Semua persiapan sudah dilakukan dengan sangat baik, Nick yang semalam kembali ke rumah disambut dengan tangan terbuka oleh Ayah dan Ibunya. "Akhirnya kau akan menempati kamarmu lagi sayang," ucap Juliet dengan begitu lembut dan penuh kasih sayang, Ibu sambung yang memperlakukan Nick layaknya anak kandungnya sendiri, ia menjaga Nick dengan tulus dari semenjak Nick berusia 12 tahun.
Kemana Ibu kandung Nick? Terlintas pasti ada pertanyaan itu dibenak kalian bukan? Ibu kandung Nick telah tiada dari semenjak melahirkan Nick, ia mengalami pendarahan yang cukup parah saat melahirkan dan nyawanya tak tertolong. Selalu ada perasaan bersalah setiap kali Nick mendapatkan kejutan kecil di hari ulangtahunnya, tak pernah ia mendapatkan rasa bahagia di hari kelahirannya itu, hanya ada rasa marah jika ada seseorang yang merayakan ulang tahun Nick dengan senyum lebar di hadapannya. Selama 12 tahun Nick hanya bisa menatap foto seorang wanita cantik yang berani mempertaruhkan nyawanya untuk Nick. Hingga Juliet datang, ia membawa kehangatan pada keluarga yang cukup dingin ini dan begitu sabar meluluhkan hati Nick yang menentang keras pernikahan Marteen dan Juliet saat pertama kali mereka tinggal bersama.
"Tidak, aku hanya sehari saja Mom," jawab Nick dengan nada bersahabat. Sebenarnya tidak Nick hampir tidak pernah bertengkar dengan Juliet, namun yang membuatnya tak nyaman dirumah karena Ayahnya yang selalu banyak mengatur hidup Nick, memaksa Nick untuk menjadi anak yang ia inginkan dan berguna bagi perusahaan. Puncaknya saat ia melarang Nick untuk melamar Laura saat itu, Ayahnya berpikir jika Nick masih terlalu muda dan ditakutkan tidak bisa fokus dan membagi waktu pada pekerjaannya di Kantor, bahkan sampai kabar kematian Laura sampai di telinga Ayahnya, Marteen sama sekali tak menunjukkan rasa iba atas kematian kekasih Nick itu.
Ah sebaiknya kita sudahi cerita masa lalu itu sampai di sini, Nick tidak ingin moodnya kembali rusak hanya karena mengingat masa lalu. Cuma saat itu saja Nick merasakan sakit hati sampai membuat dirinya membenci Marteen seperti itu.
Kini acara makan yang sangat dinantikan Ayahnya hampir tiba, mereka bertiga sudah mengenakan pakaian terbaik yang dibuat secara khusus hanya untuk acara ini. Selama diperjalanan Nick terus memikirkan bagaimana reaksi awal Jema saat bertemu dengannya, akankah terlihat memberontak seperti penilaian Nick terhadap wanita itu sesuai dengan info yang diberikan Brian? atau justru Jema akan bersikap penurut didepan kedua orangtuanya? Hanya dua hal itu yang Nick ketahui tentang anak tunggal dikalangan atas yang ia kenal.
Kini mobil Nick sudah berada di depan sebuah rumah mewah yang berada di kawasan elite dengan tingkat keamanan yang dinilai paling tinggi. Pantas saja jika beberapa orang sangat sulit untuk mencari tahu atau mendapatkan foto tentang keluarga John. "Kalian tahu, rumah ini bukan yang paling besar, John masih memiliki Mansion di Mexico yang tak lain adalah peninggalan milik orang tua John dulunya. Dia benar-benar kaya sedari dulu," jelas Marteen dengan bangganya membuat perhatian Nick dan Juliet langsung terfokus padanya dan dengan perlahan kembali mengamati rumah mewah itu. Sekali lagi pertanyaan menghantui Nick. Apakah John serius memilihnya sebagai calon suami untuk anak tunggalnya itu?
Fokus Nick mulai kabur saat beberapa detik kemudian terlihat pintu terbuka yang di kawal oleh 2 orang pria dengan setelan jas yang begitu rapi. Oke, mungkin karena para pengawal John mengenakan setelan seperti itu yang membuat orang-orang berpikir jika John adalah seorang Mafia kelas kakap bukan? Memang cukup aneh juga jika dipikirkan kembali, bagaimana tidak? Kawasan ini sangat terkenal dengan keamanannya, lalu John masih mempekerjakan dua orang untuk berjaga di halaman depan. "Aku tidak sabar untuk melihat calon menantu ku," ucap Juliet yang tampak begitu senang dan menyambut semua ini penuh dengan senyuman.
Hanya Nick yang masih diam tak bersuara, dia hanya melihat dan memperhatikan semuanya dengan seksama. Terlebih lagi yang dinantikan Nick adalah sosok Jema dalam bentuk nyata, ingin memastikan juga apakan kerja Brian sudah begitu hebat sampai benar-benar mendapatkan foto anak dari seorang John yang tertutup itu?
"Selamat malam Tuan Marteen, suatu kehormatan bagi kami bisa melayani anda sekeluarga, mari aku tunjukkan letak ruang makan," ucap seorang pelayan saat Marteen, Juliet dan Nick turun dari mobil. Mereka sangat menikmati semua pemandangan yang tersaji di rumah ini, dari mulai halaman depan hingga mulai memasuki pintu utama rumah.
Semua interior di rumah ini sangat detail dan mewah, bahkan sampai mereka tiba di ruang makan yang dimaksud, mereka sudah disambut oleh meja panjang yang dihiasi berbagai makanan menggugah selera.
Di Kursi paling ujung terlihat John sudah duduk di temani oleh 2 wanita yang Nick yakini adalah Jema dan Rachel. Pandangan Nick rasanya tak bisa beralih dari sosok Jema yang cukup aneh, mengapa aneh? Karena ada hal yang tak wajar dengannya, ia mengenakan penutup wajah seperti hendak menyembunyikan wajahnya dari orang asing, namun hal itu tak bisa menyembunyikan wajah yang cantik terlebih lagi mata indah tersebut rupanya lebih menarik dari foto yang ia lihat.
'Apa John tidak mengijinkan orang lain untuk melihat wajah cantik putrinya saat ini sebelum semua rencana pernikahan disetujui semua pihak?' Ya. Nick setuju dengan pemikirannya sendiri, rencana pernikahan mereka belum benar-benar resmi dibicarakan dan disetujui oleh Nick juga Jema, mungkin karena itu juga lah John memilih untuk masih menyembunyikan wajah asli Jema agar identitas Jema aman.
Deg. Saat mata indah itu menoleh pada Nick dan mata mereka saling terpaku, Nick merasakan ada sesuatu yang membuat dirinya berdebar. Tatapan yang sulit diartikan. Tatapan yang menunjukkan keterkejutan dan berbinar seperti wanita itu baru saja menemukan sosok pria tampan seperti dirinya. Haha, memang benar seperti itu, Nick sudah sangat hafal dari cara pandang beberapa wanita yang tertarik padanya. Namun hanya beberapa saat kemudian tatapan itu mulai menunjukkan rasa takut dan cemas, apa mungkin karena Nick dan keluarganya adalah orang asing yang belum pernah dia temui sebelumnya?
Jeslyn dengan cepat menurunkan pandangannya dari sosok pria yang baru saja tiba, tak disangka jika pria itu sudah menatapnya terlebih dahulu dan membuat Jeslyn gugup dalam sekejap. "Jangan gugup dan bersikap yang ramah," bisik Rachel membuat Jeslyn menoleh dan kembali tersadar jika ini bukanlah acara perjodohan untuknya, Jeslyn hanyalah pengganti dan sosok pria memukau tadi bukanlah miliknya.
"Baik Mom," jawab Jeslyn hampir tak bersuara. Ia pun mulai kembali fokus untuk menghafal semua tentang Jema yang nantinya akan menjadi jawaban jadi setiap pertanyaan yang akan dilontarkan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 25 Episodes
Comments
Aditya HP/bunda lia
Nah ... pada jatuh cintrong dah
2023-09-27
0