Penyerahan kunci.

"Sebelum acara digelar akan saya utarakan sedikit kepada para tamu spesial kita ini bahwasanya patih Delingau dari Tanah kerajaan Padang Empat Belas telah datang kesini..beliau menyerahkan Surat undangan dari Maha Ratu Dwi Mursaid bahwa akan diadakan pernikahan antara sang Putra Laraswungu dan anak gadis Kaisar kerajaan Xumairah dari daratan utara khususnya Amerika selatan" Ia menyibakkan kain sutera putihnya sehingga menampakkan celana berwarna abu abu yang ada jahitan emas memandang lurus.

"Aku Raden Parapat pemangku kerajaan kita akan menghadiri pernikahan itu empat bulan dari sekarang, Saya akan membawa seratus pasukan dan juga lima belas patihku,.Salah satunya aku juga mengundang bapak Hasbulah..Mohon bapak siapkan waktunya untuk itu"

"Baik Raden, Saya selalu siap mengemban tugas yang mulia ini" ujar Pak Hasbulah sambil berjongkok memberikan salam hormat.

"Sedangkan untuk Patih Lamersih..anda saya undang kesini untuk membicarakan masalah perpindahan suku Mortis dari kerajaan Saranjana untuk tinggal bersama kami..waktu pembicaraan akan kami siapkan setelah pertemuan ini"

"Sandika Raden, terima kasih" jawab patih Lamersih sambil jongkok memberikan salam.

Raden Parapat berjalan kearah tempat aku duduk, sambil tersenyum ia memberikan hormat kepadaku, ini sungguh aneh kenapa ia memberikan hormat? Ada apakah?

"Kakanda, perkenalkan saya memperkenalkan anda diacara yang istimewa ini" Ia mendekat dan melirik kearah Rini adikku.

"Adinda, Mari..Saya akan pegang tanganmu..Mari kita kedepan altar"

Raden Parapat menyentuh jari Rini, dan aku kaget Rini pun langsung menggenggam tangan Raden Parapat. Lho kenapa Rini tidak takut? Ia seperti terhipnotis, Rini bangkit dan berdiri dihadapan Raden Parapat.

"Mari kakanda,kita kesana" ucap Raden Parapat kepadaku.

Pak Hasbulah mengikuti langkahku, aku seperti tergugah dari perasaan yang bingung. Aku berdiri dan berjalan, Raden Parapat ditengah diapit aku sebelah kanan dan Rini sebelah kiri.

Suara bisik bisik terdengar ramai keluar dari para tamu yang hadir.

"Perkenalkan..Sang Nara Pusaka dan adiknya sang Maha rudini!" ucap Raden Parapat dengan suara menggelegar. Aku ingat nama nama itu dari pak Hasbulah.

Semua hadirin serentak berdiri, riuh mereka membincangkan diriku dan Rini.

Raden Parapat kemudian memberikan satu tepukan keras. Seorang pelayan semacam dayang berlari datang membawa sebuah baki.

Dari baki itu Raden Parapat memberikan sesuatu berupa kotak kecil terbuat dari batu yang berukir.

Ia membuka kotak itu, seketika bau wangi semerbak keluar dibarengi dengan percikan api seperti bunga bunga kembang api.

"Ini adalah kunci keramat kerajaan kami yang di berikan turun temurun dari kakek, kakek buyut dan para leluhur kami..dulu ayahanda Brambang Merah menyerahkan kunci ini kepada ayahmu, Namun sempat dikembalikan. Kini Kau telah dewasa sesuai pesan ayahmu kunci ini harus diberikan kepadamu sebagai kembaran ya yang Ada ditubuhmu..terimalah kakanda" ucapnya seraya menyerahkan kotak batu itu kepadaku.

Gemetar aku menerimanya, semuanya bak sebuah mimpi..

Hadirin gemuruh menepuk tangan memberikan kegembiraan perasaan mereka. Alunan gamelan terdengar samar samar.

"Setelah acara makan malam aku akan membawa kalian keliling Istana dan memperlihatkan ruangan yang kunci kuncinya engkau pegang saat ini..Sah dan selesai sudah acara pemberian kunci Istana kepada yang berhak! Silahkan kakanda dan adinda kembali duduk"

Beberapa kata ucapan disampaikan patih Lamersih kepada Raden Parapat sekaligus menuturkan bahwa sebuah kekuatan gaib dan kasar sedang berusaha masuk kedaerah sini yang datangnya dari dunia. Ia meminta agar kita semua berhati hati.

"Bagaimana patih Kardah Hasbulah?" Tanya Raden Parapat kemudian.

"Itulah yang akan saya laporan Raden..keliatannya datang dari daratan utara yang dipimpin oleh..lain tidak Rusti Badrawi"

"Hah?! Rusti Badrawi? Bukankah dia sudah mati hancur?"

"Betul..tapi ia diselamatkan para pengikutnya..sudah seratus tahun lamanya ia mengarungi bumi mencari siapakah pemegang kunci keramat..ia muncul kembali ditahun tahun ini..sebagai wanita cantik ia berhasil menjadi istri kedua ayah dari saudara Manto atau Sang Nara Pusaka..incarannya adalah kunci itu, ia mungkin yang akan menyerang kita, entah kapan"

"Hahaha..luar biasa! Padahal dia sudah seumur ayahku mungkin.. Baik! Patih Narda siapkan perisai penutup Alam dan siapkan pasukan penghadang! Kita harus hancurkan dia sebelum acara pernikahan dilaksanakan di Sumatra! Dia akan merusak acara disana! Kita hancurkan dia diperbatasan bumi!"

"Sandika Raden!" jawab patih Narda dengan lugas.

Sesi pertemuan hari itu diselesailan dengan cepat, dilanjut dengan pertemuan secara khusus dengan patih Lamersih. Pak Hasbulah dan kami beserta seluruh rombongan dipersilahkan pindah keruang istirahat.

®®®®®

Aku masih tidak percaya atas apa yang baru saja terjadi begitu juga dengan Rini.

"coba mas, buka Kotaknya aku mau liat bentuk kuncinya" ucap Rini.

Tanganku gemetaran tadinya ragu untuk membukanya, tapi pelan pelan aku membuka tutupnya. Sekali lagi, asap dan percikan api kecil keluar dari dalam tapi api api kecil itu tidak terasa panas hanya seperti serbuk saja berterbangan diudara.

Kunci itu berbentuk aneh, dibagian pegangannya ada sebuah bentuk yang mirip tato dileherku. ditengahnya ada sosok mirip peri yang sedang terbang diatas kepala peri itu ada sebuah batu kecil berwarna hijau, bagian bawahnya ada sebuah bunga mirip bunga mawar berwarna hijau juga.

"Angkat mas" ucap Rini lagi.

Ternyata kunci itu susah dikeluarkan, ia seperti menempel didalam kotak.

Tiba tiba datang Pak Hasbulah seraya berkata..

"Hmm..kalian ingin memegangnya? Maaf tidak bisa, saat ini hanya bisa dilihat tapi tidak bisa diangkat..Nanti ketika didepan pintu yang dituju baru bisa diangkat hehe penasaran ya..dan juga kembaran ya akan keluar dari telapak tanganmu..kita liat nanti" ucapnya sambil tersenyum.

Oh gitu..pantesan ucapku dalam hati.

"Simpan dulu Kotak itu, bapak mau ajak kamu duduk didepan kamar..ayok kita keluar sebentar"

Setelah minta ijin kepada penjaga pintu kita bertiga duduk disebuah bangku panjang terbuat dari besi didepan kamar.

Aku baru sadar bahwa kita berada didepan sebuah taman bunga yang sangat luas, begitu indahnya belum pernah kita liat taman yang secantik ini didunia.

"Jadi..inilah kerajaan Nur Zamata, sebuah kerajaan yang sangat sangat tua umurnya..bapakpun tidak begitu jelas kapan kerajaan ini dimulai pokonya sangat tua..kami terbagi dari Tiga kelompok suku..seperti di nusantara ada Jawa, Ambon, Padang dan lainnya. Satu suku disini bernama Purnama adalah suku yang sering pulang pergi kebulan makanya dinamakan Purnama..jangan kaget, itulah yang orang katakan alien..sebetulnya mereka berasal dari sini. Mereka sangat canggih dan pintar, merekalah yang membangun kerajaan ini..Ada lagi suku Romos, mereka berbentuk menyeramkan tapi sangat baik hati dan pekerja keras, beda dengan suku Purnama yang kerjanya mikir dan mikir kalau Romos mempunyai kekuatan besar dan sakti merekalah para tentara kami"

"Dan yang ketiga?" Tanya Rini terdengar kagum akan cerita Pak Hasbulah.

"Mereka adalah suku Jawi Kuno, kebanyakan dari kami Jawi Kuno. Tubuh dan wajah kami total seperti manusia bedanya kami tidak berdarah Merah..darah kami putih, penguasa Nur Zamata dari sejak dahulu berasal dari Jawi Kuno"

"Waah..lalu siapakah yang suka mengganggu manusia dibumi seperti pocong, kuntilanak dan lainnya?"

"Hmm..mereka hanya arwah arwah yang belom diterima..mereka sangat beda dengan kita kita disini..mereka masih kotor bahkan sangat kotor"

"Kamu tau..sekarang kunci itu ada ditanganmu, mereka..para setan gentayangan itu bisa menditeksi apa yang kamu pegang..mereka tidak akan berani mengganggumu..."

...>>>>>>...

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!