Di malam hari yang sunyi ditemani suara lagu yang mewakili perasaan hati. Dia hanya bisa tersenyum manis menatap langit yang dipenuhi ribuan bintang dan satu bulan.
"Jadi seperti ini rasanya punya pacar, tidak kesepian lagi ada teman di ajak jalan, senangnya." ucap Cassi pada dirinya yang memandangi layar handphonenya.
Namun tak lama Cassi memeriksa akun media sosialnya. Cassi terkejut melihat postingan yang baru beberapa menit diunggah oleh seorang pria yang di pujanya. Terlihat fotonya ada di sana, rasanya benar-benar diakui. Senyumnya semakin merekah tak karuan.
"Astaga, ini kan waktu di danau tadi. Kapan Kak Reland ambil fotonya? Beruntungnya mukaku tidak terlihat jelas" Ujar Cassi yang melihat fotonya itu.
Sudah lama Reland dan Cassi saling mengikuti. Meskipun yang pertama kali Cassi yang mengikutinya itu bukan karena keinginannya. Sahabatnya yang mempunyai berbagai cara untuk mendekatkan Cassi dengan Reland walaupun nyatanya mereka bisa seperti ini karena waktu. Pernyataan benci jadi cinta sepertinya tidak selalu salah.
"Kak, fotonya bagus itu siapa?" Tanya Cassi pura-pura tidak tahu mengirim pesan ke Reland.
Mereka pun saling mengirim pesan dan tak lama Reland menelponnya. Biasanya biasa saja sekarang melihat namanya di layar handphone saja sudah membuat Cassi salah tingkah.
"Halo, iya Kak?" Tanya Cassi mengangkat telepon.
"Sudah malam, cepat tidur jangan bedagang." Perintah Reland.
"Belum mengantuk Kak, sebentar lagi kayaknya." Jawab Cassi.
"Harus dipaksa tidur sekarang, besok pagi aku jemput." Ucap Reland dan memutuskan sambungan telponnya.
Hanya mengingatkan untuk tidur lebih cepat. Pacarnya memang langka padahal melalui chat saja bisa tidak perlu menelpon itu pikiran Cassi. Padahal di lain tempat itu hanya alasan Reland saja untuk mendengar suara Cassi sebelum dia tidur. Pemikiran mereka berdua sangat berbeda semoga saja hubungannya bisa bertahan lama.
"Padahal dikira mau mengobrol ternyata cuma memberi perintah untuk segera tidur. Bagaimana romantisnya Kak Reland ya, apa aku salah punya pacar? Cukup-cukup Kak Reland itu sempurna siapa lagi yang bisa mencairkan hatinya kalau bukan aku." Ujar Cassi membanggakan dirinya.
Tak lama, handphonenya kembali berdering menandakan ada pesan masuk. Dan tak salah lagi masih dengan pria yang sama dan ucapan yang maksudnya sama saja.
"Jangan tidur larut malam tidak baik untuk kesehatan. Selamat Malam." Ucap Cassi membaca pesan tersebut kemudian merebahkan tubuhnya dikasur untuk tidur.
Di pagi hari Cassi sudah sibuk merapikan kamarnya kemudian mandi bersiap untuk berangkat sekolah bersama Reland. Dan benar saja Reland menjemputnya sangat pagi.
"Pagi Bunda, Ayah, dan Kak Arza yang tidak pernah tampan. Cassi langsung berangkat ya soalnya sudah di jemput teman Cassi." Ucap Cassi berpamitan.
"Iya sayang, coba makan dulu. Teman kamu sudah di depan?" Tanya Rani.
"Iya Bunda, sudah menunggu di depan." Jawab Cassi sembari mencium kening Rani.
"Suruh sarapan bareng temanmu itu Cass masih pagi juga ini, pasti Kakak kelas kamu itukan" Ucap Arza sambil memberikan nada sindiran.
"Nanti saja Kak, bilang saja Kakak senang tidak mengantarku lagi." Balas Cassi.
Setelah itu, Cassi berpamitan dan melangkahkan kakinya keluar. Terlihat Reland yang sangat rapi dan tidak lupa dengan ketampanannya yang maksimal masih membuat Cassi tidak percaya bahwa dia adalah kekasihnya.
"Dari tadi kak?" Tanya Cassi.
"Barusan, ayo naik." Titah Reland.
Cassi menuruti perintah Reland, di sepanjang jalan belum ada yang membuka topik sehingga membuat Cassi sedikit berpikir mencari topik pembicaraan.
"Kak, kemarin yang posting di akun Kakak beneran aku ya? Kenapa seperti orang lain?" Tanya Cassi basa-basi karena tidak tahu mau memulai membicarakan apa.
"Maunya memang siapa, kamu lah itu. Aku tidak sembarang posting di media sosial dan jangan harap aku posting sampai wajah kamu kelihatan, aku tidak suka." Jawab Reland sembari menjelaskan.
"Kenapa? Nanti cewek lain yang Kakak unggah." Tanya Cassi lagi.
"Aku tidak suka wajah kamu jadi konsumsi publik." jawab Reland.
Cassi pun mengangguk mengerti, banyak hal yang memaksanya harus mengerti Reland agar hubungannya bertahan lama. Sesampai di sekolah, banyak sepasang mata yang memandang tidak suka akan kebersamaan mereka, sedikit membuat Cassi tidak nyaman dengan pagi itu.
Tidak berhenti diperhatikan, langkah Cassi dari gerbang hingga menuju kelas. Dia sangat mengerti meskipun hubungannya baru diketahui oleh keduanya tetapi Reland mengunggah foto wanita siapa lagi jika bukan Cassi. Selama ini baru dia yang dekat dengan Reland.
"Kenapa kamu tidak nyaman? Jangan diperhatikan fokus saja ke depan." Ucap Reland menenangkan dan di balas dengan anggukan oleh Cassi.
Dan tibalah di kelas Cassi yang langsung ditarik ketiga sahabatnya dengan penuh dengan tatapan tanya.
"Tumben bertiga datang pagi." Ucap Cassi yang sedikit terkejut melihat ketiga sahabatnya sudah berkumpul.
"Tumben? Tentu untuk hari ini khusus kami bertiga harus datang lebih pagi. " Jawab Tasya menatap Cassi curiga.
"Kenapa tatapan kalian seperti itu, ada apa?" Tanya Cassi.
Sontak terkejut bukannya mendapat jawaban Cassi malah mendapatkan pelukan dari ketiga sahabatnya. Cassi hanya diam saja bingung mau memberikan reaksi seperti apa.
"Kalian kenapa? Ada masalah apa?" Tanya Cassi lagi.
"Kami turut bersedih Cass atas apa yang terjadi, pasti berat buat kamu menerima semua ini. Lebih baik kamu tidak tahu." Ujar Arsya dengan nada lirih tanda menyedihkan.
"Kalian sebenarnya kenapa? Menerima apa?" Tanya Cassi sedikit kesal karena mereka tidak segera memberi jawaban.
"Aku tahu Cass selama ini kamu dekat dengan Kak Reland bahkan aku paksa kamu ikuti media sosial Kak Reland. Tetapi semalam dia posting wanita lain, kami belum tahu siapa karena tidak jelas." Jawab Tasya memberikan penjelasan.
"Kamu tidak melihatnya kan Cass?" Tanya Lintang khawatir.
"Kami minta maaf ya Cass suka menjodohkan kamu, kami tidak tahu jika akhirnya seperti ini." Tambah Arsya kecewa.
Belum sempat Cassi memberikan penjelasan dan member tahu bahwa perempuan yang mereka bicarakan adalah Cassi bel sudah berbunyi. Sehingga Cassi mengurungkan niatnya member tahu sahabatnya, mungkin jam istirahat nanti.
"Mengganggu sekali bel itu, digaji berapa sih sebulannya?" Ujar Tasya kesal.
"Lanjut nanti saja ya, jangan ada pembiacaraan tanpa aku. Ingat!" Ucap Arsya sambil melangkahkan kaki keluar menuju kelasnya.
Waktunya di kantin mereka sudah lengkap. Cassi bersiap-siap untuk memberi tahu sahabatnya. Dia mengambil napas panjang dengan mengambil kata-kata yang sangat mudah dimengerti. Perlahan-lahan dia menceritakan bagaimana hubungannya yang sebenarnya saat ini bersama Reland. Mereka mendegarkan dan menyimak setiap kata yang Cassi ucapkan. Saat ini Cassi menjadi pusat utama yang diperhatikan.
"Jadi foto cewek itu kamu Cass?" Tanya Lintang.
Cassi menggangguk memberikan jawabannya. Sedangkan Tasnya masih membuka mulutnya karena tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Dibantu oleh Arsya menutup dagunya hingga tertutup juga mulut Tasya sekarang.
"Jadi selama ini kalian sering berjalan bersama? Terus bagaimana bisa kalian dekat? Kamu pakai cara apa mendekatinya? Kamu tidak bohong kan? Bagaimana bisa?" Tanya Tasya yang sangat banyak membuat Cassi pusing ingin menjawah yang mana.
"Pertanyaan yang mana aku jawab Tas? Banyak banget." Protes Cassi.
"Bagaimana kalian bisa jadian?" Pertanyaan Tasya sebenarnya.
"Aku bingung jawabnya dari mana Tas, tetapi semuanya mengalir saja sampai jadinya seperti ini." Jawab Cassi.
"Beruntung banget kalian, kita masih ada kesempatan Lin ada Kak Risto sama Kak Sky. Tentukan pilihanmu." Ujar Tasya yang tidak terima dengan nasib Arsya dan Cassi.
...-----...
Sampai jumpa di part selanjutnya, jangan lupa vote dan komen ya:)
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments