Happy Reading.
🚬🚬🚬🚬🚬🚬🚬
“Urusan anda dengan sekolah terkait anak yang dibawa ke Klinik tadi, anda berdua tidak perlu memusingkannya, karena semua sudah diurus oleh Pak Kusuma dan Tuan Glenn juga. Jadi anda berdua tidak perlu khawatir, dan lebih baik segera pulang.“
Seorang pria berpakaian setelan safari, berkata pada Andrew dan Reno disaat keduanya telah menyelesaikan jam belajar mereka di sekolah, dan keduanya hendak pergi ke kantor sekolah untuk menemui kepala sekolah dan guru BP terkait perkelahian yang terjadi antara Andrew dan beberapa siswa yang berasal dari satu sekolah yang sama dengannya, lalu berakhir dengan salah satunya yang masuk rumah sakit karena kondisinya lumayan parah setelah dihajar secara membabi buta oleh Andrew.
Reno dan Andrew kemudian spontan saling tatap setelah mendengar penuturan pria yang datang menghampiri keduanya, yang sepasang sahabat itu kenali sebagai salah satu anak buah dari orang kepercayaan ayahnya Andrew. “Lagipula, Tuan Anthony akan menelefon dan bicara pada anda nanti di Kediaman, Tuan Andrew ..” yang orangnya kemudian bicara lagi dan kini pandangannya terfokus pada Andrew, yang kemudian memandang pada Reno lagi.
🚬🚬
Reno selalunya akan menjadi pusat pandangan mata para siswi di sekolahnya disetiap Reno berada, berikut juga teman - teman dekatnya di sekolah yang rata – rata good looking semua. Dan Reno beserta teman – teman dekatnya itu, secara otomatis jadi cowok – cowok populer di sekolah – terlebih Reno dan gengnya itu – katakanlah begitu, tergabung dalam tim basket sekolah.
Yang mana, entah gimana, kapan dan kenapa cowok – cowok sekolahan yang tergabung dalam tim basket itu seringnya akan menjadi idola dan idaman para siswi di sekolah untuk dijadikan pacar.
Dan kenapa anak – anak tim basket – yang cowoknya, rata – rata ganteng semua? Yang paling standar mukanya, tetep bikin bangga kalo diajak ke emol. Please deh?!
Lalu kehadiran Andrew diantara cowok – cowok populer di sebuah sekolah favorit pada sebuah kota besar di negara I, menambah durasi mata para siswi di sekolah tersebut bertambah dalam memandangi para cowok populer di sekolah itu saat keberadaan mereka tertangkap mata.
🚬🚬
Andrew, meskipun baru beberapa hari saja dia menjadi siswa di SMA yang sama dengan Reno, namun kehadirannya memang sudah cukup mencuri perhatian para murid yang bersekolah di SMA tersebut.
Jadi sebagaimana sebuah pusat perhatian, Reno dan Andrew kembali lagi dipandangi oleh para siswi setelah jam pulang sekolah tiba—hanya kali ini bukan hanya para siswi yang memperhatikan gerombolan cowok populer di sekolah itu.
Tapi para siswa juga.
Yang mana sebabnya, adalah desas-desus perkelahian Andrew dan satu siswa yang punya imej negatif di sekolah—telah tersebar begitu saja.
Parah, itu perkelahian.
Karena si siswa berimej negatif itu sampai harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis yang intensif.
Lalu teman-teman segeng dari yang bersangkutan babak belur. Begitu kiranya desas-desus yang sudah tersebar di sekolahnya Andrew dan Reno.
🚬🚬
Sudah menjadi perhatian karena pesona, lalu karena desas-desus soal Andrew yang berkelahi dengan siswa bernama Ferdi, bahkan juga teman-teman segeng biang keroknya itu, bahkan katanya sampai si Ferdi masuk rumah sakit segala. Sekarang Andrew dan Reno menjadi pusat perhatian lagi akibat seorang pria berpakaian safari yang perawakannya macam tukang pukul itu, nampak berada di dekat keduanya dan bicara pada Andrew dan Reno yang sedang juga bersama teman-teman dekat mereka di sekolah.
Rasa penasaran melanda para siswa di sekolah Andrew dan Reno yang menangkap pemandangan itu. Namun tak berani bertanya.
Selain kalau ditanya paling juga ga akan dijawab oleh Andrew dan Reno, yang ada bisa dapat pelototan tajam dari keduanya.
Bahkan bisa aja dibentak kan?
Karena mau tahu urusan dua siswa yang berada di tingkatan teratas cowok populer di sekolah.
Meskipun Andrew baru beberapa hari saja bersekolah di SMA tersebut.
Jadi rasa penasaran para murid yang menangkap pemandangan Andrew dan Reno yang dihampiri pria berpakaian safari berperawakan tukang pukul, hanya mereka simpan dalam hati saja.
Mungkin nanti atau besok, bertanya pada salah satu gengnya Andrew dan Reno.
Itu juga belum tentu dapat jawaban yang pasti. Karena sebelum Andrew hadir di sekolah Reno, satu geng cowok populer di sekolah itu terkenal dengan kesolidaritasannya juga, atas urusan pribadi masing-masing dari mereka.
Jadi ya sudah, penasaran saja sampai mati perihal itu bapak-bapak berpakaian safari yang sedang berada di dekat Andrew dan Reno. Serta juga nampak bicara dengan keduanya. Yang kebetulan berada di dekat tiga orang dan segerombolan babang tamvan itu saja yang mencoba peruntungan untuk mencuri dengar.
Sempat menduga jika bapak berpakaian safari tersebut mungkin anak buah bapaknya si Ferdi yang diketahui juga tajir itu, namun si bapak berpakaian safari nampak santun bersikap di depan Andrew dan Reno.
Yang akhirnya praduga jika bapak tersebut adalah orangnya dari pihak Andrew atau Reno akhirnya muncul di benak para murid, setelah bapak tersebut nampak sedikit merundukkan kepalanya saat duo sahabat itu kemudian berjalan menuju arah yang ditunjuk sang bapak lewat rentangan tangannya.
🚬🚬
Mengabaikan banyak mata dari manusia-manusia kepo disekeliling keduanya, lalu berpamitan dengan beberapa siswa yang adalah gerombolan mereka berdua, Andrew dan Reno berjalan tegak menuju parkiran sekolah dengan bapak berpakaian safari yang berjalan juga sama tegaknya di belakang dua cowok itu.
Yang terus berada di dekat Andrew dan Reno namun dalam jarak tertentu, sampai keduanya menaiki motor mereka dan kemudian berlalu dari parkiran sekolah dan dari bapak berpakaian safari tersebut yang lagi-lagi merundukkan sedikit kepalanya kepada Andrew dan Reno saat duo sahabat itu akan melajukan motor yang keduanya kendarai masing-masing.
Lalu si bapak berpakaian safari langsung setengah berlari ke arah sebuah mobil kinclong yang berhenti di dekat area depan gerbang sekolah, dimana mobil tersebut menjadi pusat perhatian orang-orang disekelilingnya yang tahu kalau mobil tersebut adalah jenis mobil mewah. Lalu praduga tentang Andrew dan Reno terbentuk lagi di kepala orang-orang yang lihat bapak berpakaian safari nampak memberi hormat pada Andrew dan Reno, kemudian yang bersangkutan masuk ke dalam mobil mewah yang ada di dekat gerbang sekolah itu.
Jadi Andrew dan Reno—bukan sekedar anak dari keluarga yang kaya saja, tapi kaya pake banget. Begitu asumsi yang terbentuk dari praduga atas pemandangan interaksinya Andrew, Reno dan si bapak berpakaian safari, yang ketiganya sudah meninggalkan sekolah. Dimana duo sahabat yang begitu solid nampak saudara itu, melajukan motor mereka untuk langsung menuju ke Kediaman keluarga Andrew.
🚬🚬
“Udah lama, Om?” Andrew dan Reno kini telah berada di Kediaman keluarga Andrew.
Keduanya langsung menghampiri laki-laki yang merupakan orang kepercayaan ayahnya Andrew, yang sebelumnya menyambangi Andrew dan Reno di sebuah klinik tak jauh dari sekolah keduanya.
“Oh, Andrew, Reno,” laki-laki yang Andrew sapa dengan Om itu sama mengayunkan langkahnya untuk mendekati Andrew dan Reno yang juga sedang berjalan mendekatinya itu. “Belum. Om juga belum lama sampai ke sini.”
“Oh,” Andrew dan Reno sama menyahut seraya mengangguk kecil.
“Kita ngobrol sambil makan siang –“
“Emm –“
“Om sudah menyuruh pelayan menyiapkan makan siang untuk kita bertiga.”
Laki-laki yang dipanggil Om oleh Andrew itu sedikit merentangkan tangannya ke arah ruang makan pada Kediaman keluarga Andrew, disaat Andrew menggumam samar.
“Om Kusuma aja deh yang makan siang,” ucap Andrew kemudian. “Aku dan Reno temani Om aja –“
“Kalian sudah makan di sekolah? –“
“Salah satunya itu.”
Andrew menjawab cepat pertanyaan dari pria bernama Kusuma itu.
“Dari sejak aku dan Reno kembali ke sekolah dari klinik sih, tapi aku masih merasa kenyang. Selain takutnya Bunda udah menyiapkan makan siang buat kami berdua di rumah Reno.”
“Ya sudah kalau begitu. Kita ngobrol di sini aja –“
“Om makan aja. Jangan pikirkan soal aku dan Andrew.”
Reno lalu bersuara. Dan Om Kusuma tersenyum padanya.
“Santai saja Ren. Om juga sebenarnya belum lapar. Justru Om memikirkan kalian yang takutnya kelaparan pulang dari sekolah.” ucap Om Kusuma.
Reno pun tersenyum tipis.
Lalu Om Kusuma melingkarkan satu tangannya di pundak Reno, sambil mereka bergerak untuk mengambil tempat di satu ruangan tempat ketiganya berada sekarang.
“Mending lo telfon Bunda, Ren? Takutnya dia tunda makan karena nunggu kita? –“
“Oke,” tukas Reno yang kemudian berjalan menuju telfon di Kediaman Andrew berada.
🚬🚬
“Dad kamu juga sebentar lagi mau menghubungi ke sini, Ndrew.”
Om Kusuma langsung berkata pada Andrew saat Reno telah berlalu dari dirinya dan Andrew yang telah duduk pada sofa di sebuah ruangan dalam Kediaman keluarga Andrew.
“Apa soal masalahku dengan murid yang kami bawa ke Klinik tadi, Om?”
Andrew lalu langsung bertanya pada laki-laki yang ia dan Reno biasa panggil dengan Om Kusuma.
Yang orangnya langsung mengangguk seraya tersenyum pada Andrew, “Kamu tahu kalau aku harus melaporkan segala hal tentang kamu dan juga Reno padanya, kan?” lalu Om Kusuma langsung juga menjawab pertanyaan Andrew tersebut.
Andrew manggut-manggut kecil setelah mendengar penuturan Om Kusuma itu. “Lalu soal Om yang tau-tau muncul di Klinik saat tadi aku dan Reno berada di sana? Dan kalau aku dan Reno ga salah dengar, Om bilang Om tau apa yang sedang kami hadapi. Om bukannya kurang kerjaan mengikuti aku setiap hari, kan? .. Sekalipun Dad atau dua Uncle ku di B memintamu untuk menjagaku saat mereka tidak sedang bersamaku. Walau bisa saja keberadaan Om tadi yang tau-tau muncul di Klinik dan bilang kalau Om tahu yang sedang aku hadapi bisa saja karena kebetulan, tapi entah .. hatiku tidak merasa seperti itu ..”
🚬🚬🚬🚬
To be continue......
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 257 Episodes
Comments