"Manto, ayah dan ibumu orang orang baik..sayang sekali diahir hidupnya ayah ditemani seorang wanita yang jelek hmmn tragis sekali"
Aku terperanjat tiba tiba pa Hasbulah bicara tentang orang tuaku. Ia sepertinya faham apalagi ketika menyebutkan sosok bu siti.
"Bagaimana bapak tau tentang mereka, orang tuaku?"
Ia terdiam beberapa saat, wajahnya memandang jauh kedepan. Tatapannya seakan sedang mencari cari pengalaman lama yang tersimpan dalam pikirannya.
"Ayah dan ibumu pernah datang dan menginap dirumah bapak ini, mereka tinggal didesa Pudi selama sebulan. Aku tau ibumu mengidap penyakit dan bapakpun sudah memberikan pengobatan..Namun, kehendak Tuhan berbeda.."
"Mereka pernah datang dan tinggal disini?" aku benar benar kaget mendengarnya.
Pak Hasbulah menganggukan kepala seraya mengisap rokoknya dalam dalam. Kebulan asap rokok dilepaskan kearah tembok. Ia kemudian menunjuk kearah sana.
"Lihat..." ucapnya.
Ya Allah..aku melihat kepulan asap rokok pa Hasbulah telah berubah menjadi semacam pemandangan. Disana sebuah video memperlihatkan dua sosok laki dan perempuan turun dari sebuah dokar. Dokar yang sama seperti yang aku dan Rini tumpangi.
Setelah aku perhatikan ternyata sosok sosok itu adalah ayah dan ibuku, dan turun juga dibelakang ibu seorang anak berumur sepuluh tahunan..haaah?! Itu aku ?? Aku waktu masih kecil! Anak kecil itu dengan gembira turun dari dokar, tidak lama dari sisi lain muncul pa Hasbulah. ia jongkok didepan sosok kecil aku itu, mereka berbicara sedikit selanjutnya menggandeng tanganku dan masuk kerumah.
Pantes sekali, dalam hati kecilku sepertinya aku pernah kesini tapi dalam perasaan hanya samar samar saja. Ternyata aku memang pernah kesini jaman dulu. Namun aku sedih ketika melihat wajah ibu dan ayahku. Aku kangen mereka...
"Ayah dan ibumu datang kesini untuk mengobati penyakit ibumu yang memang sudah mengakar didalam tubuhnya. bapak sudah memberikan pengobatan namun tetap tidak bisa terobati, saat itu bapak sempat bilang kepada ayahmu untuk tidak pindah keibu kota..bapak sudah katakan bahwa ada sosok jahat yang menunggu disana"
Pak Hasbulah menarik nafas dan sekali lagi menghisap rokok dan menghembuskan asapnya ketembok.
"Bapak katakan padanya bahwa apabila terjadi sesuatu tetaplah disini, bawa putramu dan hidup disini bersama kami..tapi, ternyata ayahmu tidak mendengarkan dan justru pindah kota"
"Berarti waktu itu pa Hasbulah sudah kenal dengan saya?" tanyaku
"Aku sudah mengenalmu dari waktu dulu dan pada waktu itu aku sudah perlihatkan aslinya perwujudan desa ini..aku sudah katakan bahwa kamu salah satu yang akan mewarisi tradisi desa ini. Coba kamu lihat dibelakang lehermu disana ada sebuah tanda semacam tato..coba buka bajumu dan lihat, ini bapak ada cermin kecil" ucap pa Hasbulah sambil menyerahkan sebuah kaca kecil.
Baju kubuka dan benar saja dibelakang leherku ada sebuah gambar bintang yang dikelilingi sebuah garis bundar yang menyatukan semua ujung titik bintang. Selama ini aku tidak pernah mengetahui tato itu.
"Itulah lambang desa Pudi dan lambang itu adalah lambang kekuasaan Raden Parapat, anak penguasa desa ini dan dunia kami...kalian akan berjumpa dengannya suatu saat nanti..Raden Parapat adalah putra Brambang Merah penguasa seluruh tanah nusantara bagian barat dan timur ini"
"Sebetulnya kita sedang berada dimana ini bapak?"
"Desa Pudi sebetulnya adalah cikal bakal kerajaan alam Nur Zamata, Dunia ini berada didalam alam halus..di nusantara ada beberapa kerajaan seperti kami yang sudah ada semenjak dahulu kala. Dipulau Kalimantan ada sebuah kerajaan seperti kami, begitu juga di pulau Sulawesi. Diantara semua kerajaan kamilah yang paling tua"
Aku terhenyak kaget, Jadi..saat itu kita telah masuk ke alam lain..bahkan saat itu sosok pa Hasbulah yang ada didepanku ini bukan dari golongan manusia.
"Jangan takut Manto, kami tidak jahat dan tidak akan berbuat aneh aneh..ini memang sudah waktunya untuk dirimu dan adikmu berada disini. Bapak mendengar kematian ayahmu dan ikut hadir pada pemakamannya..aku mengikutimu dari tempat penguburan sampai ahirnya bis yang kau tumpangi berhenti..Dan ketika bis itu berhenti disitulah bapak harus bisa membawamu kesini, karena bahaya sedang mengancam kalian di Jakarta..ibu tirimu kini sedang merencanakan rencana jahat"
"Hah? Benarkah itu??"
"Betul sekali..dia sudah beberapa kali ingin membunuh adikmu tapi selalu gagal, rencananya setelah membunuh ayahmu kemudian adikmu akan mati juga, giliranmu adalah yang terahir"
"Mengapa bapak? Mengapa dia melakukan itu?"
"Orang itu sebetulnya bukan manusia..dia dari golongan Jin jahat, nama aslinya Rusti Badrawi ia adalah ratu Jin dari daerah pulau laut atau biasa dinamakan Temasek sekarang bernama Singapura. Ia adalah cucu dari sosok gaib seekor ular merah yang pernah ditemukan Pangeran Sang Nila Utama. Sebetulnya ia pembawa keberuntungan namun sifatnya serakah selalu menginginkan yang lebih"
Aku mencoba mengingat sejarah, memang betul negara Singapura dulunya bernama Temasek tapi apa hubungannya dengan keluarga kami?
"Tetapi..hubungannya apa dengan ayah yang hanya seorang pengusaha biasa?"
"Ayahmu bukan seorang pengusaha biasa ia telah diberikan kunci keramat dari paduka Brambang Merah bahwa ialah satu satunya manusia yang bisa membuka pintu rahasia kekayaan kerajaan Nur Zamata..Rusti Badrawi berabad abad mengarungi pulau nusantara mencari siapakah sosok manusia yang memegang kunci itu, dan ketika menemukan posisi ayahmu iapun melaksanakan niat jahatnya"
"Oo..sekarang aku mulai paham"
"Tapi niatnya belum bisa terlaksana..Sebab ternyata kunci sudah tidak ada di ayahmu..memang semenjak kecil ayah dan ibumu telah memindahkan ketubuhmu...ia sadar bahwa ia tidak akan sanggup memegangnya"
"Kenapa ia tidak langsung membunuhku? Kenapa harus adikku yang terkena sasarannya?"
"Tidak bisa..adikmu merupakan lambang suci, ia harus melenyapkan lambang suci itu dulu baru bisa membunuhmu dan mengambil kunci yang ada dilehermu"
"Kurang ajar!" jawabku marah.
"Besok atau lusa kita akan menghadap ke Raden Parapat, sang Raden mempunyai kembaran kunci. Ia akan menyatukan dua kunci menjadi satu, kalian harus secepatnya dilindungi dari kejaran Rusti Badrawi..Namun sebelum itu aku akan perlihatkan desa Pudi ini yang sebenar benar benarnya"
"Maksud bapak?"
"Lihat ketembok..kita akan masuk kedalamnya"
Pak Hasbulah merentangkan kedua tangannya, tiba tiba tembok itu seperti ada tirai korden. Ia terbuka secara otomatis, berapa kagetnya aku ketika melihat didepan sana terbentang sebuah tempat yang sangat berbeda.
Didepanku terlihat sebuah kota yang sangat indah, rumah yang aku lihat kecil kecil sudah berubah menjadi rumah rumah besar dan megah. Setiap rumah mempunyai kendaraan semacam piring terbang! Itulah kendaraan piring terbang yang aku lihat terparkir disetiap rumah ketika aku memasuki desa Pudi.
Penghuninya memakai celana panjang tapi ditutup semacam kain sarung batik, rambut mereka panjang sebahu tapi berwarna terang ada yang coklat dan ada yang pirang. mereka umumnya berbadan tinggi dan tegap mirip orang bule tapi mungkin lebih tinggi lagi.
Selain orang orang yang tinggi, aku tertegun dan kaget melihat sosok sosok lain yang berbentuk aneh bahkan menyeramkan. Namun keliatannya mereka saling sapa dan hidup bahagia.
"Ayok kita kerumah itu, kebetulan penghuninya masih dirumah. Akan aku perkenalkan kepada mereka"
Aku masih tidak percaya apa yang aku lihat, tiba tiba Pak Hasbulah menarik tanganku...
...>>>>>>...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments