171
172
PART 172
173
PART 173
174
PART 174
175
PART 175
176
PART 176
177
PART 177
178
PART 178
179
PART 179
180
PART 180
181
PART 181
182
PART 182
183
PART 183
184
PART 184
185
PART 185
186
PART 186
187
PART 187
188
PART 188
189
PART 189
190
PART 190
191
PART 191
192
PART 192
193
PART 193
194
PART 194
195
PART 195
196
PART 196
197
PART 197
198
PART 198
199
PART 199
200
PART 200
201
PART 201
202
PART 202
203
PART 203
204
PART 204
205
PART 205
206
PART 206
207
PART 207
208
PART 208
209
PART 209
210
PART 210
211
PART 211
212
PART 212
213
PART 213
214
PART 214
215
PART 215
216
PART 216
217
PART 217
218
PART 218
219
PART 219
220
PART 220
221
PART 221
222
PART 222
223
PART 223
224
PART 224
225
PART 225
226
PART 226
227
PART 227
228
PART 228
229
PART 229
230
PART 230
231
PART 231
232
PART 232
233
PART 233
234
PART 234
235
PART 235
236
PART 236
237
PART 237
238
PART 238
239
PART 239
240
PART 240
241
PART 241
242
PART 242
243
PART 243
244
PART 244
245
PART 245
246
PART 246
247
PART 247
248
PART 248
249
PART 249
250
PART 250
251
PART 251
252
PART 252
253
PART 253
254
PART 254
255
PART 255
256
PART 256
257
PART 257

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!