"Akhirnya kita semua bisa bertemu malam ini," ucap John membuka suara dalam keheningan yang tercipta. Entah mengapa Nick merasa suasana dirumah itu tidak terlihat hangat sedikitpun, padahal warna dan desain yang ada dirumah itu terlihat cerah. Para pelayan yang berjaga tampaknya tidak terlalu menikmati pekerjaan mereka, hanya jika Nick menoleh saja mereka semua menampilkan senyuman.
Nick memperhatikan kedua orangtuanya, mereka tampak fokus pada keluarga yang sedang mengundang mereka makan malam, tidak ada satupun yang memperhatikan detail seperti yang dilakukan Nick. "Senang bertemu dengan kalian, ini anak kami Jema, maaf dia harus mengenakan penutup wajah terlebih dahulu karena sedang mengalami iritasi di bagian pipi dan dagu. Jema sangat ingin Nick melihatnya dalam keadaan wajah yang sudah membaik, namun dokter nya mengatakan dua sampai tiga hari lagi wajah Jema baru akan membaik seperti semula," jelas Rachel yang tampak begitu ramah, ia sangat pintar berucap. Nick yang mendengar itu pun hanya bisa menganggukkan kepalanya pelan, rupanya sedang ada masalah iritasi wajah, bukan menyembunyikan wajah aslinya pada keluarga Nick. Rasanya ingin tertawa dengan pemikiran Nick sendiri yang terlalu jauh berasumsi mengenai suatu hal.
Dan seperti yang sudah diprediksi oleh Nick, Juliet yang mudah beradaptasi tampak menanggapi ucapan Rachel dengan cepat, keduanya jika digabungkan mungkin akan bisa menghabiskan waktu dengan berbagai topik pembicaraan. "Astaga aku begitu yakin jika Jema sangat cantik, sepasang mata yang indah itu tidak bisa menyembunyikan apapun," kekeh Juliet yang membuat Nick kembali melirik Jema, belum pernah ia mendengar suaranya, bisakah Nick bertanya sekarang atau mereka akan mendapatkan waktu berdua untuk saling berbincang?
Selama makan malam berlangsung, Nick mendapatkan beberapa informasi penting jika perjodohan itu memang benar-benar ada, John mengusulkan jika hal itu bisa dipercepat maka semuanya akan lebih baik lagi. "Usiaku semakin bertambah dan aku rasa aku membutuhkan sebuah istirahat yang tenang bersama istriku di pulau yang baru aku beli tahun lalu. Aku ingin Nick bisa memulai untuk melanjutkan bisnis ku di sini karena di Mexico semuanya sudah teratasi oleh Robert, anak laki-lakiku."
Juliet dan Marteen tampak beradu pandang karena mereka hanya mengetahui jika John hanya memiliki 1 anak perempuan. Hal terbalik justru ditampilkan oleh Nick, ia hanya menganggukkan kepalanya mengerti karena itu artinya semua berita yang beredar tentang anak dari wanita simpanan John benar adanya. Dan itu artinya hanya anak perempuan dari wanita simpanan John yang belum diumumkan. "Ow, kau juga memiliki anak laki-laki? pasti dia sangat tampan dan sama hebatnya sepertimu," puji Marteen.
Rachel tertawa kecil, ia menggelengkan kepalanya pelan. "Tidak, anak kami memang 1, dia hanya anak angkat kami sebelum Jema lahir, kalian pasti tahu dengan istilah anak pemancing bukan?" jelas Rachel membuat kedua orang orangtua Nick tertawa kaku. Ucapan Rachel sangat begitu frontal.
Nick tak tertarik lagi pada pembicaraan membosankan para orang tua yang ada di dekatnya, ia kini lebih tertarik pada sosok Jema yang cukup pendiam, dia hanya melirik dan kembali melanjutkan makan malamnya tanpa 1 ucapan yang keluar dari mulutnya. Rambut panjang itu tampak halus dilihat dari kejauhan, membuat Nick ingin menyentuhnya dan ingin tahu sewangi apa rambut milik anak kesayangan John ini. Kesenangannya pada wanita cantik membuat Nick tak merasa keberatan jika harus menikah dengan Jema, walau pun sifat aslinya tidak penurut seperti ini tetapi Nick mungkin bisa mengendalikannya menjadi seorang istri yang mencintainya dalam waktu singkat.
Nick menggelengkan kepalanya, apa yang baru saja ia pikirkan? Bisa mengendalikannya menjadi seorang istri yang mencintainya dalam waktu singkat? Lalu setelah itu apa? Nick akan merasa bosan dan mengacuhkannya? Tidak, itu terlalu jahat dan beresiko.
Hampir 1 jam berlalu, hal yang paling di nanti Nick pun tiba. "Baiklah, ayo kita membicarakan hal lain di ruangan santai ku, kalian pasti akan menyukai beberapa koleksi yang ada di dinding ruangan ku," kekeh John yang berdiri terlebih dahulu dari kursi. "Sayang, kau bisa menunjukkan ruangan perpustakaan dan tempat lainnya yang ada dirumah ini pada Nick bukan?" tanya John dengan suara yang benar-benar lembut, bahkan Nick melihat sentuhan John yang mengusap kepala Jema terlihat sangat hati-hati bagaikan sebuah furniture mahal dan langka yang harus dijaga dengan sangat baik. Sekarang Nick tahu jika John sangat menyayangi anak perempuannya ini, apa mungkin Jema menyembunyikan sikapnya di luaran sana agar tak membuat kasih sayang Ayahnya berubah? Sungguh menarik.
Sebelum semuanya bergegas, Nick melihat Rachel yang cukup mencurigakan, ia tampak membisikkan sesuatu pada Jema dan membuat wanita itu tampak sedikit ketakutan dari sorot matanya. Seperti ada sesuatu yang aneh, Nick sepertinya mendengar info dari Brian jika Rachel terlihat sangat menyayangi putrinya yang sedikit susah diatur itu selama hari kelulusan, namun kali ini justru tampak berbeda. Nick menggelengkan kepalanya dengan cepat, ia tidak bisa menilai sesuatu begitu saja. Terlalu banyak hal yang ia pikirkan tentang keluarga ini.
"Mari aku antarkan ke perpustakaan," ucap Jema yang kini berdiri di hadapannya. Suara itu sangat halus dan cukup terngiang di telinganya, Nick bahkan bisa mencium wangi Parfume lembut yang cukup unik dan mewah dari jarak sedekat ini.
"Kemana pun itu aku tak keberatan," jawab Nick yang langsung dapat melihat semburat merah dari wajah yang tertutup kain tak terlalu tebal itu. Ingin rasanya tangan Nick terulur dan membuka kain tersebut, tidak peduli pada iritasi yang sepertinya tidak terlalu parah. Rasa penasarannya benar-benar bergejolak di jarak sedekat ini.
Jeslyn menundukkan wajahnya kembali, tatapan pria itu membuatnya kewalahan dan cukup malu. Tidak pernah ada pria lain selain Robert yang sedekat ini dengan Jeslyn, sungguh beruntung Jema bisa mendapatkan pria setampan ini untuk menjadi teman hidupnya. Pantaskah Jeslyn merasa iri seperti ini? Rachel melarang Jeslyn untuk mengacaukan pendekatan Nick dan Jema, ia harus bisa menarik perhatian Nick agar menyetujui perjodohan, namun masalahnya Jeslyn tak cukup pintar menarik perhatian seseorang, ia bahkan tak tahu bagaimana caranya.
Jeslyn menoleh kearah Nick yang kini sudah berjalan perlahan di sampingnya. "Kau menyukai buku apa?" tanya Jeslyn gugup, sungguh pertanyaan yang klasik.
Pria itu tampak berpikir sejenak, ia kembali menatap Jeslyn dengan tatapan yang begitu memikat pada wanita. "Diluar buku pelajaran bukan? Aku menyukai komik, kau?"
Kini Jeslyn cukup terkejut dengan pertanyaan itu, Rachel tidak menyantumkan buku kesukaan Jema. Hanya information makanan kesukaan, kegiatan di kampusnya dulu dan kegiatan Jema akhir-akhir ini yang cukup membanggakan bagi Rachel. "A-aku menyukai novel."
"Ah, biar aku menebak, pasti novel romantis yang memiliki akhir bahagia? Hampir semua wanita menyukai novel itu," jawab Nick sambil terkekeh pelan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 25 Episodes
Comments
Aditya HP/bunda lia
lanjut
2023-09-28
0