Jung Yung dan Yoona saling berpelukan sembari merasakan kehangatan dan kenyamanan dari keduanya. Ini adalah rasa sayang yang tidak diduga, hanya berlangsung satu hari, keduanya sudah berani melakukan hal yang seharusnya dilakukan oleh mereka yang sudah memiliki hubungan.
Namun, Jung Yung belum menganggap Yoona sebagai seorang yang disukainya, dia hanya menganggap Yoona sebagai seorang yang harus dilindungi, karena dia adalah kakak dari sahabatnya Minji.
Berbeda dengan Yoona, dia telah menaruh rasa kepada Jung Yung, dan dengan sikap Jung Yung memeluk Yoona, sekarang rasa itu semakin dalam terhadap Jung Yung.
Setelah mereka berdua selesai berpelukan, Yoona mengajak Jung Yung masuk kembali kedalam ruang perawatan pasien. Sesampainya mereka berdua di dalam, Yoona bertanya kepada salah satu orang suruhan ayahnya untuk menjaga mereka.
“Dimana pakaian untuk lelaki ini? (Maksudnya Jung Yung)” tanya Yoona kepada mereka (pengawal) dengan santai.
Salah satu dari mereka merasa kalau ada barang yang dikhususkan untuk diberikan kepada seorang lelaki, dan kepala pelayan rumah Yoona lah yang menyerahkan itu kepada mereka. Orang yang merasa itu langsung bergegas menjadi barang tersebut.
Dia mencari sebuah tas yang berwarna coklat dan bertuliskan ‘Fashion’ tersebut. Akhirnya dia mendapatkannya, setelah dia mendapatkannya diberikanlah barang tersebut kepada Yoona.
“Nona, ini dia barangnya.” ucap para penjaga Yoona dengan sopan.
Yoona mengambilnya kemudian berpaling sambil tersenyum kepada Jung Yung. Jung Yung menatap Yoona dengan heran, “Ada apa?” tanya Jung Yung. Yoona menyerahkan tas tersebut kepada Jung Yung. “Ambil ini,” balas Yoona dengan wajah ceria.
“Apa ini?” tanya Jung Yung lagi sambil membuka tas tersebut. Tetapi dia belum mengetahui apa yang ada di dalam tersebut.
“Ini adalah sebuah sepasang pakaian, aku memesan khusus untukmu. Semoga kamu suka.” ucap Yoona kepada Jung Yung dengan malu-malu.
Jung Yung merasa kalau ini tidak pantas dia terima. Perasaannya merasakan ketidaknyamanan menerima barang tersebut dari Noona Yoona.
Jung Yung berusaha mengembalikan kepada Yoona soal barang tersebut, tetapi ketika dia melakukan itu, wajah Yoona langsung terlihat sedih. Karena menolak adalah sesuatu hal yang salah bagi Yoona, terpaksa dia menerimanya.
“Terima kasih Noona, aku akan memakai pakaian pemberianmu.” ucap Jung Yung kepada Yoona dengan lembut lagi.
Pipi Yoona berwarna merah merona mendengar ucapan Jung Yung yang lembut. Para pengawalnya memperhatikan Yoona, mereka juga diam-diam tersenyum melihat Nona mereka yang tersipu malu di hadapan laki-laki. Biasanya mereka akan melihat sikap Nona mereka yang cuek dan tidak memperdulikan para lelaki lain, walaupun mereka cukup tampan dalam visual lelaki.
Yoona menyadari para pengawalnya yang membicarakannya dari belakang. Dia menyuruh Jung Yung untuk mengenakan pakaian tersebut, tetapi sebelum itu, dia mengambilkan handuk lalu memberikannya kepada Jung Yung.
“Noona? haruskah aku memakainya sekarang?” tanya Jung Yung sambil memegang handuk pemberian Yoona.
Yoona mengangguk.
Jung Yung didorong masuk oleh Yoona ke bathroom yang ada di ruangan tersebut. Tentu saja bathroom tersebut cukup besar untuk orang-orang yang berada pada kelas penting seperti mereka ini.
Setelah Jung Yung masuk, Yoona membalikkan badannya dan melirik tajam ke arah para pengawalnya. Yoona berjalan ke arah mereka dengan tatapannya yang tajam. Para pengawal itu langsung tertunduk merasa bersalah karena telah membicarakan Nona mereka dia-diam.
Tidak ada satupun dari mereka bergerak, mereka benar-benar terdiam seperti patung. Yoona semakin dekat dengan mereka, dan dia melayangkan tangannya dan menepuk salah satu bahu milik pengawal tersebut sambil berkata, “Aku sangat menghargai semangat kalian untuk membantuku kali ini.” ucapnya sambil tersenyum.
Para pengawal itu kaget dengan apa yang dilakukan oleh Nona mereka, mereka pikir kalau Nona mereka akan memarahi mereka, tetapi tidak demikian. Nona mereka malahan menghargai semangat para pengawalnya.
Hal itu membuat para pengawal menjadi semangat untuk menjaga Yoona. “Siap Nona! Kami akan melakukan yang terbaik untuk kenyamanan anda.” ucap mereka dengan tegas kepada Yoona.
“Ssst!” Yoona menyuruh mereka agar tidak sekeras itu berbicara, mengingat ini masih berada di ruangan adiknya yang sedang sakit.
Para pengawal itu meminta maaf sekali lagi. Yoona tersenyum dan memaafkan mereka. Sepuluh menit kemudian, Jung Yung keluar bathroom. Jung Yung tampak telah menggunakan pakaian yang diberikan oleh Yoona kepadanya.
Pakaian dengan setelan lengan panjang, celana hitam yang halus, serta corak berwarna hitam putih membuat Jung Yung semakin tampan. Begitu juga dengan bau badannya, dia hanya menggunakan sabun yang disediakan rumah sakit untuk ruangan VIP tetapi wangi dari sabun tersebut tercium begitu luas.
Yoona dan para pengawal tercengang melihat Jung Yung. Pria yang ada dihadapan mereka benar-benar tampan. Para pengawal bahkan membicarakannya, apakah mungkin dia memang setampan ini? aku tahu dia tampan, tetapi tidak ku percaya akan setampan ini. Para pengawal itu saling mengangguk satu sama lain.
Sedangkan Yoona, tidak bisa menjelaskan bagaimana tampannya Jung Yung sekarang. Sekarang ini dia benar-benar terbawa kedalam mimpi yang indah bersama Jung Yung.
Jung Yung melihat Yoona dan para pengawal itu, dia melihat mereka yang terdiam menatapnya. Jung Yung berpikir ada yang salah dengan dirinya, kemudian dia menatap dirinya sendiri beserta dengan pakaian yang dia kenakan.
Setelah Jung Yung memeriksanya, dia tidak menemukan ada yang salah dengan dirinya terlebih lagi dengan pakaian yang dia kenakan. Lalu Jung Yung bertanya kepada mereka, “Apa aku terlihat aneh mengenakan pakaian ini?” Yoona dan para pengawal tersebut menggelengkan kepala mereka.
Jung Yung bertanya lagi, “Terus apa yang membuat kalian menatapku begitu lama?” tanyanya dengan serius.
“Ketampananmu,” jawab salah satu pengawal dengan tidak sengaja. Para pengawal lainnya langsung menatap teman mereka itu dan menutupi mulutnya.
Para pengawal tersenyum lebar agar Jung Yung membiarkan apa yang baru saja teman mereka katakana kepadanya.
Seperti yang mereka harapkan, Jung Yung membiarkan itu berlalu. Kemudian dia mendekati Yoona dan bertanya, “Noona, mungkin sekarang aku harus kembali. Ini sudah larut.” ucapnya dengan nada yang lembut kepada Yoona.
Yoona mengangguk. Dia mengangguk karena setengah sadar. Para pengawalnya mendekati Yoona dan berbisik, “Noona, pria yang ada di depanmu akan pergi,” setelah mendengar itu reaksi Yoona berlawanan, “Apa pergi? Pergi kemana?” ucapnya dengan suara yang panik.
Yoona tersadar dan melihat Jung Yung berada di depannya, sangat dekat. Jung Yung melihat reaksi aneh Yoona tadi dan bertanya sekali lagi.
“Noona kamu kenapa? Apa kamu sakit?” tanya Jung Yung.
“Tidak-tidak, aku tidak sedang sakit.” katanya dengan gerakan tangan yang menolak.
Jung Yung memberitahukan kepada Yoona lagi, kalau dia akan pamit pulang. Yoona merasa bersama dengan Jung Yung terasa singkat, dia tidak ingin Jung Yung pulang, tetapi karena para pengawalnya telah datang untuk menjaga mereka, artinya Jung Yung harus kembali ke rumah.
Dia ingin menahan Jung Yung akan tetap disini, tetapi Jung Yung adalah seorang pria muda yang sedang bersekolah sama seperti adiknya, tidak baik baginya untuk menahan Jung Yung.
Dengan wajah yang sedih, dia mengucapkan terima kasih karena telah menjaga mereka. Jung Yung tersenyum kepada Yoona lalu memberitahukan kepada Yoona, kalau perkataannya itu sudah dia ucapkan berkali-kali.
Yoona hanya bisa tersenyum bingung, dia tidak mengingat kalau dia telah melakukan itu berkali-kali. Setelah semuanya beres, Jung Yung akhirnya berpamitan dengan Yoona beserta dengan pengawalnya, dia juga memesan para pengawal tersebut untuk tetap berhati-hati. Para pengawal tersebut menyambut pesan dari Jung Yung dengan baik, mereka bersikap dengan penuh percaya diri dan meminta Jung Yung untuk mempercayai mereka.
Setelah itu, Jung Yung pergi beranjak dari rumah sakit tersebut. Kini dia kembali ke rumahnya, dia juga tidak menghubungi orang tuanya, dia melihat handphone miliknya dan terdapat Sepuluh Panggilan tidak terjawab.
Jung Yung merasa bersalah karena telah membuat kedua orang tuanya khawatir terhadapnya. Tidak berlama-lama dia segera mencari taksi dan menuju ke rumahnya.
^^^To Be Continued…^^^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments