Bab. 2 tour ke luar kota

"Bisa enggak sih, kalian jangan muji-muji Syarifah melulu, bosan tau enggak." ucap Kiara kesal.

"Iya, maaf." balas Maura.

"Kami pulang ya Kia, besok kita jemput kemari." ujar Malik.

Ketiga rekan Kiara pamit pulang, menyisakan Kiara sendiri dengan kejengkelan nya.

"Kamu sih, Maura. Muji Syarifah sampai segitunya. Kiara pasti cemburu." ujar Rosi.

"Eh, kok aku, Kan, emang si Syarifah itu cantik kan, enggak mungkin di bilang jelek padahal asli nya cantik." balas Maura tidak mau kalah.

"Mm, memang Kiara yang sensitif." Malik menimpali.

"Kamu juga Malik, si Kiara itu suka sama kamu, kenapa malah lihatin Syarifah terus. kalau aku jadi Kiara sih, pasti juga eneg." Rosi merungut kesal.

"Jangan salahkan aku dong!" suara Malik sedikit meninggi.

"Sudah, sudah. Kenapa jadi kalian berantem sih." Maura melerai keduanya.

Mobil melaju hingga sampai di rumah masing-masing. Usai mengantar kedua sahabatnya, Malik beristirahat sembari membayangkan wajah Syarifah, gadis ber netra hijau, senyumnya mampu membius seorang Malik, idaman semua wanita.

Malik dengan wajah tampan, Jambang tipis, tubuh atletis, jika tersenyum terlihat lesung pipi sebelah kanan.

***

Keesokan hari nya, hari yang dinanti tiba. Mereka berkemas untuk berangkat tour ke ujung pulau S. Jika di tempuh dengan mobil akan memakan waktu yang lama. maka dari itu, perusahaan menyewa sebuah pesawat untuk mereka.

"Tin tin" klakson mobil Malik berbunyi.

Pemuda itu sudah menjemput Maura dan Rosi. kini, mereka sudah di depan rumah Kiara.

Terlihat Kiara melenggang tanpa membawa apapun, sedangkan Syarifah mengikutinya dari belakang, membawa dua buah koper dan beberapa kantong plastik di selipkan di ketiaknya.

Malik turun dari mobil, sedikit berlari mendekati Syarifah, pemuda itu membantu membawa kan kedua koper ditangan Syarifah. "terimakasih" ucap Syarifah sambil tersenyum.

Malik membalas dengan senyuman, kemudian, mereka berjalan menuju mobil.

Maura dan Rosi kasihan dengan Syarifah, namun, mereka tidak bisa membantu, takut Kiara marah.

Mobil kembali melaju hingga sampai di bandara. Malik meninggalkan mobilnya dan akan di jemput oleh supir sang ayah.

"Kiara, bawa sendiri kopermu, kasihan Syarifah." ujar malik

Dengan kesal Kiara menarik kopernya dari tangan syarifah. lalu, berjalan meninggalkan Malik dan Syarifah. Sementara, Rosi dan Maura sudah di depan bergabung dengan rekan mereka yang lain.

Pesawat sudah lepas landas, Maura Rosi dan Lidia teman kantor duduk berbaris, sedangkan Malik, Kiara dan Celin teman kantor yang di tarik Kiara agar duduk disampingnya.

Syarifah berdiri, matanya memindai tempat sekelilingnya, Mencari tempat duduk yang kosong. Syarifah tersenyum ketika melihat ada Kursi kosong, kemudian, dia berjalan dan duduk di sebelah pria berkaca mata hitam.

Syarifah menyapa sembari tersenyum, namun pria itu hanya diam menatap ke arah nya. Syarifah tampak kikuk, saat senyumnya tidak dibalas,

"Mungkin pria ini buta" batin Syarifah. Lalu, duduk santai di samping Pria itu.

Sementara, Malik bingung tidak melihat wanita idamannya.

"Kiara, Syarifah mana?" tanya Malik

"Tau" jawab Kiara cuek.

"Kia, kasihan Syarifah, disini dia pasti merasa terasing." tutur pemuda itu lagi.

"Iya, iya. Itu dia di depan." balasnya kesal.

"Astaga, ngapain dia disana." sambil menepuk jidatnya.

"Ngapain tadi Syarifah enggak duduk di sampingmu, Kia?" Malik terlihat kesal dengan Kiara.

"Jangan salahkan aku dong!, dia yang pergi ke depan. Sudahlah Malik, kita masih satu pesawat, wanita sok suci itu tidak bakalan hilang." ketusnya.

"Masalahnya itu tempat duduk siapa?, kamu tau kan, yang disebelah Syarifah itu siapa? Atau memang Kamu sengaja." Malik semakin geram dengan Kiara.

"Kalau iya, emang kenapa?" ucap Kiara sembari meneteskan air matanya.

"Kamu jahat Kia." bisik Malik pelan.

"Iya aku jahat, apa kamu enggak jahat?, Aku temenan sama kamu, tetapi, kamu malah menjauh" Kiara terisak membuat Ceril bingung.

"Kalian kenapa berantem?" tanya Ceril.

"Kami enggak berantem kok" sambil menghapus air matanya.

Syarifah mencoba berkomunikasi dengan pria disamping nya.

"Apa Bapak bisa mendengar saya?" tanya Syarifah sedikit mengencangkan suaranya. Namun, pria disampingnya tidak menjawab bahkan tidak menoleh.

"Apa dikira gue budeg." batin Firdaus, pemilik perusahaan Wijaya grup.

"Kasihan, sudah buta, budeg lagi. Semoga Allah menyembuhkan penyakitmu. Aamiin." ucap Syarifah sembari mengusap wajahnya setelah berdo'a.

"Astaga, wanita ini. Apa dia tidak mengenalku, malah di kata budeg, buta." kesalnya dalam hati.

Beberapa menit kemudian, Syarifah mengambil minuman dan memberikannya pada pria itu.

"Oh iya, aku lupa. Bapak 'kan enggak bisa mendengar." bisiknya.

Syarifah mencolek lengan pemuda itu, sehingga Firdaus menoleh, lalu, Syarifah mendekatkan minuman ke bibir Firdaus.

"Minum yang banyak Pak" tutur Syarifah sambil mengelap bibir pemuda itu. Syarifah tersenyum.

" Semoga bapak bisa menerima ujian ini ya, walau bapak tidak mendengar dan melihatku, aku tetap meminta kepada Allah." ucapnya tulus.

"Astaga, ini cewek terbuat dari apa sih, masyaAllah cantik banget, matanya, hidungnya, senyumnya, astagfirullah, maafkan aku Tuhan jangan buat aku buta beneran." Firdaus membatin.

Pesawat sudah landing di kota tujuan, selanjutnya mereka naik bus ke pelosok desa.

Ketika turun dari pesawat, ada hal yang menjadi pusat perhatian seluruh karyawan. Bagaimana tidak, seorang Owner perusahaan harus di papah saat turun dari pesawat dan yang membuat makin menggemaskan, Firdaus malah keterusan peran buta nya.

"Pak, bapak bisa jalan sendiri?" tanya Syarifah tetapi, setelah itu dia menepuk jidatnya.

"Oh, iya Bapak 'kan tuli., terlalu lengkap penderitaannya, lebih baik Bapak punya asisten." ujar Syarifah sambil memapah Firdaus keluar dari pesawat.

Sebenarnya dia sangat jengkel dengan wanita ini, tetapi, dia sudah terlanjur akting, malu jika ketahuan bohong.

Semua mata memandang, Syarifah cuek saja, dia tidak perduli tatapan orang.

"Syarifah!" panggil Malik

"Kamu lagi-" ucapan Malik menggantung

"Hmm" Firdaus mendehem

"Apa Malik, mana Kiara?" tanya Syarifah

"Ooh tidak, kenapa kamu memapah laki-laki ini?" Malik kembali bertanya, sengaja ia menekan suaranya.

"Dia buta dan tuli Malik, kasihan dia." tutur Syarifah.

"Kurang ajar" batinnya sedikit geram.

"Ooh, buta dan tuli. Kasihan juga ya. Apa kamu tidak takut kalau dia hanya pura-pura?" tanya Malik

"Hus, jangan bicara sembarangan. mana koper ku?" Syarifah tidak ingin berburuk sangka.

"Ini, aku yang bawa." jawab Malik.

"Ayo Syarifah, entar ketinggalan lho." Malik melangkah sambil menyeret kedua koper. Sedangkan Syarifah masih sibuk memapah si Tuan pura-pura buta itu.

"Iya, ayo Pak." ajak Syarifah.

"Sudahlah, terpaksa ikut naik bus, daripada ketahuan hanya pura-pura, tambah malu." batinnya.

Di dalam bus, mereka kompak bernyanyi. Tertawa dan bersenang-senang.

"Mau lagu apa, ada yang request?" ujar Sandi sebagai gitaris.

"Terlanjur basah ya sudah mandi sekali." teriak Malik, Firdaus melirik dari kaca matanya, dia tau Malik pasti menyindirnya.

Terpopuler

Comments

Umi Azzam

Umi Azzam

sedih,,,

2023-10-02

0

Karpet tempur

Karpet tempur

ceritanya jagat banget thor, author harus lanjutin!

2023-09-28

1

lihat semua
Episodes
1 Bab. 1. Cemburu membawa benci.
2 Bab. 2 tour ke luar kota
3 Kepergok saat sedang bercumbu
4 Gosip dan tersudutkan.
5 Terusir
6 SIDANG
7 TALAK TIGA
8 PENYESALAN ISTRI
9 PENYESALAN IBU MERTUA
10 PERMINTAAN MAAF.
11 MASA LALU
12 MAKAN HATI
13 KESAL
14 HANYA UANG
15 MALU
16 DI LABRAK
17 LUKA YANG SAMA TERULANG KEMBALI
18 MATA-MATA
19 MELAMAR
20 MALU
21 KEBUSUKAN ROLAND
22 PEMERKOSAAN
23 SEKARAT
24 MENYESAL
25 DENDAM
26 PENCULIKAN
27 PENOLONG
28 PENYELAMATAN
29 KETAHUAN DAN BERTEMU DATUK.
30 KECELAKAAN
31 Koma
32 CEMAS
33 MENYUSUL KE KOTA
34 PERJANJIAN
35 SUDAH LANCANG
36 KEPO
37 TERBANGUN DARI KOMA.
38 PASANGAN GILA
39 MENANTI
40 HARI H PERNIKAHAN MENJADI HARI NAAS.
41 FIRDAUS WIJAYA
42 MENINGGAL
43 MENCARI PELAKU NYA.
44 CINTAKU SEPERTI DI UJUNG SENJA.
45 PERNIKAHAN
46 SURAT UNTUK SYARIFAH.
47 MENINGGAL DUNIA
48 MENCINTAI SESEORANG, TAPI, DIA MENCINTAI YANG LAIN
49 BAB 49
50 Bab. 50
51 Bab 51
52 SURAT DARI DATUK
53 MENUJU DESA LESTARI
54 BERKUNJUNG
55 SUSAH UNTUK MELUPAKAN
56 SAHABAT LAMA
57 HAMIL
58 BAHAGIA DAN DUKA
59 TANGIS TERTAHAN
60 MENCIUT
61 CINTA TIDAK BOLEH DI PAKSAKAN
62 KABUR
63 APA YANG MEMBUATMU NEKAT?
64 BAB. 64
65 BAB. 65
66 BAB. 66
67 Bab. 67
68 68
69 69
70 70
71 MAMA BARU
72 72
73 Di suntik mati
74 ANCAM
75 Draft
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab. 1. Cemburu membawa benci.
2
Bab. 2 tour ke luar kota
3
Kepergok saat sedang bercumbu
4
Gosip dan tersudutkan.
5
Terusir
6
SIDANG
7
TALAK TIGA
8
PENYESALAN ISTRI
9
PENYESALAN IBU MERTUA
10
PERMINTAAN MAAF.
11
MASA LALU
12
MAKAN HATI
13
KESAL
14
HANYA UANG
15
MALU
16
DI LABRAK
17
LUKA YANG SAMA TERULANG KEMBALI
18
MATA-MATA
19
MELAMAR
20
MALU
21
KEBUSUKAN ROLAND
22
PEMERKOSAAN
23
SEKARAT
24
MENYESAL
25
DENDAM
26
PENCULIKAN
27
PENOLONG
28
PENYELAMATAN
29
KETAHUAN DAN BERTEMU DATUK.
30
KECELAKAAN
31
Koma
32
CEMAS
33
MENYUSUL KE KOTA
34
PERJANJIAN
35
SUDAH LANCANG
36
KEPO
37
TERBANGUN DARI KOMA.
38
PASANGAN GILA
39
MENANTI
40
HARI H PERNIKAHAN MENJADI HARI NAAS.
41
FIRDAUS WIJAYA
42
MENINGGAL
43
MENCARI PELAKU NYA.
44
CINTAKU SEPERTI DI UJUNG SENJA.
45
PERNIKAHAN
46
SURAT UNTUK SYARIFAH.
47
MENINGGAL DUNIA
48
MENCINTAI SESEORANG, TAPI, DIA MENCINTAI YANG LAIN
49
BAB 49
50
Bab. 50
51
Bab 51
52
SURAT DARI DATUK
53
MENUJU DESA LESTARI
54
BERKUNJUNG
55
SUSAH UNTUK MELUPAKAN
56
SAHABAT LAMA
57
HAMIL
58
BAHAGIA DAN DUKA
59
TANGIS TERTAHAN
60
MENCIUT
61
CINTA TIDAK BOLEH DI PAKSAKAN
62
KABUR
63
APA YANG MEMBUATMU NEKAT?
64
BAB. 64
65
BAB. 65
66
BAB. 66
67
Bab. 67
68
68
69
69
70
70
71
MAMA BARU
72
72
73
Di suntik mati
74
ANCAM
75
Draft
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!