Happy Reading.
🚬🚬🚬🚬🚬🚬🚬
“Lalu soal Om yang tau-tau muncul di Klinik saat tadi aku dan Reno berada di sana? Dan kalau aku dan Reno ga salah dengar, Om bilang Om tau apa yang sedang kami hadapi. Om bukannya kurang kerjaan mengikuti aku setiap hari, kan? .. Sekalipun Dad atau dua Uncle ku di B memintamu untuk menjagaku saat mereka tidak sedang bersamaku. Walau bisa saja keberadaan Om tadi yang tau-tau muncul di Klinik dan bilang kalau Om tahu yang sedang aku hadapi bisa saja karena kebetulan, tapi entah .. hatiku tidak merasa seperti itu ..”
Ucapan panjang itu tercetus dari mulut Andrew pada seorang laki – laki di usia sangat dewasa yang sedang bersamanya.
“Kamu benar – benar mewarisi tajamnya pandangan dad mu dalam memperhatikan sesuatu ..” laki – laki yang sedang bersama Andrew itu kemudian menanggapi ucapan panjangnya Andrew padanya.
Om Kusuma, Andrew – juga Reno biasa memanggilnya.
“Itu tidak menjawab pertanyaanku, Om,” ucap Andrew atas ucapan Om Kusuma tadi.
“Dan mewarisi sifat Almarhum Tuan Besar Putra yang tidak kenal basa – basi, juga dari caramu berpikir dan bertindak yang kurang lebih sama dengannya.” sahut Om Kusuma. “Tak salah kalau Tuan Glenn dan Almarhum Tuan Darwin mengatakan kalau kamu bahkan akan menjadi lebih hebat dari dad mu.”
Andrew sedikit menyunggingkan senyumnya, setelah mendengar ucapan Om Kusuma barusan. “Sejak kapan Om jadi penjilat? ..” cetus Andrew dengan entengnya kemudian.
🚬
“Hahaha.” Om Kusuma langsung saja tertawa.
Dimana Andrew spontan mendengkus geli, karena memang ucapannya yang terkesan tak sopan pada Om Kusuma itu hanyalah sebuah candaan saja.
Selain Andrew memang seseorang yang spontan untuk mengatakan apa yang ada di pikirannya. Yang memang Masa Bodo Amatan juga orangnya sama perasaan orang lain.
Dan kalimat candaan Andrew yang terkesan adalah sebuah cibiran itu sama sekali tidak membuat Om Kusuma merasa tersinggung. Malah ia terlihat senang.
🚬
“Tapi daripada mewarisi sifat dad mu, sifat Tuan Besar Putra yang sepertinya benar – benar melekat pada kamu, Andrew.” Om Kusuma langsung berkata setelah ia selesai tertawa. “Entah seperti apa Tuan Besar Putra dimasa mudanya, tapi dari sejak aku mengenal dan sering berada di dekat beliau saat aku mendampingi dad dan para Uncle mu – sampai dengan detik ini, aku merasa kamu adalah prototype mudanya Tuan Besar Putra. Hanya beda bentuk luarnya saja.”
Andrew langsung tersenyum mendengar penuturan Om Kusuma barusan.
“Rasanya, kalau mendengar cerita dad para uncle ku tentang Opa Putra, lalu mengetahui sendiri bagaimana opa membentuk Gappa menjadi-katakanlah hebat ..”
Setelahnya Andrew pun lekas berkata.
“Berlebihan kalo Om bilang aku ini prototype nya Opa Putra. Aku belum seujung kuku dirinya ..”
🚬
“Meskipun perbandingannya adalah saat Opa Putra masih di usiaku sekarang ..” Andrew menambahkan ucapannya, dan Om Kusuma pun tersenyum. “Tapi tentu, aku akan menempa diriku untuk menjadi seperti Opa Putra dan para opa ku yang lain, termasuk juga seperti dad –“
“Tentu, kamu harus banyak belajar tentang bisnis dari dadmu. Tangannya kelewat dingin sebagai seorang pebisnis, tahu? Seolah apapun yang dia pegang bisa menjadi uang.” Om Kusuma menimpali ucapan Andrew yang orangnya kemudian langsung terkekeh geli setelah mendengar ucapan satu orang kepercayaan ayahnya yang sudah Andrew kenal sejak ia masih kecil.
“Jadi apa jawaban untuk pertanyaanku tadi, Om? ..”
Andrew selanjutnya kembali kepada topik yang ingin ia dapatkan jawabannya dengan pasti.
“Tentang masalahku dengan siswa yang aku pukuli sampai hampir mati –“
“Ndrew.”
Suara Reno terdengar memanggil Andrew yang tengah bicara pada Om Kusuma.
“Dad mau bicara sama lo. Pas banget baru gue tutup telfon selesai ngomong sama bunda, panggilan dari dad langsung masuk ..” Reno pun langsung bicara lagi setelah ia memanggil Andrew seraya dirinya mendekat kepada sahabatnya itu dan Om Kusuma yang sedang mengobrol.
“Untuk hal yang kamu tanyakan pada Om terkait tindakanmu yang memukuli salah satu siswa di sekolahmu sampai ia terluka parah, lalu Om mengetahuinya dengan pasti, kamu bisa tanyakan langsung pada dad mu, Andrew ..”
“Oke,” sahut Andrew pada Om Kusuma yang bicara setelah Reno berkata.
Setelahnya, Andrew bangkit dari duduk dan langsung pergi untuk menyambangi telefon dalam kediaman keluarganya tersebut.
🚬
Andrew sudah menempelkan gagang telefon di telinganya, ia sudah tersambung dengan sang ayah yang sedang berada di negara I sana.
“Apa benar dugaanku, dad? ..”
Andrew memastikan, setelah pertanyaan yang sempat ia cetuskan pada Om Kusuma ia cetuskan pada ayahnya dalam sambungan telefon mereka itu.
“Bukan hal yang kebetulan kalau Om Kusuma tahu-tahu muncul di Klinik tempat aku membawa orang sok jagoan yang mencoba mengeroyokku bersama teman-temannya, bukan?”
🚬
“Kamu benar, Boy ..”
“.....”
“Itu memang bukan suatu kebetulan.”
“Jadi? –“
“Aku menempatkan seseorang untuk mengawasi gerak – gerikmu termasuk juga Reno, sekaligus untuk menjaga kalian.”
Jawaban Andrew peroleh dari sang ayah atas pertanyaannya.
Dimana Andrew langsung saja mendecakkan lidahnya, lalu menghembuskan nafasnya dengan sedikit berat.
“Aku bukan anak kecil lagi, Dad ..”
Andrew berucap kemudian. Dan sahutan dari ayahnya pun terdengar.
“Bukan perkara kamu masih anak kecil atau bukan alasanku menempatkan seseorang untuk mengawasimu, Boy .. Tapi aku harus memastikan keselamatan keluargaku dan memastikan mereka tidak kesulitan. Kamu akan paham setelah kamu berkeluarga nanti, dan kamu amat sangat mencintai istri dan anak – anakmu.”
Andrew menghembuskan nafasnya lagi setelah mendengar penuturan ayahnya dari ujung telepon. “Jadi dad sudah menyuruh Om Kusuma untuk membereskan masalahku dengan murid sok jagoan itu? ..” lalu mencetuskan pertanyaan kepada ayahnya, yang langsung menjawab pertanyaan Andrew tersebut.
“Yes ..”
“Termasuk untuk membuat tidak ada satu pun pihak sekolah yang memanggilku karena tindakanku yang memukuli murid itu?”
Andrew bertanya lagi pada sang ayah, yang juga langsung menjawabnya, “Yes.”
“Ya sudah kalau begitu ..”
“Dengan ini aku jadi tidak perlu sembunyi – sembunyi lagi untuk menempatkan bodyguard di dekatmu dan Reno –“
“Tetap saja aku tidak nyaman dengan itu, Dad ..” timpal Andrew dengan cepat pada ucapan ayahnya barusan, yang sekali lagi langsung dengan cepat memberikan responsnya.
“Nyaman tidak nyaman kamu harus menerimanya, Son. Aku sudah menyiapkan tiga orang bodyguard lagi untukmu dan Reno –“
“Yang benar saja, Dad?!”
Andrew langsung berseru tak percaya.
Dan kekehan terdengar dari mulut ayah Andrew di ujung telefon.
“1 orang saja sudah cukup, dan aku pun ingin dia tetap seperti selama ini ia melakukan tugasnya ..”
“.....”
“Sangat berjarak dariku juga Reno.”
“Baiklah, baiklah .. Jangan setemperamental itu pada ayah kandungmu ..”
Ayah Andrew sedikit terkekeh di tempatnta.
“Salahkan diri Dad yang hobi sekali meledekku –“
“Ya sudah kalau begitu. Tolong sambungkan aku dengan Kusuma ..”
“Oke sebentar –“
“By the way Boy –“
“Ya, Dad?”
“Aku tahu kamu kuat, tapi aku harap kejadian seperti ini tidak terulang lagi, hem? ..”
“Aku tidak akan bertindak melewati batas, kalau orang itu tidak memprovokasi emosiku, Dad ..”
“Aku paham mengenai hal itu, Son – “
“Seperti yang Dad dan para opa serta uncle ku katakan, aku harus menjunjung tinggi keluarga kita bukan?”
Andrew memberikan argumennya pada sang ayah.
“Dan aku tidak hanya sekedar menjunjung tinggi keluarga kita, tapi aku sangat mencintai keluarga kita ini, Dad .. Dan atas hal itu, sekecil apapun hinaan bagi keluarga ini apalagi sudah menyertakan Mom dan Michelle di dalamnya, aku tidak akan bisa dan tidak mau menahan emosiku.”
🚬🚬🚬🚬
To be continue......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 257 Episodes
Comments
Yeyet Suryadi
dan drea mewarisi tabiat poppa
2024-02-20
0
Avri Yani
bener nanti poppa jg bakal posesif sm istri+anak nya 😝
2023-10-21
2