Kembali Silam

Minggu ini memang sudah jadwalnya ujian tengah semester. Untuk beberapa murid yang mempunyai tekad yang tinggi mendapatkan nilai sempurna sesuai dengan usaha belajarnya maka tidak akan seperti Tasya. Sahabat Cassi satu ini memang malas jika berkaitan dengan belajar. Dia lebih suka belajar di luar ruangan tanpa memegang buku seperti olahraga.

"Arsya kamu sudah ulangan belum pelajarannya Pak Kumis tipis?" Tanya Lintang pada Arsya.

"Sudah Lin, sedihnya banyak yang tidak bisa aku isi." Jawab Arsya

"Kenapa Sya?" Tanya Cassi disela makannya, karena saat ini mereka berada di kantin.

"Kamu pikir mudah Cass, soalnya sedikit cuma setengah lembar tapi jawabannya panjang seperti kisah ini." Jawab Arsya dengan nada sebal.

"Reaksi kamu saja seperti ini Sya apalagi aku yang malas belajar." Ucap Tasya lesu jika memikirkannya.

"Nikmati saja pasti berlalu Tas." Ucap Arsya santai.

Suara bel berbunyi yang menjadi ciri khas tanda bahwa jam istirahat berakhir, akhirnya kelas Cassi juga menghadapi sebuah ujian yang sangat menegangkan. Tidak ada raut wajah yang gembira ketika guru yang sering di panggil Pak Kumis itu masuk ruang kelas. Dan yang benar saja dari sepuluh soal seorang Tasya hanya mengisi empat soal itupun dengan jawaban yang tidak lengkap.

"Otak rasanya mau pecah, benar Arsya tadi memang soalnya tidak banyak tetapi jawabannya mikir keras." Ucap Tasya dengan nada lemah.

"Kamu kira cuma kamu Tas, sama saja aku juga sulit memahami soalnya." Ucap Lintang menenangkan.

"Sebentar Lin, berhenti. Lihat itu Kak Reland sama Cassi bukan?" Tanyanya pada Lintang.

"Tidak salah lagi, bumbu asmara sudah menyebar tinggal menunggu kabar baiknya saja." Ucap Lintang sembari memperhatikan keduanya yang jaraknya tidak jauh dari mereka berdiri.

Untuk beberapa hari ini, Cassi dan Reland memang semakin dekat entah apa yang membuat mereka dekat namun mereka sudah melaluinya bersama karena suatu alasan yang tidak bisa disampaikan. Sedangkan Arsya sudah jarang pulang bersama Tasya dan Lintang karena dia sering bersama Fatan.

"Kak, kita mau kemana?" Tanya Cassi.

"Mau jenguk Raya, ikut?" Tanyanya balik pada Cassi.

"Boleh, kebetulan di rumah tidak ada orang daripada bosan." Jawab Cassi.

Dan seperti biasa mereka berhenti terlebih dahulu di sebuah toko bunga. Cassi sekarang sudah tidak terkejut seperti pertama kali bersama Reland. Menariknya meski urutan perjalannya dengan Reland hanya seperti ini saja tidak pernah terlintas Cassi merasa kebosanan. Padahal masih ada sahabatnya yang bisa di ajak bermain, tetapi Cassi sudah nyaman dengan laki-laki yang ada di hadapannya ini.

"Nih, ambil bunganya." ucap Reland yang memberikan buket bunga lily putih.

Cassi menerima buket bunga yang sangat indah dipandang itu. Dia pun mengikuti Reland menuju motornya. Sebenarnya Cassi ingin mengetahui hubungan seperti apa antara Reland dan Raya yang sampai setiap hari membeli bunga untuk Raya.

"Kak, ini buat Kak Raya lagi? Sesuka itu dia sama bunga?" Tanya Cassi yang penasarannya.

Seketika itu Reland mengambil bunga di genggaman Cassi.

"Bunga ini buat kamu bukan Raya." Ucap Reland yang memberikan bunga yang ada di genggamannya kembali ke Cassi.

"Hah! Maksudnya Kak?" Tanya Cassi yang masih terkejut.

"Sudah ayo naik, keburu sore." Ucap Reland sedangkan Caca tidak bisa memberikan ekspresi apa yang harus diperlihatkan.

Mereka pun pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Raya yang sedang terbaring untuk beberapa bulan.

"Kak, itu orang tuanya Kak Raya?" Tanya Cassi pada Reland.

"Iya." Jawab Reland.

"Reland.Akhirnya kamu datang, Mama sudah menunggu lama di sini. Ini siapa?" Tanya Mamanya Raya yang menunjuk ke arah Cassi.

"Saya Cassi tante, temannya Kak Reland." Ucap Cassi memperkenalkan diri.

"Salam kenal Cassi, cantik ya." Ucap Papanya Raya membuat pipi Cassi bersemu merah karena malu.

Kedua orang tua Raya berpamitan kepada mereka karena sebentar lagi akan digantikan oleh Kakak Raya. Di ruangan itu sangatlah hening, Reland meratapi gadis malang itu dan Cassi hanya bisa memandangi kedua insan itu. Tiba-tiba pintu terbuka, Relandpun terkejut dan langsung berdiri melihat sesosok yang sangat ia kenali berada di dalam ruangan itu.

"Reland, kamu di sini juga" Panggil wanita itu dan langsung menghampirinya.

"Raena­, kapan kamu datang?" Tanya Reland membulatkan matanya.

"Sudah lama Land, aku kangen sama kamu." Ujar seorang yang dipanggil Raena itu.

"Ini siapanya Kak Reland, pacarnya atau—" Tanya Cassi pada dirinya sendiri dan tiba-tiba hatinya sangat sakit melihat kejadian di depan matanya ini.

"Maaf Rae sebaiknya kamu sapa Raya terlebih dahulu."Ucap Reland yang berusaha membiasakan sikapnya dan dia pun melirik ke arah Cassi dengan wajah datarnya.

"Aku sudah lama Land ingin menemui kamu, aku juga baru tahu kalau Raya sedang sakit. Tidak ada yang memberi aku kabar." Ucap Raena dan Cassi semakin bertanya-tanya mengapa wanita bernama Raena ini telah mengenal Raya.

"Cass, kamu di sini dulu. Aku mau keluar sebentar." Ucap Reland dan mengajak Raena keluar ruangan.

Reland tidak nyaman dengan situasi ini. Sampai dia lupa mengenalkan Raena kepada Cassi. Sedangkan Cassi masih dengan penuh pertanyaan siapa dan siapa. Perempuan yang di bawa keluar tersebut adalah mantan kekasih Reland yang sejak lama tidak berkabar. Banyak waktu yang Reland korbankan untuk menunggunya datang kembali, kenyataannya mereka menjadi mantan karena Reana meninggalkan Reland tanpa kejelasan.

"Land, kamu kenapa?" Tanya Raena seperti tidak ada masalah.

"Seharusnya aku yang bertanya demikian Rae. Kenapa kamu datang tiba-tiba disaat semuanya sudah selesai." Ucap Reland dengan nada lesu.

"Land, selesai bagaimana? Sejak kapan kita mengakhiri hubungan ini?" Tanya Raena meninggikan nada suaranya.

"Rae, aku harap semuanya sudah selesai. Bukan waktu singkat Rae untuk melupakan semuanya, butuh waktu lama juga buat aku" Ucap Reland member penjelasan.

"Aku bukannya sengaja waktu itu berkata putus Land. Selama ini aku masih berpikir kalau kamu orang yang sama. Apa kamu berubah karena perempuan tadi?" Tanya Raena.

"Pertama, kamu bisa memberi penjelasan Rae kenapa kita harus berakhir, bebannya di aku. Setiap hari aku mikir di mana letak kesalahanku. Kedua, sekarang hidup aku sudah cukup untuk berada di dunia Raena perlahan perasaan ini sirna Rae. Terakhir, tidak ada hubungannya dangan Cassi jadi jangan kamu mengganggu dia." Ujar Reland menjelaskan perasaannya yang sangat lelah dengan hubungan ini.

"Sebenarnya aku sayang sama kamu Rae, tetapi semua harus kita akhiri. Selama di kota yang berbeda aku juga sudah tahu kamu selingkuh. Aku kira cukup Rae, kemarin belum sempat aku mengucapkan terima kasih untuk semuanya dan maaf jika aku belum sempurna. Kita lupakan masa lalu dan kita bisa mulai pertemanan seperti dulu lagi. " Ucap Reland yang tak ingin memperpanjang dan meninggalkan Raena sendiri.

"Jahat kamu Land!" Teriak Raena kesal.

 

Terpopuler

Comments

YouTube: hofi_03

YouTube: hofi_03

paling gk suka sama yg namanya ujian 😵

2023-10-12

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!