Gosip dan tersudutkan.

"Ada apa ini?" tanya Yusuf

"Dari mana kamu!" bentak Bu Janu.

"Kamu kenapa Mahira?" Tanya pria itu, tidak mengindahkan pertanyaan mertuanya.

"Bang! jawab pertanyaan ibu."

"Aku tidak kemana-mana." ucap Yusuf

"Bohong! Kamu berbohong Bang, aku tau kamu selingkuh." Air mata Mahira kembali menetes.

"Aku bisa jelaskan, Mahira." Bisik Yusuf

"Apa lagi yang kamu jelaskan, kami sudah melihat mu bersama wanita munafik itu!" jawab Bu Janu tegas

"Mahira, aku bisa jelaskan semua, aku mohon jangan seperti ini. Ini masalah kita, jangan sampai orang tua mu ikut campur." ucap Yusup tanpa perduli dengan wanita paruh baya itu. Lelaki itu tau, wanita tua itu akan memperburuk keadaan.

"He!, lelaki Jahan*am! Aku akan membuat perhitungan kepada wanita itu." Bu Janu semakin emosi.

"Jangan ikut campur masalah rumah tanggaku, jika sedikit saja kau melukainya, aku tidak segan-segan menghancurkan mu." ancam Yusuf.

Bu Janu terdiam, menatap tajam pada menantu nya.

"Kamu sangat mencintainya, Bang?, Sebesar itu cintamu padanya? Apa aku ini buatmu, lihat kedua putra mu, apa mereka bagimu!" pekik Mahira.

Yusuf terdiam, merasa percuma berbicara dalam keadaan emosi, semua tidak akan di dengar.

"Sudah, redam emosi mu, saat ini kita sama-sama marah, lebih baik lupakan untuk sementara." ujar Yusuf. Lalu keluar dari rumah untuk menenangkan pikirannya.

Mahira kembali menangis di pelukan ibu nya.

"Jangan menangis, Ibu akan memberikan segalanya untukmu, dan akan melakukan semuanya demi kamu, Putri ku" bisik Bu Janu semakin memeluk erat Mahira.

Dirumah Bibi Naima, Syarifah wanita yang tidak suka diam, dia akan membantu Bibi Naima, mencari kayu bakar, memasak dan pekerjaan lainnya. Syarifah tidak mempunyai tugas penting seperti Kiara dan yang lain, makanya dia lebih sering di rumah membantu Bi Naima.

"Apa kamu tau makanan khas orang sini, Syarifah?" tanya Bibi Naima

"Tau Bi" Syarifah tersenyum.

Bibi mengajak syarifah mencari bahan-bahan di kebun.

Setelah itu, mereka pulang dan memasak makanan khas Daerah setempat.

"Syarifah, kapan kalian pulang?" tanya Bibi

"Mungkin sepuluh hari lagi Bi, tergantung pekerjaan mereka saja." jawab Syarifah.

"Bibi sudah tidak punya keluarga, mau ya Syarifah tinggal bersama Bibi disini?" bujuk Bibi penuh harap.

"Emang anak Bibi kemana?" tanya Syarifah tanpa menjawab keinginan si Bibi.

"Bibi tidak punya anak, Bibi hidup sebatang kara." jawab Bibi tertunduk sedih.

"Bi, Insyaallah ya." Sembari memegang kedua tangan Bi Naima.

Bi Naima memeluk Syarifah, wanita itu menyayangi wanita berwajah teduh itu.

"Wah, Wangi sekali masakan Bibi, Syarifah cicipi ya?" Syarifah menyendok makanan itu dan menaruhnya di wadah kecil.

"Mmm, enak." Wanita itu memuji dan menyenangkan hati wanita paruh baya itu.

"Tok tok tok."

"Naima, apa kamu di dalam?" Seseorang berteriak dari luar.

"Ada apa Janu kemari" bisik wanita itu sembari melangkah membuka kan pintu.

"Mana wanita sundal itu!" teriak Bu Janu lagi.

"siapa yang kamu maksud, Janu?" tanya Bibi Naima.

"Dia, wanita munafik yang bersembunyi dibalik hijabnya." tuding Bu Janu.

"Jangan asal menuduh Janu, Syarifah gadis baik-baik." sela Bi Naima.

"Katakan, wanita sundal, apa hubunganmu dengan Yusuf, menantuku!" sentak Bu Janu.

Syarifah diam saja, wanita itu hanya menangis tanpa menjawab ucapan Bu Janu.

"Lihat dia, Naima! Dia wanita lacur bertopeng agama. Wanita baik-baik mana yang keluar ditengah malam, bercumbu dengan suami orang!" teriak Bu Janu.

Ucapan Bu Janu sontak membuat Kiara dan yang lain terkejut.

Ketujuh gadis itu baru tiba dari hutan, mereka benar-benar terperangah dengan cerita Bu Janu.

"Apa maksud Ibu?" tanya Kiara.

"Kalian, jangan mentang-mentang orang kota, seenaknya kalian merebut suami orang!" tuding Bu Janu sembari menunjuk kewajah Kiara.

"Hei, Bu' apa maksudmu, kami tidak pernah menggoda lelaki dikampung ini." ujar Kiara terbawa emosi.

"Contohnya, wanita itu, gaya sudah seperti ustadzah tapi, kelakukan seperti Iblis!" sambil menunjuk Syarifah.

"Ooh, Dia, kami tidak tau menahu tentang dia, kalau kalian mau seret, ya seret saja." ucap Kiara sembari tersenyum sinis. Gadis itu seperti menyiram bensin ke nyala api. Seakan ini kesempatannya meluapkan kebenciannya.

"Hei Kiara, apa-apaan kamu, Syarifah itu saudara mu." ucap Maura.

"Dia bukan saudaraku. Dia hanya gadis yang dibuang orang tuanya lalu, dipungut keluargaku." jawab Kiara

Syarifah semakin tertunduk, wajahnya memerah menahan malu, orang-orang ramai menonton layaknya sebuah drama.

"Saya akan laporkan ke ketua adat, pezina akan dihukum, dan wanita ini harus di usir secepatnya!" kata Bu Janu sambil berlalu pergi meninggalkan kediaman Bibi Naima.

"Janu ada apa?" tanya Ibu-Ibu tukang ghibah yang menanti berita.

"Untuk apa kamu harus tau? Untuk menyebarkan aib-aib orang!" semprot Bu Janu. Wanita paruh baya itu berjalan kembali pulang tanpa perduli kedua wanita itu.

"Huh, dasar si Janu. Dia pikir berita ini tidak tersebar. Mulutnya yang teriak-teriak sedari tadi," omel Bi tum

"Sudah, ayo kerumah Naima, kita bisa tau cerita selanjutnya." ajak Bi Tim.

Dua sekawan itu berlalu kearah rumah Bi Naima. Mereka mengintip dari jendela yang terbuka.

"Syarifah, benar yang dikatakan Bu Janu?" tanya Bi Naima.

"Bi, aku..." Belum selesai Syarifah bicara,

"Halah, pasti itu benar, iya kan?" Kiara menimpali, tanpa memberikan kesempatan pada Syarifah.

"Benarkah, Bibi tidak suka wanita pezina, Bibi benci pelakor!" Bibi Naima menarik hijab Syarifah, wanita itu memukul gadis itu.

Kiara tersenyum melihat Bibi Janu memukuli Syarifah, sementara gadis lain tidak bisa berbuat apa-apa. Mereka tidak mampu melerai karena mereka tidak mengerti apa yang terjadi.

Tiba-tiba Yusuf menerobos masuk ke rumah Bibi Naima, Yusuf menghentikan tangan wanita tua itu.

"Stop, Bi! Syarifah bisa mati." Yusuf menyentak tangan Bibi Naima.

"Untuk apa kamu kesini, dasar laki-laki tidak tau diri. Sudah punya istri masih saja menggoda perempuan lain." bentak Bi Naima sembari berlalu meninggalkan mereka.

Bibi Naima masuk kedalam kamar dan menangis menyesali amarahnya, dia sudah memukul Syarifah, wanita yang baru dia kenal tetapi, sudah sangat menyayanginya.

"Sya, kamu tidak apa-apa?" tanya Yusuf sambil mengusap wajah Syarifah.

"kamu yang bernama Yusuf?, mm, lumayan sih, mantap juga selera si Syarifah." ujar Kiara menatap kagum.

"Syarifah, ayo" Maura dan Rosi memapah Syarifah masuk kedalam kamar, sementara Celin dan Heni mengikuti dari belakang.

Yusuf menatap dalam pada Syarifah, setelah itu, kembali pulang tanpa perduli dengan wanita di sampingnya.

"Cih" Kiara mendecih, sembari tersenyum mengingat Bi Naima memukuli Syarifah.

Tanpa perduli dengan Syarifah, Kiara masuk kedalam kamarnya. kemudian, meraih gawainya dan menghubungi Malik.

Kiara: "halo, assalamu'alaikum."

Malik: "wa'alaikum salam, apa Kia?"

Kiara: "Kalian belum tau berita?" sambil tersenyum menanti keterkejutan Malik.

Terpopuler

Comments

S dani

S dani

makasih

2023-10-01

0

Beerus 🎉

Beerus 🎉

Maksimal ini cerita, pokoknya enggak rugi deh baca cerita author.

2023-09-28

2

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1. Cemburu membawa benci.
2 Bab. 2 tour ke luar kota
3 Kepergok saat sedang bercumbu
4 Gosip dan tersudutkan.
5 Terusir
6 SIDANG
7 TALAK TIGA
8 PENYESALAN ISTRI
9 PENYESALAN IBU MERTUA
10 PERMINTAAN MAAF.
11 MASA LALU
12 MAKAN HATI
13 KESAL
14 HANYA UANG
15 MALU
16 DI LABRAK
17 LUKA YANG SAMA TERULANG KEMBALI
18 MATA-MATA
19 MELAMAR
20 MALU
21 KEBUSUKAN ROLAND
22 PEMERKOSAAN
23 SEKARAT
24 MENYESAL
25 DENDAM
26 PENCULIKAN
27 PENOLONG
28 PENYELAMATAN
29 KETAHUAN DAN BERTEMU DATUK.
30 KECELAKAAN
31 Koma
32 CEMAS
33 MENYUSUL KE KOTA
34 PERJANJIAN
35 SUDAH LANCANG
36 KEPO
37 TERBANGUN DARI KOMA.
38 PASANGAN GILA
39 MENANTI
40 HARI H PERNIKAHAN MENJADI HARI NAAS.
41 FIRDAUS WIJAYA
42 MENINGGAL
43 MENCARI PELAKU NYA.
44 CINTAKU SEPERTI DI UJUNG SENJA.
45 PERNIKAHAN
46 SURAT UNTUK SYARIFAH.
47 MENINGGAL DUNIA
48 MENCINTAI SESEORANG, TAPI, DIA MENCINTAI YANG LAIN
49 BAB 49
50 Bab. 50
51 Bab 51
52 SURAT DARI DATUK
53 MENUJU DESA LESTARI
54 BERKUNJUNG
55 SUSAH UNTUK MELUPAKAN
56 SAHABAT LAMA
57 HAMIL
58 BAHAGIA DAN DUKA
59 TANGIS TERTAHAN
60 MENCIUT
61 CINTA TIDAK BOLEH DI PAKSAKAN
62 KABUR
63 APA YANG MEMBUATMU NEKAT?
64 BAB. 64
65 BAB. 65
66 BAB. 66
67 Bab. 67
68 68
69 69
70 70
71 MAMA BARU
72 72
73 Di suntik mati
74 ANCAM
75 Draft
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab. 1. Cemburu membawa benci.
2
Bab. 2 tour ke luar kota
3
Kepergok saat sedang bercumbu
4
Gosip dan tersudutkan.
5
Terusir
6
SIDANG
7
TALAK TIGA
8
PENYESALAN ISTRI
9
PENYESALAN IBU MERTUA
10
PERMINTAAN MAAF.
11
MASA LALU
12
MAKAN HATI
13
KESAL
14
HANYA UANG
15
MALU
16
DI LABRAK
17
LUKA YANG SAMA TERULANG KEMBALI
18
MATA-MATA
19
MELAMAR
20
MALU
21
KEBUSUKAN ROLAND
22
PEMERKOSAAN
23
SEKARAT
24
MENYESAL
25
DENDAM
26
PENCULIKAN
27
PENOLONG
28
PENYELAMATAN
29
KETAHUAN DAN BERTEMU DATUK.
30
KECELAKAAN
31
Koma
32
CEMAS
33
MENYUSUL KE KOTA
34
PERJANJIAN
35
SUDAH LANCANG
36
KEPO
37
TERBANGUN DARI KOMA.
38
PASANGAN GILA
39
MENANTI
40
HARI H PERNIKAHAN MENJADI HARI NAAS.
41
FIRDAUS WIJAYA
42
MENINGGAL
43
MENCARI PELAKU NYA.
44
CINTAKU SEPERTI DI UJUNG SENJA.
45
PERNIKAHAN
46
SURAT UNTUK SYARIFAH.
47
MENINGGAL DUNIA
48
MENCINTAI SESEORANG, TAPI, DIA MENCINTAI YANG LAIN
49
BAB 49
50
Bab. 50
51
Bab 51
52
SURAT DARI DATUK
53
MENUJU DESA LESTARI
54
BERKUNJUNG
55
SUSAH UNTUK MELUPAKAN
56
SAHABAT LAMA
57
HAMIL
58
BAHAGIA DAN DUKA
59
TANGIS TERTAHAN
60
MENCIUT
61
CINTA TIDAK BOLEH DI PAKSAKAN
62
KABUR
63
APA YANG MEMBUATMU NEKAT?
64
BAB. 64
65
BAB. 65
66
BAB. 66
67
Bab. 67
68
68
69
69
70
70
71
MAMA BARU
72
72
73
Di suntik mati
74
ANCAM
75
Draft
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!