Jung Yung terus memegang kepalanya karena bayang-bayang mengenai Roh Iblis terus bermunculan di dalam kepalanya.
Lift sedang menuju ke atas, Jung Yung melangkahkan kakinya kebelakang dan berusaha untuk bersandar pada dinding lift tersebut.
Ada beberapa orang yang bersama-sama dengan Jung Yung, mereka melihat ke arah Jung Yung dan mulai bertanya-tanya di dalam kepala mereka; Ada apa dengannya? Apakah dia memerlukan bantuan? Namun Jung Yung menyadari tatapan orang-orang itu, dan dia mengangkat kepalanya kemudian tersenyum kepada mereka sambil melambaikan tangannya kedepan sebagai tanda kalau dia baik-baik saja.
Orang-orang juga membalas tanda pemberitahuan Jung Yung dengan mengangguk dan tersenyum kepada Jung Yung.
Suara lift berbunyi! Menandakan kalau ada yang akan turun di lantai ketiga ini. satu persatu orang yang berada di dalam lift yang sama dengan Jung Yung keluar dari lift tersebut hingga menyisakan Jung Yung seorang diri.
Lift berjalan menuju ke lantai atas berikutnya!
Sementara itu di Lift yang lainnya.
Ahjussi sedang menunggu petunjuk yang akan diberikan oleh Roh Iblis yang ada di dalam tubuhnya. Lift terus naik dari lantai ke Empat menuju ke lantai Lima. Suasana di dalam lift itu menjadi hening seketika.
"Disini!" ucap Roh Iblis itu.
Ahjussi tersebut dengan cepat menekan tombol lift agar pintu lift terbuka di lantai Lima ini. Ahjussi keluar dari lift tersebut. Dia berjalan perlahan sambil menanyakan apakah benar ini adalah tempat yang mereka tuju.
“Apakah disini tempatnya?” tanya Ahjussi itu kepada Roh Iblis tersebut.
“Aku juga tidak tahu. Aku hanya mengikuti naluri ku sebagai Roh.” balas Roh Iblis tersebut.
Kemudian Roh Iblis tersebut memerintahkan Ahjussi itu untuk berjalan di dekat pintu satu persatu. Dari yang sebelah kiri, kemudian sebelah kanan, bergantian sampai Roh Iblis tersebut merasa yakin dengan kamar pasien yang akan mereka masuk.
Ahjussi itu melakukan apa yang diperintahkan Roh Iblis. Perlahan-lahan dia melakukan itu, menempelkan telinganya di sebuah pintu.
“Apakah tempat ini?” tanya Ahjussi tersebut, “Bukan.” jawab Roh Iblis tersebut. “Apakah yang ini juga?” tanya lagi Ahjussi itu, “Tidak! Kamu diam saja, aku nanti akan mengatakannya.” bentak Roh Iblis itu kepada Ahjussi. Sejenak Ahjussi terdiam dari segala pertanyaannya.
Hingga sampai mereka mendekati kamar nomor Empat. Ahjussi dan Roh Iblis yang ada di dalam dirinya melihat kamar nomor Empat yang ada dihadapan mereka. Ahjussi tersebut tersenyum, dia meyakini kalau ini adalah kamar yang mereka maksud.
Bahkan Roh Iblis itu merasakan sesuatu dari kamar tersebut. Jadi dia meminta Ahjussi itu untuk memeriksa kamar itu.
“Aku yakin ini dia kamarnya. Aku bisa merasakan dengan naluriku.” ucap Roh Iblis tersebut kepada Ahjussi.
“Baiklah, kita akan menjalankan aksi kita.” balas Ahjussi tersebut sambil menggosokkan kedua telapak tangannya dan tersenyum.
Ahjussi mengetuk pintu!
Tidak ada yang membukakan pintu tersebut.
Sekali lagi dia mengetuk pintu itu!
Sama saja, tidak ada yang membukakan pintu.
Ahjussi merasa kesal karena tidak ada yang membukakan pintu setelah dia mengetuk kedua kali. Kali ini dia berinisiatif untuk membukanya dengan kedua tangannya sendiri.
Ahjussi memegang gagang pintu!
Dia memutarnya ke arah kanan.
Klik!
Suara pintu tersebut terbuka. Dia tersenyum, “Sepertinya pintu ini tidak di kunci.” ucapnya kepada Roh Iblis tersebut.
Ahjussi itu perlahan memasuki ruangan pasien tersebut. sangat pelan dia melangkahkan kakinya sampai-sampai Langkah kakinya tidak terlalu terdengar dengan telinga.
Dia berhenti sejenak! Dia menatap ranjang pasien yang ada di depannya. Dia tersenyum. Dipikirnya dia telah menemukan wanita cantik tersebut.
Pikirannya meronta-ronta bahagia, dia telah memikirkan apa yang akan dia lakukan dengan tubuh yang indah itu. Dia membasahi bibirnya dengan lidah miliknya. Sekali lagi, perlahan dia mulai mendekat menuju ranjang pasien itu.
Dirinya semakin dekat dengan pasien agar dia bisa melihat wajah dari pasien yang sedang tidur di ranjang itu.
Pada saat yang sama…
Suara pintu lift berhenti.
Jung Yung melihat angka yang ada di dalam lift tersebut. angka itu menunjukkan angka Lima, artinya dia sudah berada di lantai Lima, dimana sahabatnya Minji di rawat.
Dia bergegas menekan tombol keluar lift, dia berjalan sambil mengatakan “Permisi” kepada mereka yang ada di lift tersebut. Dengan cepat dia berlari keluar lift dan segera menuju ke kamar milik Minji yaitu kamar nomor Lima.
Sesampainya Jung Yung di depan kamar nomor Lima itu, tanpa mengetuk pintu lagi dia langsung membuka pintu tersebut.
Klik!
Memutar gagang pintu.
Pintu tersebut tidak bisa dibuka, pintu tersebut terkunci! Wajahnya panik dan khawatir, “Sialan!” gumamnya sambil memaksa buka pintu itu.
Dia mengetuk pintu tersebut! Tidak ada tanggapan dari dalam.
Dia memanggil “Noona! bukakan pintu!” Hasilnya sama saja, tidak ada jawaban.
“Sialan!” geramnya lagi sambil menunjukkan mata yang berkaca-kaca. Dia melirik ke kiri dan ke kanan. Tidak ada satu orang pun yang berjalan di lorong ini.
Dia mengetuk lagi sambil memaksa putar gagang pintu.
**
“Sayang, akhirnya aku menemukanmu!” ucap Ahjussi di hadapan pasien yang dia datangi.
Pasien tersebut sedang membuka matanya, dia adalah seorang wanita tua yang berumur Delapan Puluh Tahun, giginya sudah tidak ada lagi. Melihat ada seseorang mengatakan kalau mereka menyayanginya, nenek tersebut tersenyum.
Nenek itu membalas jawaban dari Ahjussi itu; Nya…nya…nya…hmm…hmmm. (Aku juga akhirnya melihatmu sayang.)
Sesaat itu Ahjussi terdiam ketika dia melihat ternyata yang di hadapannya adalah seorang wanita tua. Dia merasa kecewa dengan hasil yang dia terima ini.
“Apa ini yang kamu maksud dengan wanita cantik!” bentaknya kepada Roh Iblis. “Katanya naluri kamu benar, sialan! Ini buang-buang waktu!” bentaknya lagi.
Roh Iblis itu juga terkejut dengan hasil nalurinya, bagaimana bisa seperti ini? apakah naluri dariku sebagai Roh sudah tidak berfungsi lagi? Sialan!. Tenang-tenang, aku harus berpikir tenang.
“Roh sialan! Berikan aku jawaban yang benar!” dia memarahi Roh Iblis itu, bahkan membentak nya.
Roh Iblis yang berada di dalam tubuh Ahjussi tersebut merasa geram, dia juga marah dengan tingkah bodoh manusia ini. 'Manusia bodoh!'
“Baiklah, aku akan menunjukkan cara yang paling bagus untuk menemukannya. Kali ini pasti akan benar.” balas Roh Iblis itu kepada Ahjussi.
“Benar? jika salah lagi, lebih baik kamu mencari tubuh yang lain, mengerti!” bentak lagi Ahjussi.
“Baik.” jawab Roh Iblis dengan wajah Roh yang kesal.
Roh Iblis itu memberitahukan caranya kepada Ahjussi tersebut, dia meminta Ahjussi itu untuk menutup matanya. Setelah Ahjussi menutup matanya, tiba-tiba jiwa daripada Ahjussi itu terjun ke bawah. sesuatu yang gelap. Roh Iblis naik ke atas, dia menghampiri jiwa Ahjussi itu, dia berhenti kemudian berkata; “Manusia Bodoh! Berani-beraninya kau membentakku!” Roh jiwa milik Ahjussi itu kebingungan, “Apa maksudmu? kenapa kamu memarahiku? Sudah ku katakan kalau kamu akan berpindah ke tempat lain jika ini gagal!” Kekeke...Roh Iblis tertawa. Roh Iblis tersebut langsung menghisap jiwa milik paman tersebut.
Menghisap!
Seketika jiwa milik Ahjussi itu menghilang. Sedangkan Roh Iblis tersebut pulih dari cederanya. “Lezatnya, akhirnya aku bisa merasakan Roh ku sudah utuh.” Roh Iblis memasuki kesadaran dari tubuh Ahjussi ini.
Ketika dia membuka mata, matanya berwarna mera!
Dia melihat ke pasien yang ada di depannya. Nenek tersebut masih tersenyum kepadanya. Dia membalas senyuman nenek itu dan menangkap leher dari nenek tua itu. Nenek itu merasa kalau ini adalah sesuatu yang berbahaya. Nenek itu menggerakkan badannya di atas ranjang tersebut.
Roh Iblis yang telah mengambil alih tubuh dari Ahjussi itu sekali lagi tersenyum melihat tingkah dari nenek tua itu.
“Sebaiknya kamu tidur.” ucapnya kepada nenek tersebut.
Nenek itu menggelengkan kepalanya, matanya mengeluarkan air mata.
Kreak…! Roh Iblis mematahkan kepala nenek itu.
Saat itu juga, nenek tersebut kehilangan nyawanya. Roh Iblis itu tersenyum, dia berdiri dan melakukan beberapa peregangan badan. “Betapa bahagianya aku bisa mendapatkan tubuh ini.” ucapnya sambil tersenyum licik dan melihat tubuh yang dia miliki sekali lagi.
**
Jung Yung tiba-tiba merasakan kepalanya sakit lagi. Dia memegang kepalanya! Kali ini dia melihat gambaran yang ada di dalam kepalanya, seseorang sedang melakukan pembunuhan, tempat juga berada di ruangan pasien.
Argh…! Erangannya karena merasa kesakitan.
Sesaat dia merasa sakit dan berpegangan di gagang pintu itu, pintu tersebut terbuka dan tubuhnya jatuh tepat di tubuh kakak Minji sahabatnya.
Kakak Minji terkejut ketika seseorang jatuh di tubuhnya. Wajahnya ingin memarahi orang tersebut, tetapi ketika dia melihat lagi, seseorang yang jatuh di depannya ini adalah Jung Yung, sahabat Minji.
“Jung Yung! kamu kenapa?”
Tidak ada jawaban, Kakak Minji hanya mendengar erangan Jung Yung yang sepertinya sedang kesakitan.
Dia melihat tangan Jung Yung yang sedang memegang kepalanya, dia berusaha menahan tubuh yang tinggi dan besar itu, kemudian mengunci pintu tersebut, dan perlahan membawa tubuh Jung Yung ke tempat duduk yang ada di dalam situ.
Argh…! Erangan Jung Yung lagi.
Jung Yung menggeleng-gelengkan kepalanya. Adegan pembunuhan itu lebih jelas dan menjadi sangat jelas. 'Ahjussi? Pikirannya berkata seperti itu. Dia adalah Ahjussi yang aku ikuti tadi, dia bahkan membunuh seorang wanita tua? Tapi tunggu siapa yang ada di dalam diri Ahjussi?' Dia berusaha lagi untuk mengetahui lebih lanjut.
Arght…! Itu membuat kepalanya lebih sakit.
Kakak Minji semakin panik dengan apa yang terjadi dengan Jung Yung, “Jung Yung kamu kenapa? Tolong jawab!” tidak ada jawaban dari Jung Yung. “Tunggu sebentar, aku akan memanggilkan seorang dokter kalau begitu.”.
Kakak Minji berdiri dan akan beranjak dari situ, tapi Jung Yung menahan tangan dari Kakak Minji tersebut sambil berkata “Noona jangan! Aku tidak apa-apa. Aku akan baikan sedikit lagi.”
Jung Yung terus melihat siapa yang ada di dalam tubuh Ahjussi itu. Akhirnya terlihat, Roh yang dia lihat sebelumnya saat berada di dalam lift, dialah yang berada di tubuh Ahjussi itu.
‘Evil Spirit’, Dalam gambaran yang dia lihat, Roh tersebut bertuliskan ‘Evil Spirit’ berbalut dengan cahaya keemasan yang terang.
Kakak Minji mendekati wajah Jung Yung, dan seketika itu juga Jung Yung terbangun dari pikirannya yang tadi.
Jung Yung membuka mata. Mata Jung Yung dan Noona saling bertatapan, wajah mereka sangat dekat. Noona terkejut dan tersipu malu langsung menjauhkan wajahnya dari wajah Jung Yung.
Ehmm…Kakak Minji ingin meluruskan apa yang terjadi.
“Maafkan…Aku”;“Terima kasih Noona.” keduanya melontarkan kalimat secara bersamaan.
Kakak Minji menjadi lebih tersipu malu dengan ucapan terima kasih dari Jung yung. “Sama-sama.” balas kakak Minji.
Jung Yung tersenyum.
Pikiran dari Kakak Minji menjadi tidak karuan, Apa yang ku katakan? Sama-sama? Bagaimana bisa kau seorang noona mengiyakan itu? Pasti ada yang salah!
“Noona…” panggil Jung Yung.
Jantung milik dari kakak Minji berdegup kencang sehingga membuatnya tidak menyadari kalau Jung Yung sedang memanggilnya.
^^^To Be Continued…^^^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments