MALU

Kiara sudah sangat senang saat Syarifah pergi dari rumah, gadis itu merayakannya.

Dia mengundang kekasih nya bernama Roland, pria yang baru di kenalnya.

"Non Kiara, Non Syarifah kemana ya" tanya Bi Ijah.

"Entah." jawab Kiara singkat.

"Sudah seminggu Non Syarifah tidak pulang, dia tidak kenapa-napa kan,?" tanya Bi Ijah khawatir.

"Bi, Kiara nggak tau, mengerti nggak sih." jawabnya kesal.

Bi Ijah terdiam, dia sangat khawatir dengan Syarifah.

Salam terdengar dari pintu depan, orang tua Kiara sudah berdiri diambang pintu.

"Bi, sepi sekali rumah kita, anak-anak pada kemana?" tanya Mama Fatimah dan melangkah masuk kedalam rumah.

"Anu Bu, Kiara di dalam kamarnya." jawab Bi Ijah.

"Syarifah?" tanya nya lagi.

"Bibi tidak tau Bu. Sudah seminggu Non Syarifah tidak pulang." jawab Bi Ijah.

"Seminggu?? Kenapa Bibi nggak ngabarin?" Mama Fatimah terkesiap.

"Bibi pikir Kiara sudah menghubungi Ibu." jawab Bi Ijah.

Mama Fatimah menggeleng.

"Apa Kiara menghubungi papa?" tanya Mama Fatimah.

"Tidak ada" jawab Papa Husin.

"Bu, Bibi ke belakang dulu ya."

"Iya Bi."

"Mama harus bicara pada Kiara, jangan-jangan anak itu yang mengusir Syarifah." ujar Mama Syarifah.

"Bicara baik-baik Ma, jangan buat Kiara tersinggung." ucap Papa Husin.

Mama Fatimah mengangguk, sembari melangkah ke kamar Kiara.

"Kia, apa Mama bisa masuk?" sambil mengetuk pintu Kiara.

"Mm" Kiara menyahut dari dalam.

Mama Fatimah masuk lalu, memeluk putri semata wayangnya.

"Kia, apa yang terjadi sayang?" tanya Mama Fatimah lembut.

"Mama, Bisakah jangan membahas wanita itu?" Kiara memeluk Mama nya.

"Kenapa sayang, bukankah kalian saudara?" ucap Mama Fatimah.

"Dia bukan saudariku Ma, dia hanya orang lain." Kiara terisak di pelukan Ibunya.

"Kiara sayang, yang Kia bilang orang lain itu, sudah mempertaruhkan nyawa nya demi Mama dan Papa." Sembari mengusap lembut punggung putrinya.

Kiara kaget lalu, melepaskan pelukan ibu nya.

"Maksud Mama?" tanya nya.

"Dulu, Kiara ingat tidak, waktu Mama dan Papa terkena Musibah tsunami?" tanya mama sambil menggenggam tangan putri nya.

Kiara Mengangguk diam.

"Mama dan Papa terhempas ketika Air bah itu datang, kami terpisah seperti yang di alami Syarifah, Dan untungnya nasib Mama tidak seperti gadis malang itu." tutur Mama sembari meneteskan air mata.

"Ma" Kiara memeluk Ibunya.

"Apa Syarifah pergi dari rumah, Nak?" tanya Mama lembut

"Iya Ma, saat mama pergi, Syarifah pun pergi, Kiara tegur, malah menggigit." jawab Kiara berbohong.

"Benarkah?" tanya Mama Fatimah heran.

Dia tidak percaya jika Syarifah menggigit Kiara.

"Iya Ma, Mama lihat ini" sembari menunjukkan bekas gigitan Kiara.

Mama Fatimah kaget, dengan ucapan Kiara dan lengan Kiara terlihat luka.

"Maafkan Mama ya sayang, Mama tidak tau kalau Syarifah orang yang nekat." tuturnya sambil memeluk putrinya

Berat untuk percaya, namun, dia tidak mau membuat Kiara marah.

***

Syarifah menjalani hari-hari nya penuh rasa syukur, walaupun dia hanya sebagai cleaning service di perusahaan Wijaya.

Terkadang, dia rindu pada Mama Fatimah, tapi merasa asing dan tidak ingin membuat Kiara marah.

Dia harus mengubur dalam-dalam rasa rindunya, dan berjanji akan menjauh dari keluarga Kiara.

Ketiga sahabat Kiara semakin dekat dengan Syarifah, dan itu membuat Kiara murka, berbagai macam cara dilakukan Kiara agar Syarifah di pecat dari Wijaya grup.

Seperti hari kemarin, Kiara sengaja menumpahkan kopi buatannya dengan alasan kurang gula, padahal Syarifah sudah melakukannya dengan benar.

Melihat itu, Maura menegur Kiara. Kiara tidak terima membuat kedua sahabat itu bertengkar.

Masalah itu sampai ke telinga Malik, dengan hati-hati Malik menasehati Kiara, lagi-lagi gadis itu tidak terima, Kiara malah menjauhi Mereka.

***

Semenjak kenal dengan para preman itu, Syarifah tidak lagi khawatir jika melintasi jalan sepi itu, Tiga sekawan itu akan memantaunya hingga sampai ke kantor.

Pagi ini Syarifah sengaja membawa banyak bekal, dia akan memberikan kepada ketiga preman yang dia tidak tau namanya.

Setelah selesai berkemas, dia berjalan menyusuri jalan biasa dan berjumpa dengan ketiga preman itu.

"Hei, ini buat kalian." sambil memberikan tiga bekal yang sudah di bungkus rapi.

"Terimakasih," ucap mereka dan menerima bekal dari Syarifah.

"Kenalin, Syarifah," sambil menangkup kedua tangannya.

"Aku Gion, ini Hendri dan ini Hendra." Gion memperkenalkan kedua sahabatnya.

"Apa kalian hanya begini, tidak ingin mencari pekerjaan?" tanya Syarifah sambil duduk di samping Gion.

"Ingin sih, cuma, belum ada rezeki saja." jawab Gion.

"Kenapa tidak melamar di perusahaan Wijaya?" tanya nya Syarifah lagi.

"Belum mencoba." balas Gion. "Terimakasih ya." sambung Gion lagi.

"Untuk?" Syarifah menatap bingung.

"Sudah membuat kami berubah." jawab Gion sambil menunduk.

"Hei, santai saja. Kalian jangan berterima kasih padaku, tapi, berterimakasih pada Tuhan, dia sudah membuka pintu hidayahnya untuk kalian." tutur Syarifah.

"Iya, terima kasih." mata Gion memerah menahan tangis.

"Syarifah, boleh kah kami menjadi teman mu?, ajari kami untuk lebih dekat pada Tuhan." Hendri menimpali.

"Aku tidak bisa berteman dengan kalian, tapi, aku akan menjadi saudara kalian." balas Syarifah tersenyum tulus

Ketiga sahabat itu tersenyum haru.

"Gion masih mempunyai Ibu, bisa tidak' Syarifah ikut melihat Ibu nya Gion?" pinta Hendra.

Syarifah mengangguk lalu, mengikuti ketiga nya.

Langkah nya berhenti di sebuah rumah, lebih tepat seperti gudang. Syarifah menepis pikiran buruknya dan selalu membangun prasangka baik terhadap siapapun.

Salam terdengar dari bibir Gion dan kedua sahabatnya itu. Dan suara serak menjawab dari dalam rumah.

Syarifah tertegun melihat kondisi rumah Gion, lantainya sebagian masih tanah, dan seorang wanita renta berbaring di atas kasur lusuh.

Air mata Syarifah menetes, melihat keadaan wanita tua itu, kondisi nya begitu mengenaskan.

"Syarifah, maaf sudah membawa mu ke sini." ucap Gion. "Dia Ibu ku." lanjutnya lagi

Syarifah mendekat pada Wanita tua itu, tubuhnya tampak kurus dan kering,

Syarifah meraih tangan lemah itu, kemudian menciumnya.

"Inilah rumahku, Syarifah. Selama ini aku sudah mengambil jalan yang salah, untuk biaya pengobatan Ibu. Dan mungkin karena itulah kondisi Ibuku tidak pernah membaik." ujar Gion sembari meneteskan air mata.

"Gion, jangan bicara begitu, dan buatlah semua jadi pelajaran." bisik Syarifah, dia tidak mampu berkata-kata.

"Bu, lihat, ada bidadari turun dari syurga, dia memberiku bekalnya, kita makan ya Bu." tunjuk nya pada Syarifah,

Gion membuka bekal pemberian Syarifah, lalu menyuapi sang Ibu.

"Maafkan anakmu ini ya Bu, Gion akan cari kerja yang halal supaya berkah untuk kesehatan Ibu." ucap Gion

Syarifah tidak mampu membendung air mata, hatinya bergetar.

Dalam hati dia memohon ampun pada Allah, karena merasa diri nya kurang bersyukur.

Ibu Gion tersenyum melihat Syarifah, mencoba menggapai tangan wanita bermata hijau itu.

Syarifah mendekat, menyambut tangan wanita tua itu, tangisnya meledak saat wanita tua itu menggenggam tangannya. Ada rasa haru, rindu bercampur sedih dalam hati Syarifah.

"Terimakasih" bisik Ibu Gion sambil tersenyum.

Syarifah mengangguk, bibirnya terasa kaku untuk membalasnya.

"Gion, aku harus pergi, nanti sepulang kerja, kita membawa Ibu kerumah sakit." ucap Syarifah.

"Iya Syarifah, tapi tidak perlu membawa Ibu, nanti kalau aku sudah bekerja, aku pasti membawa ibu berobat." balasnya.

"Jangan begitu, kalian adalah saudaraku." sambil tersenyum menatap ketiga pemuda itu.

"Baiklah." Gion mengangguk, ada rasa malu menelisik hatinya.

Episodes
1 Bab. 1. Cemburu membawa benci.
2 Bab. 2 tour ke luar kota
3 Kepergok saat sedang bercumbu
4 Gosip dan tersudutkan.
5 Terusir
6 SIDANG
7 TALAK TIGA
8 PENYESALAN ISTRI
9 PENYESALAN IBU MERTUA
10 PERMINTAAN MAAF.
11 MASA LALU
12 MAKAN HATI
13 KESAL
14 HANYA UANG
15 MALU
16 DI LABRAK
17 LUKA YANG SAMA TERULANG KEMBALI
18 MATA-MATA
19 MELAMAR
20 MALU
21 KEBUSUKAN ROLAND
22 PEMERKOSAAN
23 SEKARAT
24 MENYESAL
25 DENDAM
26 PENCULIKAN
27 PENOLONG
28 PENYELAMATAN
29 KETAHUAN DAN BERTEMU DATUK.
30 KECELAKAAN
31 Koma
32 CEMAS
33 MENYUSUL KE KOTA
34 PERJANJIAN
35 SUDAH LANCANG
36 KEPO
37 TERBANGUN DARI KOMA.
38 PASANGAN GILA
39 MENANTI
40 HARI H PERNIKAHAN MENJADI HARI NAAS.
41 FIRDAUS WIJAYA
42 MENINGGAL
43 MENCARI PELAKU NYA.
44 CINTAKU SEPERTI DI UJUNG SENJA.
45 PERNIKAHAN
46 SURAT UNTUK SYARIFAH.
47 MENINGGAL DUNIA
48 MENCINTAI SESEORANG, TAPI, DIA MENCINTAI YANG LAIN
49 BAB 49
50 Bab. 50
51 Bab 51
52 SURAT DARI DATUK
53 MENUJU DESA LESTARI
54 BERKUNJUNG
55 SUSAH UNTUK MELUPAKAN
56 SAHABAT LAMA
57 HAMIL
58 BAHAGIA DAN DUKA
59 TANGIS TERTAHAN
60 MENCIUT
61 CINTA TIDAK BOLEH DI PAKSAKAN
62 KABUR
63 APA YANG MEMBUATMU NEKAT?
64 BAB. 64
65 BAB. 65
66 BAB. 66
67 Bab. 67
68 68
69 69
70 70
71 MAMA BARU
72 72
73 Di suntik mati
74 ANCAM
75 Draft
76 76
77 77
78 78
79 79
80 80
81 81
82 82
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Bab. 1. Cemburu membawa benci.
2
Bab. 2 tour ke luar kota
3
Kepergok saat sedang bercumbu
4
Gosip dan tersudutkan.
5
Terusir
6
SIDANG
7
TALAK TIGA
8
PENYESALAN ISTRI
9
PENYESALAN IBU MERTUA
10
PERMINTAAN MAAF.
11
MASA LALU
12
MAKAN HATI
13
KESAL
14
HANYA UANG
15
MALU
16
DI LABRAK
17
LUKA YANG SAMA TERULANG KEMBALI
18
MATA-MATA
19
MELAMAR
20
MALU
21
KEBUSUKAN ROLAND
22
PEMERKOSAAN
23
SEKARAT
24
MENYESAL
25
DENDAM
26
PENCULIKAN
27
PENOLONG
28
PENYELAMATAN
29
KETAHUAN DAN BERTEMU DATUK.
30
KECELAKAAN
31
Koma
32
CEMAS
33
MENYUSUL KE KOTA
34
PERJANJIAN
35
SUDAH LANCANG
36
KEPO
37
TERBANGUN DARI KOMA.
38
PASANGAN GILA
39
MENANTI
40
HARI H PERNIKAHAN MENJADI HARI NAAS.
41
FIRDAUS WIJAYA
42
MENINGGAL
43
MENCARI PELAKU NYA.
44
CINTAKU SEPERTI DI UJUNG SENJA.
45
PERNIKAHAN
46
SURAT UNTUK SYARIFAH.
47
MENINGGAL DUNIA
48
MENCINTAI SESEORANG, TAPI, DIA MENCINTAI YANG LAIN
49
BAB 49
50
Bab. 50
51
Bab 51
52
SURAT DARI DATUK
53
MENUJU DESA LESTARI
54
BERKUNJUNG
55
SUSAH UNTUK MELUPAKAN
56
SAHABAT LAMA
57
HAMIL
58
BAHAGIA DAN DUKA
59
TANGIS TERTAHAN
60
MENCIUT
61
CINTA TIDAK BOLEH DI PAKSAKAN
62
KABUR
63
APA YANG MEMBUATMU NEKAT?
64
BAB. 64
65
BAB. 65
66
BAB. 66
67
Bab. 67
68
68
69
69
70
70
71
MAMA BARU
72
72
73
Di suntik mati
74
ANCAM
75
Draft
76
76
77
77
78
78
79
79
80
80
81
81
82
82

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!