Rapat Terlalu Pagi

Baru setengah perjalanan Nick menghela nafasnya dengan perlahan, lagi-lagi ia mendapat lampu merah dalam perjalan menuju kantor hari ini. Pandangannya tertuju pada beberapa orang yang tampak menyebrang di depan mobil, ada satu hal yang menarik perhatian Nick, seorang wanita menggenakan sweater putih dengan rambut yang diikat kuda, sama percis dengan sosok yang ia rindukan selama ini. Nick menggelengkan kepalanya pelan, mengalihkan perhatiannya pada siaran radio pagi ini, ia membesarkan sedikit volume saat saluran radio memutar lagu baru yang cukup viral baru-baru ini.

Saat lampu sudah berubah hijau, Nick masih cukup santai mengendarai mobil dengan kecepatan sedang hingga ponselnya berdering tak sabaran membuat suasana hati Nick sedikit terganggu. Nama Chloe tertera di sana, menggambarkan bahwa sedang ada sesuatu yang tidak beres. Sambil mendengus pelan Nick pun menggeser logo telepon berwarna hijau dilayar. “Ya? Ada apa? Jalanan sangat macet Chloe, sepertinya aku akan tiba dalam 30 menit lagi,” ucap Nick dengan tenang, namun sosok Ayahnya terlintas begitu saja dalam pikirannya. "Dia belum datang bukan?" Tanya Nick ragu-ragu.

“Sir, maafkan aku, tapi Tuan John sudah datang sejak 10 menit yang lalu, aku sudah mengatasinya tapi Tuan besar tiba-tiba saja datang dan memulai rapat, aku sedang bersiap untuk membuka rapat,” jawab Chloe yang terdengar seperti bisik-bisik dan tak tenang. Siapapun yang berada di posisi Chloe mungkin akan merasakan hal yang sama, serba salah dan takut. Di satu sisi ia takut dengan sikap Nick yang selalu berubah-ubah, dan disisi lain ia lebih takut pada pemilik perusahaan. "Sekali lagi aku benar-benar minta maaf Sir."

Nick membulatkan matanya tak percaya, ia menggeram kesal dan mencengkram stir mobil dengan kuat. “Katakan pada Ayahku—“

Belum sempat Nick menyelesaikan ucapannya, suara Chloe terlebih dahulu memotong dengan nada tergesa. “Sir maaf, aku sudah dipanggil untuk memulai rapat. Tuan John juga sepertinya sedang buru-buru. Hati-hati dijalan Sir.”

"Hei, tapi bos mu itu ak—"

TUT!

Panggilan itu terputus begitu saja, amarah Nick langsung memuncak dan ia berdecak dengan keras. “Dad, kau berani mengganggu pekerjaan ku lagi?” desis Nick dengan kesal. Nick sangat yakin jika setelah ini ia akan mendapatkan cibiran dari mulut pedas Ayahnya, mengatakan jika Nick tidak bisa diandalkan sedikitpun untuk perusahaan, namun saat Nick akan menanganinya seorang diri Ayahnya justru selalu ikut campur dalam semua hal.

Memang Nick akui jika beberapa tahun kebelakang dirinya sangat tidak pantas untuk menjadi penerus yang memimpin keberlangsungan perusahaan. Dirinya terlalu bertindak sesuka hati untuk apapun yang ada di perusahaan, contohnya datang terlambat bahkan jika ingin berkumpul dengan teman-teman ia tidak akan segan-segan untuk mengatakan tidak bisa datang ke kantor dan terlalu sering mengganti jadwal rapat jika suasana hatinya sedang tidak baik.

**

Sesampainya di Kantor, Nick berjalan dengan cepat tanpa memperdulikan beberapa orang yang melihat kearahnya dengan tatapan penuh tanda tanya, saat Nick melirik mereka langsung menunduk karena aura dingin yang dipancarkan Nick saat ini.

Namun jangan salah, sikap dingin Nick tidak akan mengubah fakta jika pria itu adalah pria paling tampan di kantor, walaupun takut pada amarah Nick yang bisa meledak kapan saja mereka tetap tak bisa menahan diri untuk tidak mencuri pandang pada wajah dan tubuh sempurna itu!

Garis rahang yang tegas sedikit bergerak saat Nick menekan kuat giginya, ia menekan tombol lift VIP yang dikhususkan untuk para top management. "Ah sial, sangat memalukan masuk di tengah-tengah rapat," gerutu Nick sambil melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Jika saja Ayahnya tak membuat Nick kesal, sudah di pastikan mood Nick akan baik-baik saja hari ini. John orang yang santai, tidak akan masalah jika ia menunggu sebentar karena Chloe pun bisa mengatasinya dengan pintar.

Pintu lift terbuka, Nick dengan cepat keluar dan sebelum  berbelok menuju lorong ruangan rapat Nick sudah mengepalkan tangannya dengan kuat, semelalukan apapun ia datang di tengah rapat ia harus tetap ada di sana untuk mempertahankan harga dirinya agak tidak diinjak oleh sang Ayah. Namun baru saja Nick berbelok, terlihat 6 orang keluar dari dalam ruang rapat. Raut wajah Nick seketika berubah menjadi tersenyum saat John melihat kearahnya dengan senyuman ramah, singa lapar Nick pun kini berubah menjadi kucing jinak yang penurut. Tapi tunggu sebentar, apakah memang benar rumor tentang John yang mengatakan pria itu seorang mafia? Dia terlalu ramah untuk masuk ke dalam bisnis gelap, terlalu disiplin waktu mengingat perkataan Chloe jika John datang tepat di jam sembilan pagi. John benar-benar seorang pebisnis sepert Ayahnya, entah siapa yang membuat rumor buruk itu, sangat tidak masuk akal.

"Akhirnya aku bisa bertemu denganmu Nick, banyak kabar yang aku dengar tentangmu, ternyata kau benar-benar menawan seperti yang dikatakan orang-orang," kekeh John membuat Nick semakin tersenyum namun keningnya sedikit berkerut samar tentang pernyataan tersebut. Ada sesuatu yang dirasa janggal dari ucapan dan raut wajah John, namun hal seperti itu tidak terlalu penting bukan? Yang terpenting saat ini adalah rencana kerja sama yang harus berhasil didapatkan.

Nick mencoba untuk mengukir senyuman ramah dan melangkahkan kakinya untuk mendekati John sambil mengulurkan tangan, saat berjabatan tangan, Nick mulai menyadari jika cengkraman John cukup kuat dan tegas. "Maafkan aku karena membuat kesan buruk atas pertemuan pertama ini, ada sedikit kendala yang harus aku selesaikan—" belum selesai Nick berucap, John hanya tertawa pelan.

"Tidak masalah, tidak terlalu buruk menurutku, aku menyukai materi yang sudah kau buat, kebetulan putriku sangat menyukai laut, jika nanti hotel sudah selesai dibuat dia pasti akan sering memintaku untuk membawanya kesana," kekeh John pelan.

Bola mata Nick seketika berbinar, 'jika nanti hotel sudah selesai' itu artinya John sudah menandatangi kontrak dan akan menjadi investor tertinggi bukan? Kekayaan pria itu sepertinya tidak bisa habis untuk 7 keturunannya, ia selalu memberikan modal besar dan marketing yang digunakan selalu para artis dan penyanyi terkenal, pendapatan yang ia hasilkan pun membuatnya balik modal dalam beberapa kali lipat.

Namun, manusia tak ada yang memiliki hati seperti malaikat di zaman ini, Nick pernah mendengar sebuah kabar pebisnis yang ketahuan memanipulasi data pendapatan saat akan membagi royalti atas kerja samanya bersama John, John pun tak segan-segan membuat pebisnis licik tersebut bangkrut, ia gulung tikar dalam waktu yang singkat dan John berhasil mengambil alih perusahaan tersebut. Benar-benar mengerikan dan tak bisa menerima kesalahan sedikitpun.

Terpopuler

Comments

Aditya HP/bunda lia

Aditya HP/bunda lia

tenyata Nick tukang teh celup yah
celup sana celup sini .... 😬😬

2023-09-25

0

🤩😘wiexelsvan😘🤩

🤩😘wiexelsvan😘🤩

yaellah bang nick kenapa hobby banget gonta ganti pasangan tidur sichhh,,,nyebelin banget tau liat cwo kelakuan nya sprt itu 😁😁😡😡😡

2023-09-24

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!