PART 5

Selamat membaca...

🚬🚬🚬🚬🚬🚬🚬

“Harus ya sikap lo kayak gini sama Fania?“ Ada Reno yang sedikit melontarkan cibiran pada Andrew yang sedang bersamanya. Dimana yang bersangkutan kemudian menukas ucapan Reno dengan santai.

“You know me, don’t you?....”

“Iya gue tau lo banget, makanya gue mau ngomongin soal sikap lo ke Fania yang gue rasa udah agak berlebihan---“

“Ga ada yang berlebihan. Orang tengil begitu harus dikasih pelajaran.“

Andrew lalu menimpali cepat ucapan Reno. Dimana Reno langsung memasang tampang sedikit tidak suka pada ucapan Andrew.

“Orang tengil yang lo bilang itu udah gue anggap adik kandung gue sendiri.“

Dan atas sedikit ketidaksukaannya pada ucapan Andrew mengenai pembahasan mereka itu, Reno pun segera mencetuskan kalimat sesuai dengan perasaannya itu.

“Dan itu yang bikin gue heran sama lo.” Dan Andrew yang memang kukuh dengan sikapnya yang sedang antipati pada subjek utama bahasannya dan Reno, menimpali cepat ucapan sahabatnya itu, “Masa baru ketemu dia dua kali lo bisa-bisanya udah bilang kalo lo ngangkat dia sebagai adik lo? Tuh anak kan ga jelas....“

Andrew lalu mencetuskan kalimat yang sekali lagi tidak Reno sukai.

“Lo jangan sembarangan ngomong, Drew. Gue udah kenal sama keluarganya.”

Dan ucapan agak sinis Reno kemudian keluar untuk menyeragah perkataan Andrew yang sebelumnya.

“Dan penampilan lo begini waktu kenalan itu sama keluarganya si tengil?” ucapan ini yang kemudian menjadi respons Andrew pada Reno yang dianggapnya membela sekali subjek utama pembahasan mereka tersebut, setelah Andrew sempat menghela nafasnya yang agak sedikit berat.

“Ya penampilan santai aja....“ jawab Reno.

“Ya penampilan santai lo kalau keluarganya faham barang bagus pasti udah nerka lo borju, Ren....“ dimana Andrew langsung dengan cepat menimpali jawaban Reno tersebut.

“Maksud lo apaan?....“ ucapan yang berkesan sebagai rasa tidak terima Reno atas ucapan Andrew yang punya dugaan jelek tentang subjek utama bahasa mereka pun langsung terlontar dari mulutnya sambil melemparkan lirikan tak senangnya pada Andrew.

“Nih sorry to say gue nih. Kalau dari penampilannya selama ini gue liat.... Tuh si Fania ga dari kalangan berada. Sorry gue ga ada maksud merendahkan orang....”

Andrew lalu segera menyahut.

Menanggapi perkataan Reno sebelumnya.

“Tapi dia dan keluarganya kenal sama lo yang notabene dia liat kalau lo pakai mobil, tau tempat tinggal lo seperti ini. Lo yakin si tengil itu sama keluarganya tulus sama lo?....”

Andrew mencetuskan pendapat miringnya tentang Fania.

“Kenapa?....”

Lalu Andrew bertanya, karena Reno nampak baru memalingkan wajahnya ke arah belakang mereka.

‘Perasaan gue kayak ada yang lagi merhatiin gue sama Andrew?’

Disaat itu Reno membatin, lalu kembali beralih pada Andrew di sebelahnya.

Selepas Reno yang merasa jika ada orang yang sedang memperhatikan dirinya dan Andrew sedari tak lama mereka bicara tadi, kemudian ia spontan menoleh ke arah belakangnya dan Andrew.

“Ada apa sih?....”

Andrew bertanya lagi, sambil juga melirik ke arah dimana Reno tadi sempat menoleh ke sana, yang kosong saja.

“Never mind. Lo bilang apa tadi?....”

Reno menjawab Andrew, dengan dirinya yang sudah menoleh ke arah Andrew seraya bertanya.

Kembali fokus pada sahabat rasa saudaranya itu.

“Si tengil dari awal tau lo pake mobil. Dari penampilan lo juga udah keliatan kalo lo borju. Dengan penampilan borju lo yang jelas keliatan meski lo cuma pakai baju santai lalu lo dikenalin sama keluarga dia yang pasti bisa nebak dari keluarga seperti apa lo berasal, lo yakin si tengil itu sama keluarganya tulus sama lo?....”

Andrew kemudian langsung menjawab pertanyaan Reno dengan kalimat yang cukup panjang, yang intinya mengungkapkan prasangkanya pada Fania.

Bahkan juga pada keluarga cewek tomboy itu. Dan Reno pun langsung menjawabnya.

“Gue yakin, kalau Fania tulus sama gue. Begitu juga keluarganya.”

Andrew kemudian menaikkan alisnya setelah mendengar ucapan Reno yang menjawab pertanyaan barusan.

Dimana Reno nampak betul yakin dengan ucapannya.

“Well, terserah lo sih kalo begitu....” kata Andrew kemudian. “Gue Cuma kasih lo perspektif gue yang lo tau benar gue jarang salah.”

Andrew menambahkan, dan Reno setengah menyungging. Lalu Reno mengomentari ucapan Andrew tersebut, “Jarang. Means perspektif lo pernah salah....”

🚬🚬

“Walau jarang itu hanya sekali terjadi, itu menandakan sudut pandang lo atas apa dan siapa pernah salah....”

“.....”

“Tapi feeling gue engga.”

Reno lanjut berkata kala Andrew terdiam di tempatnya.

“Feeling gue ga pernah salah, dan perasaan gue bilang kalo Fania itu, tulus.”

Reno menegaskan pendapatnya kemudian.

“Begitu juga keluarganya,” tambah Reno, dimana Andrew nampak menghembuskan nafas dengan sedikit berat setelahnya.

Sedikit meringis, sebelum Andrew berkata lagi sambil ia menoleh ke arah Reno.

“Well seperti yang gue bilang tadi, terserah lo. Kalau begitu pendapat lo tentang si tengil dan keluarganya, tapi gue tetap pada perspektif gue tentang mereka....”

“Alright then ( Baik kalo begitu )” timpal Reno. “Gue ga akan menuntut lo untuk menyukai dan menerima Fania kalo emang lo ga sreg sama dia. Tapi satu hal gue minta sama lo, Drew---“

“Apa?---“

“Simpan dalam hati aja ketidaksukaan lo sama Fania. Meski gue tau --- macam  gue, sulit untuk menyembunyikan ketidaksukaan kalo udah kesel sama seseorang....”

🚬🚬

“Tapi soal Fania gue minta pengecualian lo.”

Diliriknya Andrew oleh Reno kemudian, dan Andrew menoleh padanya.

“Kalo lo memang ga bisa terima keberadaan dia di dekat lo, gue beri lo dua pilihan....”

Reno lanjut berkata.

Dan Andrew tak menyela.

“Antara lo yang minggir saat Fania ada sama gue, atau lo bisa stay tapi kunci mulut lo kalau rasanya gatal ingin ngeluarin cibiran buat dia....”

Andrew kemudian berdecih singkat sambil menyungging setengah miring selepas Reno mencetuskan permintaan dengan memberikannya pilihan.

Andrew sedikit juga menelengkan kepalanya kala ia berdecih lalu menyunggingkan bibirnya itu. “Lo ada rasa sama si tengil?---“

“Ada,” jawab Reno, dimana Andrew langsung menaikkan satu alisnya. “Sayang,” tambah Reno. “Sebagaimana seorang kakak ke adenya....”

“Okaayy....”

🚬🚬

“Tapi gue juga punya permintaan....”

Andrew kemudian mencetuskan satu kalimat lagi pada Reno setelah ia mengiyakan permintaan Reno sambil berkesah.

“Say it....”

Reno pun langsung memberikan responsnya pada Andrew untuk mengatakan apa yang menjadi permintaan sahabatnya itu sebagai balasan dirinya yang mengiyakan permintaan Reno sebelumnya.

“Terhitung senin nanti, lo tau gue akan pindah ke sekolah lo.”

Reno lalu manggut-manggut kecil mengiyakan.

“Which is gue akan sangat sering bolak-balik ke sini....”

Andrew lanjut bicara.

“Takut lo lupa, rumah ini rumah kedua gue dari kita masih kecil. Dan atas dasar hal itu, terlebih mulai hari ini gue akan stay di kota ini.... which is-again, gue kemungkinan besar akan lebih sering berada di sini daripada di kediaman mom and dad. Permintaan gue sama lo, sebelum gue merasa benar-benar sreg sama si tengil, tolong jangan ajak dia ke sini saat gue sedang ada di sini.”

🚬🚬

“Termasuk saat weekend atau diwaktu kita nongkrong bareng. Gimana?---“

“Hhhh.”

Reno menghembuskan nafasnya dengan berat sebelum menjawab ucapan Andrew.

“Jujur, gue terima keberadaan dia selama ini karna lo. Karna bunda. Tapi setelah kejadian tadi, gue ga bisa memaksakan diri lagi.”

Namun sebelum Reno memberikan jawabannya, Andrew keburu bicara lagi.

“Gue ga suka sama attitudenya.”

“.....”

“Tapi gue hargai kalo lo mau care sama dia....”

Andrew masih mendominasi pembicaraan, dan Reno sabar saja mendengarkan.

“Cuma gue ingatkan, we’re brother. Jauh dari lo belum kenal itu si tengil. Dan gue ga mau, hubungan kita rusak gara-gara orang luar.”

“Fine.... Gue akan inget kata-kata lo itu---“

“Then we have a deal now, tentang permintaan satu sama lain antara lo dan gue tentang si tengil?”

“Oke deal,” putus Reno. Lalu ia menerima uluran tangan Andrew padanya setelah mereka sepakat. “Tapi kalo bilang gue mau ajak Fania ke sini, lo harus fair seperti yang gue bilang tadi. Jauh-jauh dari dia, atau shut your mouth.”

“Okay,” ucap Andrew saat ia berjabat dengan Reno. “Ada lagi yang mau lo sampaikan?.... karena kalo engga gue mau nyebur lagi....”

“Gue masuk kalo gitu....” balas Reno.

🚬🚬

Kaki Reno sudah sampai ke dalam ruang makan dalam rumahnya itu.

‘Kayaknya perasaan gue aja tadi yang ngerasa Fania ada di belakang gue sama Andrew yang ngomong di kolam renang....’

Reno membatin saat ia melihat cewek yang ia sebut dalam hatinya itu ada di tempatnya duduk saat Reno pergi menyusul Andrew ke area kolam renang rumahnya.

Bukan apa, Reno sedikit khawatir saja kalau Fania dengar ucapan Andrew tentang cewek tomboy yang sudah Reno anggap sebagai adiknya itu di kolam renang tadi, yang cukup nyelekit hitungannya.

Tapi sekarang Reno sudah merasa tenang, karena ia lihat Fania masih duduk di tempatnya dan juga tetap bersama Bunda Rina, sama seperti sebelum dia menyusul Andrew dan bicara dengan sahabat sejak kecilnya itu.

Reno lalu menggegapkan langkahnya untuk menyambangi Fania dan Bunda Rina, yang nampak sedang mengobrol. Lalu sesi mengobrol dua perempuan yang berbeda jauh usia itu terjeda, saat keduanya menyadari keberadaan Reno yang sedang melangkah untuk mendekati mereka.

“Maap ya Kak, gue sarapan duluan?” Fania langsung berkata saat Reno sudah berada di dekatnya. Reno lalu tersenyum.

“Santai,” sahut Reno.

“Bunda kok yang nyuruh. Abis kamu lama banget....”

Bunda Rina menimpali kemudian, dan Reno tersenyum lagi.

“Iya maaf kalau gitu.... tadinya mau sebentar.... tapi tau lah ya, namanya donal bebek kan cerewet?....”

Reno lalu berkelakar sambil ia mendudukkan dirinya di samping Fania.

“Kita ngomong sebaris, dia sepuluh baris....” Reno beralasan.

Sambil ia tersenyum pada Fania di sampingnya, dimana cewek tomboy yang sudah Reno gadang-gadangkan sebagai adik angkatnya itu juga balas tersenyum padanya.

“Ga usah dipikirin lagi soal sikapnya si donal bebek ke elo, oke?”

Reno berucap pada Fania dengan sedikit mengacak rambut bondol cewek itu.

“Iya, Kak.”

Fania pun menyahut mengiyakan.

🚬🚬

Lepas satu minggu dari kesepakatannya dengan Andrew, Reno punya keinginan untuk mengajak lagi cewek tomboy yang sudah Reno tetapkan sebagai adik angkatnya itu untuk main ke rumahnya, setelah selama 6 hari dirinya seolah disandera Andrew yang selama 6 hari itu tinggal di rumahnya sejak sahabat sejak kecilnya itu pindah ke sekolah yang sama dengannya.

Dan lagi memang, biasanya selama hari sekolah Reno tidak pernah mengajak Fania main.

Lalu baru hari sabtu, Reno akan mengajak Fania menghabiskan waktu bersama yang biasanya diajak menginap dirumahnya selepas Fania akrab dengan Bunda Rina.

Sementara sabtu kemarin Reno tidak bisa mengajak Fania, karena Andrew yang seperti lima hari sebelumnya, tinggal di rumah Reno yang menjadi rumah kedua Andrew.

Dan atas kesepakatan mereka, Reno menepati janjinya pada Andrew.

“Besok gue mau ajak Fania jalan....” ucap Reno pada Andrew yang sedang bermain game konsol bersamanya.

“Nginep di sini?....” sahut Andrew seraya bertanya.

“Ga lah. Besok minggu. Sekolahnya jauh dari sini---“

“Oh. Ngajak main aja ke sini?---“

“Ga kayaknya. Gue mau ajak dia nonton---“

“Ren, Ren.... di sekolah cewe yang naksir lo ngantri buat lo ajak jalan. Imut-imut pula. Lo malah milih habisin waktu sama cewek tengil ga jelas dan minim attitude gitu---“

“Peringatan terakhir dari gue ya, Ndrew. Berhenti lo ngatain Fania begitu. Gue ga suka dengernya. Paham lo?” tegas Reno sambil melirik Andrew dengan sinis.

🚬🚬🚬🚬

Bersambung......

Episodes
1 BLURB & PART 1
2 PART 2
3 PART 3
4 PART 4
5 PART 5
6 PART 6
7 PART 7
8 PART 8
9 PART 9
10 PART 10
11 PART 11
12 PART 12
13 PART 13
14 PART 14
15 PART 15
16 PART 16
17 PART 17
18 PART 18
19 PART 19
20 PART 20
21 PART 21
22 PART 22
23 PART 23
24 PART 24
25 PART 25
26 PART 26
27 PART 27
28 PART 28
29 PART 29
30 PART 30
31 PART 31
32 PART 32
33 PART 33
34 PART 34
35 PART 35
36 PART 36
37 PART 37
38 PART 38
39 PART 39
40 PART 40
41 PART 41
42 PART 42
43 PART 43
44 PART 44
45 PART 45
46 PART 46
47 PART 47
48 PART 48
49 PART 49
50 PART 50
51 PART 51
52 PART 52
53 PART 53
54 PART 54
55 PART 55
56 PART 56
57 PART 57
58 PART 58
59 PART 59
60 PART 60
61 PART 61
62 PART 62
63 PART 63
64 PART 64
65 PART 65
66 PART 66
67 PART 67
68 PART 68
69 PART 69
70 PART 70
71 PART 71
72 PART 72
73 PART 73
74 PART 74
75 PART 75
76 PART 76
77 PART 77
78 PART 78
79 PART 79
80 PART 80
81 PART 81
82 PART 82
83 PART 83
84 PART 84
85 PART 85
86 PART 86
87 PART 87
88 PART 88
89 PART 89
90 PART 90
91 PART 91
92 PART 92
93 PART 93
94 PART 94
95 PART 95
96 PART 96
97 PART 97
98 PART 98
99 PART 99
100 PART 100
101 PART 101
102 PART 102
103 PART 103
104 PART 104
105 PART 105
106 PART 106
107 PART 107
108 PART 108
109 PART 109
110 PART 110
111 PART 111
112 PART 112
113 PART 113
114 PART 114
115 PART 115
116 PART 116
117 PART 117
118 PART 118
119 PART 119
120 PART 120
121 PART 121
122 PART 122
123 PART 123
124 PART 124
125 PART 125
126 PART 126
127 PART 127
128 PART 128
129 PART 129
130 PART 130
131 PART 131
132 PART 132
133 PART 133
134 PART 134
135 PART 135
136 PART 136
137 PART 137
138 PART 138
139 PART 139
140 PART 140
141 PART 141
142 PART 142
143 PART 143
144 PART 144
145 PART 145
146 PART 146
147 PART 147
148 PART 148
149 PART 149
150 PART 150
151 PART 151
152 PART 152
153 PART 153
154 PART 154
155 PART 155
156 PART 156
157 PART 157
158 PART 158
159 PART 159
160 PART 160
161 PART 161
162 PART 162
163 PART 163
164 PART 164
165 PART 165
166 PART 166
167 PART 167
168 PART 168
169 PART 169
170 PART 170
171 PART 171
172 PART 172
173 PART 173
174 PART 174
175 PART 175
176 PART 176
177 PART 177
178 PART 178
179 PART 179
180 PART 180
181 PART 181
182 PART 182
183 PART 183
184 PART 184
185 PART 185
186 PART 186
187 PART 187
188 PART 188
189 PART 189
190 PART 190
191 PART 191
192 PART 192
193 PART 193
194 PART 194
195 PART 195
196 PART 196
197 PART 197
198 PART 198
199 PART 199
200 PART 200
201 PART 201
202 PART 202
203 PART 203
204 PART 204
205 PART 205
206 PART 206
207 PART 207
208 PART 208
209 PART 209
210 PART 210
211 PART 211
212 PART 212
213 PART 213
214 PART 214
215 PART 215
216 PART 216
217 PART 217
218 PART 218
219 PART 219
220 PART 220
221 PART 221
222 PART 222
223 PART 223
224 PART 224
225 PART 225
226 PART 226
227 PART 227
228 PART 228
229 PART 229
230 PART 230
231 PART 231
232 PART 232
233 PART 233
234 PART 234
235 PART 235
236 PART 236
237 PART 237
238 PART 238
239 PART 239
240 PART 240
241 PART 241
242 PART 242
243 PART 243
244 PART 244
245 PART 245
246 PART 246
247 PART 247
248 PART 248
249 PART 249
250 PART 250
251 PART 251
252 PART 252
253 PART 253
254 PART 254
255 PART 255
256 PART 256
257 PART 257
Episodes

Updated 257 Episodes

1
BLURB & PART 1
2
PART 2
3
PART 3
4
PART 4
5
PART 5
6
PART 6
7
PART 7
8
PART 8
9
PART 9
10
PART 10
11
PART 11
12
PART 12
13
PART 13
14
PART 14
15
PART 15
16
PART 16
17
PART 17
18
PART 18
19
PART 19
20
PART 20
21
PART 21
22
PART 22
23
PART 23
24
PART 24
25
PART 25
26
PART 26
27
PART 27
28
PART 28
29
PART 29
30
PART 30
31
PART 31
32
PART 32
33
PART 33
34
PART 34
35
PART 35
36
PART 36
37
PART 37
38
PART 38
39
PART 39
40
PART 40
41
PART 41
42
PART 42
43
PART 43
44
PART 44
45
PART 45
46
PART 46
47
PART 47
48
PART 48
49
PART 49
50
PART 50
51
PART 51
52
PART 52
53
PART 53
54
PART 54
55
PART 55
56
PART 56
57
PART 57
58
PART 58
59
PART 59
60
PART 60
61
PART 61
62
PART 62
63
PART 63
64
PART 64
65
PART 65
66
PART 66
67
PART 67
68
PART 68
69
PART 69
70
PART 70
71
PART 71
72
PART 72
73
PART 73
74
PART 74
75
PART 75
76
PART 76
77
PART 77
78
PART 78
79
PART 79
80
PART 80
81
PART 81
82
PART 82
83
PART 83
84
PART 84
85
PART 85
86
PART 86
87
PART 87
88
PART 88
89
PART 89
90
PART 90
91
PART 91
92
PART 92
93
PART 93
94
PART 94
95
PART 95
96
PART 96
97
PART 97
98
PART 98
99
PART 99
100
PART 100
101
PART 101
102
PART 102
103
PART 103
104
PART 104
105
PART 105
106
PART 106
107
PART 107
108
PART 108
109
PART 109
110
PART 110
111
PART 111
112
PART 112
113
PART 113
114
PART 114
115
PART 115
116
PART 116
117
PART 117
118
PART 118
119
PART 119
120
PART 120
121
PART 121
122
PART 122
123
PART 123
124
PART 124
125
PART 125
126
PART 126
127
PART 127
128
PART 128
129
PART 129
130
PART 130
131
PART 131
132
PART 132
133
PART 133
134
PART 134
135
PART 135
136
PART 136
137
PART 137
138
PART 138
139
PART 139
140
PART 140
141
PART 141
142
PART 142
143
PART 143
144
PART 144
145
PART 145
146
PART 146
147
PART 147
148
PART 148
149
PART 149
150
PART 150
151
PART 151
152
PART 152
153
PART 153
154
PART 154
155
PART 155
156
PART 156
157
PART 157
158
PART 158
159
PART 159
160
PART 160
161
PART 161
162
PART 162
163
PART 163
164
PART 164
165
PART 165
166
PART 166
167
PART 167
168
PART 168
169
PART 169
170
PART 170
171
PART 171
172
PART 172
173
PART 173
174
PART 174
175
PART 175
176
PART 176
177
PART 177
178
PART 178
179
PART 179
180
PART 180
181
PART 181
182
PART 182
183
PART 183
184
PART 184
185
PART 185
186
PART 186
187
PART 187
188
PART 188
189
PART 189
190
PART 190
191
PART 191
192
PART 192
193
PART 193
194
PART 194
195
PART 195
196
PART 196
197
PART 197
198
PART 198
199
PART 199
200
PART 200
201
PART 201
202
PART 202
203
PART 203
204
PART 204
205
PART 205
206
PART 206
207
PART 207
208
PART 208
209
PART 209
210
PART 210
211
PART 211
212
PART 212
213
PART 213
214
PART 214
215
PART 215
216
PART 216
217
PART 217
218
PART 218
219
PART 219
220
PART 220
221
PART 221
222
PART 222
223
PART 223
224
PART 224
225
PART 225
226
PART 226
227
PART 227
228
PART 228
229
PART 229
230
PART 230
231
PART 231
232
PART 232
233
PART 233
234
PART 234
235
PART 235
236
PART 236
237
PART 237
238
PART 238
239
PART 239
240
PART 240
241
PART 241
242
PART 242
243
PART 243
244
PART 244
245
PART 245
246
PART 246
247
PART 247
248
PART 248
249
PART 249
250
PART 250
251
PART 251
252
PART 252
253
PART 253
254
PART 254
255
PART 255
256
PART 256
257
PART 257

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!