Tiba-tiba suara handphone milik Minji berdering.
Park Dong menatap ponsel milik Minji yang berada di atas meja dandan milik Minji. dia berbisik kepada Minji, “Haruskah kita mengangkatnya?” Minji tidak bersuara, dia hanya menangis mengeluarkan air mata.
Mata Minji tidak berhenti mengedip karena banyak air mata yang dia keluarkan.
Park Dong menuju ke arah handphone milik Minji sambil membawa Minji. Park Dong tidak berhenti menggunakan tangannya untuk mengoyak-ngoyak buah dada milik Minji.
Mereka mendekat ke meja tersebut.
Park Dong melirik ke meja itu.
Melihat handphone milik Minji itu yang bertuliskan, ‘Ayah’. Itu adalah nama panggilan yang sedang menelpon Minji. Park Dong tersenyum, dia melihat ke wajah Minji, dia berkata, “Itu panggilan dari Ayah-mu. Lebih baik kamu mengangkatnya dan mengatakan kalau kau baik-baik saja.” Sambil tersenyum, sekali lagi dia menjilati leher belakang Minji.
Minji menggelengkan kepalanya.
Artinya Minji menolak untuk mengangkat panggilan dari ayahnya. Dia tidak ingin mengangkatnya, agar ayahnya merasa khawatir. Sayangnya Park Dong mendesak Minji untuk segera mengangkatnya.
Park Dong mengoyak tubuh Minji.
Minji tetap tidak bergerak.
Park Dong mengoyak tubuh Minji sekali lagi. Tetapi Minji masih tidak melakukannya juga. Park Dong melepaskan tangannya dari buah dada Minji dan memegang dagu Minji dengan tangannya tersebut. Dia memegang dagu itu dan menghadapkan wajah Minji ke wajahnya.
“Kamu mau melakukannya atau tidak? Kenapa kamu begitu keras kepala? Kalau kamu masih tidak ingin melakukannya, aku sendiri yang akan mengangkatnya.”
Mata Minji membesar. Dia menggelengkan kepalanya sambil menatap Park Dong. Park Dong melihat ketakutan Minji, dia mengambil handphone milik Minji. dia menatap Handphone tersebut.
Panggilan Tak Terjawab!
Panggilan dari Ayah Minji berakhir setelah Park Dong mengambil handphone milik Minji. Park Dong merasa kesal, dia melemparkan handphone milik Minji ke dinding.
Prang…! Handphone milik Minji hancur seketika.
Minji menangis dengan mengeluarkan suara yang nyaring.
Uwaa…!
Dengan cepat Park Dong menempelkan jari tangannya untuk menutup mulut Minji. Park Dong terlihat panik, jangan-jangan akan ada seseorang datang kemari. Sambil menahan mulut Minji dia menuju ke lemari pakaian milik Minji.
Dia membukanya!
Melihat-lihat baju yang tipis seperti yang dikenakan oleh Minji. Dia mendapatkan itu. Dia mengambil baju itu dan melepaskan tanganya yang memegang tangan Minji dan merobeknya.
Bret…! Baju tersebut sobek menjadi bagian yang lebih kecil.
Dia memutarkan badan Minji dan melingkari baju yang dia sobek tersebut ke mulut Minji. Dia membungkam mulut Minji agar tidak bisa bersuara dan berteriak seperti sebelumnya.
Usai dia menutup mulut Minji. Minji dengan cepat berusaha membuka kembali dengan kedua tangannya yang sudah tidak dipegang.
Park Dong menahan Minji. dia menahan dengan kuat agar Minji tidak dapat melepaskannya. Minji menggigit Park Dong.
Aw…! Teriak Park Dong.
Karena terkejut merasa kesakitan, Minji berhasil melepaskan ikatan itu dan menendang buah zakar milik Park Dong.
Thwack…!
Aarght…!
Park Dong berteriak kesakitan sambil memegang buah zakarnya dengan dua tangan. Dia juga langsung tergeletak di lantai. Tubuhnya mulai berkeringat dingin.
“Arght..Jaa..laang..si..a..lan…” ucapnya dengan terbata-bata.
Minji mengambil kesempatan itu untuk melarikan diri dari Park Dong. Tidak lupa dia mengambil kunci kamarnya dan lari keluar.
Park Dong melihat Minji mengambil kunci kamar tersebut, dia berusaha berdiri semaksimal mungkin walaupun merasakan kesakitan, dia mengejar Minji.
Park Dong melompat ke arah Minji.
Menangkap!
Memeluk!
Park Dong mendapatkan Minji kembali. Walaupun dia mendapatkan Minji kembali, tetapi rasa sakit yang dia rasakan belum juga hilang.
Minji memukul Park Dong usai menangkapnya. Park Dong menangkisnya. Minji berusaha untuk berdiri, Park Dong dengan sigap memegang tangan Minji. Minji melihat ke arah Park Dong, Minji menendang wajahnya.
Urght…!
Teriak Park Dong.
Hidungnya mengeluarkan darah.
Minji akhirnya berhasil terlepas dari Park Dong. Dia berlari keluar kamar, dia menutup pintu kamarnya itu, dengan gemeteran dia mengunci kamarnya tersebut.
Perasaan-nya bercampur aduk tidak karuan. Ketakutan, kepanikan, kebingungan, sekarang ada pada dirinya.
Pintu terkunci!
Berpikir dia bisa lolos dari Park Dong membuatnya merasa sedikit lega. Dia menyandarkan badannya ke pintu tersebut sambil mengambil nafas sedalam-dalamnya.
Disaat yang sama…
Evil Spirit melihat Park Dong yang tergeletak kesakitan. Perlahan dia mulai menggoda dan menawarkan sesuatu kepada Park Dong sambil berbisik.
"Bukannya kamu menginginkannya? Aku akan menangkapnya."
“Aku menginginkannya. Cepat tangkap dia untukku!” ucap kesal Park Dong.
"Tentu saja itu mudah. Kita cukup bertukar tempat," bujuk Roh Iblis tersebut kepada Park Dong.
“Bagaimana caranya?”
Park Dong sangat menginginkan Minji, dia akan melakukan apapun untuk mendapatkan Minji.
"Tutup matamu. Dan biarkan aku yang menggantikan-mu."
Dengan wajah yang kebingungan Park Dong sekali lagi bertanya, “Lalu bagaimana denganku?”
"Kamu akan baik-baik saja. Setelah aku mendapatkan Minji, aku akan bertukar lagi dengan mu."
“Baiklah.” Katanya dengan cepat.
Evil Spirit tersenyum licik.
Park Dong menutup matanya. Di bawah alam sadar Park Dong, muncullah sebuah jiwa yang berwarna hitam, jiwa itu naik ke atas, sedangkan jiwa Park Dong turun ke bawah. Ketika jiwa mereka saling melewati, Park Dong berkata, “Aku menunggunya.” Evil Spirit hanya tersenyum.
Kesadaran tubuh Park Dong berubah.
Tubuh Park Dong berdiri dengan cepat dari lantai. Matanya menjadi berwarna Hitam. Luka-luka yang dia dapatkan tadi perlahan sembuh. Karena terjadi pertukaran jiwa, maka luka-luka dari tubuh tersebut mengalami kesembuhan secara instan.
Evil Spirit mendapatkan pandangannya secara nyata. Dia tersenyum sambil menatap kedua tangannya, dia meraba tangannya, menatap kakinya, dan juga meraba badannya.
Ha..ha..ha. Evil Spirit tertawa.
"Akhirnya, akhirnya aku memiliki tubuh!" ucapnya dengan sangat keras.
Ucapan itu membuat Minji mendengarnya. Minji bergegas lari dari situ.
Sekarang yang mengejar Minji bukalah Park Dong lagi, melainkan Evil Spirit yang telah mengambil alih tubuh milik Park Dong.
Evil Spirit melihat pintu yang ada di depannya, dia mengepalkan tangannya, menarik bahunya dan tangannya kebelakang, dan dengan cepat mengarahkan ke depan.
Bum…!
Suara pintu kamar milik Minji hancur seketika. Pintu kamar tersebut dihancurkan oleh Evil Spirit.
Kyaa..! Minji berteriak terkejut.
Dia melirik sedikit ke arah kamarnya, dan dia melihat kalau pintu kamarnya terhempas dan kamar itu sudah terbuka dengan lebar.
Jantung Minji semakin berdegup kencang.
Dia semakin ketakutan.
Tolong…aku mohon semoga aku bisa melarikan diri. Katanya di dalam benaknya.
Disaat Minji sedang berlari, sesuatu memegang pundaknya.
Kyaa…!
Dia berteriak lagi sambil membalikkan badannya ke belakang, tetapi tidak ada seorangpun di belakangnya.
Sesaat dia berbalik kembali ke arah depan. Tiba-tiba ada wajah menunggunya dan menatap Minji.
Haaaa…! Teriak kencang Minji sambil terduduk di lantai.
Minji sangat terkejut. Wajah yang berada di depannya secara tiba-tiba membuatnya sulit bernafas.
Haaa…Heeeff…!
Haaa…Heeff…!
Minji kesulitan bernafas.
Jantungnya mengalami shock dan membuatnya sulit bernafas. Sambil menangis Minji mengatur nafasnya. Tetapi tetap saja, rasanya sulit mengambil oksigen, serta rasa sakit yang dia rasakan ketika mengambil oksigen membuat dia menangis.
"Tenang-tenang. Jangan menangis kamu akan mati jika seperti itu." kata Evil Spirit tersebut sambil memegang dagu Minji dengan jari telunjuknya.
Di tempat lain, Café Coffee.
Salah satu dari mereka menyadari kehadiran Iblis. Dia sedang membawa minuman kepada pelanggan, tapi dia berhenti sejenak sambil memejamkan matanya, bayang-bayang tersebut menunjukkan tempat kejadian tersebut.
Dia mengetahui tempat tersebut.
Bergegas meletakkan minuman itu ke meja pelanggan, dia kembali ke belakang, melepaskan apron (Kain celemek yang melindungi tubuh bagian depan, agar jika tertumpah minuman, itu tidak langsung mengarah ke pakaian) miliknya.
Seseorang dari mereka bertanya lagi. “Ada apa?” dia membalas, “Coba tenang dan rasakan.”
Dia mengalami apa yang dialami temannya, akhirnya mereka semua menyadarinya. Dia juga langsung melepaskan apron miliknya. Semuanya juga mengikuti. Tetapi itu dilarang oleh salah satu dari mereka. “Bagaimana bisa kalian pergi ketika ada begitu banyak pelanggan, setidaknya harus beberapa dari kita tetap disini.”
“Ji Ah, karena kamu yang menyadarinya pertama kali, Kamu yang akan pergi.”
Sambil mengganti pakaiannya, Ji Ah mengangguk. “Dan kamu Do Yun.” Teman Ji Ah yang bertanya kepada Ji Ah tadi. “Kamu akan pergi menemani Ji Ah.” Perintah Iseul yang merupakan ketua mereka.
Do Yun mengangguk.
Ji Ah dan Do Yun siap berangkat menggunakan mobil milik para Evil Hunt. Sebelum mereka pergi, Iseul memesan jikalau mereka tidak bisa mengatasi Evil Spirit tersebut, ulur waktu dan beritahukan kepada kami, agar kami bisa menyusul kalian.
Do Yun dan Ji Ah mengangguk lagi.
Mereka memasuki mobil.
Menyalakan Mobil!
Berangkat dengan kecepatan penuh. Mobil yang mereka kendarai oleh Do Yun adalah mobil Sport yang besar.
Dalam perjalanan. Do Yun bertanya kepada Ji Ah, “Kira-kira Iblis tersebut berada di level yang ke berapa?” Ji Ah menggelengkan kepalanya, dia tidak bisa melihat dengan tenang tadi, sehingga dia tidak sempat melihat mata dari Evil Spirit itu. Do Yun semakin mempercepat mobil mereka agar mereka tiba dengan cepat.
***
Minji tetap berusaha mengatur nafasnya kembali. Dia tidak ingin mati dengan cara ini, dan juga Park Dong yang di hadapannya tidak melakukan hal senonoh lagi jadi dia lebih tenang.
Hanya saja, walaupun dia menganggap Park Dong sudah tidak melakukan hal senonoh, Park Dong yang didalamnya adalah Evil Spirit menghancurkan sebuah lukisan yang ada disitu. Setelah dia hancurkan, serpihan yang tajam dari bingkai lukisan itu diambilnya.
Dia mendekati Minji, dia menyentuh lagi dagu Minji dengan serpihan bingkai yang tajam itu. Dan dia berkata, “Aku tidak seperti Park Dong yang kamu maksud, kesenangan kami adalah bisa memakan tubuh-mu.” Sambil tersenyum.
Minji tersedak mendengar ucapan itu.
Jantungnya kembali lagi menjadi tidak karuan.
Tanpa Evil Spirit sadari, para Evil Hunt telah tiba di rumah Minji.
Rumah Minji.
Do Yun dan Ji Ah tiba. Mereka masuk melalui gerbang, mereka melihat ada seseorang yang tergeletak disitu, orang itu adalah pembantu Minji. mereka mengangkatnya dan memindahkan pembantu tersebut.
Do Yun bergegas berlari kedalam. Dia membuka pintu rumah. Dia memejamkan matanya dan langsung mengetahui lokasi Evil Spirit tersebut.
Dia berlari sangat cepat menuju lantai kedua melalui tangga.
Disaat yang bersamaan, di tempat yang sama.
Evil Spirit mengambil tangan Minji, dia membuka semua jarinya. Dia tersenyum melihat jari Minji. lidahnya menjilati bibir miliknya.
Dia mengangkat tangannya tinggi ke atas, dan mengayunkan serpihan bingkai lukisan tersebut ke jari milik Minji.
Syut…!
Minji menangis sambil menutup matanya!
Do Yun melihat seseorang disitu. Dia melihat seorang lelaki yang telah dirasuki oleh Evil Spirit ingin memotong jari wanita itu. Dia melompat sambil melayangkan tendangan miliknya.
Menendang!
Kughtt…! Erangan Evil Spirit.
Terhempas!
Evil Spirit itu terhempas cukup jauh dari Minji.
Do Yun mendekati Minji dan berkata kalau Minji tidak perlu takut lagi. Karena mereka datang untuk membantu. Dia meninggalkan Minji dan menuju ke tempat Evil Spirit itu tergeletak.
Do Yun adalah Evil Hunt yang memiliki daya serang paling kuat di antara team mereka.
Sesampainya ditempat Evil Spirit itu, Do Yun menghajar lagi tubuh yang dirasuki Evil Spirit tersebut. dia mengangkat tinggi dengan satu tangan miliknya, satunya lagi digunakan untuk memukul.
Memukul!
Memukul lagi!
Meninju muka!
Meninju Perut!
Tubuh milik Park Dong yang dirasuki Evil Spirit semakin babak belur.
Ji Ah tiba, dia berlari ke arah Minji dan merangkulnya serta memberikan ketenangan kepada Minji. Ji Ah memberitahukan kalau dia sudah tidak perlu takut lagi. Tetapi Minji tetap takut dan Shock. Minji jatuh pingsan.
Do Yun! Panggil Ji Ah. Do Yun melihat ke arah Ji Ah. “Cukup. Cepat keluarkan Evil Spirit itu.” ucap Ji Ah.
Do Yun mengeluarkan sebuah artefak. Artefak itu adalah sebuah kertas berwarna emas. Dia menempelkan kertas itu di dahi Park Dong.
Badan Park Dong bergetar!
Jiwa Evil Spirit mulai terhisap keluar. Disaat yang sama, Do Yun bermeditasi untuk menghubungi Roh yang mengontraknya, Do Yun memberitahukan kalau mereka mendapatkan jiwa Evil Spirit.
Setelah menghubungi Roh tersebut, terlihat sebuah Cahaya di atas mereka. Roh Evil Spirit yang keluar dari tubuh tersebut, terhisap lagi menuju ke cahaya itu.
Cahaya itu hilang!
Artinya Roh Evil Spirit berhasil diatasi.
Do Yun berdiri dan berjalan menemui Ji Ah. Do Yun memberitahu Ji Ah, Sepertinya Evil Spirit itu berada di level Satu. Ji Ah membalas, “Level satu?” Do Yun mengangguk. “Pantas saja kamu mudah mengalahkannya.” Sambung Ji Ah.
Tidak masalah, Iblis tetaplah Iblis. Balas Do Yun lagi.
Usai kejadian tersebut, Do Yun menghubungi polisi. Dia memberikan Alamat rumah yang terjadi perampokan serta kekerasan.
Mereka menunggu polisi datang tetapi mereka sudah tidak berada di dalam rumah itu. Bagaimana dengan Park Dong? Park Dong tetap dibiarkan disitu. Bagaimanapun juga, Park Dong memang berniat untuk mencelakai Minji.
Tidak lama kemudian orang tua Minji datang, mereka menangis melihat apa yang sudah terjadi. Setelah itu Minji dilarikan ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan di sana.
^^^To Be Continued…^^^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments