Cinta Pertama Jeslyn

Jeslyn menatap langit-langit kamar yang berwarna putih bersih, jemarinya tak bisa berhenti bergerak mengusap pelan keningnya, wajahnya kembali bersemu merah jika selama mengingat perbuatan Nick 4 jam yang lalu. “Apa seperti ini perasaan Queenza saat di cium keningnya oleh King?” gumam Jeslyn pelan. Dua orang yang diucapkan Jeslyn tadi adalah pasangan romantis yang ada di dalam novel kesayangannya, membuat Jeslyn kadang merasa penasaran dengan apa saja yang keduanya lakukan di dalam novel, saling bergandengan tangan di taman, saling mengucapkan cinta dalam sebuah pesan sebelum tidur, mengusap lembut kepalanya dan mencium kening seperti yang dilakukan Nick tadi.

Sebut saja ini adalah perasaan jatuh cinta Jeslyn untuk pertama kalinya, perasaan cinta yang dengan mudahnya ia berikan pada seorang pria yang akan menjadi calon suami dari Jema, mereka pastinya tidak akan pernah bisa bertemu lagi dan Jeslyn hanyalah hidup dalam angan-angan yang semu. Andai saja Nick tak perlu kembali bertemu dengannya tadi, semua ini salah Nick yang diam-diam masuk ke dalam kamarnya dan bertindak sesuka hati hingga Jeslyn bisa jatuh cinta seperti ini. Padahal setelah perpisahan mereka di depan pintu ruangan musik, ia masih bisa menahan diri untuk tidak menyimpan perasaan pada seseorang yang sulit untuk digapainya. Tapi sekarang? Sungguh sulit untuk Jeslyn bisa menahan perasaan itu muncul, ia pastinya tak akan bisa melupakan perasaan itu dari hatinya, apalagi ini cinta pertamanya.

Jeslyn menghembuskan nafasnya pelan, ia memeluk sebuah guling yang ada disampingnya. Robert adalah orang yang selalu menjadi tempat curhatnya, namun sepertinya tidak mungkin jika ia harus memberitahu tentang ini pada kakaknya sendiri, mungkin yang ada ia hanya akan mendapatkan omelan karena membiarkan orang asing mencium keningnya begitu saja dan belum lagi Robert akan mempermasalahkan mengapa Jeslyn bisa mau menjadi pengganti Jema. "Tidak, biar aku saja yang mengingat ini sendirian," gumam Jeslyn sambil menggelengkan kepalanya.

Disaat kegelisahan Jeslyn tentang perasaan dirinya sendiri yang sedang menyerang pikiran, ia kembali ingat pada masalah yang akan terjadi kedepannya. Tetapi apakah ucapan Nick dapat dipercaya? Nick memiliki kepribadian yang lembut, penyayang dan bisa membuat siapapun nyaman, semoga saja ia bisa memegang perkataannya sendiri jika ia tidak akan membuat Jeslyn dalam masalah besar, kalaupun Nick nantinya akan bingung saat melihat wajah Jema yang asli, mungkin Nick akan tahu mengapa tadi Jeslyn meminta maaf sudah membohonginya dan berbesar hati untuk tidak mempermasalahkan Jeslyn yang menggantikan Jema saat ini.

Jeslyn mengangguk kecil. Meyakinkan dirinya untuk tidak memikirkan hal buruk untuk malam ini, percayakan saja semua akan baik-baik saja kedepannya, Nick sosok yang dapat ia percayai kata-katanya. Lebih baik ia tidur dan bermimpi indah, karena hanya dengan ia bermimpi ia akan merasa hidup ini adil dan membuatnya bahagia.

***

Keesokan harinya, Nick sudah berada di Kantor sangat pagi, penuh rasa semangat yang mengisi dirinya saat ia membuka mata untuk pertama kalinya di pagi hari ini. Memikirkan sosok Jema yang kemarin ia temui, terkadang membuat Nick merasa tidak sabar untuk bertemu kembali dan tak ada lagi penghalang yang menutupi wajah cantik itu. Entah mengapa Nick seakan merasakan perasaan yang menggebu kembali pada seorang wanita, tak ada rasa terpaksa seperti yang ia takuti selama ini.

"Jema," gumam Nick saat mengingat wajah syok wanita itu saat Nick melihatnya tanpa penutup wajah. Memang cara itu tidaklah sopan, namun jika Nick tidak melihatnya kemarin, sudah pasti saat ini ia akan dipenuhi rasa penasaran dan menyesal sudah menjadi pria sok sabar yang tak ingin memaksa wanitanya. Bagi Nick, Jema memiliki kemurnian sosok putri konglomerat yang terlihat jelas, ia tampak polos, tidak membuat onar dan selalu tersipu malu. Sangat menggemaskan bukan?

Nick mengeluarkan ponselnya dan mencari nomor Brian, ia akan sedikit protes karena kerjanya benar-benar buruk, bisa-bisanya Brian salah memberikan foto serta penjelasan mengenai detail calon istrinya yang begitu jauh berbeda. Susah dikendalikan? ia sangat penurut dan tak mungkin memiliki keberanian seperti itu, ia pasti sudah diberikan beberapa pelajaran tentang tata krama. Jema memiliki banyak kekasih? sangat tidak mungkin sepertinya, saat Nick menyentuh kedua bahu itu untuk duduk di sofa saja terasa dengan sangat jelas jika Jema merasa tak nyaman dengan sentuhan seorang pria, ditambah lagi saat mempertanyakan untuk memastikan apakah pernikahan mereka membuatnya terbebani dengan cepatnya Jema mengatakan jika ia juga sangat menginginkan pernikahan ini, padahal Nick saat itu memberikan kesempatan Jema untuk jujur jika ia memiliki kekasih dan ingin sedikit membahas bagaimana hubungan mereka kedepannya.

Nick mulai mengirimkan pesan jika semua informasi yang diberikan Brian adalah salah, dan tak menunggu lama hanya sekitar 5 menit ia sudah mendapatkan balasan dari Brian. [Apa? benarkah? padahal aku hampir tak mendapatkan kesempatan tidur untuk mendapatkan informasi itu, aku merasa benar-benar sudah yakin jika aku menemukan orang yang benar.]

Nick hanya tersenyum, ia tak mengindahkan balasan Brian yang baru saja ia baca, pada kenyatannya ia merasa bahagia bisa dijodohkan dengan seorang wanita seperti Jema. Namun yang membuat Nick bingung saat ini adalah mengapa Laura tak muncul di dalam mimpinya? padahal Nick sudah mulai berpaling kembali dari dirinya. Dulu, setiap Nick memikirkan atau tertarik pada wanita lain, ia pasti akan mendapatkan mimpi buruk tentang Laura yang tiba-tiba saja muncul mengingatkan Nick kembali tentang masa-masa saat mereka berpacaran dulu, atau jika Nick melewati batas dengan membawa wanita lain ke dalam Apartemennya pasti Laura akan datang di mimpinya dalam keadaan kritis yang membuat Nick banjir keringat.

Apakah Laura memberikan tanda jika ia merasa setuju dengan pilihan Nick saat ini? Haruskah ia menceritakan tentang Lauran nantinya pada Jema? "Ah tidak, apa yang aku pikirkan," gumam Nick pelan karena merasa bodoh dengan pemikirannya sendiri. Wanita memiliki rasa cemburu yang begitu besar, menceritakan tentang wanita lain hanya akan membuat amarah mereka membara dan memunculkan masalah besar.

Tok,, tok,, tok

Terlihat Chloe yang baru saja muncul di depan pintu sambil tersenyum lembut seperti biasanya. "Rapat akan di mulai 1 jam lagi Sir, kau sudah membaca materi yang sudah aku kirim kemarin malam? Apa ada yang kurang atau ingin kau ubah?" tanya Chloe.

Nick dengan cepat mengalihkan pandangannya pada layar laptop yang masih mati. Semalam, jangankan ia mengingat tentang pekerjaan, pikiran Nick hanya tertuju pada Jema seorang. "Aku belum selesai memeriksanya, aku akan menghubungimu nanti," jelas Nick membuat Chloe menganggukkan kepalanya mengerti dan kembali keluar dari dalam ruangannya.

Terpopuler

Comments

Jhein Tayu

Jhein Tayu

sangat tidak sabar,pengen mereka cepat2 menikah..😊

2023-10-01

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!