Rencana

Dalam perjalanan menuju taman sekokah banyak sekali sepasang mata yang melihat ke arah Cassi dengan tatapan yang tidak suka. Pasti masih dengan alasan yang sama, cowok idaman yang selalu menjadi incaran para siswi SMA Pusaka sudah tidak bisa didekati lagi. Tidak ada yang mengatakan Cassi berpacaran dengan Reland tetapi melihat tingkah mereka berdua saja pasti semua orang sudah mengetahui jawabannya.

"Ngomong-ngomong Kak Reland mau membicarakan hal penting apa, kenapa di taman padahal pulang sekolah juga bisa." Ujar Cassi pada dirinya sembari berjalan tanpa mendengarkan perkataan orang lain tentang dirinya.

"Kak Reland." Sapa Cassi.

"Sini duduk." Titah Reland dan Cassi pun menurut.

"Sebentar lagi kita mau menghadapi Ujian Kenaikan Kelas, aku cuma mau bilang kalau kamu harus lebih giat belajar jangan banyak main." Ujar Reland seperti menceramahi Cassi.

"Padahal selama ini yang ngajak keluar cuma Kak Reland, berarti Kak Reland jangan sering ajak aku kelaur." Balas Cassi.

"Jadi aku yang salah?" Tanya Reland yang membuat Cassi sedikit berpikir.

"Yang salah kita berdua kan jalannya berdua" Jawab Cassi sembari melempar senyumnya.

"Masuk akal juga, berarti selama ujian berlangsung kita harus menjaga jarak dulu. Ingat fokus dulu sama belajar." Ujar Reland.

"Berarti bakalan jarang jalan Kak, setuju kita harus memperebutkan posisi juara umum, aku tidak ingin mengalah dari Kak Reland kali ini." Ucap Cassi.

"Jarang jalan tapi kan ketemu terus di sekolah, lawan kalau bisa aku tunggu nama kamu di panggil." Balas Reland yang ditanggapi oleh Cassi dengan anggukan saja.

Sepulang sekolah Reland mengajak Cassi jalan untuk terakhir mereka bertemu sebelum menjaga jarak aman di saat persiapan ujian. Dia sengaja mengajak Cassi pergi ke sebuah toko baju untuk membeli baju yang sama, katanya akan dikenakan saat liburan tiba nanti. Mereka akan mempunyai rencana saat liburan tiba.

"Kak, menurut kamu bagus yang mana biru atau abu-abu?" Tanya Caca pada Reland dengan baju yang sedang dipegangnya.

"Abu-abu bagus Mbak, netral bisa dipakai sama Masnya juga." Ujar penjaga toko yang memberikan saran.

"Iya boleh Cass yang abu-abu itu saja." Jawab Reland.

Merekapun membeli baju tersebut, Reland segera mengantar Cassi pulang. Mempunyai pasangan yang satu tujuan itu memang menyenangkan. Menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing menjadikan hubungan semakin erat. Mungkin kita tidak pernah tahu bagaimana masa depan kelak, belum lagi jalan di depan masih panjang. Bagi Reland sendiri Cassi sudah menjadi tempat ternyaman untuknya. Meskipun sikap Cassi yang kadang tidak dewasa, tetapi Reland suka tanpa alasan.

Seseorang yang menyukai pasangannya atau orang lain hanya melihat paras saja tidak akan menjamin kebahagiaan. Nilai tambahnya kemana pun dan kapan pun memang nikmat di pandang mata akan tetapi berbeda dengan Reland jika dia ingin sudah sejak lama dia menemukan pengganti Raena. Kenyataannya dia terpikat dengan semua yang ada pada Cassi. Sebaliknya dengan Cassi, dia tahu Reland memang banyak kelebihan tetapi setiap kelebihan pasti ada lemahnya juga. Meskipun dia belum mengetahui apa itu, dia akan berusaha menerimanya. Reland memang tidak romantis tetapi ada saja hal lain yang membuat rasa sayang Cassi semakin bertambah.

"Kak, makasih ya waktunya dan sudah antar sampai rumah." Ucap Cassi pada Reland.

"Iya, jangan lupa belajar. Aku langsung pulang ya." Ujar Reland berpamitan sembari mengelus-elus pucuk kepala Cassi.

"Sore ini menjadi saksi kisah singkat kita Kak!" Ujar Cassi dengan senyum manisnya yang lalu masuk ke dalam rumah setelah kepergian Reland.

...*****...

Ini lah hari terakhir Cassi ujian. Di semester ini Cassi telah memiliki target untuk lebih meningkatkan nilainya. Meskipun di semester kemarin Cassi sudah menduduki peringkat kedua umum dan juara pertama di kelasnya namun dia ingin merebut posisi pertama yang saat ini dipegang oleh Reland. Semuanya bernapas lega meskipun tidak tahu bagaimana hasil akhir dari perjuangan mereka.

"Rasanya sangat lega seperti tanpa beban. Akhirnya bebas juga dari kata ujian" Ujar Tasya selagi memakan mie ayamnya di kantin.

"Memang beban banget kalau tentang ujian Tas, lain yang sudah pintar dari lahir." Jawab Lintang mengarahkan pandangannya ke Cassi.

"Aku juga banyak belajar kali." Jawab Cassi yang tidak terima.

Benar, tidak ada sesuatu yang langsung membawa pada keberhasilan. Pasti aka nada usaha keras yang dilakukan untuk mendapatkannya. Menurut sahabatnya, Cassi memang mempunyai bakat belajar cepat tetapi tanpa mereka tahu banyak waktu yang Cassi korbankan untuk mempelajari setiap mata pelajaran sekolah serta hal-hal yang berbau sastra setiap harinya. Prinsip hidupnya harus seimbang semua.

Bahkan ketika semua orang mengatakan kamu hebat tidak pernah gagal, pernahkan berpikir bagaimana dia mempertahankannya agar tidak jatuh dalam kegagalan. Tidak ada yang mudah tanpa kita sadari pun jika tidak berusaha lalu akan dari mana berhasil itu tiba.

"Seperti ini nasib tidak mempunyai pasangan, lihat para pacar sudah menuju ke sini." Ujar Tasya.

Arsya, Lintang, dan Cassi pun menoleh. Reland dan sahabatnya menuju ke meja makan mereka.

"Kami gabung ya." Celetuk Skyler yang langsung duduk di depan meja makan Tasya.

"Memangnya harus di depan aku ya Kak, minggir sedikit menghalangi pandangan." Ucap Tasya pada Skyler.

"Ada larangannya?" Tanya Skyler member tatapan tajam.

Tasya hanya bisa memutar kedua bola matanya. Fatan yang duduk di sebelah Skyler pun menepuk punggungnya agar mengalah saja. Tetapi ini Skyler dia tidak akan mengalah dengan mudah. Tidak membayangkan bagaimana jika Tasya dan Skyler mempunyai perasaan nantinya. Keduanya selalu bertengkar jika bertemu, ada saja hal yang mereka perdebatkan. Semenjak Cassi dan Reland bersama, mereka semua berteman baik. Masalahnya hanya Tasya dan Skyler yang tidak pernah akur.

"Lama-lama kalian jodoh." Ujar Risto.

"Jangan Kak, mana betah cewek dekat sama Kak Sky hawanya mau ngajak berantem terus." Celetuk Tasya.

"Dih, siapa yang doyan." Jawab Skyler tidak terima.

"Rawan jodoh sih kalau begini ceritanya." Tambah Lintang.

"Daripada kalian berantem kita buat rencana untuk mengisi liburan ini, bagaimana setuju?" Tanya Risto.

"Rencana liburan? Bakalan seru kalau beramai-ramai. Sayangnya aku pasti tidak bisa gabung." Ujar Lintang sedikit kecewa.

"Kenapa kamu tidak bisa?" Tanya Arsya.

"Liburan kali ini mau berkunjung tempat nenek." Jelas Lintang.

"Lama ya Lin? Tidak bisa diundur gitu sampai kita pulang." Tanya Fatan

"Aku coba izin dulu Kak, kalau tidak lama mungkin bisa." Jawab Lintang.

...*****...

"Cassi gadis kecilnya Kakak, kamu di mana?" Teriak Arza yang mencari keberadaan adiknya.

"Ada apa Kak teriak-teriak, berisik." Jawab Cassi.

"Iya maaf kamu dari tadi Kakak panggil dengan lembut tidak menyahut, makanya Kakak teriak." Ucap Arza memberi penjelasan.

"Kenapa?" Tanya Cassi.

"Masih ingat tidak, perempuan misterius yang pernah Kakak ceritakan waktu lalu?" Tanya Arza semangat ingin bercerita.

"Iya, perempuan yang Kakak lihat dari kejauhan sewaktu pulang kantor kan." Ujar Cassi memastikan.

Beberapa hari lalu setelah Arza tahu Cassi berhubungan deng Reland, dia pun merasa Adiknya ini mempunyai daya tarik untuk memikat lawan jenisnya. Dengan berhati-hati Arza menceritakan kejadian yang tidak sengaja terjadi begitu saja. Ketika pulang dari kantor dia melihat perempuan yang sangat cantik tapi bukan parasnya tetapi perilakunya. Pertemuan pertama yang sulit dilupakan.

"Namanya Azzura, Kakak baru tahu tadi. Masalahnya Kakak tidak berani mendekatinya, terlalu sempurna untuk digapai." Ujar Arza yang tadinya bersemangat beralih lesu.

"Maksudnya bagaimana Kak?" Tanya Cassi.

"Dia sempurna Cass, sulit menggambarkannya." Jawab Arza tersipu.

"Siapa juga yang menyuruh Kakak gambar, diceritakan saja jelasnya." Ujar Cassi yang sengaja membuat Kakaknya kesal.

"Terserah Cass, maksud Kakak mengutarakannya bingung mulai dari mana." Jawab Arza gemas.

"Aneh padahal Kakak yang mau bercerita." Ucap Cassi menatap Arza.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!