Kita

Seorang gadis manis yang sedang memandangi wajahnya yang sangat berseri di balik cermin serasa dia akan membuka harinya untuk selalu tersenyum. Suasana hatinya sudah kembali baik.

"Setiap luka pasti ada obatnya, setiap ada Cassi ada Kak Reland di sampingnya." Ucap lirih Cassi yang meninggalkan kamarnya untuk menemui keluarga kecilnya.

Berhari-hari Cassi bolak-balik rumah sakit akhirnya Sanjaya sudah keluar dari rumah sakit, inilah penyebab Cassi yang sangat bahagia karena untuk sekian lamanya dia dapat berkumpul dengan keluarga kecilnya itu. Bahkan Sanjaya sangat bangga dengan Cassi ketika dia sadar anak perempuan satu-satunya ini menyuapinya makan dan membantu membersihkan tubuhnya. Selain itu, dia juga meminta maaf atas sikapnya saat ini yang masih sering kekanak-kanakan.

"Ayah,Bunda, dan Kak Arza jelek. Selamat Pagi!" Sapa Cassi ceria yang berjalan ke meja makan dengan senyuman yang tidak pudar.

"Sudah kembali gilanya." Jawab Arza.

"Masalah buat Kak Arza." Jawab Cassi kembali sedangkan Rani dan Sanjaya hanya bisa geleng-geleng melihat kedua tingkah anaknya ini.

"Pagi sayang, sudah makan dulu Ayah lapar sekali. Rasanya sudah sangat lama tidak berkumpul." Ucap Sanjaya.

"Ayah kan baru keluar dari rumah sakit. Kenapa langsung kerja mending istirahat dulu biarin Kak Arza yang mengurus kantor" Ujar Cassi yang sedang mengambil piring.

"Ayah tidak suka diam dirumah, Ayah sudah sehat jadi tidak usah khawatir." jawab Sanjaya

"Iya sayang, banyak hal yang harus diurus. Kakak masih belajar jadi Ayah mau mengajarkan urusan kantor padanya." Tambah Rani yang dibalas anggukan oleh Cassi.

Dan lagi, Cassi akan di rumah sendirian hal ini dikarenakan semua penghuni rumah memiliki kesibukan sedangkan Cassi yang sedang menikmati tanggal merah sendirian di rumah. Dengan sikap tengilnya mengelilingi rumah dari menyapu, mengepel, membersihkan kamar, dan menyiram tanaman di depan rumah.

"Menyimulasikan jadi istri orang, ternyata jadi Bunda letih juga. Bangun pagi gosok gigi bersih rumah lalu tidur lagi~." Ucap Cassi yang duduk di ruang tamu dengan memberikan alunan setiap katanya.

Handphonenya berdering menandakan ada panggilan masuk.

"Iya kak? Kenapa?" Tanya Cassi semangat karena itu adalah Reland.

"Sekarang, tunggu aku siap-siap dulu." Jawab Cassi bergembira.

Sedikit merasa lega, karena Reland mengajaknya ke suatu tempat yang tak disebutkan Reland kemana tujuannya. Akan tetapi, Cassi segera bergegas mengganti baju dan merias wajahnya senatural mungkin. Cassi sendiri itu sudah cantik jadi tak perlu menggunakan riasan yang berlebihan. Sampai dia melupakan satu hal yang penting, dia belum mandi. Astaga sudah tidak ada waktu, dia hanya membersihkan seadanya.

Relandpun datang dan menunggu Cassi di depan gerbang. Cassi keluar dengan pakaian yang tetap sederhana namun terdapat sedikit perubahan yang membuat Reland sedikit kagum padanya. Rambut gaya layer dengan soft bangs menambah nilai elegan yang mahal, sangat manis.

"Hai Kak, bagaimana penampilan aku hari ini?" Tanya Cassi melebarkan senyumnya yang menghampiri Reland.

"Hm, biasa saja, kenapa ada yang beda?" Tanya Reland balik.

"Sama saja, ayo berangkat" Ucap Cassi dengan nada lesu namun Reland sedikit menahan senyumnya melihat Cassi yang kesal akan perkataannya.

"Naik." Ujar Reland.

Relandpun memberhentikan Cassi di sebuah tempat yang terlihat sepi,banyak pepohonan yang membuat Cassi sedikit takut. Ini bukan danau yang biasanya dia bermain dengan sahabatnya. Dia mengurungkan langkahnya sejenak. Reland tidak ingin berbuat yang tidak baik kan.

"Kak kenapa tempatnya sepi, jangan aneh-aneh ya. Aku masih polos." Ucap Cassi.

"Pikiran kamu sempit sekali, siapa juga yang mau aneh-aneh." Jawab Reland.

"Iya siapa tahu isi hati seseorang, kita itu harus sering waspada Kak." Ujar Cassi lagi.

"Waspada terus, ayo ikuti langkah aku. Hati-hati jalannya." Jawab Reland dan Cassi hanya bisa mengikuti langkahnya.

Tapi yang benar saja ketika Reland mengajaknya masuk ke dalam tempat yang menyerupai hutan itu terdapat tempat yang sangat indah. Rasanya sangatlah sejuk dan terdapat sebuah danau kecil di sana. Ternyata Cassi belum pernah ke sini padahal tempatnya tidak terlalu jauh dari sekolahnya. Bagaimana dia dan sahabatnya tidak tahu tempat ini, mungkin karena terlalu nyaman dengan danau sebelah.

"Tempat ini adalah tempat yang sangat bermakna. Awal dari semuanya dan disini juga aku ingin mengawalinya kembali." Jawab Reland yang kemudian duduk dipinggir danau dan Cassi pun mengikuti gerak-gerik Reland.

"Maksudnya gimana Kak?" Tanya Cassi yang tidak mengerti.

"Dulu ini tempat bermain aku sama Raya dan tempat pertemuan awal sampai aku jadian sama Raena. Di sinilah kisah itu berawal. Tapi semenjak Raena pergi tanpa kabar aku sama Raya sudah jarang lagi kemari sama sekali. Dan bahkan tempat ini asing untuk diingat kembali." Reland yang menceritakan kisahnya.

"Jadi bisa dibilang ini tempat masa lalu bermakna. Lalu kenapa Kak Reland ajak aku ke sini? " Tanya Cassi yang memandangi danau.

"Sebenarnya aku punya tujuan ajak kamu ke sini." Ujar Reland.

"Tujuan?" Tanya Cassi.

Cassi pun terdiam melihat Reland yang hanya memandanginya dengan tatapan datar. Disisi lain, Cassi tak nyaman dengan tatapan Reland.

"Kenapa liatin akunya seperti itu, ada yang salah di muka aku Kak." Ujar Cassi yang menutupi gugupnya.

"Kamu dengar kata-kata aku ini, aku mau serius." Tutur Reland yang mendekat ke Cassi duduk.

Cassi terpaku melihat Reland dari dekat, tatapannya begitu dalam. Dia tidak kuat bagaimana jika tiba-tiba serangan jantung, badannya gemetar menahan gugup yang bertubi-tubi.

"Jujur, aku bukan tipe cowok yang romantis, aku tidak tahu caranya mengungkapkan perasaan dengan benar tetapi ini yang aku rasakan saat ini." Ucap Reland memberi jeda.

"Aku tidak paham Kak." Ucap Cassi.

"Cassiopeia seperti nama kamu yang indah, semua tentang kamu pun menyenangkan. Aku sayang sama kamu" Ujar Reland yang langsung tanpa basa-basi lagi.

Cassi mengalihkan pandangannya ke arah langit, bingung dan mencerna kalimat yang sedikit namun sangat membuat Cassi terdiam.

"Kamu mau diam saja, aku menunggu jawaban kamu Cass." Ujar Reland yang tiba-tiba membuat Cassi melihat ke arahnya lagi.

"Maaf Kak aku bingung mau jawab apa, itu maksud Kakak suka sama aku begitu kan?" tanya Cassi namun Reland tak habis pikir dalam keadaan seperti ini, Cassi malah tidak mengerti maksudnya.

"Kamu benar tidak mengerti maksudnya?" Tanya Reland balik.

Cassi menggelengkan kepala tidak mengerti, definisi sayang oleh Cassi bukankah sudah biasa. Harus bagaimana dia mengartikannya. Semua orang bisa saling sayang lalu jawaban apa yang Reland inginkan. Hening kemudian, namun Relandpun membuka pembicaraan kembali.

"Maksudnya aku suka sama kamu Cass, mau jadi kekasihku?"

"Oh, itu maksudnya tidak bilang dari tadi. Sebentar tadi bilang apa Kak? Pacaran maksudnya?" Tanya Cassi dengan menaikkan satu alisnya.

"Mau tidak?" Tanya Reland yang sudah kesal dengan kelambatan Cassi.

Cassi pun menundukkan kepalanya, pipinya merona karena tersipu dengan ucapan Reland. Bagaimana mau menolak, pasti menerima dengan senang hati.

"Tidak bisa menolak." Jawab Casii menatap Reland.

Reland tersenyum ke arahnya mendengar jawaban itu. Akhirnya mereka menjalin hubungan sebagai pasangan kekasih. Cassi berpikir dia akan sering terkena serangan darah tinggi karena setiap hari bakalan melihat senyuman maut Reland, tidak ada obatnya.

Matahari sebentar lagi terbenam, Reland telah mengantar Cassi pulang. Ternyata di rumah, Arza juga sudah pulang dari kantor.

"Dari mana kamu, senyum-senyum kayak orang tak waras?" Tanya Arza.

"Dari mana saja yang penting hatiku senang." Jawab Cassi duduk di samping Arza di ruang tamu.

"Mencoba kembali ku ketuk pintu hati, setelah kutanyakan padanya untuk menetapkan namamu di hatiku di saat itulah namamu terukir di dalamnya. Aku berharap nama itu selalu jelas dan takkan pernah pudar meskipun banyak penghapus yang memasukinya dan sampai akhirnya sang waktu sebagai pemisahnya." Ucap Reland membatin di jalan pulangnya.

Terpopuler

Comments

YouTube: hofi_03

YouTube: hofi_03

Reland aku gk di ajak jalan2 jg 🥲 lagi galau jg ini 😭

2023-10-13

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!