Chapter 3

Heejin dan Minji menarik Jung Yung kembali ke kelas. Tangan mereka berdua tidak melepaskan Jung Yung hingga benar-benar berada di dalam kelas.

Mereka bertiga memasuki kelas.

Semua teman kelas Jung Yung menatap mereka bertiga karena tingkah dari Heejin dan Minji yang terlihat sedang tergesa-gesa menarik Jung Yung.

Salah satu teman sekelas Jung Yung, seorang wanita yang sedang memakan cemilan yang dia beli. Dia melihat Jung Yung dan kedua sahabatnya itu sambil berkata, “Apa lagi yang mereka lakukan kali ini?”

“Pasti mereka berbuat sesuatu yang mengundang perhatian.” Sambung lelaki lain yang ada di kelas itu.

Tiba-tiba salah satu dari lelaki yang ada di kelas situ berlari dengan cepat memasuki kelas, sambil memandang Jung Yung, Heejin dan Minji.

“Kenapa tingkahmu seperti itu?” tanya wanita yang makan cemilan tadi.

“Kalian benar tidak tahu apa yang terjadi dengan mereka?” menatap ke arah Jung Yung.

Raut wajah wanita dan lelaki tadi langsung berubah mendengar salah satu teman mereka berkata seperti itu.

Dengan cepat mereka berdua langsung mendesak teman mereka tersebut.

“Katakan! Apa yang sebenarnya terjadi?”

Teman mereka yang mereka tanyakan itu langsung terkejut, “Woahh, apa yang sedang kalian lakukan. Kalian terlalu dekat.” katanya sambil mengangkat kedua tangan miliknya.

Keduanya melangkah sekali kebelakang.

“Kalau seperti inikan enak untuk aku berbicara.” ucapnya dengan senyum.

Tetapi kedua temannya yang penasaran itu langsung memelototinya dengan mata mereka yang besar. Menandakan agar dia jangan buang-buang waktu lagi untuk memberitahu mereka.

Menghela nafas.!

“Baiklah. Kalian benar-benar tidak sabaran.”

Dia mengambil kursi dan duduk di kursi tersebut. Dia mulai berbicara dengan nada yang pelan.

“Jadi…”

Si wanita menyela, “Jadi apa?!” sambil memarahi temannya itu.

Teman lelakinya yang penasaran juga langsung menyuruh wanita itu diam.

“Jadi. Yang terjadi pada mereka merupakan hal yang luar biasa.”

“Luar biasa bagaimana?” tanya wanita itu sambil mengunyah cemilannya.

“Jung Yung memukul si preman sekolah kita.”

Wanita yang bertanya itu dan lelaki tersebut langsung termenung.

“Apa?” jawab mereka berdua secara bersamaan.

“Benar. Dia (Jung Yung) tidak hanya menghajar satu orang saja. Melainkan semua dari mereka. Termasuk ketua mereka yang sangat arogan itu!”

“Daebak! (Luar biasa)!” ucap spontan wanita itu.

“Memangnya Jung Yung bisa berkelahi? Aku tidak pernah melihat dia berkelahi selama ini. Bahkan disaat kita sudah berada di kelas akhir menengah atas ini (SMA).” Tanya lelaki yang penasaran itu.

“Benar. Aku juga terkejut. Tidak hanya aku saja. Semua yang berada di kantin sekolah terkejut. Sekarang Jung Yung memiliki nilai tambah di mata para wanita. Tidak hanya tampan, dia juga sangat jago berkelahi.” Ungkapnya kepada lelaki dan wanita yang penasaran itu.

Mendengar cerita itu, Wanita dan lelaki tersebut melihat lagi ke arah Jung Yung.

Sementara itu...

Heejin dan Minji menatap Jung Yung. mereka terlihat marah, di sisi lain terlihat imut dan malu-malu.

Jung Yung menatap kedua sahabatnya itu. Dia memperhatikan keduanya yang terlihat aneh.

“Jung-” Minji ingin memanggilnya tetapi terputus karena Jung Yung memotong pembicaraan-nya dengan bertanya kepada Minji dan Heejin.

“Kalian berdua kenapa lagi sih? Tiba-tiba jadi aneh.” Jung Yung bertanya kepada keduanya.

“Itu…”

Heejin dan Minji terlihat enggan untuk berbicara. Mereka enggan untuk mengatakan hal yang sebenarnya. Mereka berdua tidak ingin Jung Yung dicintai banyak wanita.

Jung Yung melihat mereka lagi dan memikirkan, akibat kejadian tadi mereka berdua belum mengisi perut mereka.

“Kalian menarik ku ke kelas, tapi dimana makanan kalian?”

Minji dan Heejin sontak terkejut dengan pertanyaan Jung Yung itu. Heejin dan Minji mengedipkan mata mereka. Mereka berdua meninggalkan makanan mereka saat mereka menarik Jung Yung ke kelas.

“Kami meninggalkan itu di kantin.” jawab Heejin.

Minji juga demikian, dia mengangguk dengan apa yang dikatakan oleh Heejin. Mereka berdua Nampak menyesal karena membiarkan makanan traktiran dari Jung Yung seperti itu.

Jung Yung menghela nafasnya sambil memegang kepalanya.

“Itu hadiah traktiran dariku. Kalian sendiri yang memintanya tetapi kalian meninggalkan makanan kalian. Apa bagi kalian uang-ku banyak? Ha?!" ucap Jung Yung dengan nada yang tinggi.

Dengan raut wajah yang kesal Jung Yung berbicara kepada Heejin dan Minji.

“Bukan…” sela Heejin.

“Tidak seperti itu.” Sambung Minji.

“Terus seperti apa?” tanya lagi Jung Yung.

“Situasi disitu tidak baik. Kamu kan baru saja menghajar mereka. Bagaimana kita bisa makan dengan tenang jika mereka semua melihat kita.” Jawab Heejin sambil menundukkan kepalanya.

“Apa yang dikatakan Heejin benar. Aku juga berpikiran sama

sepertinya.” Sambung Minji.

“Kenapa kalian harus malu? Atau takut? Aku menghajar mereka karena mereka semena-mena kepada kalian berdua!”

Heejin dan Minji tertunduk. Merasa bersalah kepada Jung Yung.

Tanpa sadar Jung Yung tidak sengaja meninggikan nada bicara itu, sehingga membuat teman-teman kelasnya lebih memperhatikan mereka.

[Disisi lain. Wanita dan Kedua lelaki yang sedang bergosip tadi.]

“Kenapa Heejin dan Minji menundukkan kepala mereka?”

“Mereka terlihat seperti sedang di marahi guru."

“Ternyata Jung Yung bisa galak juga ya. Aku jadi penasaran dia orangnya seperti apa. Nampaknya terlihat baik, tetapi ada sesuatu yang dia sembunyikan.”

Menepuk kepala temannya!

Wanita yang ada diantara mereka memukul temannya itu.

Aww....! erangan temannya.

“Berani-beraninya kamu berbicara tentang Jung Yung seperti itu.”

“Aku hanya berbicara sesuai dengan pandanganku saja. Kenapa kamu jadi marah?”

“Tentu saja aku marah. Karena Jung Yung…-“ sambil membayangkan ketampanan Jung Yung.

“Aiss.” Gumam temannya, “Mulai lagi kebiasaan buruknya.” Sambungnya lagi.

**

Jung Yung menggelengkan kepalanya menghadapi Heejin dan Minji.

“Kalian kembalilah ke kelas kalian. Kalau kalian lapar, urus saja sendiri. Aku tidak memiliki uang lagi untuk mentraktir kalian berdua.”

Jung Yung menyuruh Heejin dan Minji kembali ke kelas mereka dengan raut wajah yang kecewa terhadap mereka berdua.

Tetapi Heejin dan Minji tetap berdiam diri disitu.

“Kenapa kalian belum juga pergi? Kalian tahukan kalau aku tidak suka mengulangi perkataan ku!” katanya dengan tegas tetapi pelan kepada mereka berdua.

Heejin dan Minji saling melirik. Dan mereka mengangguk kemudian beranjak dari situ menuju ke kelas mereka.

Haa…!

Jung Yung mengeluarkan helaan nafasnya sambil merentangkan kepalanya ke belakang dan tangannya menutupi kedua matanya.

Heejin dan Minji dalam perjalanan menuju ke kelas mereka.

“Haaa...sialan! Jung Yung memarahi kita!” ucap Heejin dengan kesal.

“Kalau saja bukan karena para pria brengsek itu, kita tidak akan berakhir seperti ini!” sambung Minji dengan kesal juga.

“Aku yakin pasti sekarang Jung Yung kecewa kepada kita berdua.”

“Tentu saja. Dia mentraktir kita dengan uang seadanya, tetapi kita malah membiarkan makanan itu. Kelakuan itu membuat dia melihat kalau kita membuang makanan pemberiannya.”

Haa…! Gumam keduanya sambil menggaruk kepada mereka.

Ditempat lain...

Belakang sekolah.

Terlihat para preman sekolah mereka dan bos mereka sedang membersihkan diri mereka akibat kalah telak dari Jung Yung.

Menendang sesuatu dengan keras!

Bos mereka melakukan hal itu karena merasa kesal. Wajahnya terlihat kemerah-merahan seperti api.

Para bawahannya memandang bos mereka.

“Bajingan sialan itu! Arghht…!” ucapnya sambil berteriak.

“Boss kita harus membalas kejadian yang memalukan ini! Sekarang semua orang yang berada di sekolah akan menertawakan kita.” Ucap bawahannya.

“Benar boss! Kita harus melakukannya!” ucap bawahannya yang lain.

Sedangkan yang lain mengangguk setuju dengan usulan itu.

Boss mereka terdiam setelah mendengar ucapan para bawahannya. Dia memikirkan cara agar Jung Yung menderita.

“Tetapi bos. Untuk membalaskan hal ini kepada Jung Yung, tampaknya akan terlihat sulit. Kita sudah tahu sekarang kalau dia jago dalam bela diri.” kata bawahannya lagi.

Boss mereka tersenyum licik.

“Siapa bilang kita akan menyerangnya? Itu Tindakan yang bodoh. Kita akan menyerang kedua wanita jalang itu!”

Yang dia maksud adalah Heejin dan Minji.

Para bawahannya tersenyum dan menjadi sangat bersemangat. Mengingat keduanya adalah sahabat Jung Yung, terlebih lagi keduanya adalah wanita yang seksi.

Boss mereka terdiam lagi.

Dibalik berdiamnya boss mereka itu, terdengar suara yang tidak bisa di dengarkan oleh bawahannya.

"Kerja bagus! Itulah yang seharusnya kamu lakukan!" goda Iblis tersebut sambil tersenyum licik.

“Tidak-tidak! itu terlalu payah membalasnya kepada wanita!” ucapnya dengan keras di benaknya.

"Apakah kamu bodoh? Itu tidak payah. Itu adalah suatu cara agar orang yang ingin kamu balas dendam menderita! Hahaha. Pikirkanlah baik-baik."

Suara itu menghilang dari telinganya.

Dia mulai meyakinkan dirinya, kalau apa yang dikatakan oleh suara itu adalah benar. Dia membalikkan badannya sambil menahan sakit karena kedua tangannya yang patah.

“Kalian!” panggil bos mereka.

“Siap boss!” mereka menjawab.

“Besok kita akan mengurus kedua wanita jalang itu!” ucapnya sambil tersenyum.

“Baik Boss!”

Teriak mereka dengan keras. Dan mereka semua tersenyum bahagia, sangat bahagia.

^^^To be Continued…^^^

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!