Sebut saja Nick terpesona, ia seakan terhipnotis pada wajah Jema yang begitu bersih dan natural, tak ada make up yang menempel sedikitpun di wajah itu, lekuk tubuh ramping itu pun sedikit terlihat dari balik jubah tidur yang indah. Handuk kecil yang melilit diatas kepalanya menandakan jika Jema baru saja mencuci rambutnya. "Apa dia sibuk lagi hari ini?" gumam Jema yang terdengar cukup kecewa di telinga Nick, tampaknya wanita itu masih belum menyadari kehadiran Nick di kamarnya, ia berjalan kearah lemari dan tampak melihat beberapa baju yang tergantung rapi di dalamnya. Siapa yang sedang Jema tunggu? Apakah mungkin sebagian informasi yang Brian berikan benar, jika Jema memiliki kekasih? Oh tentu saja Nick, bagaimana bisa wanita secantik itu tak ada yang melirik dan berjuang untuk mendapatkannya? Bahkan jika Nick yang bertemu terlebih dahulu tanpa tahu identitas Jema pun ia pasti akan mendekatinya.
"Sepertinya aku akan meminta baju baru." Nick hanya bisa menahan nafasnya, senyuman yang terpantul dari cermin yang ada didalam lemari itu menampilkan senyuman Jema yang cukup manis. Benar-benar kesempurnaan yang nyata, batin Nick. Jema sosok wanita yang tampak seperti bidadari tak tersentuh siapapun, sangat murni yang langsung membuat siapapun pasti ingin memilikinya. Selain kecantikannya wanita itu juga memiliki darah yang sangat berharga, satu-satunya penerus John Aaron yang memiliki harta tak akan pernah habis untuk beberapa keturunan.
Tanpa Nick sadari karena ia masih tak bergeming sedikitpun, Jeslyn yang merasa ada seseorang seperti mengawasi nya dengan perlahan menoleh dan raut wajahnya seketika menunjukkan keterkejutan yang sangat nyata. "Astaga! mengapa kau bisa ada disini!" pekik Jeslyn dengan penuh kebingungan di tampah jantungnya yang berdebar dengan kencang.
Nick tampak berdiri dari duduknya, ekspresinya tampak menahan senyum dan mulai berjalan mendekati calon istrinya yang luar biasa. "Wajahmu baik-baik saja, bahkan sangat baik-baik saja. Mengapa kau menutupi wajah cantikmu?" tanya Nick yang berharap bisa melihat wajah itu menampilkan rona merah yang tampak malu-malu.
Jeslyn semakin merasa panik saat Nick membicarakan tentang wajah, seketika matanya mulai mencari sesuatu untuk bisa menutupi wajah yang jelas-jelas sudah dilihat oleh Nick. Bagaimana ini? Apa yang harus Jeslyn lakukan sekarang? Semuanya benar-benar kacau dan diluar kendalinya, bagaimana bisa Nick berada di dalam kamarnya saat ini? Bagaimana jika pertemuan nanti Nick melihat wajah Jema yang asli dan tentunya sangat berbeda dengan wajahnya saat ini. Jeslyn mengepalkan kedua tangannya dengan kuat, ia menatap Nick dengan penuh permohonan dan kecemasan. “Aku mohon jangan pernah ceritakan pada siapapun tentang wajahku, bahkan kepada orangtuamu. Bisakah kau melupakan kejadian saat ini? Ini sangat berbahaya untukku, aku benar-benar tidak ingin mendapatkan masalah karena hal ini.”
Nick yang awalnya tersenyum kini sedikit terdiam, ia melihat Jeslyn yang tampak begitu ketakutan bahkan kedua bola mata indah itu kini tampak berkaca dan membuat Nick seketika merasa bersalah. Apa ia sudah melewati batas? Ia tidak pernah tahu peraturan yang dibuat setiap keluarga bukan? “Hei, tenang,” ucap Nick dengan lembut sambil menahan bahu Jeslyn yang terasa gemetar. Tubuh yang seketika menegang menandakan bahwa ia tak pernah terbiasa oleh sentuhan seseorang. “Aku berjanji tidak akan mengatakannya pada siapapun, jangan khawatir.”
“Ma-Maafkan aku,” gumam Jeslyn pelan sambil menunduk, ia tak tahu lagi apa yang harus ia lakukan sekarang, bagaimana reaksi Nick nantinya saat bertemu dengan Jema yang asli? Apakah ia akan merada dipermainkan atau haruskan Jeslyn mengatakan semuanya saat ini? “Maaf karena sudah membohongimu tentang—“
Karena merasa kepanikan wanita yang ada dihapannya kini tak kunjung reda, Nick pun menghentikan ucapannya yang terdengar gemetar, ia menuntunnya menuju sofa yang tadi ia duduki, ia kembali mencoba untuk menenangkannya. “Tidak perlu meminta maaf, kau tidak membohongi sama sekali tentang penutup wajah itu. Aku tahu keluargamu sangat melarang untuk memperlihatkan wajahmu pada orang asing, bukan?”
Bagaimana menjelaskannya Jeslyn pun tak tahu, banyak ketakutan yang ia pikirkan untuk kedepannya, ia tidak ingin mendengar kembali teriakan marah Rachel ataupun suara kasar Daddynya yang akan memarahi Rachel, karena tadi sore saja John hampir marah mendengar ucapan Jeslyn yang tiba-tiba mengajukan diri namun terlebih dahulu ditenangkan oleh Jeslyn. ‘Jika ini benar-benar keinginanmu Daddy sangat berterima kasih kau sudah membantu kelancaran makan malam ini sayang. Namun, jika semua ini adalah rencana Mommy mu, Daddy akan memberikannya pelajaran agar dia tak berani mengganggu ketenanganmu sayangku.’ Kata-kata John bahkan masih sangat ia ingat.
Walaupun ia memiliki John yang akan membelanya, namun tetap saja John selalu jarang berada di rumah setiap harinya, ia lebih sering bertemu dengan Rachel dan tak bisa dibayangkan bagaimana perlakuan yang akan ia terima nantinya.
Saat Jeslyn sedang sibuk memikirkan semua hal buruk yang akan terjadi, tanpa diduga Nick mengusap pelan kepala Jeslyn dengan sangat lembut, penuh kasih sayang dan pengertian yang biasa dilakukan Robert. “Aku berjanji tidak akan membuatmu dalam masalah, aku kemari hanya ingin memastikan sesuatu darimu,” ucap Nick saat sudah merasa berhasil membuat Jeslyn tenang.
“Memastikan apa?” tanya Jeslyn dengan kedua alis yang bertaut samar.
Nick yang dapat melihat dari jarak sedekat ini hanya bisa menarik nafasnya dalam, jika wanita ini seperti teman wanitanya yang lain, ia tidak akan menahan perasaan yang sudah bergejolak seperti ini. Sebelum menjawab, Nick menelan salivanya terlebih dahulu lalu membuka suara. “Aku ingin memastikan jika kau juga menginginkan pernikahan ini, aku tidak ingin pernikahan kita menjadi sebuah beban untukmu, setidaknya setelah menikah nanti kita bisa saling mendekatkan diri satu sama lain, saling terbuka dalam sebuah masalah dan semoga saja cinta bisa datang dalam waktu yang cepat,” ucap Nick. Oke, bahkan saat ini Nick tak percaya pada dirinya sendiri bisa mengucapkan kata-kata semanis itu.
Belum hilang rasa terkejutnya atas kata-kata yang keluar dari mulutnya sendiri, kini ia kembali merasa terkejut karena menemukan dirinya sangat bahagia melihat reaksi calon istrinya yang langsung menganggukkan kepalanya tanpa terlihat ragu sedikitpun. “Aku sangat menginginkan pernikahan ini, aku harap kau tidak ragu sedikitpun pada pernikahan ini,” ucap Jeslyn dengan cepat, karena jika pernikahan ini sampai gagal, dirinya lah orang pertama yang menjadi sasaran amukan Rachel.
“Baiklah kalau begitu, aku harus kembali lagi sebelum semuanya mencariku karena terlalu lama pergi. Tidur yang nyenyak ya,” ucap Nick sambil mencium kening Jeslyn cukup lama, lalu ia berdiri meninggalkan Jeslyn yang masih mematung di tempat duduk dan keluar dari dalam kamar Jeslyn begitu saja dengan hatinya yang senang.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 25 Episodes
Comments
Utiira
maen sosor aja nih si nick
2023-10-13
0
Jhein Tayu
aaaaasa so sweet..🥰🥰🥰
2023-10-01
0
Aditya HP/bunda lia
kan di awal aku bilang Nick terpesona 🤭🤭 gimana ini nanti semoga Jema tidak bisa ditemukan sampe hari H
2023-09-30
0