"Oh ya, aku udah telat nih, ntar sore aku kesini lagi ya." sambil menunjuk jam di tangannya.
"Iya Syarifah, terimakasih banyak ya." ujar Gion.
"Iya, sama-sama." jawab Syarifah.
Syarifah pergi di antar oleh Hendra, pemuda itu terus memantau hingga Syarifah sampai di depan kantor Wijaya Grup.
Setelah mengantar Syarifah, pemuda itu kembali ke rumah Gion. Ketiga pemuda itu sudah insyaf, mereka bekerja serabutan yang penting halal.
Tiba di perusahaan Wijaya grup, matanya tidak lepas dari Kiara, gadis itu datang bersama seorang laki-laki.
"Biarlah Kiara dengan hidupnya, tidak perlu menegurnya." batin Syarifah, melanjutkan langkah nya.
Mata Syarifah melotot saat Kiara mencium laki-laki itu, membuat Syarifah malu dan membuang muka.
Melihat Syarifah di lobi, Kiara semakin merangkul kekasih baru nya, dengan tidak tau malu, Kiara sengaja mencium Roland.
Seringai terlihat dibibir nya ketika melihat Syarifah terburu-buru, ia yakin bahwa Syarifah melihatnya.
"Sayang, makasih ya, udah mampir" ucap Kiara manja.
Iya sayang, Mas berangkat ya." sambil mengecup bibir Kiara
"Iya" balas Kiara tersenyum, dia merasa bahagia di cintai Roland
Setelah mengantar Kiara, Roland kembali ke dalam mobil nya dan berlalu meninggalkan Wijaya Grup.
"Kiara!" panggil Malik.
Kiara terus berjalan tidak menghiraukan panggilan Malik.
"Kiara!, kenapa sih?" ujar Malik sambil menghalau Kiara.
"Awas, jangan menghalangi ku!" bentak Kiara
Pemuda itu memberikan jalan pada Kiara, dan memandang sendu pada sahabatnya itu.
***
CCTV di ruangan Firdaus membuatnya bebas menatap Syarifah.
Dia mengagumi Syarifah, selain baik dia juga sangat rajin, begitulah pikiran Firdaus.
Waktu sudah menunjukkan waktu makan siang, Firdaus sengaja keluar duluan dari kantor agar bisa menikmati kebersamaannya dengan Syarifah.
Tiba-tiba ponselnya berdering, tertera nama Anita dan itu membuat Firdaus muak.
Firdaus: "Iya ada apa?" dia sudah tau istrinya itu minta apa, pasti uang.
Anita: "Nggak sayang, hanya kangen"
Firdaus: "Mm" mata firdaus mendelik malas, tidak percaya.
Anita: "Mas, aku minta tambahan uang ya,"
Firdaus: "Untuk apa lagi, Anita?"
Anita: "Mas, aku mau beli sesuatu untuk Mami, jangan marah ya."
Firdaus: "Berapa?"
Anita: "Sedikit saja sayang, dua ratus juta saja,"
Firdaus: "Bukannya kemaren sudah, katamu untuk berobat Mami kamu, sakit apa sih?"
Firdaus sangat muak, semakin hari Anita semakin banyak permintaan.
Anita: "Iya, itu berobat sayang, ini kan, hadiah agar Mami selalu bahagia dan tidak sakit lagi."
Firdaus: "Ya sudah, nanti di transfer."
Firdaus malas mendengar suara Anita dan langsung memutuskan panggilan.
"Huh" Firdaus menghempas kan kembali tubuhnya ke atas sofa,
"Lama-lama bisa bangkrut kalau si Anita begini terus." sembari memijat pelipisnya.
"Aku butuh mata-mata untuk menjeratnya kembali" batinnya.
Selama ini Firdaus sudah tau Anita berselingkuh, dan Firdaus sudah menjatuhkan talak pada Anita, tetapi, Anita memohon- mohon serta menghapus semua bukti perselingkuhan nya.
Firdaus juga tidak tega karena Mami nya Anita memohon agar Firdaus tidak menceraikan putri nya. bahkan, mertua nya itu jatuh sakit karena Firdaus menjatuhkan talak.
"Aku akan meminta Malik, mencari orang untuk membuntuti Anita." pikir nya.
Firdaus melihat arloji di tangan nya, kemudian beranjak dari tempat duduknya.
Firdaus melangkah menyebrang jalanan, dia tersenyum ketika mata nya tertuju pada Syarifah.
Pria bertubuh tinggi itu memakai kaca matanya dan duduk di halte sambil menunggu Syarifah melihatnya.
Syarifah duduk di warung pinggir jalan, dia memang makan disana karena harga terjangkau dan juga enak.
"Mang, Bakso nya satu ya." pesan nya
"Iya Non, bakso besar atau kecil?" tanya Mang Ujang pemilik Warung Bakso.
"Campur saja Mang, laper banget ini" jawab Syarifah.
Firdaus mempertajam pendengarannya dan berharap Syarifah melihatnya.
"Neng, kenal nggak sama pemuda itu?" tanya Mang Ujang sembari menunjuk Firdaus.
"Yang mana Mang?" tanya nya lagi.
"Itu, yang pake kaca mata." tunjuk Mang Bakso.
"Oh, iya. Bentar ya Mang, kasihan dia." lalu berjalan menghampiri Firdaus.
"Mas, sudah makan?" tanya Syarifah.
"Belum. Syarifah ya?" tanya nya berpura-pura.
"Iya, aku lagi makan bakso, Mas firdaus mau?" Syarifah menawarkan.
Firdaus mengangguk senang. Pria itu berdiri dan pura-pura meraba dinding halte.
Syarifah meraih tangan Firdaus dan menuntun pria itu.
"Mang, tambah satu lagi Bakso nya." ujar Syarifah.
"Iya Neng." jawab Mang Ujang.
Syarifah membawa firdaus duduk di hadapan nya, sambil menunggu Bakso, kedua nya asyik bercerita.
Sesekali terdengar gelak tawa mereka. hingga dua mangkok Bakso terhidang di hadapan mereka.
"Kamu makan saja dulu, Syarifah." ujar Firdaus.
"Kita sama-sama makan." Syarifah tersenyum, walaupun menurutnya Firdaus tidak melihatnya tapi, kenyataannya Firdaus menikmati senyuman Syarifah.
Syarifah menyuapi Firdaus sampai makanan mereka habis.
Kiara melihat nya tidak senang, dia ada di belakang Syarifah dan Firdaus. gadis itu memotret mereka.
Kemudian meng-upload ke media sosial dan menandai nama Firdaus.
Foto itu membuat dunia Maya heboh, semua berkomentar, ada yang menghujat ada pula yang tidak perduli.
Anita geram melihat foto itu, dia melangkah hendak meninggalkan apartemen kekasih gelap nya.
"Anita, ada apa sayang?" tanya pemuda itu
"Lihat ini, Firdaus ingin bermain-main denganku." jawabnya.
"Itu belum tentu sayang, setau aku Firdaus orang nya polos, tidak pernah neko-neko." ucap Pemuda itu.
"Itu dulu, sayang. Sekarang kan berbeda." sahut Anita.
"Seperti kamu, ya kan, sebelum kenal basoka super gede." sambil mengedipkan sebelah matanya.
Anita tersipu, kembali kepelukan kekasihnya.
Setelah memuaskan kekasih gelapnya, Anita memutar mobil nya menuju perusahaan suaminya.
Wanita berpenampilan seksi itu menghampiri Firdaus.
"Oh, begini kelakukan kamu, Mas?" Anita melabrak suaminya, dan menuding Syarifah.
"Kamu, penampilan seperti ustadzah rupanya tidak lebih dari pelacur!" tunjuk Anita.
"Maaf Bu, apa salah saya?" tanya Syarifah bingung.
"Salahmu, kamu bersama suami saya!" suara Anita meninggi.
"Maaf Bu, bukan maksud saya mendekatinya, tapi, dia buta, saya hanya kasihan." tutur Syarifah.
"Buta? Lihat ini!" Anita membuka paksa kaca mata Firdaus.
"Anita!!" teriak Firdaus Murka.
"Apa Mas, kamu mau berbohong. Kamu buta? Iya!!" pekik Anita tidak mau kalah.
Syarifah terkesiap,
"Jadi, selama ini Kamu berbohong?" ucap Syarifah pelan, air mata nya Luruh tidak terbendung.
"Syarifah." bisik Firdaus.
Syarifah berlari meninggalkan kerumunan itu, dia sangat malu dan juga kesal.
"Anita, kamu keterlaluan." sembari meninggalkan Anita.
Orang-orang merekam kejadian itu dan menjadi tranding topik di media sosial.
Kiara sangat senang. Lalu, mengirimkan Video itu kepada Ibu nya.
Video itu tersebar sampai kepada Malik, dia tidak senang dengan kebohongan Firdaus yang mempermalukan syarifah.
Malik bergegas ke ruangan Firdaus, lalu mengetuk pintu dengan kasar.
Malik masuk saat Firdaus membuka pintu, tiba-tiba Malik menghadiahkan bogem di rahang Firdaus.
Tidak terima dengan perlakuan Malik, firdaus membalas pukulan Malik, Kedua pria itu saling pukul memukul, dan berhenti karena sudah lelah.
"Kamu puas mempermainkan nya?" tanya Malik dengan nada emosi.
"Aku sangat menyesal Malik, aku menyesal" sembari menundukkan wajahnya.
Malik diam membuang nafasnya kasar.
"Dia juga akan membenci ku." ucapnya lemah
"Maaf." ucap Firdaus. "Malik, aku ingin meminta bantuan mu." sambung nya.
"Apa itu?" tanya Malik.
"Carikan aku mata-mata." jawab Firdaus.
"Untuk?" tanya Malik.
"Aku curiga Anita kembali berselingkuh, dia tidak pernah pulang dan terus sibuk Mengurus Mami nya." jawab Firdaus.
"Ok, aku akan membantu." ucap Malik
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
S dani
terimakasih sudah mampir di novel othor 🙏
2023-10-23
2