Chapter 2

**

“Tidak mau. Kami tidak ingin dengan kalian!” balas Minji dengan keras kepada para lelaki itu.

“Kemari!” ucap tegas salah satu lelaki yang berada disitu.

Lelaki lain melirik ke arah lelaki yang mengucapkan kata tersebut dengan tegas. Kemudian para lelaki itu tersenyum.

“Hei kalian berdua. Kalian tahu siapa yang memanggil kalian? Dia adalah ketua kami. Jadi, mari kita percepat dan kemarilah.”

“Tidak mau! Kami katakana tidak mau! Apakah kalian tidak bisa memahami Bahasa kami?” Balas Minji dengan tegas lagi.

“Tarik mereka!”

Ketua mereka menyuruh bawahannya untuk menarik tangan mereka dan membawa mereka kepada Ketua.

Salah satu lelaki berdiri dan menangkap tangan Minji. Dia memegang tangan Minji dengan kuat sambil berkata, “Kemari jika tidak ingin terjadi suatu masalah.”

Anak-anak yang ada di kantin tidak mencampuri urusan mereka, mereka hanya diam dan melihat para lelaki bajingan yang ada di sekolah mereka melakukan sesuatu.

Tidak lama kemudian datanglah salah satu Paman yang berjualan disitu dan mencoba untuk memberikan mereka pengertian.

“Jangan seperti itu. Ini membuat para siswa lain tidak nyaman.” ucap paman tersebut.

Para lelaki bajingan itu melirik ke arah paman tersebut, satu persatu dari mereka berdiri dan mulai menghadang paman itu.

“Ahjussi! Sebaiknya jangan ikut campur jika ingin berjualan disini dengan tenang.” ucap kata salah satu lelaki yang menghadang paman itu sambil menepuk pipi papan tersebut.

Ancaman mereka membuat si paman itu tidak dapat berbuat banyak dan kembali ketempat dimana dia berjualan.

Jung Yung melihat tingkah mereka dan berkata dalam benaknya, “Tidak bisakah ini berakhir dengan tenang?” sambil menghela nafas, karena dirinya merasa malas untuk meladeni mereka.

Lelaki yang memegang tangan Minji menarik Minji ke arah ketua mereka, tetapi Heejin menarik tangan Minji yang satunya.

“Sialan kalian. Lepaskan tangan Minji. Apakah kalian tidak tahu kalau kalian sedang mencari masalah dengan siapa?”

Ha…ha…ha! Tawa para lelaki-lelaki itu.

“Apa karena dia pikir dirinya kaya, jadi kami takut menyentuhnya? Memiliki tubuh yang indah seperti ini tidak boleh di sia-siakan.” ucapnya sambil melirik ke badan Minji yang indah itu.

Sesaat dia berkata dan melirik Minji dengan tatapan tersebut, Jung Yung langsung mencolok kedua matanya dengan jarinya.

Arght…!

Lelaki lain terkejut melihat Jung Yung melakukan itu, begitu juga dengan Minji. Para lelaki tersebut sangat marah kepada Jung Yung karena telah melakukan hal itu.

“Sialan kau!” teriak salah satu teman para bajingan tersebut.

Lelaki itu mengarahkan pukulan ke wajah Jung Yung, tetapi dengan mudah Jung Yung menghindari itu. Jung Yung membalas dengan menendang salah satu kakinya.

Ahh…!

“Kalian ini tidak ada kerjaan? Mengganggu teman-temanku saat mereka ingin makan?” ucap Jung Yun dengan santai.

“Hei Pria miskin! Jika kamu miskin lebih baik jauhi mereka. Mereka tidak cocok bergaul denganmu.” Balas ketua mereka dengan muka yang kesal.

Jung Yung tersenyum mendengar kata-kata itu dan dia mengabaikan mereka sambil menarik tangan Minji dan Heejin.

Menahan Pundak!

Ketua mereka menahan pundak Jung Yung.

“Kamu mau kemana? Aku tidak menyuruh kalian pergi.”

Dia menatap Jung Yung dengan tajam.

Parah bawahannya terlihat senang dan gembira karena ketua mereka sendiri yang akan mengatasi si pria miskin itu (Jung Yung).

“Hajar dia ketua!”

“Beri dia Pelajaran ketua! agar dia mengetahui tempatnya.”

Mereka terus menerus menyemangati ketua mereka serta memanas-manasi situasi yang ada saat itu.

Minji dan Heejin semakin takut dengan situasi yang ada. Mereka takut Jung Yung akan kenapa-napa karena mereka.

“Jung Yung.” panggil Heejin dengan tatapan sedih.

Jung Yung melihat Heejin.

“Biarkan saja untuk kali ini. Mereka hanya meminta kita duduk dengan mereka, tidak lebih.”

Minji pun mengikuti saran dari Heejin.

“Itu benar. Kita hanya duduk dengan mereka. Lagi pula tidak akan terjadi apa-apa karena kita sedang berada di kantin sekolah.”

Ketua para lelaki bajingan itu melihat Minji dan Heejin. Dia tersenyum dan menegaskan lagi kepada Jung Yung, “Hei pria miskin. Apakah kamu sudah mendengar apa yang mereka berdua katakan? Jika tidak mau berakhir buruk, pergilah dan biarkan mereka berdua menemani kami.”

Mata ketua mereka melihat Heejin dan Minji sekali lagi. Tetapi kali ini dengan tatapan yang berbeda. Mata itu menunjukkan nafsu yang ingin dia lakukan kepada Heejin dan Minji.

Jung Yung melihat ketua mereka itu dengan emosional. “Bajingan brengsek ini tidak hanya ingin duduk dengan tenang di kantin.” katanya dalam benaknya.

Jung Yung mendekatkan diri kepada ketua para bajingan itu. Dia melihat ke bawah. Karena Jung Yung lebih tinggi dari ketua mereka.

Ketua mereka langsung tidak senang dengan tingkah Jung Yung atau pria miskin itu.

Sambil menghadap wajah Jung Yung di atasnya dia berkata, “Apalagi yang ingin kamu lakukan? Mau cari masalah?” sambil tersenyum di hadapan Jung Yung.

“Tidak. Aku hanya ingin melihat pria brengsek yang sedang merengek soal Wanita.” balas Jung Yung dengan senyuman sinis.

Ketua mereka langsung menunjukkan raut wajah sangat emosional.

Para bawahannya pun tidak senang mendengarkan ucapan itu. Mereka juga marah karena mengatakan hal yang sangat memprovokasi mereka.

Diam-diam ketua mereka langsung melayangkan tinjunya ke arah Jung Yung.

Swoosh…!

Jung Yung telah memiliki refleks yang cepat, dengan mudah dia menghindar tinju itu ke arah kanan.

Para bawahan mereka terkejut melihat kecepatan Jung Yung menghindar.

“Wahh…dia bisa menghindari pukulan ketua?” ucap mereka dengan terkejut.

“Pria miskin itu ternyata tau menghindar juga.” sambung yang lain.

Ketua mereka mendengar ucapan para bawahannya, tidak ingin menanggung malu, dia kembali menyerang Jung Yung dengan kaki kanan miliknya.

Sekali lagi, Jung Yung menahan tendangan kaki dari ketua mereka menggunakan kaki kiri miliknya.

“Sialan! Pose (gaya) itu, bukanlah gaya seorang yang tidak tahu berkelahi. Nampaknya pria miskin sepertimu bisa bela diri juga.” ucap ketua mereka.

Para bawahannya lagi dibuat terkejut dengan pose itu. Gaya menahan kaki itu memang benar dipelajari dalam ilmu seni bela diri.

Heejin dan Minji kagum dengan Jung Yung, ternyata dia bisa bela diri. Tidak hanya bermodalkan tampang saja.

Bahkan Minji dan Heejin terkejut melihat mereka berdua. selama ini mereka tidak pernah melihat Jung Yung terlihat masalah ataupun berkelahi.

Ketua mereka tersenyum lagi. Dia melirik ke arah Jung Yung, lalu berkata. “Tapi beladiri tidak hanya seni untuk bertahan, tapi juga menyerang!”

Dengan kecepatan penuh dia menyerang Jung Yung menggunakan tangannya. Kiri dan kanan, sebuah gerakan boxing atau tinju.

Jung Yung tidak tinggal diam, dia juga menghindar serangan cepat dari itu. Usai berhasil menghindarinya, dia juga langsung membalas serangan itu dan berkata, “Benar! Menyerang juga sangat diperlukan dalam bela diri.”

Jung Yung mengangkat kakinya dengan tinggi ke atas, dan mematuknya ke bawah.

“Ketua awas!.”

Teriak bawahannya untuk memperingati ketua mereka.

Dalam sekejap mata ketua mereka terkejut dengan serangan balik Jung Yung. tidak ada yang dapat dia pikirkan selain menahan dengan kedua tangannya.

Urght…!

Erangan ketua mereka karena menahan serangan kaki milik Jung Yung. Dia juga tersungkur ke bawah untuk menahan serangan itu.

Dalam benaknya mengatakan, “Sialan! Tendangannya kuat dan berat. Aku rasa tanganku sedikit retak. Bagaimana bisa dia memiliki kekuatan seperti ini.”

Wajahnya memerah karena kesakitan.

Para bawahannya langsung bergegas menghampiri ketua mereka, tetapi Jung Yung menegaskan kepada para bawahan itu.

“Jangan kemari kalau kalian tidak mau melihat ketua kalian tergeletak di lantai.” ancam Jung Yung kepada para preman sekolah itu.

Sekejap pergerakkan mereka berhenti.

Raut wajah yang mereka tunjukkan merasa sangat kesal dan marah. Mereka ingin memukul Jung Yung.

Jung Yung tersenyum, sekali lagi dia melihat para bawahan itu dan berkata, “Tapi bohong.”

Jung Yung mengangkat kakinya sekali lagi dan cepat menekan ketua mereka sekali lagi.

Menekan!

Crack...!

Bunyi yang berasal dari tangan ketua mereka. Tangan ketua mereka dalam sekejap langsung Patah dan ketua mereka tergeletak di lantai karena kesakitan.

“Bajingan kamu!” teriak para lelaki-lelaki brengsek itu.

Karena perkelahian ini tidak bisa dihindari, Jung Yung meladeni mereka satu persatu.

Memukul…!

Menendang…!

Menghajar wajah…!

Arght…! Urght…!

Dalam sekejap Jung Yung merobohkan semua lawannya. Enam orang dari mereka termasuk ketua mereka jatuh ke lantai.

Semua siswa dan siswi yang ada disitu kagum dengan apa yang dilakukan Jung Yung.

Mereka semakin mencintai Jung Yung. Dalam benak mereka melihat lelaki tampan, baik dan jago berkelahi adalah sebuah impian semua Wanita.

Heejin dan Minji juga demikian. Melihat situasi itu, mereka berdua langsung menarik Jung Yung dan membawanya kembali menuju ke kelas mereka.

^^^To be Continued...^^^

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!