Setelah para Evil Hunt pergi. Jung Yung masih diam terduduk di sebelah pintu kamar ruang perawatan sahabatnya Minji. Dia duduk sambil melipatkan kedua kakinya, dan menggaruk salah satu kuku yang ada di tangannya.
Hal itu dia lakukan karena dia terus teringat dengan perkataan Roh Iblis yang mengatakan kalau dia sekarang adalah seorang pembunuh.
Jung Yung berusaha untuk menguatkan hatinya dengan cara memikirkan apa yang akan terjadi jika dia tidak memulai perkelahian dengan Roh Iblis tersebut, mungkin sekarang sahabatnya Minji dan Kakaknya Minji yaitu Yoona akan mengalami bahaya.
Jika itu terjadi, kejadian itu akan menghantui dan menyalahkan dirinya karena tidak mampu menjaga sahabatnya Minji beserta dengan Yoona, kakak Minji.
Sementara itu, di dalam ruangan perawatan Minji.
Sambil duduk, Yoona sedang menunggu dengan penuh kekhawatiran. Yoona sedang berpikir apa yang terjadi dengan Jung Yung? kenapa dia belum kembali setelah berpamitan tadi? Ini sudah satu jam berlalu.
Wajah cemas Yoona terlihat di wajahnya. Yoona terlihat cantik ketika dia sedang mencemaskan seseorang. Semakin cemas, dia berdiri dan berjalan sambil memutari tempat duduk yang ada di ruangan tersebut.
Selagi dia sedang mencemaskan Jung Yung, tiba-tiba terdengar suara dari ranjang ruangan itu memanggilnya dengan sebutan Noona. “Noona,..” suara pelan terdengar. Yoona diam sejenak, dia berpikir sepertinya dia mendengarkan sesuatu.
Dia memasang telinganya dengan baik untuk mendengar suara itu lagi. Tidak lama kemudian, suara itu terdengar lagi, “Noona,..” kali ini suara panggilan itu disertai dengan jari tangan yang bergerak di atas ranjang.
Yoona sebagai kakaknya Minji, tentu saja mengetahui suara adiknya yang lucu, cantik dan imut itu. Dia melirik ke ranjang Minji, dan melihat kalau adiknya sudah sadarkan diri. Sangking senangnya, dia tidak bisa menahan teriakannya, “Kyaa..adikku!” teriaknya dengan kencang sambil berjalan dengan cepat ke arah Minji.
Yoona memeluk Minji dengan kedua tangannya.
Sambil memeluk adiknya, Yoona tidak bisa menahan haru tangis kebahagiaan darinya. Dia mencurahkan air matanya kepada Minji sambil berkata, “Aku…aku kira kamu tidak akan sadarkan diri lagi. Dokter mengatakan kamu baik-baik saja, tetapi selama beberapa hari ini, kamu tidak sadarkan diri. Itu membuatku takut…” dengan suara yang kecil terdengar, akhirnya Yoona bisa melepaskan kekhawatiran terhadap adiknya.
Selam ini Yoona berpura-pura untuk menjadi seorang wanita yang kuat. Dia mengkhawatirkan adiknya Minji. Sementara di sisi lain, dia juga mengkhawatirkan Jung Yung, seorang lelaki yang mungkin sekarang ini telah menjadi sosok yang dia cintai.
Minji melihat Noonya yang sedang menangisi dirinya. Dengan mata yang sedikit tersadar, dia juga tidak bisa menahan tangisnya melihat tingkah laku noonanya. Minji meneteskan air matanya untuk noonanya,“Te…nang saja. Aku baik-baik saja sekarang,..” ucapnya dengan pelan kepada Yoona kakaknya.
Yoona mendengar itu, dan dia mengangkat wajahnya sedikit lebih tinggi dan menatap adiknya tersebut. Yoona mengelus dahi adiknya dengan senyuman manis di wajahnya sambil membalas perkataan adiknya, “Noona mengerti.” Setelah mengucapkan itu, dia menyuruh adiknya agar segera beristirahat untuk menjaga kesehatannya.
**
Pada teriakan Yoona tadi ketika melihat adiknya Minji sadar, Jung Yung sedang memikirkan untuk menguatkan hatinya dan membenarkan apa yang dia lakukan, Jung Yung mendengar teriakan yang kuat itu, tidak menunggu lebih lama, dia langsung berdiri dan memutar gagang pintu tersebut.
Pada saat dia memutar gagang pintu itu, dia sedang berpikir kalau sesuatu yang buruk telah terjadi di dalam sana, namun pikirannya salah. Ketika dia ingin memanggil Noona Yoona, dia melihat kalau Yoona sedang memeluk adiknya.
Jung Yung terdiam ketika dia melihat suasana itu, dia memperhatikan apa yang terjadi pada mereka. Dia sendiri merasa lega dan bersyukur kalau sahabatnya tersebut telah sadarkan diri. Karena tidak ingin mengganggu suasana antara kakak beradik, dia kembali keluar dan menutup pintu itu lagi. Dia memutuskan untuk menunggu di depan pintu.
Beberapa saat kemudian, Miji kembali tertidur. Yoona memberitahukan ayahnya mengenai Minji lewat panggilan telepon. Mendengar berita itu, Ayah dan Ibu mereka menangis dalam panggilan tersebut. Mereka juga mengatakan kalau mereka akan segera pergi ke rumah sakit, namun tidak diizinkan oleh Yoona, bukan karena dia melarangnya, dia meminta ayah dan ibunya datang pada besok hari, karena sekarangpun Minji sudah kembali beristirahat.
Ayah dan Ibunya mengerti apa yang dimaksudkan oleh anak mereka Yoona. Mereka mengiyakan mengenai hal tersebut. Yoona juga bertanya mengenai orang yang akan menjaga mereka, ayahnya memberitahukan kalau sedikit lagi mereka akan sampai, jadi tunggu saja. Yoona merasa senang, dan dia berterima kasih kepada ayahnya. Ayah dan Ibunya juga berterima kasih kepada Yoona karena bersedia menjaga Minji.
Panggilan antara mereka diakhiri.
Lima Menit kemudian, orang suruhan ayahnya untuk menjaga mereka telah sampai dan kini mereka sedang berada di depan pintu masuk ruangan pasien VIP atas nama Minji.
Jung Yung menghadang orang-orang itu. Ada sekitar lima orang yang dihadang oleh Jung Yung, karena terlihat mencurigakan, dia bertanya kepada lima orang tersebut.
“Apa yang ingin kalian lakukan disini?” tanya Jung Yung sambil mendekatkan kepalanya kepada salah satu diantara mereka.
“Kami disini untuk menjaga majikan kami,” jawab orang tersebut kepada Jung Yung dengan wajah yang tegang.
“Aku tidak akan mempercayainya begitu saja,” balas Jung Yung dengan senyuman licik.
Orang-orang tersebut berpakaian baju berwarna hitam putih dilengkapi dengan sebuah jas berwarna hitam sambil membawa barang di tangan mereka masing-masing.
“Nak. Kalau kamu tidak ingin terluka, lebih baik kamu pergi dari sini!” jawab orang tersebut kepada Jung Yung dengan wajah yang marah.
Jung Yung menyeringai setelah mendengar perkataan itu. Jung Yung mundur selangkah kebelakang, dan dia mengangkat tangan kanannya, lalu menggerakan kelima jarinya untuk menantang mereka.
“Kemarilah, kalau mau kalian begitu,” ucap Jung Yung dengan penuh percaya diri.
Orang yang ada di depan Jung Yung menjadi gusar, dia meminta teman-temannya untuk memegang barang bawaannya. Kemudian dia membunyikan kepalanya ke kiri dan ke kanan sambil bergaya akan segera memukul Jung Yung.
“Anak muda, jangan salahkan aku,” ucap orang tersebut kepada Jung Yung, dan langsung mengarahkan pukulannya kepada Jung Yung.
Pukulan dari orang tersebut disambut dengan senyuman oleh Jung Yung. Jung Yung berhasil menghindari pukulan pertama itu.
“Aku suka gayamu, boleh juga.” ucap lagi orang itu sambil mengatur posisi agar bisa menyerang Jung Yung lagi.
Teman-temannya yang lain memasang wajah yang ceria melihat adanya pertandingan setelah mereka sampai disini. Bahkan teman-temannya memberikan dukungan agar segera memukul wajah anak sombong itu.
Pertarungan mereka yang sebenarnya dimulai. Orang itu memukul Jung Yung memakai kedua tangannya dengan cepat. Jung Yung sekali lagi mampu menghindarinya, kali ini orang itu memukul dengan gaya yang berbeda.
Dia menendang Jung Yung dengan kaki kanan-nya, sambil melayangkan pukulan melalui tangan kirinya.
Dhuack…! Pukulan itu mengenai Jung Yung, tetapi sayangnya pukulan itu mampu ditahan oleh Jung Yung dengan posisi yang sama, yaitu dengan kaki kanan dan juga tangan kiri miliknya.
Orang itu tertawa. Dia tersenyum. Dia merasa bahagia karena bisa menemukan lawan yang mampu menahan serangan nya. Kemudian dia memperingati Jung Yung, kali ini akan menjadi berbeda seperti pukulan yang tadi.
Orang tersebut mengepalkan tangannya, urat yang ada di tangannya terlihat. Pukulan yang akan dia berikan kepada Jung Yung kali ini sangat kuat.
Jung Yung melihat kepalan tangan itu sambil berkata dalam benaknya, “Pukulan itu bukanlah omong kosong, dia seorang terlatih.” ucapnya. Tetapi dia tersenyum, jika berbicara pelatihan, Jung Yung juga selalu berlatih akan bisa menjadi kuat untuk dirinya sendiri.
Sekali lagi, Jung Yung mengangkat tangan kanannya, dan memanggil orang yang akan memukulnya dengan kelima jarinya.
Orang itu langsung memukul Jung Yung dengan keras. Pukulan itu melayang ke arah Jung Yung, Jung Yung berhasil menghindarinya dengan mundur selangkah ke belakang.
Namun pukulan itu tidak berhenti disitu saja, pukulan yang sama melayang ke arah Jung Yung dengan tangan yang berbeda, juga kali ini semakin cepat.
Jung Yung menghindari semua pukulan itu sambil mengundurkan langkahnya, lalu menunduk, kemudian menyamping.
Kali ini Jung Yung tidak memiliki ruang untuk menyerang balik, dia terpojok di dinding rumah sakit itu. Orang yang memukul Jung Yung semakin tersenyum lebar melihat Jung Yung sudah terpojok.
Teman-teman orang itu bahkan berkata, “Habislah ini. ini adalah akhir baginya.” kata mereka dengan wajah yang penuh percaya diri soal anak muda yang ada di depan mereka.
Jung Yung menyeringai lagi saat dia terpojok. Kali ini dia menurunkan kepalanya sampai pada posisi perut orang yang sedang memukulnya.
Dia melihat perut orang tersebut, “Skak Mat!” katanya sambil tersenyum.
Jung Yung memukul dengan cepat perut orang itu. Dia memukul pada bagian ulu hati manusia, dan menggantinya dengan tulang rusuk sebelah kiri dan kanan.
Dhuack…!
Dhuack…!
Arght…! Urght…! Erangan kesakitan orang tersebut setelah Jung Yung menghajar bagian itu.
Sekarang Jung Yung memiliki kemampuan yang bisa merasakan Roh Iblis, dari kemampuan tersebut, membuatnya semakin kuat, bahkan lebih kuat dari orang biasa.
Teman-teman dari orang tersebut langsung memasang muka yang berbeda, mereka terheran-heran kalau kapten mereka akan kalah. Ternyata orang yang sedang bertarung dengan Jung Yung adalah kapten mereka.
Urght…!
Erght…!
“Bagaimana? Menyenangkan bukan,” ucap Jung Yung dengan sorot mata yang tajam.
Jung Yung terus menerus memukul bagian itu hingga sampai pada bagian (Upper Cut), sebuah pukulan yang memukul rongga mulut melalui dagu.
Dhuack…! Pukulan terakhir itu langsung membuat orang tersebut jatuh pingsan.
Setelah mengalahkan orang itu, Jung Yung bertanya kepada teman-teman dari orang itu. “Apakah ada yang lain?” sambil menatap mereka dengan tajam. Orang-orang itu menggelengkan kepala mereka.
Tidak lama kemudian, Yoona keluar dari ruangan itu. Yoona melihat kalau Jung Yung sedang di hadapannya.
Dia memeluk Jung Yung dari belakang, dan berkata, “Kamu dari mana saja. Aku sangat mengkhawatirkanmu.” ucapnya dengan nada yang penuh kecemasan.
“Aku baik-baik saja Noona,” balas Jung Yung sambil memegang tangan Yoona.
Orang-orang datang itu sambil membawa barang melihat Yoona, mereka membungkukkan badan dan menyapa Yoona. “Kami menyapa Nona.”
Jung Yung langsung terkejut. Ternyata mereka benar-benar orang-orang suruhan dari ayah Yoona. Jung Yung menelan ludahnya dan langsung berpaling menghadap Yoona.
“Noona, aku minta maaf. Aku salah paham,” ucap Jung Yung sambil melipatkan kedua tangannya ke arah Yoona.
Yoona kebingungan, “Apa maksudmu?” tanya Yoona lagi. Tetapi ketika dia bertanya, dia melihat seseorang yang dia kenal tergeletak di lantai.
Dia berjalan dan melihat lebih dekat. Lalu dia memanggil, “Kapten? Apa yang terjadi dengannya?” tanya Yoona kepada orang-orang itu.
Mereka melihat Yoona dan lihat juga ke arah Jung Yung. Yoona melihat ke arah Jung Yung, Jung Yung tersenyum bersalah sambil menggaruk pipinya.
Dari situ Yoona langsung memahami situasi yang sedang terjadi. “Jadi seperti itu, aku mengerti. Aku bahkan tidak menyangka kapten berhasil dikalahkan.” katanya dengan wajah kebingungan.
Dia tidak menyangka kalau seni bela diri milik Jung Yung lebih hebat dari kapten penjaga mereka. Yoona memaafkan kejadian tersebut, dan menyuruh anggota lain untuk memindahkan kapten mereka kedalam. Mereka melakukan apa yang diperintahkan Yoona.
Dan mengenai Jung Yung, Yoona tersipu malu karena telah memeluknya. Dia tidak tahu harus berkata apa kepada Jung Yung. Namun, Jung Yung mengetahui apa yang membuat Yoona seperti itu, yaitu kekhawatiran yang berlebihan.
Jung Yung mendekatkan badannya, kemudian dia memeluk balik Yoona. Jung Yung menyandarkan kepala Yoona di dadanya, Yoona semakin malu, tetapi juga bahagia.
“Terima kasih karena sudah mengkhawatirkan ku.” ucap Jung Yung dengan lembut.
^^^To Be Continued…^^^
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 26 Episodes
Comments