PART 6

Selamat membaca...

🚬🚬🚬🚬🚬🚬🚬

“Lo lagian kurang kerjaan banget, tinggal setahun lagi pake pindah sekolah? Dan di sekolah lo sana, lo udah jadi penguasa.” Reno sedang bersama Andrew di halaman depan rumahnya. “Bahkan jalanan di sana udah lo kuasai juga kan?”

“Satu daerah kekuasaan ga cukup, My Bro.”

Andrew langsung merespons ucapan Reno.

“Beside gue udah kelewat bosan di sana,” tambah Andrew.

“Bosan karena cewe populer di sekolah udah lo jajal semua?”

Reno menimpali.

“Haha.” Andrew langsung tergelak.

Reno berdecih geli saja melihatnya.

“Jangan terlalu berprasangka buruk, brother!”

Andrew lalu langsung berkata selepas ia tergelak.

“Gue hanya memacari mereka supaya gue punya teman untuk gandengan aja kalau pergi kemana-mana.”

🚬

“Ga ada tuh yang namanya jajal-jajal body walaupun sekitar dada aja!”

“Ya ya gue percaya.”

Reno menimpali malas ucapan Andrew.

“Lo boleh tanya sama mantan-mantan gue itu.”

“Kerajinan..”

Reno langsung lagi menimpali ucapan Andrew.

Yang mana orangnya langsung terkekeh kecil setelah mendengar timpalan Reno barusan.

“Silahkan cap gue sebagai playboy.. tapi yang jelas gue bukan cowo brengsek bertangan ‘ramah’.”

“Heemm..”

Reno berdehem saja menanggapi Andrew yang sedang membela dirinya sendiri itu.

“Jangankan touching-touching.. bahkan ga ada satupun mantan-mantan gue itu yang gue pernah cium bibirnya.”

🚬

“Karena ciuman pertama gue akan gue persembahkan buat cewe yang nanti bisa bikin hati ini berdebar walau cuma liat mukanya aja.” Andrew menambahkan ucapannya.

Reno menanggapinya sambil memutar bola matanya malas. “Masa bodo amat!” timpal Reno kemudian. Namun dalam hati dia percaya apa yang sahabat sejak kecilnya ucapkan itu.

Reno tahu betul Andrew dengan baik, sebagaimana Andrew tahu betul tentangnya dengan baik juga.

Andrew memang sering gonta-ganti pacar dari mulai kelas satu SMA. Dan Reno juga tahu siapa saja cewe yang pernah dipacari Andrew.

Termasuk, bagaimana cara Andrew menjalin hubungan pacarannya dengan cewe-cewe tersebut.

Karena Andrew itu selalu bercerita padanya tentang setiap hal yang ia alami dan lakukan, tanpa perlu Reno bertanya duluan.

Lagipula, Andrew itu tak pernah pergi pacaran berduaan dengan cewenya. Jika Reno sedang mengunjungi Andrew di Bandung, Andrew pasti mengajaknya serta.

Atau Andrew akan mengajak teman-temannya yang lain kalau Reno sedang tidak ada bersamanya. Termasuk dua orang cowo yang hitungannya masih kerabat dekatnya keluarga Andrew.

Hanya adik perempuannya saja yang tidak pernah Andrew ikut sertakan kalau ia kencan dengan pacarnya yang sebatas nonton bioskop plus makan dan belanja itu.

“Dah gue mau tidur! Lo juga tidur sana! Inget besok senin. Dateng lebih pagi, upacara. Gue ga akan nungguin lo besok kalo saat gue udah rapih lo belum siap. Termasuk gue ga akan segan kasih lo hukuman kalo lo telat dateng ke sekolah!”

Reno berujar pada Andrew sambil ia bangkit dari duduknya.

“Heeemmm.” Andrew hanya berdehem saja menanggapinya.

“Lo nginep di sini apa balik ke kediaman dad sama mom?—“

“Ya nginap disinilah stupid. Jam segini gue masih di sini?”

“Ya terus kenapa?” sahut Reno. “Dari sini ke kediaman ga sampe lima menit.”

“Kan gue udah bilang seminggu ini gue akan bener-bener stay di sini,” timpal Andrew. “Lupa lo?”

“Seragam sekolah lo yang baru udah lo coba?” Reno bertanya lagi pada Andrew setelah ia manggut-manggut kecil.

“Udah,” jawab Andrew yang juga sudah berdiri dari duduknya.

Yang kemudian berjalan bersama Reno pada akhirnya ke lantai dua rumah keluarga Reno untuk pergi ke kamarnya masing-masing, dimana memang karena sudah terlalu akrabnya hubungan Andrew dan Reno----Andrew sampai disediakan kamar untuknya di rumah sahabat sejak kecilnya itu, dan begitu juga sebaliknya.

🚬

🚬

Gerbang sebuah sekolah di Jakarta nampak telah terbuka lebar, lalu dua motor sport memasuki halaman sekolah dan berbelok ke tempat parkir kendaraan yang tersedia, lalu dua pengendara motor sport tersebut, menghentikan laju motor terus memarkirkan motor sport mereka itu diantara beberapa motor-motor lain yang sudah lebih dulu parkir di sana.

Pengendara dua motor tersebut, tak lain dan tak bukan adalah Reno dan Andrew.

Yang memarkirkan dengan apik motor sport yang mereka kendarai secara terpisah.

🚬

“Atribut lo jangan lupa!”

Reno yang berseru pada Andrew yang berjalan berdampingan dengannya setelah memarkirkan motor dan melepaskan helm yang kemudian disangkutkan di stang motor.

“Bawel banget!”

Andrew langsung merespons seruan Reno itu.

“Lo udah bukan ketua OSIS lagi kan?—“

“Memang bukan. Tapi gue ketua MPK. Ketua OSIS pun ada di bawah kaki gue!” timpal Reno dengan cepat.

Andrew lalu memutar bola matanya malas.

🚬

Reno dan Andrew kemudian mengayunkan kaki mereka menjauh dari parkiran menuju gedung sekolah.

Dimana keduanya lalu menjadi perhatian siswa-siswi yang sudah lebih dulu datang ke sebuah SMA favorit di kota yang ditinggali oleh Reno tersebut.

Reno yang memang seorang Most Wanted Boy di sekolahnya, memanglah akan selalu menjadi perhatian para siswi di sekolah tersebut pada setiap gerak-geriknya.

Lalu sekarang Reno nampak berjalan bersama satu cowok lain yang masuk dalam kategori tampan dan sama coolnya dengan Reno.

Hanya agak lebih tinggi dari Reno tubuhnya. Hingga membuatnya dapat dilihat dengan jelas. Sejelas jantung beberapa siswi yang kemudian berdebar kala melihatnya.

Satu cowok tampan ada lagi di sekolah mereka. Kalo Reno susah didapet, yang ini boleh juga—begitu kiranya kata hati para siswi yang menganggap Andrew adalah tipe cowok ‘selera’ mereka.

Andrew sudah ditandai oleh beberapa siswi. Yang menargetkannya untuk didekati.

Silahkan saja sih.

Andrew memang playboy, tapi selera ceweknya tinggi.

Ga cuma cantik, tapi harus seksi. Itupun masih harus lewat tahap seleksi.

“Lo ke kantor dulu sana, laporan sama bagian kesiswaan. Nanti gue nyusul.“

Reno berucap pada Andrew, ketika langkah mereka telah sampai di gedung sekolah.

Mengabaikan pandangan para siswi disekitar, yang penuh minat ke arahnya dan Andrew.

“Laporan apalagi? Berkas gue udah masuk semua! Tuh Kepseknya juga kenal sama gue! lagian kita sekelas?”

Andrew merespons ucapan Reno dengan gelagat penolakan.

“Paling engga lo temui dulu wali kelas—“

“Gue ga butuh sesi perkenalan depan kelas.”

“Tata tertib ikutin. Selain tata krama. Lo itungannya masih tamu di sini. Jadi sebagai tamu, lo sambangi tuan rumahnya dulu. Itu kepsek sama guru-guru—“

“Ck.” Andrew langsung mendecakkan lidahnya. Mendengar ucapan Reno yang sedikit merepet. “Iya, okay!” seru Andrew kemudian. Lalu melangkah malas menuju area kantor sekolah tempatnya akan menempuh tahun terakhirnya di SMA.

Meski Andrew seringkali bersikap semaunya, namun Reno yang hanya satu tahun lebih tua darinya, Andrew anggap sebagai kakaknya. Untuk hal-hal tertentu, Andrew akan mendengarkan dan melakukan ucapan Reno.

“Nih sekalian bawain tas gue ke kelas!” Andrew mengestafetkan begitu saja tas ransel sekolahnya pada Reno yang langsung mendecakkan lidahnya.

Lalu Andrew berbalik dan berjalan ke arah yang berlawanan dengan kemana Reno menuju.

“Baju lo masukin!”

Reno berseru kala Andrew telah sedikit melangkah menjauh darinya menuju area kantor sekolah.

Lalu Andrew kembali memutar bola matanya malas sambil ia berjalan tanpa menyahut dan menoleh ke arah Reno berada.

Hanya tangannya saja yang terangkat satu, dengan jari tengah yang ia tampakkan—Andrew tujukan pada Reno yang langsung menyungging samar.

Tak ada rasa tersinggung, karena tabiat Andrew memang Reno paham betul. Lagipula mereka sudah macam saudara kandung.

Dan layaknya saudara kandung, ribut-ribut kecil, bersikap seenaknya pada saudara sendiri dalam interaksi sehari-hari tapi dalam batas kewajaran—adalah hal yang biasa.

Termasuk penunjukkan jari tengah, yang jadi suatu hal yang biasa dilakukan oleh mereka yang seusia Andrew dan Reno dalam pergaulan untuk sekedar menunjukkan rasa sebal.

Beda kalau hal itu dilakukan ke orang yang tidak dikenal ataupun pada siswa dari sekolah lain. Penunjukkan jari tengah seperti yang dilakukan Andrew tadi, bisa dianggap sebagai sebuah tantangan untuk adu kepalan dalam perkelahian.

🚬

Sebal pada Reno, namun tangan Andrew bergerak untuk memasukkan kemeja seragamnya ke balik celana seragam yang ia kenakan. Hanya saja ya begitu, Andrew memasukkannya dengan asal. Lalu berjalan dengan langkah tegap menuju kantor sekolah.

Ada aura keangkuhan yang nampak di ekspresi wajah Andrew yang kepalanya tegak dengan garis rahangnya yang nampak tegas.

🚬

Pada dasarnya, Andrew dan Reno itu kurang lebih sama kalau soal penunjukkan ekspresi yang dapat dilihat oleh mereka yang memperhatikan keduanya.

Meskipun Andrew hitungannya lebih supel daripada Reno--karena memang cowo itu hobi nongkrong dan menjalin pertemanan dengan orang baru dalam pergaulan, namun layaknya Reno—Andrew akan terlihat seperti cowok dingin kala dia sedang diam.

Bahkan, terkesan garang.

Reno sendiri, yang memang selalu cool pembawaannya selain bersahaja.

Bukan juga tidak supel karena dirinya yang tak banyak bicara.

Reno yang lebih senang menghabiskan waktunya di rumah atau kemana-mana sendirian, bukan tak bergaul juga. Selalu gabung dengan para siswa yang lain saat istirahat. Entah itu teman sekelasnya, atau anak tim basket yang mana Reno adalah kaptennya.

Mau juga kalo diajak nongkrong di luar jam sekolah. Sesekali tapi. Ga sesering Andrew yang memang hobi banget nongkrong di luar itu. Sampai anak sekolah lain pun kenal sama sahabat sejak kecilnya Reno itu.

Bahkan di kota yang Reno tinggali, rasanya teman Andrew lebih banyak darinya.

Saking Andrew memang mainnya kemana-mana, terutama ke tempat-tempat dimana ada sesi untuk balapan motor.

Bukan balapan resmi tapi. Balapan liar. Namun tak sembarang balapan liar.

Andrew mau ikutan balapan liar hanya kalau di tempat yang dikhususkan untuk itu.

Atau di sebuah area tertutup yang biasanya sudah terbengkalai atau belum dipergunakan.

Yang membuat tempat itu sepi dari lalu lalang pengguna umum jalanan, bukan balapan dengan ugal-ugalan di jalanan umum yang mengganggu ketertiban.

Kampungan.

Kalau Andrew bilang.

🚬

Singkat kata, Andrew tak menemui kesulitan untuk berbaur sebagai murid baru di SMA tempat Reno bersekolah.

Selain memang Andrew mudah bergaul, statusnya sebagai saudara Reno yang sahabatnya itu akui di depan teman – teman Reno—yang katakanlah paling sering ngumpul sama Reno di sekolah sebagai saudaranya, sudah cukup membuat Andrew jadi sorotan.

Walau tanpa Reno mengatakan kalau dirinya adalah saudara cowo itu, Andrew sudah cukup menarik perhatian warga sekolah. Postur tubuh dan wajah blasterannya Andrew amat sangat cukup membuatnya akan terlihat menonjol diantara para siswa yang lain.

🚬

Lima hari berlalu dari sejak Andrew masuk ke SMA yang sama dengan Reno. Dan dalam lima hari itu, Andrew sudah sangat menyesuaikan dirinya di sekolah barunya itu, bahkan seolah dia sudah bersekolah di sana sejak awal.

Namun begitu, ada juga beberapa siswa yang kelihatan jelas kalau mereka itu satu kelompok—menampakkan ketidaksukaannya pada Andrew. Yang mana sebabnya, kata mereka—Andrew sok keren dan pentantang-petenteng.

Padahal kan, emang Andrew keren.

Dan si keren itu sedang di hadang oleh beberapa orang siswa yang kemudian mengerubunginya, yang sedang bolos satu jam pelajaran di warung dekat sekolah.

🚬🚬🚬🚬

Bersambung......

Episodes
1 BLURB & PART 1
2 PART 2
3 PART 3
4 PART 4
5 PART 5
6 PART 6
7 PART 7
8 PART 8
9 PART 9
10 PART 10
11 PART 11
12 PART 12
13 PART 13
14 PART 14
15 PART 15
16 PART 16
17 PART 17
18 PART 18
19 PART 19
20 PART 20
21 PART 21
22 PART 22
23 PART 23
24 PART 24
25 PART 25
26 PART 26
27 PART 27
28 PART 28
29 PART 29
30 PART 30
31 PART 31
32 PART 32
33 PART 33
34 PART 34
35 PART 35
36 PART 36
37 PART 37
38 PART 38
39 PART 39
40 PART 40
41 PART 41
42 PART 42
43 PART 43
44 PART 44
45 PART 45
46 PART 46
47 PART 47
48 PART 48
49 PART 49
50 PART 50
51 PART 51
52 PART 52
53 PART 53
54 PART 54
55 PART 55
56 PART 56
57 PART 57
58 PART 58
59 PART 59
60 PART 60
61 PART 61
62 PART 62
63 PART 63
64 PART 64
65 PART 65
66 PART 66
67 PART 67
68 PART 68
69 PART 69
70 PART 70
71 PART 71
72 PART 72
73 PART 73
74 PART 74
75 PART 75
76 PART 76
77 PART 77
78 PART 78
79 PART 79
80 PART 80
81 PART 81
82 PART 82
83 PART 83
84 PART 84
85 PART 85
86 PART 86
87 PART 87
88 PART 88
89 PART 89
90 PART 90
91 PART 91
92 PART 92
93 PART 93
94 PART 94
95 PART 95
96 PART 96
97 PART 97
98 PART 98
99 PART 99
100 PART 100
101 PART 101
102 PART 102
103 PART 103
104 PART 104
105 PART 105
106 PART 106
107 PART 107
108 PART 108
109 PART 109
110 PART 110
111 PART 111
112 PART 112
113 PART 113
114 PART 114
115 PART 115
116 PART 116
117 PART 117
118 PART 118
119 PART 119
120 PART 120
121 PART 121
122 PART 122
123 PART 123
124 PART 124
125 PART 125
126 PART 126
127 PART 127
128 PART 128
129 PART 129
130 PART 130
131 PART 131
132 PART 132
133 PART 133
134 PART 134
135 PART 135
136 PART 136
137 PART 137
138 PART 138
139 PART 139
140 PART 140
141 PART 141
142 PART 142
143 PART 143
144 PART 144
145 PART 145
146 PART 146
147 PART 147
148 PART 148
149 PART 149
150 PART 150
151 PART 151
152 PART 152
153 PART 153
154 PART 154
155 PART 155
156 PART 156
157 PART 157
158 PART 158
159 PART 159
160 PART 160
161 PART 161
162 PART 162
163 PART 163
164 PART 164
165 PART 165
166 PART 166
167 PART 167
168 PART 168
169 PART 169
170 PART 170
171 PART 171
172 PART 172
173 PART 173
174 PART 174
175 PART 175
176 PART 176
177 PART 177
178 PART 178
179 PART 179
180 PART 180
181 PART 181
182 PART 182
183 PART 183
184 PART 184
185 PART 185
186 PART 186
187 PART 187
188 PART 188
189 PART 189
190 PART 190
191 PART 191
192 PART 192
193 PART 193
194 PART 194
195 PART 195
196 PART 196
197 PART 197
198 PART 198
199 PART 199
200 PART 200
201 PART 201
202 PART 202
203 PART 203
204 PART 204
205 PART 205
206 PART 206
207 PART 207
208 PART 208
209 PART 209
210 PART 210
211 PART 211
212 PART 212
213 PART 213
214 PART 214
215 PART 215
216 PART 216
217 PART 217
218 PART 218
219 PART 219
220 PART 220
221 PART 221
222 PART 222
223 PART 223
224 PART 224
225 PART 225
226 PART 226
227 PART 227
228 PART 228
229 PART 229
230 PART 230
231 PART 231
232 PART 232
233 PART 233
234 PART 234
235 PART 235
236 PART 236
237 PART 237
238 PART 238
239 PART 239
240 PART 240
241 PART 241
242 PART 242
243 PART 243
244 PART 244
245 PART 245
246 PART 246
247 PART 247
248 PART 248
249 PART 249
250 PART 250
251 PART 251
252 PART 252
253 PART 253
254 PART 254
255 PART 255
256 PART 256
257 PART 257
Episodes

Updated 257 Episodes

1
BLURB & PART 1
2
PART 2
3
PART 3
4
PART 4
5
PART 5
6
PART 6
7
PART 7
8
PART 8
9
PART 9
10
PART 10
11
PART 11
12
PART 12
13
PART 13
14
PART 14
15
PART 15
16
PART 16
17
PART 17
18
PART 18
19
PART 19
20
PART 20
21
PART 21
22
PART 22
23
PART 23
24
PART 24
25
PART 25
26
PART 26
27
PART 27
28
PART 28
29
PART 29
30
PART 30
31
PART 31
32
PART 32
33
PART 33
34
PART 34
35
PART 35
36
PART 36
37
PART 37
38
PART 38
39
PART 39
40
PART 40
41
PART 41
42
PART 42
43
PART 43
44
PART 44
45
PART 45
46
PART 46
47
PART 47
48
PART 48
49
PART 49
50
PART 50
51
PART 51
52
PART 52
53
PART 53
54
PART 54
55
PART 55
56
PART 56
57
PART 57
58
PART 58
59
PART 59
60
PART 60
61
PART 61
62
PART 62
63
PART 63
64
PART 64
65
PART 65
66
PART 66
67
PART 67
68
PART 68
69
PART 69
70
PART 70
71
PART 71
72
PART 72
73
PART 73
74
PART 74
75
PART 75
76
PART 76
77
PART 77
78
PART 78
79
PART 79
80
PART 80
81
PART 81
82
PART 82
83
PART 83
84
PART 84
85
PART 85
86
PART 86
87
PART 87
88
PART 88
89
PART 89
90
PART 90
91
PART 91
92
PART 92
93
PART 93
94
PART 94
95
PART 95
96
PART 96
97
PART 97
98
PART 98
99
PART 99
100
PART 100
101
PART 101
102
PART 102
103
PART 103
104
PART 104
105
PART 105
106
PART 106
107
PART 107
108
PART 108
109
PART 109
110
PART 110
111
PART 111
112
PART 112
113
PART 113
114
PART 114
115
PART 115
116
PART 116
117
PART 117
118
PART 118
119
PART 119
120
PART 120
121
PART 121
122
PART 122
123
PART 123
124
PART 124
125
PART 125
126
PART 126
127
PART 127
128
PART 128
129
PART 129
130
PART 130
131
PART 131
132
PART 132
133
PART 133
134
PART 134
135
PART 135
136
PART 136
137
PART 137
138
PART 138
139
PART 139
140
PART 140
141
PART 141
142
PART 142
143
PART 143
144
PART 144
145
PART 145
146
PART 146
147
PART 147
148
PART 148
149
PART 149
150
PART 150
151
PART 151
152
PART 152
153
PART 153
154
PART 154
155
PART 155
156
PART 156
157
PART 157
158
PART 158
159
PART 159
160
PART 160
161
PART 161
162
PART 162
163
PART 163
164
PART 164
165
PART 165
166
PART 166
167
PART 167
168
PART 168
169
PART 169
170
PART 170
171
PART 171
172
PART 172
173
PART 173
174
PART 174
175
PART 175
176
PART 176
177
PART 177
178
PART 178
179
PART 179
180
PART 180
181
PART 181
182
PART 182
183
PART 183
184
PART 184
185
PART 185
186
PART 186
187
PART 187
188
PART 188
189
PART 189
190
PART 190
191
PART 191
192
PART 192
193
PART 193
194
PART 194
195
PART 195
196
PART 196
197
PART 197
198
PART 198
199
PART 199
200
PART 200
201
PART 201
202
PART 202
203
PART 203
204
PART 204
205
PART 205
206
PART 206
207
PART 207
208
PART 208
209
PART 209
210
PART 210
211
PART 211
212
PART 212
213
PART 213
214
PART 214
215
PART 215
216
PART 216
217
PART 217
218
PART 218
219
PART 219
220
PART 220
221
PART 221
222
PART 222
223
PART 223
224
PART 224
225
PART 225
226
PART 226
227
PART 227
228
PART 228
229
PART 229
230
PART 230
231
PART 231
232
PART 232
233
PART 233
234
PART 234
235
PART 235
236
PART 236
237
PART 237
238
PART 238
239
PART 239
240
PART 240
241
PART 241
242
PART 242
243
PART 243
244
PART 244
245
PART 245
246
PART 246
247
PART 247
248
PART 248
249
PART 249
250
PART 250
251
PART 251
252
PART 252
253
PART 253
254
PART 254
255
PART 255
256
PART 256
257
PART 257

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!