Gugup

..."Untuk pertama kalinya,aku merasakan ada yang berbeda tetapi ini tak biasa rasanya jantungku tidak berada pada tempatnya, inikah gugup yang tiba-tiba"~Cassiopeia Maurine...

Hari minggu yang sangat membosankan bagi Cassi. Padahal hari ini dia akan olahraga pagi bersama sahabatnya, akan tetapi tidak satupun yang ingin pergi sehingga Cassi harus berolahraga sendiri dengan mengendarai sepeda kesayangannya.

"Seperti ini nasib mempunyai sahabat yang tidak sejalan dan satu pikiran, punya Kakak juga tidak mengerti keinginan Adiknya." Gerutu Cassi dengan mengayuh sepedanya sedikit bertenaga.

"Seharusnya aku paksa saja Kak Arza." Cassi pun semakin cepat mengayuh sepedanya.

Cacssi menuju sebuah warung kecil untuk membeli air mineral. Tidak disangka dia bertemu dengan teman sekelasnya,Abay.

"Hai, Cass." Sapa Abay.

"Hai, dari mana Bay?" Tanya Cassi.

"Mau pulang dari joging keliling Cass, kamu sendiri?." Tanya Abay kembali.

"Sama Bay, ini juga mau pulang." Ucap Cassi.

"Cass, antar aku pulang ya?" Permintaan Abay yang sedikit membuat Cassi terkejut.

"Hah! Bagaimana caranya?" Tanya Cassi yang sedikit bingung.

"Sini, aku yang bawa sepeda kamu." Ucap Abay.

Ternyata maksud Abay adalah membonceng Cassi dengan sepedanya. Cassi sedikit takut dengan posisinya yang nampaknya tidak nyaman. Akan tetapi, setelah naik dan Abay yang mengayuh sepeda semakin cepat membuat Cassi merasa ketenangan, angin yang mengibaskan rambutnya membuat keringat Cassi berkurang.

"Bay, rumah kamu masih jauh?" Tanya Cassi.

"Dekat Cass, sebentar lagi sampai." Jawab Abay.

"Bagus Bay, sudah tidak bertenaga sekarang sangat lelah" Ucap Cassi.

Akhirnya, mereka sampai di depan rumah Abay.

"Ini dia." Ucap Abay tiba-tiba sembari menunjuk sebuah rumah.

"Ini rumah kamu?" Tanya Cassi.

"Iya Cass, mau singgah dahulu ?" Ucap Abay menawarkan pada Cassi untuk singgah di rumahnya.

"Sepertinya tidak dulu Bay, lain kali saja. Aku langsung pulang saja" Jawab Cassi.

"Makasih ya Cass sudah mau mengantarkan sampai rumah. Minggu depan kalau mau aku yang antar kamu Cass." Ucap Abay pada Cassi.

"Iya sama-sama, boleh. Aku juga tidak ada teman. Kalau begitu aku pamit pulang dulu ya Bay." Ucap Cassi kemudian berpamitan pada Abay.

"Hati-hati di jalan Cass." Teriak Abay yang melihat Cassi semakin jauh dari pandangannya.

Cassi mengayuh sepedanya langsung menuju rumah karena dia sudah gerah dan ingin istirahat.

"Siang nanti tinggal ke toko buku saja, Kak Arza mau tidak diajak?" Tanya Cassi pada dirinya sendiri.

Perjalanan menuju rumah Cassi sedikit jauh sehingga dia merasa tambah lelah karena mengayuh sepeda terlalu lama. Sesampai di rumah, yang benar saja Kakak kesayangannya pun dengan santai telah menyambut kehadirannya.

"Gadis kecil kesayangan Kakak sudah pulang. Habis olahraga seharusnya segar Cass bukannya mengerucut tidak sedap dilihat." Ujar Arza pada Cassi yang tengah melangkah memasuki rumah.

"Sangat cerewet anda ini, tadi yang tidak mau di ajak siapa. Aku kebosanan sendiri." Ucapnya pada Arza dengan nada menyindir.

"Minta maaf, kamu juga tidak direncanakan. Kakak tadi lagi ada tugas" Bujuknya pada sang Adik.

"Sudah Cassi mau mandi dulu. Gerah!" Ucap Cassi.

Cassi pun pergi ke kamar, namun kebiasaan Cassi tak langsung mandi. Dia istirahat sejenak dengan duduk di kursi belajar, Tidak membutuhkan waktu lama, Cassi bergegas mandi mengingat siang nanti dia akan pergi ke toko buku. Setelah mandi dia mengenakan baju lengan panjang dan rok dibawah lutut yang terlihat sangat elegan dengan rambut yang masih terurai karena basah.

"Kak, Bunda masak apa hari ini?" Tanya Cassi pada Kakaknya yang tengah santai di hadapan laptopnya.

"Buka saja sendiri, kata Bunda jangan lupa makan." Jawab Arza.

"Iya ini juga mau makan." Ucap Cassi.

"Kak,siang nanti antar Cassi ke toko buku ya?" Pinta Cassi dengan nada memelas.

"Ada maunya saja ngomong lembut sekali coba kalau tidak, dasar." Ucap Arza.

"Katanya gadis kecil kesayangan, seharusnya tidak mengeluh." Tutur Cassi mengingatkan Arza.

"Iya, mau jam berapa?" Tanya Arza.

"Sekitar jam satu." Jawab Cassi.

"Baiklah, cepat makan habis ini kamu siap-siap ini sudah jam 11 lewat 45 menit 36 detik. Jadi kalau kamu lelah istirahat saja dulu baru kita pergi." Ucap Arza panjang kali lebar.

"Siap, terima kasih Kakak kesayangan." Ucap Cassi dengan senyum merekah.

Waktu berlalu cepat, setelah makan Cassi masuk ke kamar. Untuk merebahkan tubuhnya dan mendengarkan sebuah lagu yang tergolong sedih. Cassi sangat merindukan keluarganya berkumpul seperti dahulu, akan tetapi saat ini sudah berbeda Bunda dan Ayah sedang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing.

"Cassi rindu kita kumpul bersama di rumah." Ucap Cassi dan tak terasa satu butir air matanya pun jatuh.

Tidak lama,suara cempreng Arza sangat mambuat suasana hati Cassi berubah seketika.

"Cass, ayo sudah siap." Ucap Arza yang sudah siap mengantar Cassi.

"Ayo." Ajak Cassi.

Akhirnya mereka telah sampai pada toko buku,namun sangat tidak disangka Arza pun memiliki tujuan tersendiri.

"Cass, hari ini sebenarnya Kakak ada janji bersama teman jadi kamu minta jemput teman kamu dulu." Ucap Arza yang membuat Cassi melongo.

"Kakak kenapa baru bilang. Kalau bilang dari tadi aku bisa sendiri berangkatnya." Ucap Cacssi kesal.

"Sebagai Kakak yang baik harus mengantar Adiknya bukan." Ucap Arza yang terdengar sangat santai.

"Terserah nanti mau jalan saja." Jawab Cassi dengan nada semakin kesal.

"Bercanda Cass, nanti kamu telpon saja kalau sudah. Pasti mau keliling dan baca?" Tanya Arza sedikit menenangkan Cassi yang terlihat jelas kesal.

"Iya pasti, jangan lama kalau di telpon langsung angkat!" Jawab Cassi yang tanpa pamit lagi meninggalkan Arza.

Arza juga berangkat dengan suasana tenang karena Cassi mengizinkannya pergi Sedangkan Cassi masih dengan rasa kesalnya ingin sekali memukul dan menyumpahi Kakaknya sesuka hati. Akan tetapi masih tertahan, belum mereda kesalnya dia melihat sosok pria yang sangat tidak asing dimatanya.

"Itu Reland,cowok dingin si batu hidup." Ucap Cassi.

"Terus dia beli bunga untuk siapa?" Tanya Cassi dengan pandangan memastikan bahwa yang dilihatnya benar-benar Reland.

Tiba-tiba saja Reland menghampirinya, dengan posisi yang tidak sadar karena terlalu fokus memastikan bahwa pria tersebut Reland, Cassi langsung menghadap belakang dan melangkahkan kakinya ke depan pintu kaca pada toko buku tersebut. Alhasil kepala Cassi yang menjadi sasaran tabrak di tempat pintu kaca itu.

"Aduh" Ucap Cassi sambil mengelus kepalanya yang sedikit nyeri.

"Kenapa jalan kemari Reland itu, jangan gugup harus berani. Santai Cass tarikk nafas." Namun belum selesai Cassi berbicara pada dirinya sendiri.

"Lagi apa? Baca mantra sebelum masuk toko?" Tanya pria itu dingin.

"Mantra apa? Dasar aneh!" Jawab Cassi yang terlihat gugup.

"Gugup?" Tanya Reland kembali yang membuat jantung Cassi sedikit lebih berdegup kencang.

"Tidak, aku mau masuk " Ucap Cassi dan meninggalkan Reland di depan pintu toko buku tersebut.

"Harus yang muncul cowok itu, padahal populasi cowok di dunia ini khususnya Indonesia banyak. Kenapa yang muncul Reland!" Ucap Cassi yang menggerutu pada dirinya sendiri.

Terpopuler

Comments

YouTube: hofi_03

YouTube: hofi_03

Cassi kita sama kalau habis keluar rumah mandi belakangan yg pnting rehat bentar dulu 🤣🤣

2023-10-12

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!