Dengan menatap wajahnya di cermin kesayangannya, Cassi sudah siap untuk berangkat ke sekolah. Pagi sekali. Dia sudah bersiap dan hampir semalam tidak tidur karena memikirkan kejadian kemarin yang sangat mengganggu pikirannya. Dalam lamunannya mengingat apa yang terjadi kemarin.
Cassi melangkahkan kakinya lebih cepat memasuki toko buku tersebut untuk menghindari Reland yang masih menatap kepergiannya. Batin Cassi harus segera beranjak dari tempat ini.
"Bodoh sekali Cass, seharusnya sikap kamu tadi biasa saja sama cowok batu itu. Juga cowok itu kenapa muncul terus dalam kehidupan aku ada saja hal tidak terduga seperti ini." Ucap Cassi pada dirinya sendiri.
Ternyata Reland mengikuti langkah Cassi dari belakang. Cassi yang merasa sadar ada langkah dari belakang dan dia tidak nyaman langsung membalikkan badannya.
"Kenapa mengikuti dari belakang?" Tanya Cassi pada Reland yang masih melangkahkan kakinya pelan menghadap depan.
"Siapa? Aku ke sini mau mencari buku. Jangan terlalu pecaya diri." Jawabnya dengan nada dingin.
Cassi sontak membalikkan badan ke arah Reland, tepat di hadapannya meskipun tinggi mereka terpaut jauh, "Iya sudah jangan ke arah yang sama!." Jawab Cassi.
"Suka novel?" Tanya Reland pada Cassi tiba-tiba.
"Iya." Jawab singkat Cassi sambil memilih milih buku sedangkan Reland hanya diam melihat setiap pergerakkan Cassi.
"Bisa bantu cari novel buat cewek?" Tanya Reland.
"Kenapa harus aku juga?" Tanya Cassi pada dirinya karena jujur saja dia sangat tidak nyaman dengan situasi ini.
"Boleh tetapi kenapa minta bantuan ke aku?" Tanya Cassi karena menurutnya pasti Reland mempunyai banyak teman mengapa dia memilih Cassi apa karena tidak sengaja sudah bertemu di sini.
"Bukannya kemarin aku juga memberi tumpangan?" Tanya Reland balik.
“Bilang saja tidak ikhlas.” Ujar Cassi lirih yang nyaris tidak terdengar.
Setelah mereka mencari keperluan masing-masing, Cassi pun langsung menghubungi Kakaknya. Akan tetapi sebelum itu, Reland berbaik hati dan mengantarkannya pulang. Awalnya Cassi menolak karena Arza tidak cepat mengangkat panggilannya dia pun bersama Reland, sebenarnya tidak terpaksa.
"Sudahkan, aku tidak ada hutang lagi." Ucap Cassi yang sudah keluar dari toko buku tersebut bersamaan dengan Reland.
"Pulang naik apa?" Tanya Reland yang melihat Cassi mengeluarkan ponselnya.
"Sepertinya dijemput." Jawab Cassi.
"Ayo naik, di mana alamat rumah?" Tanya Reland yang membuat Cassi sedikit terkejut karena ucapan pria di hadapannya ini.
Cassi kembali ke dalam dunia nyata, jika mengingat hal tersebut ternyata Reland tidak sedingin itu. Dia baik dengan caranya sendiri.
"Kira-kira novel kemarin untuk siapa, pacarnya? Lah kenapa ingin tahu seperti ini bukan urusan aku juga." Ucap Cassi yang masih di depan cermin.
"Sudah siap apa belum Cass, Kakak mau berangkat ada kelas pagi." Ucap Arza yang mengejutkan Cassi.
"Dih, main buka pintu, ketuk dulu seharusnya." Kesal Cassi melihat Arza membuka pintu tanpa aba-aba.
"Iya maaf, Bunda sama Ayah sudah berangkat kerja." Ucap Arza menjelaskan.
"Jalan ke depan pelan-pelan, nanti aku menyusul." Jawab Cassi.
Arza pun meninggalkan Cassi yang sedang memakai parfum dan membawa tasnya.
"Padahal aku rindu kita bisa sarapan pagi bersama, semuanya memang sudah berbeda. Apakah nanti jika aku dewasa akan seperti ini, sangat sibuk dengan pekerjaan." Ucap Cassi dengan nada sedih dan berjalan dengan membawa tas sekolahnya.
Arza pun mengantarkan Cassi terlebih dahulu ke sekolah dan baru dia berangkat kuliah dengan tenang melihat adiknya memasuki gerbang.
"Kamu nanti dijemput atau bersama teman?" Tanya Arza.
"Harus dijemput, aku takut diculik." Jawab Cassi dengan nada manis.
"Nanti hubungi Kakak saja." Ucap Arza.
"Siap Kak." Jawab Cassi.
Cassi pun keluar dari mobil Kakaknya dan memasuki sekolahan tercinta. Masih nampak sepi, sahabat-sahabatnya pun belum terlihat di pandangannya. Menyusuri gang sekolah yang masih lumayan gelap.
"Sepertinya salah jam berangkat ini." Cassi bergumam pada dirinya.
Di saat Cassi ingin pergi ke kelas, ada seorang pria yang memanggilnya.
"Cassi" Panggil pria itu.
"Iya?" Cassi pun refleks melihat di sampingnya yang sudah ada pria yang dia temui kemarin.
"Mau tidak pulang sekolah bareng?" Tanyanya dengan nada santai.
"Ke mana?" tanya Cassi
"Bisa atau tidak?" Tanya pria itu lagi.
"Iya bisa." Jawab Caca spontan tanpa berpikir dulu.
Pria itupun meninggalkan Cassi yang nampak kebingungan. Pria itu adalah Reland Gustian. Yang membuat Cassi mematung di pagi hari. Bagaimana dia tanpa memikirkan jawaban yang dia ucapkan terlebih dahulu.
"Mudah sekali aku bilang bisa, malu." Cassi membatin pada dirinya.
"Sudah lah bagaimana lagi sudah diungkapkan." Ucap Cassi lesu dan dia pun melangkahkan kakinya ke kelas.
Di kantin sekolah sudah dipenuhi lautan siswa SMA Pusaka yang akan mengisi perut mereka yang sedang lapar dan termasuk Cassi dan ketiga sahabatnya.
"Pulang sekolah nanti main dulu mau tidak?" Ajak Tasya.
"Tidak bisa Tas, sudah ada misi yang harus dikerjakan bareng Mama." Jawab Arsya.
"Aku bisa tetapi harus dijemput." Ucap Lintang.
"Boleh nanti aku jemput, Kamu ikut Cass?" Tanya Tasya.
"Maaf ya, aku sudah ada janji." Jawab Cassi dengan nada tidak nyaman untuk menolak.
"Hm, berarti cuma berdua saja." Ucap Tasya sedikit kecewa.
"Kita mau kemanaTas?" Tanya Lintang.
"Lihat nanti pasti akan ada ide cemerlang." Ucap Tasya.
"Oke, sekalian cuci mata." Jawab Lintang.
"Arsya, kenapa sikap kamu mencurigakan?" Tanya Cassi tiba-tiba memperhatikan Arsya.
"Ada siapa, Kak Reland? Bakalan ada perang dingin lagi pasti." Ucap Tasya dengan menunjuk ke arah Cassi.
"Kenapa? Kalian jangan kebiasaan menghubungkan Kak Reland sama aku terus nanti jadi salah paham." Ucap Cassi tidak tenang.
"Tenang saja Cass, kami setuju paling serius." Ucap Tasya dengan nada menggoda.
"Garing!" Jawab Cassi dengan santainya
"Kenapa Arsya?" Tanya lintang sekali ini.
"Sebenarnya aku lagi dekat sama Kak Fatan." Jawab Arsya malu-malu.
"Ternyata diam-diam kamu suhu Sya" suara emas Tasyapun keluar.
"Berisik TASYA!" Ucap Cassi geram.
Akan tetapi perbincangan mereka harus berakhir karena bel berbunyi pertanda masuk. Pulang sekolah Cassi pergi ke parkiran menunggu Reland yang telah membuat janji pulang sekolah ini. Cassi pun tidak lupa memberikan kabar kepada Kakaknya bahwa dia tidak perlu dijemput.
"Land,itukan cewek yang kamu ajak kenalan di kantin" Ucap Skyler.
"Benar sekali." Ucap Risto meyakinkan.
"Terus aku bisa apa?" Tanya Reland.
Reland pun telah sampai tepat dihadapan Cassi menunggu.
"Kamu tunggu di sini, aku ambil motor dulu." Ucap Reland dan hanya dibalas Cassi dengan anggukan.
"Land, kamu pacaran sama Cassi?" Tanya Fatan.
"Tidak! Pergi dulu."Jawab Reland
"Naik." Perintah Reland pada Cassi.
"Laper?" Tanya Reland
"Masih kenyang." Jawab Cassi.
Di perjalanan tidak ada pembicaraan, hanya keheningan. Akhirnya Cassi yang membuka topik pembicaraan.
"Kita mau kemana?" Tanya Cassi.
"Diam, ikut saja." Jawab Reland yang membuat Cassi sangat kesal.
"Untuk kedua kalinya aku nanya duluan tetapi tidak dikasih kepastian, selalu membuat kesal." Cassi yang menggerutu sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments