Tiga Jam berlalu.
Hari sudah malam, selama dua jam tersebut, Yoona tanpa sadar tertidur di sofa. Sedangkan Jung Yung tetap menjaga dirinya agar tidak tertidur. Dia mengkhawatirkan keselamatan Yoona dan sahabatnya Minji.
Di Ruangan tersebut, Jung Yung tidak lupa dengan kebiasaannya saat berada di sekolah. Diruangan itu, dia mengambil tempat duduk kecil dan duduk di dekat jendela. Penutup jendela itu terbuka karena dialah yang membukanya.
Cahaya bulan menyinari ruangan tersebut. Kini ruangan tersebut terlihat lebih indah akibat sinar bulan, ditambah seorang pria yang tampan sedang duduk menatap langit malam.
Sembari Jung Yung menatap langit malam, Yoona tiba-tiba terbangun dari tidurnya. Dia mengusap matanya, dia melihat ke sofa dimana Jung Yung, tetapi dia tidak melihatnya.
Sebelumnya, matanya belum bisa melihat dengan jelas karena pengaruh tidur, tetapi mengetahui Jung Yung tidak berada di tempatnya, matanya langsung terbuka lebar.
Dia berdiri dengan cepat untuk mencari Jung Yung, namun langkahnya terhenti ketika dia melihat Jung Yung sedang berada dekat dengan jendela bersebelahan dengan tempat tidur adiknya Minji.
Jung Yung memancarkan kharisma yang luar biasa hanya dengan pancaran Cahaya bulan. Yoona sebagai kakak Minji tercengang dengan ketampanan Jung Yung.
“Tampannya...” gumamnya pelan sambil melihat Jung Yung.
Yoona ingin memanggil Jung Yung terlebih dahulu, tetapi dia terlambat lima detik dari Jung Yung. Karena Jung Yung secara tidak sengaja memalingkan pandangannya dan dia melihat Yoona.
“Noona, kamu sudah bangun?” sapa Jung Yung sambil tersenyum manis kepada Yoona.
Ketampanan Jung Yung lebih meningkat dengan bersikap seperti itu. Yoona lagi dan lagi tersipu malu di hadapan Jung Yung.
“Jung…Yung.” Yoona terlihat kaku membalas sapaan Jung Yung. Dia bahkan mengangkat satu tangan miliknya.
Hari ini dia melihat tingkah Yoona yang sangat aneh, terkadang dia pemarah, terkadang juga dia kaku seperti ada hal yang disembunyikan.
“Noona, apa kamu menyembunyikan sesuatu dariku?” tanya Jung Yung karena ingin memastikannya.
“Tidak…tidak ada.” balas Yoona dengan santai. Dia pikir Jung Yung sudah mulai curiga dengan sikapnya.
“Baguslah. Kalau ada sesuatu yang bisa aku bantu, katakan saja padaku, tidak usah malu untuk meminta bantuanku.” ucap Jung Yung lagi dengan senyuman manisnya.
Senyuman manis Jung Yung yang dilengkapi wajah tampannya, membuat sikap Yoona menjadi kaku.
“Jung Yung, tolong jangan selalu tersenyum.” ucap Yoona kepada Jung Yung.
“Ada apa? Apa senyumku menakutkan bagimu Noona? Atau kamu tidak menyukainya? Kalau begitu maafkan aku.” balas Jung Yung kepada Yoona dengan perasaan yang tidak enak.
Sekarang Jung Yung tidak akan terlalu sering tersenyum kepada Yoona. Bahkan jawaban terakhirnya, dia tidak tersenyum. Dia menunjukkan wajah yang biasa-biasa saja, tetapi sayangnya, wajah yang Jung Yung tunjukkan kepada Yoona terlihat lebih cool (keren), dan itu dianggap lebih berbahaya dari senyumannya.
“Ini lebih berbahaya, bagaimana bisa tanpa senyum dia terlihat lebih keren.” pikirnya dalam benaknya setelah melihat Jung Yung saat ini.
Dia berubah pikiran, dia mempersilahkan Jung Yung tersenyum lagi, jika tidak, bisa-bisa dia tidak akan tertidur sampai pagi.
“Cukup jangan seperti itu lagi, lebih baik kamu tersenyum.” katanya lagi kepada Jung Yung.
Jung Yung mengangguk dan tersenyum.
Lagi-lagi perasaan Yoona menjadi tidak karuan. Hatinya bahkan bertanya-tanya apakah di masih seorang manusia? Bagaimana bisa terlihat sesempurna ini.
Tidak lama kemudian, suara ketukan pintu terdengar dari ruangan mereka.
Knock...knock...!
Yoona dan Jung Yung seketika langsung berpaling melihat ke arah pintu tersebut. Jung Yung berpikir mungkin itu adalah orang suruhan ayahnya yang akan menjaga Minji dan Yoona.
Berbeda dengan Jung Yung, Yoona berpikir kalau itu mungkin seorang pembunuh yang datang untuk membunuh adiknya.
Yoona Gemetaran!
Jung Yung melihat Yoona. Dimatanya Yoona terlihat sedang ketakutan, mungkin dia pikir kalau orang yang mengetuk pintu tersebut adalah seorang pembunuh.
Jung Yung berdiri dari tempat duduknya, dan dia berjalan menuju ke arah pintu tersebut. ketika dia lebih dekat dengan pintu itu, Yoona memegang tangan Jung Yung, dia menggelengkan kepalanya.
Dia memberitahukan secara tidak langsung kepada Jung Yung agar tidak membukanya. Jung Yung kembali melihat raut wajah Yoona. Matanya membesar dan keringat mulai bercucuran sedikit demi sedikit.
Jung Yung mendekatkan mulutnya ke telinga Yoona dan berkata “Jangan khawatir Noona, apa yang kamu takutkan, pasti tidak akan terjadi.” Dia menyakinkan Yoona.
Yoona melepaskan tangan Jung Yung, kemudian Jung Yung melanjutkan Langkah kakinya untuk mendekati pintu tersebut.
Jung Yung memutar gagang pintu!
Pintu Terbuka!
Terlihat seorang wanita muda berpakaian putih, cantik, manis dan imut. Wanita itu mengenakan Seragam kedokteran, bahkan ada nama di bagian kanan dadanya yang tertulis ‘Dokter Muda’.
“Permisi, aku datang untuk mengecek kondisi pasien.” ucap dokter muda tersebut kepada Jung Yung. wajahnya juga tersipu malu melihat Jung Yung.
Jung Yung mempersilahkan dokter tersebut masuk dan dia melihat Yoona, dokter tersebut sudah mengetahui Yoona, karena sebelum Jung Yung kemari, mereka sudah saling bertemu dan saling mengetahui, kalau Yoona adalah kakak dari pasien yang diperiksanya.
Wajah Yoona tidak menunjukkan kekhawatiran lagi ketika dirinya melihat yang datang adalah dokter yang selalu memeriksa adiknya.
Pada Saat yang sama, diluar ruangan kamar sebelah kiri mereka.
Roh Iblis yang mengambil tubuh Ahjussi dan membunuh nenek yang ada di depan kamar mereka sedang berdiri sambil mengunya jari manusia di dalam mulutnya.
Roh Iblis itu bahkan tersenyum saat mengunyah jari manusia tersebut. Dia juga menatap pintu yang terbuka itu. Karena jiwanya telah pulih, dia langsung mengetahui kalau jiwa yang sedang dia incar berada di ruangan tersebut.
Roh Iblis ini menginginkan jiwa Minji.
Tiba-tiba kepala Jung Yung merasa sakit lagi, dia memegang kepalanya. Yoona melihat Jung Yung memegang kepalanya, Yoona mendekati Jung Yung dan bertanya, “Jung Yung, kepala kamu kenapa lagi?”
Sayangnya Jung Yung tidak bisa mendengarkannya, karena saat ini dia merasakan keberadaan Roh Iblis di sekitar mereka.
“Iblis itu ada disini!” katanya di dalam hatinya dengan tegas.
Jung Yung melihat ke arah pintu, lalu dia berlari keluar dari ruangan itu kemudian memeriksa. Dia memandang ke kanan, tidak ada seorang pun. Kemudian dia memandang ke sebelah kiri, dia melihat seseorang sedang berdiri disitu sedang memakan sesuatu.
Orang itu adalah Ahjussi, tidak lebih tepatnya Roh Iblis yang sudah mengambil tubuh Ahjussi. Itu persis seperti yang ada di dalam ingatannya saat melihat dia membunuh nenek tersebut.
Roh Iblis dan Jung Yung bertatapan!
Roh Iblis menyapa Jung Yung dengan senyuman, “Hallo nak, kita bertemu lagi.” ucapnya dengan santai.
Saat ini, wajah Jung Yung sangat gusar melihat Roh Iblis yang berpura-pura menjadi Ahjussi. Dia menarik pintu ruangan tersebut, sesaat dia menarik pintu ruangan itu, dia berkata kepada Yoona. “Noona, apapun yang terjadi, jangan sampai kalian keluar dari pintu ini sebelum aku kembali.”
“Apa maksudmu?” tanya Yoona kepada Jung Yung.
Jung Yung mengangkat jari telunjuk yang ada di sebelah kirinya sebagai tanda agar dia tetap diam. Yoona menganggukkan kepalanya.
Wajah cemas Yoona kembali menyelimutinya.
**
Jung Yung mendekati Ahjussi itu dan dia membalas sapaan Ahjussi tersebut, “Hallo paman, apa yang membuat kamu datang kemari?” tanya Jung Yung dengan sikap pura-pura.
“Aku sedang menunggu seseorang.” balas Ahjussi itu.
“Temanmu? Anakmu? Atau istrimu?” tanya Jung Yung lagi.
“Wanitaku.” jawabnya dengan senyuman menakutkan.
Jung Yung langsung mengerti apa yang dimaksudkannya. Wanitaku? wanita tersebut adalah sahabatnya sendiri yakni Minji.
Ketika Jung Yung dan Ahjussi itu sedang bercerita, di atas kepala Ahjussi tersebut bertuliskan 'Evil Spirit’. Jung Yung memandang itu dengan jelas, dia memastikan kalau itu benar-benar sebuah tulisan.
Ahjussi itu melihat Jung Yung terus menatap kepalanya hingga membuatnya bertanya kepada Jung Yung, “Apa ada sesuatu di atas kepalaku?” Jung Yung membalas dengan menggelengkan kepalanya.
Sekarang, Jung Yung berpura-pura pamit kepada Ahjussi itu, “Paman, kalau begitu aku masuk dulu ya. Ada yang harus aku lakukan.” Dia berjalan menuju ke kamar pasien sahabatnya.
Paman itu memegang bahu Jung Yung. Jung Yung terhenti sejenak, paman itu mendekatkan dirinya lebih dekat dengan Jung Yung kemudian dia bertanya, “Apakah disitu sahabatmu dirawat. Diakan yang membuat kamu sedih?”
Jung Yung tersenyum kepada Ahjussi itu. “Awalnya kupikir begitu, tetapi sekarang tidak lagi.”
Jiwa Roh Iblis yang ada di dalam tubuh Ahjussi itu sangat kesal, dia menginginkan tubuh Jung Yung, dengan tubuh itu, pasti akan lebih mudah mendekati para jiwa-jiwa yang lain.
“Nak, apa kamu mau agar sahabatmu cepat membaik?” Roh Iblis itu memberikan tawaran kepada Jung Yung.
Jung Yung mengerti apa yang diinginkan Roh Iblis tersebut. Jung Yung meladeni permainan dari Roh Iblis itu.
“Aku mau, bagaimana caranya?” tanya Jung Yung dengan wajah yang polos.
Diam-diam Roh Iblis tertawa. Kekeke…! “Akhirnya aku bisa mendapatkan tubuh yang lebih baik.” ucapnya di dalam tubuh Ahjussi itu.
“Kalau begitu kamu ikut aku.” Dia meminta Jung Yung untuk mengikutinya.
Jung Yung mengangguk dan dia berjalan mengikut Ahjussi tersebut. Ahjussi tersebut membawa Jung Yung melewati tangga darurat yang ada di rumah sakit. Tangga tersebut jarang digunakan karena melelahkan.
Mereka melewati tangga itu. Tangga-tangga itu berputar-putar, jadi cukup membuat banyak orang akan pusing ketika mereka melewati tangga ini.
Satu Putaran terlewati.
Dua Putaran.
Tiga Putaran.
Pada putaran ketiga, Ahjussi itu berhenti. Jung Yung bertanya kepada Ahjussi kenapa mereka berhenti? Jawaban Ahjussi itu, kalau cara untuk menyembuhkan sahabatnya tersebut ada disini.
Jung Yung berpura-pura bingung. Dia bertanya-tanya lagi dimana obatnya atau dokter yang akan menangani sahabatnya? jawaban Ahjussi itu tidak ada, cukup dirinya sendiri bisa menyembuhkan sahabatnya itu.
“Lalu bagaimana caranya?” tanya Jung Yung.
“Kamu hanya perlu menutup matamu.” balas Roh Iblis itu dengan memberikan sebuah perintah kepada Jung Yung.
Jung Yung melakukannya, tetapi dia tidak menutup kedua matanya, dia hanya menutup mata sebelah kirinya.
Dan ketika menutup matanya, pukulan Jung Yung melayang ke wajah Ahjussi tersebut.
Dhuak…! Suara indah terdengar dari pukulan Jung Yung mendarat di wajah Ahjussi dengan tepat.
Arght…! Teriak Ahjussi itu sambil memegang mukanya.
“Ada apa denganmu? Kenapa kamu memukulku?” tanya Ahjussi itu sambil berpura-pura tidak tahu apa yang terjadi.
Jung Yung tersenyum licik. “Bukankah kamu yang membunuh nenek tua yang ada di depan kamar sahabatku.”
“Apa maksudmu?” tanya lagi Roh Iblis itu yang berada di dalam tubuh ahjussi dengan sikap kepura-puraan.
“Ahjussi yang membunuh nenek itu bukan? Kamu tidak mau mengakuinya? Ataukah harus aku panggil dengan sebutan, Roh Iblis!” kata Jung Yung sambil tertawa di hadapan Ahjussi itu.
Mata Ahjussi itu langsung terbuka lebar. Roh Iblis di dalam tubuh Ahjussi itu terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh anak muda tersebut.
“Kamu…kamu mengetahui siapa aku?” tanyanya dengan wajah yang panik.
“Tentu saja. Sangat jelas bahkan.” jawab Jung Yung lagi sambil melayangkan pukulannya.
Pukulan Jung Yung sangat cepat!
Dhuak…!
Bug..!
Roh Iblis yang ada di dalam tubuh Ahjussi berusaha menahan pukulan-pukulan itu. Pukulan-pukulan tersebut sangat cepat, bahkan dia sebagai Roh Iblis sulit untuk melihat kecepatan pukulan itu.
“Sebelah kanan kepalamu Iblis Bajingan!” ucapnya sambil mengarahkan pukulan persis seperti apa yang dia katakana.
Arght…! Erangan Roh Iblis yang ada di tubuh Ahjussi tersebut. Dia telah berusaha menahan pukulan Jung Yung, tetapi pukulan tersebut tetap mengenai kepalanya.
Tubuh Ahjussi itu sudah tidak kuat lagi. Tubuh yang dimasuki Roh Iblis tersebut sudah cukup tua untuk menahan serangan-serangan kuat seperti serangan Jung Yung.
Urght..!
Bug…!
Urght..!
Jung Yung menghajar tubuh Ahjussi itu tersebut seperti karung pasir yang digunakan para petinju untuk melatih tinju mereka.
Thwack..! Jung Yung menendang badan Ahjussi itu. Tendangan Jung Yung sangat kuat hingga membuat tubuh Ahjussi itu tidak bisa berdiri.
Tubuh Ahjussi tersebut terkapar di lantai. Jung Yung membungkukkan badannya, dia memegang rambut Ahjussi itu kemudian mengangkatnya.
Jung Yung bisa mengangkat badan yang sedikit besar darinya. Tubuhnya berotot, tinggi badannya berada di sekitar 180 cm. Itu ukuran badan yang besar bagi seorang pria yang masih berumur 17 Tahun.
Wajah Ahjussi itu bengkak dan berdarah. “Ka…mu…ternya…ta..bukan..pemu…da…bia..sa…” ucap Ahjussi itu terbata-bata karena sulit berbicara.
Mendengar itu, Jung Yung meremas rambut Ahjussi itu dan memukulnya sekali lagi.
Dhuak…! “Ini untuk nenek yang kamu bunuh!”
Dhuak…! “Dan ini untuk sahabatku yang kamu inginkan!” Jung Yung memukul dengan keras pada bagian ini, dia bahkan menambah pukulannya dengan kuat.
Kreak…! tengkorak mulut Ahjussi retak.
^^^To Be Continued…^^^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments