Kepergok saat sedang bercumbu

Bus sampai di desa kecil nan asri, rombongan turun, dan melangkah ke penginapan yang sudah di lobi. Rumah masyarakat setempat menjadi tempat penginapan mereka.

Rumah bibi Naima menjadi tempat menginap untuk perempuan. Sementara tempat laki-laki di rumah paman Johar, duda beranak dua , salah satu anaknya bernama Ewin sahabat dari Firdaus.

"Assalamu'alaikum, Ewin bersama rombongan perempuan berada di rumah bibi Naima.

"Wa'alaikum salam" Bibi Naima tersenyum sembari mempersilahkan masuk.

"Kenal kan ini Bibi Naima, kalian boleh menginap disini tetapi, harus tetap menjaga etika dan sikap ya." ujar Ewin.

"Siap" jawab mereka serentak.

"Baiklah, saya tinggal dulu ya." ucap Ewin sembari pamit pada Bibi Naima.

"Kalian bisa menginap disini tetapi harus jaga sikap dan adab, disini bukan seperti di kota. Aturan adat di junjung tinggi disini. Jadi, jangan berbuat yang mengundang kebencian dan bala di desa ini. Kalian paham!" Ucap Bibi Naima.

"Paham, Bi!" ujar para wanita itu serentak.

"Baiklah, kalian boleh ke kamar masing-masing. Satu kamar di tempati dua orang, silahkan istirahat." Ucapnya lalu, pergi meninggalkan gadis-gadis itu.

Perempuan yang ikut tour terhitung lima belas orang, sedangkan laki-laki nya ada tujuh belas orang, sebagian di Desa Lestari, sebagian lagi di Desa Serasi.

Di samping mengadakan tour, mereka juga melakukan penelitian obat-obatan tradisional untuk kepentingan perusahaan Wijaya grup. Perusahaan yang bergerak di bidang obat-obatan, kosmetik dan juga parfum.

Sekali setahun mereka akan mengadakan tour, untuk mencari bahan-bahan tradisional di pelosok-pelosok negeri ini.

***

Maura dan Rosi satu kamar, Kiara dan Celin satu kamar, putri dan Mutia satu kamar,

Syarifah dan Heni teman satu kamar.

Kiara sengaja menunjuk Celin, demi menghindari bersama Syarifah.

"Kia, kata Mama, kita harus sama-sama." ujar Syarifah

"Mama kan, tidak disini. tidak usah bawa-bawa Mama," bentak Kiara.

"Sudah lah Syarifah, Kamu bisa sama aku, enggak apa-apa kok." balas Heni

"Iya, makasih ya. Aku hanya menjalankan amanah dari Mama Fatimah." kata Syarifah lagi.

"Kiara nya enggak mau, biarin ajalah dia." sahut Heni lagi.

"Iya Heni" Syarifah tertunduk sedih.

"Ayo masuk, sebentar lagi ada perkumpulan, kita istirahat sebentar." ajak Heni. Mereka masuk ke kamar masing-masing dan istirahat sejenak.

Sore pun tiba, para pemuda itu berkumpul di lapangan desa. Desa yang kental dengan adat istiadat, hukum-hukum adat, kejahatan sangat minim di desa-desa yang hukum adatnya kuat.

Sore itu Syarifah beserta yang lainnya berkumpul, begitu juga para tetua desa. Wajah Syarifah yang teduh membuat Rahmad tidak lepas dari wanita bermata hijau itu.

Melihat tatapan putranya, Tetua adat tersenyum melihat ke arah wanita berkerudung panjang itu. Seolah tau di perhatikan, Syarifah menunduk, menghindari tatapan kedua pria berbeda usia itu.

Setelah berkumpul dan membicarakan tujuan mereka ke Desa. Ketua adat menyambut dengan senang hati. Pria paruh baya itu menyambut tamu nya dengan hidangan-hidangan yang enak.

***

Malam beranjak naik, semua warga terlelap di pembaringan masing-masing, begitu juga dengan Mahira, wanita beranak dua itu terlelap, dan tidak sengaja meraba ranjangnya,

Mahira terbangun, melihat sekelilingnya, mencari keberadaan suami nya.

"Kemana Bang Yusuf " batinnya.

Mahira duduk di pinggir ranjang, tidak biasanya suaminya pergi di tengah malam begini.

Dia mencari ke dapur, bahkan ke sumur belakang rumah nya. Tetapi, suami nya tidak berada disana.

Mahira memegang gagang pintu, pintu rumahnya langsung terbuka. Suami nya pergi di tengah malam, tetapi, untuk apa.

"Kemana Bang Yusuf malam-malam begini?" bisiknya was-was.

Mahira berjalan mengikuti bekas sendal di jalanan becek, pertanda baru saja hujan turun membasahi Desa lestari.

Kaki nya lincah berjalan, melewati kerikil-kerikil kecil dan tanah yang licin, senter kecil di genggamannya menjadi penerang satu-satunya.

Dia terus melangkah hingga sampai ke kediaman Bibi Naima. Sesak nafas Mahira setelah mengetahui suami nya ke rumah Bibi yang menjadi tempat penginapan wanita-wanita kota itu.

Mahira menyisir bekas pijakan itu, terus membawa langkahnya ke belakang rumah Bibi naima, terdapat gubuk kecil tidak berdinding sebagai tempat duduk memandang ke arah air terjun didepannya.

Darah Mahira berdesir, kakinya lunglai seketika, di depan mata, suaminya bercumbu dengan perempuan kota,

Mahira kenal dengan wanita itu, ia sempat melihatnya saat pertemuan tadi sore, bahkan Ia kagum dengan kecantikan wanita itu.

Air mata semakin menetes, Yusuf memeluk dan mencium wanita itu, memeluk erat seakan tidak ingin melepaskannya.

Mahira tergugu melihat perbuatan dua makhluk dihadapannya, seketika duni nya hancur.

Mahira memutar tubuhnya, tidak sanggup melihat adegan yang mengotori matanya, kakinya gemetar seakan tidak mampu melangkah,

Pelan-pelan Mahira pulang, membawa luka didalam dada. Tidak perduli kakinya berdarah terkena ranting-ranting pohon, dia tidak sadar jika dia pergi tidak memakai alas apapun.

Mahira berlari, tubuhnya seperti melayang hingga ia sampai ke dalam kamarnya, menghempaskan tubuh dan menangis di atas bantalnya,

Mahira menggigit tangan sekuat mungkin, menahan rasa sakit di hati nya, dia tidak lagi merasakan sakit dan darah yang menetes dari luka gigitan itu.

Ibu Janu heran melihat putrinya berada di luar di tengah malam,

"Dari mana Mahira?" bisik nya.

Ibu Janu berjalan, mendekat ke rumah putri kesayangannya. Dia masuk kedalam rumah, kaget melihat lantai rumah kotor berlumpur.

"Tok tok tok" pintu kamar di ketuk, namun pintu terbuka, tidak terkunci sama sekali.

Wanita paruh baya itu masuk, melihat putrinya diatas ranjang, darah mengalir dari tangannya membuat Bu Janu panik.

"Darah! Apa yang kau lakukan putriku?" Bu Janu menangis, memeluk putrinya.

"Bu, Yusuf" Mahira kembali menangis, cumbuan Yusuf menari-nari di pelupuk matanya.

"Iya, kenapa Yusuf?" tanya Ibu nya Mahira.

"Yusuf berkhianat Bu" ujar Mahira, tangisannya semakin kencang.

"Apa maksudmu, Mahira? Katakan dengan jelas." ucap wanita paruh baya itu.

"Ibu bisa melihatnya sendiri, mereka ada di belakang rumah Bibi Naima. Mereka melakukan dosa." tangis Mahira semakin pilu.

Bergegas Bu Janu mengambil senter kecil di meja nakas Mahira, wanita paruh baya itu berjalan seorang diri ditengah malam buta.

Betapa ia sangat terkejut, melihat menantunya bercumbu dengan wanita lain.

Bu Janu pulang dengan gemuruh di dalam dada nya, sumpah serapah terucap dari mulutnya.

"Mahira, sayangku." Wanita itu menangis memeluk putrinya.

"Yusuf sudah berzina, perempuan itu ternyata begundal, dia wanita memalukan, sudah mencoreng hijab yang dipakainya" ujar Bu Janu.

Wanita paruh baya itu menenangkan hati putrinya, memeluk dan berjanji akan memberikan keadilan.

"Bu, aku tidak mau berpisah dari Bang Yusuf, lihat Irham dan Ilham, kedua putra kami Bu, aku tidak mau mereka tidak punya ayah." tutur Mahira.

"Iya, ibu tau. Ibu akan meminta penjelasan dari Yusuf." jawab Bu Janu.

Azan subuh berkumandang, Yusuf baru sampai di rumahnya, dia membuka sendal dan mencucinya di sumur belakang rumah.

Pria bertubuh tegap itu pelan-pelan membuka pintu rumah lalu, masuk kedalam kamar, dia terkejut melihat Ibu mertuanya di dalam kamar.

Terpopuler

Comments

🏹💕mycupidaneko💘🐈

🏹💕mycupidaneko💘🐈

Jatuh cinta sama kisah cintanya❤️

2023-09-28

1

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1. Cemburu membawa benci.
2 Bab. 2 tour ke luar kota
3 Kepergok saat sedang bercumbu
4 Gosip dan tersudutkan.
5 Terusir
6 SIDANG
7 TALAK TIGA
8 PENYESALAN ISTRI
9 PENYESALAN IBU MERTUA
10 PERMINTAAN MAAF.
11 MASA LALU
12 MAKAN HATI
13 KESAL
14 HANYA UANG
15 MALU
16 DI LABRAK
17 LUKA YANG SAMA TERULANG KEMBALI
18 MATA-MATA
19 MELAMAR
20 MALU
21 KEBUSUKAN ROLAND
22 PEMERKOSAAN
23 SEKARAT
24 MENYESAL
25 DENDAM
26 PENCULIKAN
27 PENOLONG
28 PENYELAMATAN
29 KETAHUAN DAN BERTEMU DATUK.
30 KECELAKAAN
31 Koma
32 CEMAS
33 MENYUSUL KE KOTA
34 PERJANJIAN
35 SUDAH LANCANG
36 KEPO
37 TERBANGUN DARI KOMA.
38 PASANGAN GILA
39 MENANTI
40 HARI H PERNIKAHAN MENJADI HARI NAAS.
41 FIRDAUS WIJAYA
42 MENINGGAL
43 MENCARI PELAKU NYA.
44 CINTAKU SEPERTI DI UJUNG SENJA.
45 PERNIKAHAN
46 SURAT UNTUK SYARIFAH.
47 MENINGGAL DUNIA
48 MENCINTAI SESEORANG, TAPI, DIA MENCINTAI YANG LAIN
49 BAB 49
50 Bab. 50
51 Bab 51
52 SURAT DARI DATUK
53 MENUJU DESA LESTARI
54 BERKUNJUNG
55 SUSAH UNTUK MELUPAKAN
56 SAHABAT LAMA
57 HAMIL
58 BAHAGIA DAN DUKA
59 TANGIS TERTAHAN
60 MENCIUT
61 CINTA TIDAK BOLEH DI PAKSAKAN
62 KABUR
63 APA YANG MEMBUATMU NEKAT?
64 BAB. 64
65 BAB. 65
66 BAB. 66
67 Bab. 67
68 68
69 69
70 70
71 MAMA BARU
72 72
73 Di suntik mati
74 ANCAM
75 Draft
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab. 1. Cemburu membawa benci.
2
Bab. 2 tour ke luar kota
3
Kepergok saat sedang bercumbu
4
Gosip dan tersudutkan.
5
Terusir
6
SIDANG
7
TALAK TIGA
8
PENYESALAN ISTRI
9
PENYESALAN IBU MERTUA
10
PERMINTAAN MAAF.
11
MASA LALU
12
MAKAN HATI
13
KESAL
14
HANYA UANG
15
MALU
16
DI LABRAK
17
LUKA YANG SAMA TERULANG KEMBALI
18
MATA-MATA
19
MELAMAR
20
MALU
21
KEBUSUKAN ROLAND
22
PEMERKOSAAN
23
SEKARAT
24
MENYESAL
25
DENDAM
26
PENCULIKAN
27
PENOLONG
28
PENYELAMATAN
29
KETAHUAN DAN BERTEMU DATUK.
30
KECELAKAAN
31
Koma
32
CEMAS
33
MENYUSUL KE KOTA
34
PERJANJIAN
35
SUDAH LANCANG
36
KEPO
37
TERBANGUN DARI KOMA.
38
PASANGAN GILA
39
MENANTI
40
HARI H PERNIKAHAN MENJADI HARI NAAS.
41
FIRDAUS WIJAYA
42
MENINGGAL
43
MENCARI PELAKU NYA.
44
CINTAKU SEPERTI DI UJUNG SENJA.
45
PERNIKAHAN
46
SURAT UNTUK SYARIFAH.
47
MENINGGAL DUNIA
48
MENCINTAI SESEORANG, TAPI, DIA MENCINTAI YANG LAIN
49
BAB 49
50
Bab. 50
51
Bab 51
52
SURAT DARI DATUK
53
MENUJU DESA LESTARI
54
BERKUNJUNG
55
SUSAH UNTUK MELUPAKAN
56
SAHABAT LAMA
57
HAMIL
58
BAHAGIA DAN DUKA
59
TANGIS TERTAHAN
60
MENCIUT
61
CINTA TIDAK BOLEH DI PAKSAKAN
62
KABUR
63
APA YANG MEMBUATMU NEKAT?
64
BAB. 64
65
BAB. 65
66
BAB. 66
67
Bab. 67
68
68
69
69
70
70
71
MAMA BARU
72
72
73
Di suntik mati
74
ANCAM
75
Draft
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!