MK - 20

Kedua kaki Zean terus melangkah cepat menuju ruang istirahat para dokter demi mendapatkan jawaban atas rasa penasaran yang sejak tadi mengganggu pikirannya. Ia ingin cuek, tetapi entah kenapa hati kecilnya mengatakan jika dokter cantik yang dimaksud Vano adalah istrinya sendiri.

Pria itu berhenti di depan pintu sebuah ruangan di mana terdapat kumpulan beberapa perawat dan dokter yang saat ini sedang asik berkenalan dengan seorang dokter wanita cantik yang sangat ia kenali. Benar, dia adalah Syifa, tetapi kenapa dia datang tiba-tiba? Bukankah sebagai suami dan orang yang tinggal serumah dengannya harus tahu lebih dulu?

Rasa kesal mulai menyelimuti pria itu, terlebih ketika beberapa perawat dan dokter pria terlihat berlomba-lomba untuk berkenalan dengan Syifa. Meskipun wanita itu hanya menangkupkan kedua tangannya kala berkenalan, tetap saja hatinya merasa tidak nyaman.

Cemburu, marah, mungkin itu yang dirasakan Zean saat ini, tetapi ia tak bisa berbuat apa-apa selain memendamnya untuk sementara. Toh, keputusan untuk merahasiakan hubungan pernikahan adalah kesepakatan bersama yang bersumber darinya.

"Dokter Rafael? Kenapa hanya berdiri saja di ambang pintu? Apa Anda memerlukan sesuatu?" tanya seorang dokter wanita berhijab dengan bunga carnation di tangannya yang hendak masuk ke ruangan itu.

Rupanya perkataan dokter wanita itu berhasil menarik perhatian semua orang yang ada di ruangan tersebut, termasuk Syifa dan langsung menatap ke arah Zean.

"Tidak, saya hanya ada urusan sedikit tadi di ruangan ini," jawab Zean berkilah dengan mata yang mengunci tatapan Syifa dalam diam, pria itu kemudian pergi dengan wajah datar seperti biasa tanpa sepatah-kata pun.

Sementara para dokter dan perawat di ruangan itu kini saling melempar pandangan penuh tanda tanya sekaligus tidak percaya.

"Ada apa, Dokter Aura? Tumben sekali banget, loh, master kita muncul di sini," tanya salah satu dokter di ruangan itu kepada dokter wanita yang tadi berbicara kepada Zean.

"Nggak tahu, katanya beliau ada urusan di ruangan ini, mungkin kalian yang ada di sini lebih tahu," jawab Dokter Aura.

"Kenapa kalian berkata tumben? Apa dia jarang bergabung dengan dokter lain di sini?" tanya Syifa penasaran.

"Biar aku jelaskan," ucap seorang dokter pria bernama Zaky begitu antusias. "Jadi, di rumah sakit ini, ada 3 orang yang sulit digapai, dalam artian mereka tidak pernah berbaur dengan kita kecuali para dokter spesialis yang memiliki urusan penting dengannya. Mereka adalah, Dokter Alvin, direktur rumah sakit kita sekarang, lalu Dokter Viona, calon istri Dokter Rafael, dan terakhir Dokter Rafael, dokter yang tadi berdiri di pintu itu, anak almarhum Dokter Abdillah, pemilik rumah sakit ini," kata Zaky menjelaskan.

"Apa? Pemilik rumah sakit?" tanya Syifa begitu terkejut.

"Iya, dia satu-satunya ahli waris rumah sakit, klinik, dan laboratorium kesehatan yang berada di bawah naungan Abdillah Group," jawab Zaky membuat Syifa terdiam seribu bahasa.

"Tapi kenapa bukan Dokter Rafael yang jadi direktur, yah? Harusnya, 'kan, dia. Pemilik saham terbesar sekarang, 'kan, Dokter Rafael," celetuk seorang perawat bernama Lisa.

"Hey, apa kamu tidak tahu? Dokter Rafael itu belum pulih dari amnesianya, bagaimana bisa orang amnesia memimpin rumah sakit?" balas Zaky.

"Tapi bagaimana bisa orang dengan gangguan amnesia bisa melakukan operasi tanpa kesulitan sedikit pun?" tanya Lisa.

"Itulah kehebatan Dokter Rafael yang tidak mampu kujelaskan secara ilmiah," jawab Zaky dengan wajah seriusnya, tetapi malah mendapat pukulan oleh Lisa di lengannya.

Syifa masih diam mencerna tiap informasi tentang sang suaminya yang baru ia ketahui saat ini. Saking terkejutnya, ia tak tahu harus bereaksi seperti apa. Entah, senang, sedih, atau marah, sungguh ia benar-benar bingung

"Terus gimana?" tanya Syifa kemudian ingin menggali informasi lebih dalam tentang Zean yang kini ia tahu nama panggilannya adalah Rafael.

"Nah, jadi mereka bertiga ini termasuk dalam dokter hebat dibidangnya, tapi arogan. Masa kita sapa aja mereka tak senyum, Dokter Rafael lebih parah, sih, nggak suka bersentuhan sama semua orang," kata Zaky melanjutkan penjelasannya.

"Tapi, dari ketiga dokter itu, Dokter Rafael paling peduli. Buktinya, kemarin pasien yang tidak terima karena harus membayar biaya kamar lagi, kini dibantu oleh Dokter Rafael. Aku yakin, Dokter Rafael tidak arogan, dia hanya memiliki alasan lain mengenai sikapnya itu," kata Lisa ikut menjelaskan.

"Lalu, kenapa kalian tadi menyebutnya master?" Lagi-lagi Syifa melayangkan pertanyaan.

"Dokter Rafael memang dijuluki sebagai Master oleh semua tenaga medis di rumah sakit ini karena keahliannya dalam segala hal, terutama jantung," jawab Aura ikut menjelaskan. "Kamu dokter baru di sini, yah, kenalin, aku Aura," sambung wanita itu memperkenalkan diri.

"Iya, aku Syifa, senang juga berkenalan dengan Anda, Dokter Aura."

"Ish, jangan pake 'Anda', 'kamu' aja biar lebih akrab."

"Ah, iya, senang berkenalan denganmu, Dokter Aura. Bunganya cantik, loh." Syifa menunjuk setangkai bunga carnation yang masih setia berada di genggaman dokter wanita di hadapannya.

"Biasa, Dokter Syifa. Itu dari pasien sekaligus pengagum Dokter Aura," celetuk Lisa dan membuat semuanya tertawa.

Tok tok tok

"Semuanya, dalam lima menit lagi, kita akan kedatangan beberapa pasien korban kecelakaan beruntun. Untuk tim darurat dan tim UGD, ayo segera bersiap!" seru seorang kepala UGD, membuat beberapa perawat dan dokter yang memiliki jadwal tugas di UGD saat itu langsung bergerak cepat menuju UGD, termasuk Syifa.

.

🦋🦋🦋

.

Matahari semakin meninggi menyinari bumi dengan segala aktivitas manusia di dalamnya. Zean duduk di ruangannya dengan perasaan campur-aduk. Pandangannya fokus menatap layar monitor komputer yang menampilkan gambar anatomi jantung, tetapi jari tangannya berkali-kali bergerak mengetuk meja dengan cepat.

"Ck, kenapa dia tidak bilang kalau hari ini akan masuk? Kalau dia bilang dulu, setidaknya pikiranku tidak sekacau ini," ucap Zean lalu berdiri dari kursinya dan berjalan menuju jendela ruangan yang berada di lantai enam.

Zean menatap jalanan di depan rumah sakit di mana banyak orang yang berlalu-lalang di sana. Tak lama setelah itu, ia melihat beberapa ambulans berdatangan dengan suara sirine yang begitu jelas terdengar.

Zean yang penasaran pun segera keluar dari ruangannya menuju UGD, ia penasaran dengan apa yang terjadi. Namun, langkah kakinya terhenti ketika dari luar ruangan tersebut ia melihat Syifa tampak begitu sibuk memberikan pertolongan awal pada seorang gadis kecil yang bersimbah darah.

Tanpa sadar, pria itu menarik ujung bibirnya melihat sang istri yang tampak begitu telaten, serius tetapi tetap memancarkan kecantikannya yang selalu berhasil membuat jantungnya berdebar.

Entah, sudah berapa lama Zean berdiri memandangi sang istri sambil menyiapkan diri jika saja dari UGD membutuhkan bantuannya. Hingga semua tindakan awal telah selesai diberikan, selanjutnya akan di teruskan ke dokter spesialis sesuai keadaan masing-masing pasien.

Beberapa dokter dan perawat yang bertugas kini bergantian keluar dari UGD untuk bersih-bersih dan istirahat, sementara dokter lain tetap di dalam memantau keadaan pasien. Syifa mendapat giliran untuk beristirahat sejenak, sehingga ia memutuskan keluar dari ruangan tersebut.

Syifa berniat menuju ke toilet khusus dokter wanita, tetapi tiba-tiba seseorang justru mencekal tangannya hingga membuat langkah wanita itu terhenti dan refleks menoleh ke belakang.

"Ma-mas?" ucap wanita itu tergagap karena terkejut sekaligus khawatir jika ada orang lain yang melihat Zean memegangi tangannya

"Kita perlu bicara," ucap Zean langsung menarik tangan Syifa hendak pergi meninggalkan toilet tersebut, tetapi ia segera memutar arah ketika melihat Alvin berjalan ke arah toilet yang sama. Tak punya pilihan lain, Zean menarik tangan Syifa masuk ke toilet khusus dokter wanita.

.

.

-Bersambung-

Terpopuler

Comments

Neneng cinta

Neneng cinta

nah lho....awas d grebeg di toilet😁😁😁

2023-11-07

2

Neneng cinta

Neneng cinta

shifa jg kayanya bakal dapat fans rahasia....Dokter Rafael😍😁

2023-11-07

1

Ina Ijal

Ina Ijal

udah di kasih kopi tu yaa' biar semangat dan semoga sehat wal'afiat aamiin

2023-11-06

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!