Happy Reading.
🚬🚬🚬🚬🚬🚬🚬
“Kalo lo mau ajak dia ke sini ya lo ajak aja. Gue menyingkir ke Kediaman nanti .. Toh dad sama mom juga mau datang dan mereka akan langsung ke Kediaman. Jadi gue akan tunggu mereka di sana - Lagipula gue juga mau kencan dulu sama itu cewek anak dewan ..”
“Masih penasaran sama dia?”
“Ya ga penasaran lagi dong, buktinya besok gue kencan sama itu cewe ..”
“Kenapa ga malam ini aja lo ajak dia malam mingguan?”
“Tarik ulur dong.”
“Lo lagi deketin layangan?”
“Haha! Sering ngelucu sekarang Moreno Alexander ..”
“Belajar dari Little F.”
“Ada sisi positifnya juga itu bocah tengil?”
“Banyak. Lo aja yang keburu punya prasangka ga baik sama dia.”
🚬
Sebagaimana Andrew memiliki kesepakatan bersama ayahnya, ia pun punya kesepakatan bersama Reno.
Yang mana setelah masuk ke hari ke 6, Andrew lebih melunak daripada 5 hari sebelumnya mengenai sikap antipatinya pada cewek tomboy yang sudah Reno anggap sebagai adik perempuannya.
Karena di 5 hari sebelumnya itu, Andrew benar – benar bersikap seolah rumah keluarga Reno adalah rumah keluarganya sendiri --- yah meski masing – masing orang tua dari keluarga sepasang sahabat itu sudah menganggap Andrew dan Reno layaknya anak mereka sendiri.
Andrew bebas keluar masuk di rumah keluarga Reno sekaligus bersikap seperti Reno di sana, terserah saja.
Begitu juga Reno di rumah keluarganya Andrew.
Jadi seperti itu lah Andrew yang telah pindah domisili karena ia sekarang bersekolah di SMA yang sama dengan Reno.
Selama lima --- terhitung 6 hari sampai dengan sekarang, Andrew layaknya penghuni tetap rumah keluarganya Reno.
Bahkan selama itu, Andrew tidak menyempatkan untuk menginap di rumah keluarganya sendiri.
Lagipun memang, Andrew merasa malam untuk menginap di rumah keluarganya yang hanya berbeda beberapa blok saja dari rumah keluarga Reno --- lantaran hunian tersebut sepi.
Yah, walau rumah keluarga Reno tidak berbeda jauh dengan rumah keluarganya Andrew tersebut --- tapi setidaknya, di rumah Reno ada Bunda Rina yang senantiasa memperhatikan Andrew dan Reno --- bukan hanya art.
Dan seperti 5 hari sebelumnya, di hari ke 6 Andrew masih betah berlama – lama di rumah keluarganya Reno.
Namun sekarang keduanya hanya berduaan saja, selain 2 asisten rumah tangganya keluarga Reno. Karena Bunda Rina sedang sibuk dengan kegiatan sosialnya di luar rumah.
Jadi rumah Reno nampak sepi – sepi aja, membuat Reno kiranya jadi senasib dengan Andrew yang akan kesepian kalau tinggal di kediaman keluarganya jika kedua orang tua Andrew berikut adik perempuan dan para kerabatnya sedang tidak ada di sana.
🚬
“Jam berapa dad sama mom sampai Jakarta?” Reno bertanya pada Andrew di keesokan harinya, di saat dirinya hendak pergi jogging bersama sahabatnya itu.
“Entah –“
“Memang waktu mom hubungi, lo ga tanya? ..”
“Engga,” jawab Andrew singkat. Reno pun mendengkus.
Memang Andrew itu spesies manusia yang sifat masa bodohnya benar – benar pekat.
Malas bertanya lagi pada spesies bernama Andrew itu, Reno menggerakkan saja tubuhnya untuk keluar dari rumah dan mulai jogging.
“Kalo lo janjian sama itu anak dewan pagi ini, jangan dekat – dekat sama gue –“
“Arista namanya –“
“Lo pikir gue peduli?” seru Reno tak peduli, dan Andrew sontak terkekeh.
🚬
Hanya 2 putaran taman komplek saja Reno dan Andrew melakukan jogging bersama.
“Bunda balik hari ini dari Palembang? ..” dimana keduanya kini sudah berjalan santai untuk kembali ke rumah keluarga Andrew.
“Iya ..” Reno langsung menjawab pertanyaan Andrew barusan, seraya ia mengangguk.
“Jam berapa? –“
“Katanya sih sampai sini malam ..”
“Heran gue sama bunda. Kenapa malah memilih naik pesawat komersil biasa sementara jet tinggal pilih aja tanpa harus bayar sewa sama dad.”
“Lo macem ga tau bunda aja, Ndrew? Bunda kan orangnya ga enakan .. biarpun sama dad yang udah menganggap bunda adiknya sendiri. Lagian bunda juga kan lagi sama beberapa temen sesama donatur –“
“Terus Uncle Pete kapan balik ke sini? .. S to J ga selama perjalanan dari sini ke I. Masa udah hampir seminggu ga sempatkan sekedar pulang sebentar for his fam? –“
“Udah sepuluh hari sih tepatnya. Ayah udah ke Samarinda dari sebelum lo dateng ke sini. Kemarin sih waktu telfon bilangnya minggu depan akan balik, antara selasa atau rabu. Baru rampung proyeknya.”
Reno menimpali santai ucapan Andrew yang orangnya langsung manggut – manggut kecil, lalu menghentikan obrolan mereka ketika kaki keduanya telah sampai di gerbang kediaman Andrew. Dimana seorang penjaga gerbang langsung berdiri dari posnya ketika melihat kemunculan Tuan Muda dari keluarga yang mempekerjakannya.
Yang datang bersama satu Tuan Muda lain yang dikatakan oleh Tuan dan Nyonya Besar keluarga tersebut, yang bersangkutan sama statusnya dengan sang Tuan Muda Utama keluarga tempat si penjaga gerbang itu bekerja.
🚬
“Dad dan Mom ada menghubungi ke sini Bi Cici?”
Andrew yang sudah berada di area dalam kediaman keluarganya itu, kemudian langsung bicara dengan seorang wanita kira – kira seusia ibunya --- yang bekerja sebagai kepala dari para asisten rumah tangga di kediaman keluarga Andrew.
“Hari ini sih belum, Tuan Muda –“
“Terakhir menghubungi ke sini kapan? ..”
“Kemarin malem ..” wanita yang Andrew sebut dengan Bi Cici itu kembali menjawab Andrew.
“Mereka jadi datang hari ini?”
“Jadi, Den. Tadi Pak Kusuma udah telfon buat mastiin semua bahan makanan pesenan Nyonya Erna sudah tersedia.”
“Ya sudah.”
“Tuan Andrew sama Tuan Reno mau sarapan di sini?”
“Iya boleh, Bi.” Andrew dan Reno sama - sama menjawab pertanyaan Bi Cici.
🚬
“Lo jadi mau ajak itu cewe jadi – jadian –“
“Namanya Fania ..” Reno dengan cepat memotong ucapan Andrew.
“Ya ya ya.”
“Gue jadi mau ajak dia jalan hari ini.”
“To? ( Ke? ) –“
“Rencananya sih mau ajak Fania nonton ke DT, katanya belum pernah nonton di sana dia. Atau yang paling dekat sama daerah rumahnya ya Mega –“
“Oh ..”
🚬
Reno segera kembali ke rumah keluarganya selepas ia sarapan di kediaman keluarga Andrew, walau di kediaman sahabatnya tersebut --- layaknya Andrew di rumahnya, Reno punya kamar di hunian yang terbilang mewah tersebut.
Namun Reno memilih untuk kembali ke rumah keluarganya saja untuk membersihkan diri. Bukan karena di kamarnya pada kediaman keluarga Andrew tidak ada baju ganti, tapi Reno akan pergi menggunakan motor kesayangannya yang terparkir di garasi rumah keluarganya.
Sementara Andrew, memilih untuk tetap di kediaman keluarganya saja --- karena dirinya juga berniat pergi nanti untuk berkencan.
Namun Andrew ingin menggunakan mobil saja rencananya, walaupun sama seperti Reno --- dirinya lebih suka mengendarai motor untuk pergi kemana – mana.
Tapi berhubung Andrew sudah punya jadwal kencan dengan seorang cewe yang baru berstatus sebagai gebetannya alias masih pendekatan, jadi Andrew akan mengendarai mobil saja untuk pergi bersama gebetannya itu yang entah akan Andrew jadikan pacarnya atau tidak.
Karena begini,
Andrew dikenal playboy karena terlihat sering gonta – ganti cewek.
Namun faktanya, sebagian besar cewek yang terlihat nampak dekat dengan Andrew itu belum berstatus sebagai pacarnya.
Hanya baru gebetan saja.
Senang menaklukkan, yang kemudian menggantung perasaan anak orang.
Untuk kelakuannya yang satu ini --- meski memang Andrew bukan penganut pergaulan kelewat bebas, dan Andrew bukan cowok yang tangannya ‘ramah’, tetap saja --- bagi para cewek yang digantungkan perasaannya lalu diabaikan, Andrew dinilai brengsek.
Pasalnya sekali ngegebet cewek, terkadang dalam waktu yang bersamaan. Macam kupu – kupu yang suka nemplokin bunga sana – sini, walau ga macam kumbang yang suka menghisap sari bunga yang setelah abis sarinya di cocol, lalu terbang begitu saja.
Engga sih, Andrew ga sebajingan itu. Masih cukup sadar norma, selain sangat peduli masa depannya yang ogah kalau sampai bablas lalu harus berhadapan dengan yang namanya tanggung jawab menikahi anak gadis orang yang tekdung karena ‘bibit unggul’ nya.
Lalu harus menikah di usia yang sangat muda, yang mana Andrew anggap akan mengekang kebebasannya.
Terus jadi seorang ayah disaat usia bahkan belum sampai dua puluh tahun?
Yang benar saja?!
Andrew tidak mau mengorbankan masa depannya demi nafsu sesaat.
Pun tak sudi punya predikat ‘Bejat’, karena menghancurkan masa depan cewe yang setelah sempat ia reguk ‘sari’ nya --- lalu Andrew tinggalkan begitu saja.
Tidak!
Andrew ingin menjadi pria terhormat.
Yang sukses dan kaya teramat.
Bahagia tentunya.
🚬
Lalu dia gerangan yang bercita – cita menjadi pria terhormat itu, kini telah berkumpul bersama kedua orang tuanya di kediaman mewah mereka tersebut --- termasuk juga Reno yang sudah kembali dari yang katanya ngajak jalan – jalan cewek yang sudah dia anggap macam adiknya pun, juga ikut serta berkumpul dengan Andrew dan orang tua cowok di malam harinya bersama Bunda Rina untuk makan malam bersama.
Hanya saja Andrew menjadi pendiam saat ini.
“Habis diputusin pacarnya dia? ..” ibunya Andrew berbisik pada Reno selepas makan malam selesai, dan mereka duduk bercengkrama di ruang keluarga pada kediaman keluarganya Andrew.
“Sampai dengan detik ini, yang Reno tau .. itu anak Mom yang hobi mainin perasaan anak gadis orang –“
“Terus kenapa itu kayaknya dia sering melamun begitu dari tadi?“
“Ga tau juga sih. Reno dan Andrew ada urusan berbeda hari ini ..”
“Nanti tanyakan. Siapa tahu dia kena batunya, terus sekarang lagi jatuh cinta sama seorang gadis, tapi gadisnya nolak dia? Nah, sadar dosa sama gadis – gadis yang udah dia mainin itu makanya sering melamun dari sejak di meja makan ..”
Reno lalu terkekeh setelah mendengar ocehan ibunya Andrew.
🚬
“Lo kenapa? –“
“Kenapa gimana? –“
“Dari tadi banyak bengong gue perhatikan? –“
“Perasaan lo aja itu sih.”
🚬
“Kan Fania udah cerita waktu itu. Ada sodaranya Kak Reno yang mikir Fania itu deket sama Kak Reno karena Kak Reno orang kaya .. padahal Fania emang tulus bertemen sama Kak Reno. Ga ada tuh sedikit juga niat buat meretin Kak Reno .. tapi kenapa ya Mah, dia tega banget mikir Fania sejelek itu? ..”
“Kayaknya mulai sekarang, Fania ga usah main lagi kali ya Mah sama Kak Reno? .. Daripada nanti Kak Reno malah ribut sama sodaranya? ..”
Hhh!
Andrew menghela nafasnya dengan berat, kala ucapan lirih seorang cewek yang ia nilai dengan buruk terngiang kembali di telinganya.
Bersamaan dengan rasa tak nyaman yang bergelung di hati Andrew karenanya.
'Sorry, Fania ..'
🚬🚬🚬🚬
To be continue......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 257 Episodes
Comments