Meskipun dunia ini jauh berbeda dengan dunia manusia tapi ada kesamaan didalam sistim penerapan rangking kepangkatan. Dan anehnya yang memegang pimpinan biasanya dari suku Jawi Kuno, memang ada beberapa yang datang dari suku yang bersosok menyeramkan tadi, tapi umumnya semua pucuk pimpinan dipegang suku Jawi Kuno.
"Nak Manto, sebentar lagi kita akan dibawa keruang rahasia oleh Raden Parapat, dimana kunci kunci keramatmu adalah milik dari ruangan rahasia itu. Mari kita ketempat pemakaian pakaian khusus..kamu harus memakai pakaian khusus untuk masuk kesana, tanpa pakaian itu kamu tidak bisa masuk" ucap Pak Hasbulah.
Kita berjalan menyebrang kesebuah gedung yang dibatasi oleh sebidang kebun yang mirip taman buah. Didepan gedung ada sebuah pintu besar, didepannya berdiri tegak 2 penjaga suku Romos.
"Sang Nara Pusaka sebentar lagi akan masuk keruang Pusaka. Beliau perlu mendapatkan pakaian kebesaran istana" ucap Pak Hasbulah kepada para penjaga. Para penjaga menganggukan kepalanya.
Aku kaget ketika masuk keruangan itu, didalamnya seperti ada berpuluh puluh lemari kaca diisi berbagai macam pakaian.
Seorang pelayan datang dan meminta aku untuk melepaskan semua pakaian yang aku pakai kecuali celana dalam.
Aku dipersilahkan masuk kesebuah gang untuk tunggu dikamar paling ujung. Pak Hasbulah kemudian mengikuti sang pelayan pergi mengambil pakaian yang dimaksud.
Ketika hampir tiba dikamar ganti, hatiku berdesir..dibelakangku seperti ada yang mengikuti..aku menoleh kebelakang tidak ada siapa siapa..tapi ah,Kali ini aku tidak takut..Kotak berisi kunci ada dikantong celanaku.
Pintu besar terbuat dari besi kubuka, ketika aku hendak membuka aku melihat dari pantulan pintu sebuah bayangan tinggi besar menyerupai ular Naga yang meliuk dibelakangku!
Cepat cepat aku menarik kotak kunci dari celanaku. Aku memutar tubuhku, jantungku seakan berhenti..tidak jauh dari tempat aku berdiri telah muncul ular berwarna merah ukuran besar sekali, mungkin tubuhnya sebesar pohon beringin. Sangat sangat besar!
Aku terpaku ditempat, seakan semua sendi tulangku membeku. Kotak kunci yang sudah kupegang bergoncang keras dengan sendirinya digenggamanku.
Dua bola mata naga itu membesar ketika melihat sinar cahaya yang keluar dari balik saku celana. Dalam hitungan detik sosok ular itu menghilang meninggalkan asap hitam.
Tidak lama datanglah Pak Hasbulah dan sang dayang. Mereka terkejut melihat diriku terpaku ditempat.
"Nak Manto! Ada apa?!" Tanya Pak Hasbulah yang berlari mendekat.
Aku hanya menunjuk kearah depan dimana sisa asap masih terlihat.
Pak Hasbulah sempat melihat asap hitam itu dan minta dayang memanggil penjaga masuk.
"Barusan muncul sosok Pariwang disini! Kejar dia..pasti belum jauh dari sini!" Kata Pak Hasbulah dengan tegas.
Kedua penjaga keluar dan langsung berpencar satu kearah Kanan dan satu kekiri.
Pak Hasbulah meletakkan telapak tangan dikeningku, secara otomatis seketika itu juga ketakutanku hilang dan kembali sadar.
"Sosok apa itu? Dan apa maksudnya mengikuti diriku Pak?!"
"Itu adalah Pariwang, entah bagaimana sosok ini hadir disini..padahal 2 penjaga ada didepan" jawab Pak Hasbulah dengan suara terbata bata. Pak Hasbulah ternyata juga panik.
"Cepat ganti pakaian, kenakan ini..kami tunggu diluar"
Sambil mengganti pakaian pikiranku melayang memikirkan sosok mengerikan tadi. Bulu kudukku berdiri mengingat besarnya ukuran ular itu. Dan tadi aku seperti terhipnotis, seluruh tubuhku kaku, kenapa bisa begitu?
Baju baru yang aku kenakan seperti terbuat dari bahan plastik, ia melekat dan seperti mempunyai nyawa. Baju ini langsung menempel dengan lengket ketubuhku, meskipun begitu celana yang aku pakai sifatnya lemas dan enak dipakai. Pakaian ini secara otomatis menyesuaikan ukuran tubuh siapa saja yang mengenakan.
"Wah sukurlah bagus sekali, panjenengan seperti layaknya suku Jawi Kuno hehe.." ucap Pak Hasbulah ketika melihat aku keluar dari kamar ganti.
"Ayok kita kepos militer, mereka akan kagum melihat anda berpakaian ini..Sebab sudah lama mereka tidak melihat ada yang memakai ini, lama sekali semenjak ayahmu memakainya dulu"
Lho?? bapakku pernah memakainya?..
®®®®®
Kami berjalan kearah kiri gedung setelah melewati kebun buah, dari disana kami diantar seorang kepala prajurit dari suku Romos. Meskipun ia berwujud menyeramkan tapi kelakuannya sangat sopan dan sepertinya sangat menghormati Pak Hasbulah. Setiap Kali ia melangkahkan kaki terdengar bunyi gemiricik gelang yang dikenakan di kakinya.
Beberapa kali kita berpapasan dengan penjaga, ternyata disetiap sudut ada 2 penjaga suku Romos. Mereka menunduk ketika kami lewat, bahkan sempat kaget melihat diriku, mungkin karena baju yang kukenakan.
Diwaktu kemudian, aku baru tau kenapa mereka kaget melihatku berjalan. Menurut Rini, aku terlihat bersinar..dari pakaianku keluar semacam sinar putih dan seperti ada asap yang keluar dari belakang tubuhku.
Tiba tiba, sang kepala prajurit mengeluarkan suara seperti suara burung. Aku kaget dan melirik kearahnya. Rupanya ia memberi isyarat kepada dua penjaga yang berdiri didepan sebuah ruangan besar.
Kedua penjaga itu terkejut dan bersikap diri..
"Kita akan masuk keruangan pos militer" bisik Pak Hasbulah.
"Siapkan pasukan, sang patih dan sang Nara Pusaka akan masuk melakukan pemeriksaan!" tegas kepala prajurit.
Tidak lama, pintu besar dari logam berwarna Merah terbuka..
"Aaaaaa!!" sebuah teriakan keras dari dalam sebagai teriakan sambutan dari seorang prajurit.
Wow! Ruangan ini bertingkat dua. Kita disambut sekitar sepuluh prajurit. Lima dari suku Romos dan lima dari suku Jawi Kuno.
"Silahkan masuk.." ucap seorang prajurit dari suku Jawi Kuno.
Pak Hasbulah berjalan didepan dan ahirnya berhenti disebuah altar.
"Liat kebawah" bisiknya.
Gila! Dibawah sana telah berjejer ratusan tentara! mereka terbagi 3 grup. barisan depan memakai pakaian berwarna putih, belakangan berwarna kuning dan paling belakang hitam.
"Prajurit berwarna putih sebagai prajurit pemukul pertama kemudian dibantu berwarna kuning yang paling terahir adalah yang berilmu paling tinggi..kalau diduniamu mereka dari pasukan khusus semacam Kopasus atau Denjaka,.kemampuan perang mereka tiada tanding" Pak Hasbulah menerangkan.
"Kita akan turun kebawah bertemu mereka, pegang tanganku kita terbang kebawah"
Hah?? Tunggu...terbang Kata Pak Hasbulah?
Benar saja..tubuh pak Hasbulah sontak melayang dengan ringan. Entah bagaimana akupun ikut mengambang, tubuhku menjadi ringan sekali, bagaikan kapas kita melayang dan turun dengan pelan kearah pasukan dibawah sana.
Tiga siulan keras terdengar...
Ra! Ra! Ra!! Teriakan membahana keluar dari mulut para prajurit. Kencang terdengar seakan akan hendak meruntuhkan tembok ruangan.
"Mereka menyambut kedatangan kita, mungkin takjub melihat kedatanganmu hehe" ucap Pak Hasbulah sedikit bangga.
Dari masing masing grup keluar 3 prajurit, mereka adalah para kepala grup.
"Selamat datang dipos utara!" ketiganya serentak berteriak.
Pak Hasbulah menganggukan kepala.
"Perlihatkan kemampuan senjata kalian kepada Sang Nara!" tiba tiba Pak Hasbulah berkata.
Serentak ketiganya berdiri terpisah, Pak Hasbulah menarik tanganku untuk berdiri agak kebelakang.
Prajurit berwarna putih mengeluarkan seutas tali dari sakunya melepaskan keudara dan berubah menjadi tombak yang lancip ujungnya, tombak itu melesat kencang diudara berputar putar dan ahirnya turun dan ia memegangnya. hebat!
Prajurit kuning, mengeluarkan salah satu tangan dan ia memukul udara,.dari tangannya keluar dentuman keras yang suaranya memekakkan telinga..aku sendiri sampai tertunduk kaget.
Prajurit hitam tidak mengeluarkan apa apa, Namun dirinya mampu berubah menjadi sepuluh sosok yang sama dan setiap sosok mampu menangkap dentuman dentuman keras yang dilemparkan keudara oleh prajurit kuning.
Hebat sekali! Aku kagum!!...
Pak Hasbulah tersenyum bangga..
...>>>>>>...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments