Aku diajak masuk kesebuah ruangan yang berada dibawah tanah, entah berapa jauh kami masuk kebawah. Aku perkirakan lamanya perjalanan kebawah sekitar 5 menit. Cukup dalam, pikirku.
Didalam ruangan lift, selain Raden Parapat ada 2 prajurit istimewa bersama kita. Kenapa istimewa karena pakaian mereka berwarna hitam. Ini benar benar istimewa, aku bisa melihat dari jarak sangat dekat bentuk dan rupa prajurit prajurit istimewa ini.
"Nampaknya serius sekali, soalnya prajurit ini pakaiannya hitam" pikirku dalam hati.
"Tutup akses masuk ketika semua sudah hadir dibawah" ucap Raden Parapat.
"Baik saya laksanakan" ucap salah satu sosok berpakaian serba hitam itu.
Sosok berbaju hitam yang wajahnya tertutup semacam masker berwarna hitam nampak begitu menyeramkan. Ia berdiri pas disampingku, memakai topi semacam helm seperti para pembalap motor. Dipunggungnya terselip sebuah pedang panjang dan dipinggangnya tergantung semacam besi pendek.
Ketika aku memperhatikan, sosok itu menoleh pelan kearahku dan menundukkan kepala memberi hormat. Kepalanya yang dibungkus helm hampir saja menyentuh atap lift yang cukup tinggi untuk ukuran lift manusia. Sosok ini memang tinggi besar.
Setelah perjalanan sampai dibawah, disana sudah ada beberapa prajurit lainnya yang juga berpakaian serba hitam. Mereka mengelilingi sebuah meja besar berbentuk bundar. Mereka berdiri dengan tegap.
"Kakanda silahkan duduk disini disamping saya" ucap Raden Parapat sambil menarik sebuah kursi.
"Kita akan tunggu kedatangan yang lain..dengarkan saja apa yang akan aku katakan"
"Baik.." ucapku sambil meneliti isi ruangan. Ruangan ini seperti bungker, ruangan ini berbentuk bundar, temboknya seperti terbuat dari bahan koper atau tembaga tapi mengkilap dan berwarna Merah tua. banyak layar televisi terpampang ditembok.
Tidak lama dari pintu lift yang lain keluarlah Pak Hasbulah diikuti seorang prajurit. Bersamaan, dari pintu lainnya keluar 2 orang yang ternyata adalah patih Rekso dan patih Rumbia, masing masing bersama seorang prajurit.
"Pertemuan kita mulai.." ucap Raden Parapat sambil menoleh kearah dua prajurit yang ikut kita dilift.
Sosok tinggi besar itu memberi isyarat kepada yang lain, satu persatu mereka masuk kelift dan meninggalkan kita.
Raden Parapat mempersilahkan kedua patih untuk mengambil tempatnya.
Dari dua patih ini nampaknya patih Rumbia terlihat agak muda, ia mempunyai wajah mirip orang Europa. Selain rambutnya yang agak pirang, aku melihat dua matanya berwarna biru. Mungkin kalau sampai sosok ini ada didunia pasti sudah Jadi bintang film, ia keren dan gagah.
"Paman..tutup dan kunci ruangan" katanya kepada Pak Hasbulah.
Pak Hasbulah mendekat kesebuah titik hitam ditembok dan menekannya.
"Baik..kita langsung saja kepada inti permasalahan yang sedang terjadi" Raden Parapat mulai membuka pembicaraan.
"Ada beberapa kejadian luar biasa diistana kita. Setelah hampir 1000 tahun tempat yang diwariskan leluhur kita ini Aman damai dan Sentosa..tapi semenjak kehadiran Sang Nara Pusaka dan adiknya disini, kita diusikkan penyusup penyusup" ucap Raden Parapat sambil menatap satu persatu wajah ketiga patihnya.
"Kalian tau sendiri bahwa dunia kita sangat steril, tidak ada mahluk yang bisa masuk kesini kecuali malaikat maut..Namun saya masih ingat pesan dari kakekku dulu bahwa satu saat duniamu akan dimasuki sosok sosok jahat, mereka harus dilenyapkan sesegera mungkin" lanjut Raden sambil menarik nafas yang dalam.
"Tiba tiba diujung tahun ini, muncul sosok aneh..pertama ia mengikuti Sang Nara kemudian ia juga mengikuti adiknya"
Aku kaget, ternyata sosok itu juga mengikuti Rini?
"Kejadian yang lebih parah..sepuluh pesawat asing berhasil muncul dan seperti kita ketahui sosok aneh keluar dari tembok Istana dan masuk kedalam salah satu kendaraan angin itu"
Raden Parapat berdiri dan mendekat kearah sebuah layar televisi, ia menjentikkan jarinya dan layar televisi itu nyala menampakkan pemandangan dari tembok luar istana.
Disana terlihat dengan jelas, sebuah asap hitam melesat kencang dari salah satu tembok istana terbang mendekati sebuah pesawat dan masuk. Gerakannya sangat cepat hingga Raden harus memberhentikan gambar dan mengulangnya berkali kali.
"Ini! Inilah yang aku maksud! Sosok ini yang mendatangi Sang Nara! Sekarang aku akan memperlihatkan dengan jelas siapa dibalik asap ini" Raden Parapat melakukan sesuatu dan berapa kagetnya kita ketika melihat apa yang Ada dibalik asap hitam itu.
Seekor ular naga besar! Namun anehnya kepalanya mirip manusia, bedanya ia bertanduk.
"Ini adalah sosok perawai atau perawang dari suku Monggro! Suku ini tidak pernah keluar, kecuali mendapatkan perintah khusus yang ia sendiri takut untuk tidak mengikutinya"
Kami semua terdiam memandang kedepan kearah layar televisi.
"Nah..pesawat pesawat ini..lain tidak adalah kendaraan super cepat dari kerajaan Ratu mas!"
"Lho,ko bisa??" Tanya patih Rumbia keheranan.
"Bisa bagaimana maksudnya?"
"Ko bisa mereka masuk kesini..ilmu tata Surya penerbangan mereka dibawah kita, dan mereka tidak mampu menembus kealam kita!" protes patih Rumbia.
"Itulah patih..kenapa kalian aku panggil kedalam pertemuan ini..penting bagi kalian semua ketahui bahwa, diantara kita ada yang berkhianat" ucap Raden dengan wajah tegang.
"Kalian sadar..kenapa aku tidak memanggil patih Randa..? Padahal patih Randa adalah pengendali keseimbangan dunia manusia dan dunia kita..sudah mengerti sampai disini?"
Semua mata para patih membelalak, kaget campur tidak percaya akan apa yang diucapkan Raden Parapat.
"Pertanyaan selanjutnya..ko bisa mereka tembus kesini? Gampang jawabnya...seseorang dikita telah memberikan aba aba kepada pasukan terbang Ratu mas itu.. untuk bersiap diujung sana..pas waktu rombongan para tamu Istana kita keluar pulang dan masuk kepintu gaib, mereka punya sisa waktu sedikit untuk masuk kedalam..dan ketika perintah masuk dikeluarkan dari sini, mereka langsung menyelinap masuk kedalam"
"Waah gila!"
"Lalu ada juga pertanyaan lainnya..kenapa sampai bisa sosok ular Naga itu masuk kedalam dan mengikuti langkah gerakan Sang Nara? Ya jawabnya adalah itu tadi..seseorang disinilah yang membantu membukakan celah untuk masuk"
"Edan!" gerutu Pak Hasbulah.
"Ya Pak..Edan! paman akan tambah terkejut kalau mendengar apa yang akan Saya katakan selanjutnya"
"Aduuh Raden.." ucap Pak Hasbulah sambil memberikan hormat.
"Dengarkan, dan ini hanya sampai disini saja beritanya..seseorang itu adalah..sahabatku sendiri paman..ia adalah, patih Randa dan istrinya"
Semua terdiam seribu Bahasa, seakan waktu berhenti dititik itu..mulut Pak Hasbulah ternganga mendengarnya.
"Ko begitu Raden?"
"Sudah lama sebetulnya aku mengetahui kelakuan patih Randa..kalian tau kenapa? Ingat ayah patih Randa adalah Susuhunan Mangala Putih seorang raja yang ditaklukan oleh ayahku..ketika itu Susuhunan ingin agar putranya menjadi penerusnya namun banyak masyarakat Nusantara dan masyarakat Sumatra menolak karena jeleknya pemerintahan yang beliau lakukan..atas kehendak seluruh kerajaan diNusantara dilakukan pertarungan dan ayahkulah keluar sebagai pemenangnya"
Disini semua patih baru ingat dan sadar...
"Tapi setauku selama ini ia adalah seorang patih yang tegak lurus dan mewarisi tradisi leluhur kita" ujar Pak Hasbulah.
"Itu semua hanya kamuflase belaka agar ia bisa memetik saat yang tepat untuk menghancurkan kita..sekarang kita bicara Ratu Mas, siapakah dia?"
Ketiga patih saling pandang memandang kebingungan...
"Ratu Mas sebetulnya masih saudara dengan keluarga Susuhunan Manggala Putih..Jadi jelas semuanya, patih Narda ingin menghancurkan kita dan dengan bantuan pasukan Ratu Mas Maka lengkaplah semua rencana mereka..Dunia sudah tua, mereka sadar bahwa saatnya sudah tiba untuk mengambil alih dunia manusia dan alam gaib"
"Kurang ajar! Mohon ampun kata kata Saya Raden!" ujar patih Rekso.
"Kakanda dan adinda aku minta untuk kembali kedunia kalian..paman, kamu ikut dengan mereka. Tinggal dirumah mereka bawa Rutrut juga, apabila wanita itu menanyakan siapakah kalian..kakanda katakan bahwa ini adalah saudara jauh dari Sumatra yang sudah lama tidak bertemu"
"Baik Raden, kami laksanakan"
"Pada kesempatan yang bagus, paman tangkep dan bawa Ratu Mas itu kesini! Tutup diri kalian dengan 5 selendang ini ketika kembali..agar supaya para penjaga Ratu mas tidak melihat kalian"
"Kapan kami berangkat?"
"Setelah patih Randa kita tangkap!"
...>>>>>>...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments